Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

37
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STID Muhammad Natsir

2721-7531

Author(s):  
Abdul Kadir Badjuber

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah masuknya da’wah Islam di Indonesia. Metode yang digunakan kajian literature. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian sarjana-sarjana Islam ahli sejarah itu menyebutkan bahwa pembawa Islam ke Nusantara ini di sampaikan oleh para dai, atau para sudagar Islam yang disertai dengan para dai. Ini yang menjadi keteguhan pandangan dari Haji Agus Salim, KH. Saefuddin Zuhri, Hamka dan yang lainnya. Sarjana-sarjana dan intelektual Islam ahli sejarah ini menjelaskan pula bahwa Islam berkembang di Nusantara dengan damai tanpa kekerasan. Sehingga mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat, dan berkembang dengan cepat. Yang masuk dan memeluk Islam di Nusantara ketika Islam datang itu tidaknya rakyat jelata, tetapi juga dari kaum keraton dan bangsawan. Setelah lama Islam bersentuhan dengan penduduk Indonesia, lama kelamaan karena faktor Islam sendiri dan juga, pembawanya. Maka Islam lambat laun menjadi agama mayoritas bangsa Indonesia.



Author(s):  
Agus Samsono ◽  
Mufassir Al Kurni
Keyword(s):  

Dalam rangka melawan praktek riba yang telah merebak luas, serta upaya untuk membumikan sistem ekonomi Islam, maka didirikanlah lembaga-lembaga keuangan syari’ah. Lembaga keuangan Syari’ah yang tidak terlalu sulit untuk diakses oleh masyarakat menengah ke bawah adalah Koperasi Syari’ah. Di Kota Bekasi, pada tahun 2012 muncul sebuah koperasi syari’ah yang diberi nama Koperasi Syari’ah Ukhuwah Pro Ibu. Salah satu kelebihan yang dimilliki Koperasi Syari’ah Ukhuwah dibandingkan dengan koperasi syari’ah pada umumnya adalah pola pendekatan kelompok dengan konsep grameen bank. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan ekonomi yang digunakan oleh Koperasi Syari’ah Ukhuwah dalam membebaskan anggotanya dari jeratan rentenir. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jalan studi kasus. Strategi pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Koperasi Syari’ah Ukhuwah mampu secara efektif melepaskan anggotanya dari jeratan rentenir, terbukti dari 80% anggota Koperasi yang terjerat rentenir, sekitar 40-60% yang telah diberdayakan, perlahan terlepas dari jeratan rentenir. Hal ini dikarenakan berlepas diri dari jeratan rentenir membutuhkan proses yang cukup panjang. Begitupulaproses pemberdayaan harus dilakukan secara berkelanjutan dalam waktu yang tidak sebentar.



Author(s):  
Salman Alfarisi ◽  
Zulia Fajarwati
Keyword(s):  

Tujuan penelitian: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan  yatim dan Dhuafa melalui program short course (kursus singkat) Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok. Metode penelitian, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dan pengambilan datanya dilakukan di lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif . Hasil penelitian, Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan bahwa Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok telah banyak melakukan aktifitasnya dalam hal pemberdayaan terhadap Yatim dan Dhuafa melalui program short course  dan telah mendapatlkan dampak yang sangat  positif bagi para peserta didikinya. Uapaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok antara lain pertama,  Menyadarkan akan potensi yang dimiliki oleh para peserta, Kedua, Menfasilitasi untuk pengembangan potensi yang dimiliki oleh para peserta. Ketiga, Penanaman nilai-nilai kepada para peserta. Keempat, menumbuhkan sifat semangat Partisipasi kepada peserta, Kelima, Mengarahkan pada tempat yang tepat.



Author(s):  
Yudhita Omayra

Makalah singkat ini berusaha membuktikan bahwa paradigma kepemimpinan Islam mampu menjadi rahmat lil ‘alamin dalam dunia pendidikan Islam maupun dalam sosial kemasyarakatan. Untuk itu, karena di sini kami berbicara tentang kepemimpinan, artinya hal ini tidak bisa terlepas dari sosok Nabi Muhammad Saw yang merupakan contoh dan qudwah paling sempurna sebagai Pemimpin sekaligus Pendidik. Fakta sejarah kami angkat dalam makalah ini untuk memperkuat bukti, selanjutnya kami menganalisa hubungan paradigma kepemimpinan Islam dengan Dunia  pendidikan Islam, hubungan paradigma kepemimpinan Islam dalam sosial masyarakat, serta hubngan antara pendidikan yang tercipta dari paradigm tersebut dengan sosial masyarakat. Selanjutnya, kami temukan bahwa paradigma kepemimpinan Islam terbukti mampu menjadi rahmatan lil’alamin  dalam dunia pendidikan Islam, selanjutnya dunia pendidikan Islam yang sukses itu melahirkan generasi yang bermutu, generasi visioner, generasi penebar rahmat, dan berdaya guna. Karena generasi ini merupakan individu-individu dari sebuah masyarakat, maka otomatis masyarakat yang terbentuk dari generasi seperti ini adalah masyarakat yang mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin..



Author(s):  
Zulkarnain Lubis

Manajemen Pengembangan Masyarakat adalah suatu upaya memadukan ide-ide beserta gagasan-gagasan baru dengan membentuk pengorganisasian, perencanaan dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk merubah masyarakat ke keadaan yang lebih baik. Dakwah dalam Islam adalah sebuah upaya untuk mengajak manusia kepada jalan yang benar yang diridhai oleh Allah SWT. Dakwah masa kini tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar saja, tetapi lebih jauh dakwah dapat dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan memaslahatan hidup manusia sesuai bidang yang digelutinya masing-masing. Dakwah dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan, karena sasaran dakwah dalam Islam adalah manusia tanpa kecuali. Manusia, secara sosiologis cultural selalu mengalami perubahan-perubahan, disinilah dakwah berperan sebagai agen perubahan masyarakat yang selalu menuntun manusia kea rah yang lebih baik. Masyarakat dalam kehidupan selalu mengalami perubahan dan perubahan itu tidak selalu lebih baik bahkan terjadi sebaliknya. Manusia akan mengalami krisis identitas dirinya sebagai makhluk yang mulia disisi Allah, karena itu dakwah juga mengalami perubahan sesuai dengan transformasi sosial yang berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era teknologi saat ini sudah selayaknya masyarakat Islam menunjukkan eksistensinya dimata dunia. Perkembangan masyarakat Islam dituntut dalam segala bidang dan tetap berpegang teguh pada cita-cita dan perjuangan Rasulullah dalam dakwah Islam. Untuk membuktikan perkembangan masyarakat Islam tersebut bukan saja dengan jalan dakwah bil-lisan tetapi lebih ditunjukkan dengan dakwah bil-hal.



Author(s):  
Amin Nur Kholid ◽  
Amita Oktaviani
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan  pembinaan keagamaan Yayasan Fitrah Madani Meranti (YFMM) pada muallaf suku Akit di Desa Sonde, Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan sekunder.data primer adalah data yang diperoleh dari peneliti secara langsung dari masyarakat baik dilakukan melalui wawancara observasi dan lainnya,sedangkan data sekunder merupakan  data yg diperoleh dari dokumen, buku, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan keagaamaan YFMM pada muallaf suku Akit di desa Sonde Provinsi Riau  adalah sebagai berikut: pembinaan dengan pendekatan pengajian rutin, pembinaan dengan pendekatan insidental atau disebut dengan pendekatan personal, pembinaan dengan metode ceramah/tausiyah, pembinaan dengan pendekatan pengajaran/taklim dan praktik, pembinaan dengan menyampaikan materi-materi dasar yang mencakup pokok-pokok ajaran Islam yang bersifat praktis, pembinaan dengan pendekatan  (pemberian) paket dakwah, pembinaan dengan pendekatan penyaluran dana zakat dan shadaqah, pembinaan dengan pendekatan  penyaluran hewan kurban pada hari raya Idul Adha, dan pembinaan dengan pendekatan  menyekolahkan remaja dan anak-anak muallaf ke sekolah, ponpes dan perguruan tinggi



Author(s):  
Badrah Uyuni

Doing business is one way to earn sustenance. As in a hadith Rasulullah PBUH states that ninety percent of sustenance lies in business, while the remaining ten percent is livestock. The point is that doing business will open nine doors to get wealth, while another door of sustenance is opened by breeding this shows how important business is in meeting the needs of human life, from the material side. Because ninety percent of the income obtained comes from business. A successful business cannot be separated from several things, one of which must be done based on trust, related to ethics, and related to profit. In practice, doing business according to Islamic law has been carried out by the Prophet Muhammad as a guide for Muslims, so that if a businessman does business according to the teachings of the Prophet, it is the same as carrying out the sunnah of the Prophet Muhammad. More and more entrepreneurs are implementing the behavior of the Prophet in their business, including customer-oriented by maintaining customer satisfaction, openness to customers by applying honest aspects of commerce, conducting healthy competition in the economic market, must pay attention to aspects of justice so that no party is oppressed. Feel disadvantaged when doing business. This study aims to determine the correct implementation of business based on the teachings of the Prophet Muhammad and examine the messages conveyed by the Prophet Muhammad on the aspect of muamalah. This research uses a descriptive qualitative research method with secondary data or library research. Islamic business behavior that is free of usury (interest), gharar (uncertainty), and maysir (gambling) is considered better because of the value requirements. Therefore, extracting the values ​​of Islamic economic philosophy through the business behavior of Muhammad SAW is expected to be a solution for today's business behavior.



Author(s):  
Agus Samsono ◽  
Yoga Taufik Pratama

Tujuan penelitian ini ntuk mengukur Seberapa Besar Persepsi Masyarakat Desa Setiamekar Tambun dari Segi Penerimaan, pemahaman, dan Penilaian  Terhadap Da’wah Masjid Wadhah Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Terdapat persepsi sangat positif dari segi penerimaan Masyarakat Desa Setiamekar terhadap Da’wah Masjid Wadhah Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah dengan nilai skor 13.788, mean 4,28, nilai median 5,00, dan nilai modus 5. (2) Terdapat persepsi positif dari segi pemahaman Masyarakat Desa Setiamekar terhadap Da’wah Masjid Wadhah Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah dengan skor 13.313, mean 4,1, nilai median 4,00, dan nilai modus 4. (3) Terdapat persepsi sangat positif dari segi penilaian Masyarakat Desa Setiamekar terhadap Da’wah Masjid Wadhah Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah dengan skor 15.003, nilai mean 4,65, nilai median 5,00, dan nilai modus 5,00.



Author(s):  
Ahmad Misbahul Anam
Keyword(s):  

Da'wah in this country began long before Indonesia reach independence. Transformation of society has been heavily influenced by Islam through people who give or extend rightenousness or called da’I from the past until now. The tough da'wah defiance be easier by offering of procedures to convey Islamic messages. Mohammad Natsir, one of the da'wah leaders and statesmen offered seven concepts of da'wah bil-hikmah as the procedures for da'wah. His ideas about the concept of da'wah bil-hikmah was written in his book with title “Fiqh Da'wah”. This research tries to study indepth his idea by analyzing the text in the book. The conclusion of this study, Natsir has good concepts that useful for da’I to convey rightenouness of da'wah. It is indicated by showing and explaining about the guidance of ayats in Al Qur’an, stories of prophets and their follower that associated with strong local wisdem, and it becomes his characteristic.



Author(s):  
Madeni Madeni ◽  
Ritajib

Abstract: Da’wah society be union da’i regency north Lombok in increase the value Islamic at community villags north Lombok? How pormulation strategy from society be union da’i regency north Lombok in increase the value Islamic? How implementation strategy da’wah society be union da’i regency north Lombok? And how respons from community connected da’wah society be union da’i north Lombok? In this thesis research, the author uses descriptive qualitative research methods, namely by understanding the about experienced by the research subects such as behaviour, perception, motivation and action. Deskriptive research methods a process of finding facts images or between the phenomena under study. As for the technique of collecting data using observation, interviews and documentation. Strategy da’wah in the society be union da’i regency north Lombok with all sorts of strategy such as make to innefektive to university for free, the contract in Masjid and participate to community in the villags and inside to strengthen economy and the finish problems.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document