Agritechnology
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

30
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua

2620-4738, 2615-885x

2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 69
Author(s):  
Mardiah Mardiah ◽  
Dwi Aryanti Nur’utami ◽  
Irma Novianti
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung labu parang dan  maizena terhadap sifat fisik dan kimia vla instan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf yaitu perbandingan tepung labu parang dan maizena (20,1:1; 19,6:1,5; 19,1:2; 18,6:2,5; 18,1:3) dengan dua kali ulangan. Analisis produk meliputi uji fisik (viskositas), uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar β-Karoten, antioksidan), dan  uji organoleptik (uji mutu sensori dan uji hedonik). Hasil penelitian menunjukkan kandungan kimia pada vla instan tepung labu parang terpilih untuk kadar air 4,48%, abu 5,84%, lemak 5,85%, protein 14,66%, karbohidrat 69,17%, aktivitas antioksidan 1190,44 ppm, dan β-Karoten sebesar 1525,03 μg/g. Vla instan tepung labu parang yang disukai oleh panelis yaitu dengan perbandingan tepung labu parang dan maizena sebesar (18,1:3).



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 50
Author(s):  
Indah Pratiwi ◽  
Zita Letviany Sarungallo ◽  
Budi Santoso

Minyak buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) mengandung asam lemak tidak jenuh yang cukup tinggi sehingga sangat mudah teroksidasi. Peningkatan stabilitas karotenoid dalam minyak buah merah dapat dilakukan melalui teknologi mikroenkapsulasi. Penelitian bertujuan untuk menentukan sifat fisikokimia minyak buah merah dan mikroenkapsulat minyak buah merah. Penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu proses degumming minyak buah merah kasar dan pembuatan mikroenkapsulat minyak buah merah. Sifat fisikokimia minyak buah merah yang diamati adalah viskositas, titik cair, kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, total karotenoid, tokoferol, bilangan iod. Pengamatan karakteristik mikroenkapsulat minyak buah merah meliputi kadar air, bilangan peroksida, asam lemak bebas, kadar lemak, total karotenoid, retensi karotenoid, dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik minyak buah merah degumming (MBMD) yaitu memiliki nilai kadar air 0,78%, ALB 0,55%, bilangan peroksida 0,56 mg O2/gr bahan, total karotenoid 5941 ppm, tokoferol 1586 ppm, bilangan iod 66,53, titik cair 21,5ºC dan viskositas 167 dPa.s. Karakteristik mikroenkapsulat MBMD yaitu memiliki kadar air 0,55%, bilangan peroksida 0,49 mg O2/gr bahan, kadar lemak 38,31%, karotenoid 635 ppm, retensi karotenoid 97,17% dan kelarutan 93,45%. Mikroenkapsulat MBMD memenuhi standar mutu  produk kering menurut Standar Nasional Indonesia untuk kadar air dan bilangan peroksida.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 59
Author(s):  
Darma Darma ◽  
Desi Natalia Edowai ◽  
Marinus Kogoya
Keyword(s):  

Pengolahan pati singkong skala kecil di Indonesia, termasuk di Papua Barat memiliki peluang dan prospek pengembangan yang cerah untuk memenuhi permintaan pasar.  Permintaan tapioka di Indonesia cenderung terus meningkat karena terjadi peningkatan jumlah industri pangan maupun non-pangan yang menggunakan pati singkong  sebagai bahan baku. Pada saat ini permintaan terhadap pati singkong (tepung tapioka) secara nasional, termasuk di Manokwari Papua Barat belum bisa terpenuhi oleh industri pengolahan tapioka yang ada.  Salah satu tahapan penting dalam proses pengolahan pati singkong adalah ekstraksi pati yang bertujuan untuk memisahkan pati sebanyak mungkin dari ampas.  Proses ekstraksi pati dapat dilakukan secara manual, semi mekanis dan full mekanis.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja mesin ekstraksi pati tipe stirrer rotary blade bertenaga motor bakar bensin untuk ekstraksi pati singkong. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur parameter kapasitas ekstraksi, rendemen pati basah, rendemen pati kering dan kehilangan pati pada ampas.   Dari hasil pengujian kinerja menunjukan bahwa mesin dapat berfungsi dengan baik untuk mengekstraksi pati singkong. Kinerja mesin adalah (1) kapasitas ekstraksi 220,3 kg umbi parut/jam, (2) rendemen pati basah 46,47%, (3) rendemen pati kering 28,88% dan (d) kehilangan pati pada ampas 2,6%.



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 87
Author(s):  
Intan Nurul Azni

Purple yam is a  potential source as functional food because of its anthocyanin which is an antioxidant. Pukis is one of popular Indonesian traditional food which can be processed with purple fleshed sweet potato. The aim of this research was to know the effect of yam with different concentration (0%; 15%; 30%; 45% and 60%) on pukis quality. Data analysis technique used Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan test with level α = 0.05 and α = 0.01. The results showed that the purple fleshed sweet potato usage is significantly effect on the physical quality (volume development), chemical quality (fat content) and organoleptic (hedonic and hedonic quality) on parameters of color, flavor, texture and taste. However, no significant effect in the chemical quality of water content, ash content, protein content and carbohydrate content. The best concentration based on hedonic test result is 60% which has volume development -2,08%, water content 38,05%, ash content 0,93%, protein content 4,30%, fat content 5,57%, carbohydrate content 51,0%, antioxidant of anthocyanin content 46,33ppb and efficiency of using purple fleshed sweet potato 121%.    



2021 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 79
Author(s):  
Gino Nemesio Cepeda ◽  
Murtiningrum Murtiningrum ◽  
Yuliana Waromi
Keyword(s):  

Tumbuhan obat Vernonia amygdalina dikenal dengan nama “daun afrika” adalah tumbuhan yang berasal dari Afrika. Tumbuhan ini digunakan untuk mengobati malaria, infertilitas, diabetes, gangguan pencernaan dan penyakit transmisi seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi antioksidan ekstrak air daun afrika yang meliputi kandungan senyawa fenolik, kapasitas stabilisasi radikal bebas melalui transfer atom hidrogen dan kelasi ion metal sebagai prooksidan melalui transfer elektron pada variasi konsentrasi. Proses ekstraksi senyawa bioaktif daun afrika menggunakan metode infusi dengan air panas suhu 90ºC selama 30 menit. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak meliputi penentuan kandungan senyawa fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian kapasitas stabilisasi radikal bebas menggunakan metode  stabilisasi radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan pengujian kapasitas kelasi ion metal menggunakan metode kelasi ion metal Fe+2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air daun afrika konsentrasi 0,1-0,5% mengandung senyawa fenolik sebesar 18,81-69.89 µg EAG/ml, kapasitas stabilisasi radikal bebas DPPH sebesar 20,99-41,98% dan kapasitas kelasi ion metal Fe+2 sebesar 8,28-40,71%. Ekstrak air daun afrika kurang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami dalam menstabilkan radikal bebas namun demikian sangat efektif mengikat ion metal yang bersifat prooksidan.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 42
Author(s):  
Abdul Azis Iskandar Alam ◽  
Aisyah Bafagih ◽  
Vanessa Natalie Jane Lekahena
Keyword(s):  

Ikan madidihang (Thunnus albacares) merupakan jenis ikan ekonomis penting dan komoditas ekspor perikanan. Jenis ikan ini memiliki daging dengan kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak, serta sejumlah mineral penting bagi kesehatan. Kandungan gizi yang baik pada daging ikan madidihang menyebab dagingnya banyak diolah dalam berbagai jenis olahan, dan salah satunya adalah produk otak-otak. Otak-otak merupakan modifikasi produk olahan yang terbuat dari ikan berdaging putih dengan penambahan tepung, santan, putih telur dan bumbu-bumbu, yang dibungkus memanjang dengan daun kemudian dikukus dipanggang dan digoreng. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tentang konsentrasi tapioka yang optimal terhadap kandungan nutrisi dan sensori otak-otak ikan madidihang.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yaitu konsentrasi tapioka (0%, 25%, 50% dan 75%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi tapioka tidak berpengaruh terhadap mutu sensori produk otak-otak pada atribut kenampakan 5,02-6,30; tekstur 4,96-6,24; aroma 5,40-6,40 serta rasa 5,12-6,54, sementara untuk kandungan nutrisi produk otak-otak sangat dipengaruhi oleh konsentrasi tapioka yang ditambahkan dengan kisaran nilai kadar air 46,45-69,78%; abu 0,98-1,83%; protein 5,65-26,38%; lemak 0,94-1,56% dan karbohidrat 0,77-45,37%. Produk otak-otak terbaik pada konsentrasi tapioka 50% (PO2) dengan kandungan nutrisi kadar protein 15,76%, abu 1,28% dan lemak 0,94%.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Darma . ◽  
Desi N. Edowai ◽  
Cornelia Boiratan

Tujuan penelitian ini adalah menguji  kinerja mesin ekstraksi pati sagu tipe vertical stirrer rotary blade menggunakan saringan 100 mesh pada berbagai durasi waktu ekstraksi.  Pengujian kinerja mesin dilakukan pada empat level durasi waktu ekstraksi yaitu 10, 15, 20 dan 25 menit. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur parameter (1) rendemen pati, (2) hasil pati, (3) kapasitas ekstraksi dan (4) kehilangan pati pada ampas. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa semakin tinggi durasi waktu ekstraksi, semakin tinggi rendemen pati dan hasil pati, namun kapasitas ekstraksi, dan persentase pati pada ampas semakin rendah. Berdasarkan parameter hasil pati tertinggi dan persentase kehilangan pati pada ampas terendah maka kinerja tertinggi diperoleh pada perlakuan durasi waktu ekstraksi 25 menit.  Kinerja mesin pada perlakuan tersebut adalah (1) rendemen pati 46,87%, (2) hasil pati 71 kg/jam, (3) kapasitas ekstraksi 150 kg ela/jam, dan (4) kehilangan pati pada ampas 1,43%.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Gino Nemesio Cepeda ◽  
Meike Meilan Lisangan ◽  
Isak Silamba
Keyword(s):  

Tumbuhan obat Drimys piperita dikenal dengan nama lokal “akway” adalah tumbuhan aromatik yang tumbuh  di wilayah Pegunungan Arfak Papua Barat. Tumbuhan ini memiliki batang yang berwarna coklat kemerahan,  rasa pedas juga memiliki daun yang tebal dan berwarna hijau. Masyarakat lokal yang bermukim di Pegunungan Arfak memanfaatkan akway sebagai tumbuhan untuk pengobatan malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fenolik dan terpenoid ekstrak etilasetat daun akway. Ekstraksi komponen fitokimia daun akway dengan pelarut etilasetat dilakukan menggunakan metode perendaman dengan waktu 3 hari. Fraksinasi senyawa terpenoid ekstrak etilasetat dilakukan menggunakan larutan KOH 5% dan HCl 5%. Hasil penentuan kandungan total fenol dan flavonoid menunjukkan ekstrak etilasetat akway mengandung total fenol dan flavonoid masing-masing 33,25 mg EAG/g dan 3,05 mg EQ/g ekstrak. Senyawa penyusun utama fraksi terpenoid ekstrak etilasetat daun akaway adalah caryophyllene 14.43%, isopatchoulane 11,60%, 7-methanoasulen 6,21%, humulene  4,76%, Octadecane 4.24%, t-phytol 3.46%, linalool 3,20% dan 1,8-cyclotetradecadiyne 3,16%. Ekstrak etilasetat daun akway berpotensi sebagai sumber senyawa pencegah penyakit jantung,  antikanker, aktivitas antidiabetes, antimikroba, antiviral, antioksidan, antiinflamasi dan antikarsinogenik.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Abadi Jading ◽  
Wilson Palelingan Aman ◽  
Bennydictus Fangohoy
Keyword(s):  

Pengeringan pati sagu dengan pengering agitated fluidized bed tipe silinder bertingkat telah dilakukan. Tujuan  penelitian ini adalah mengkaji distribusi suhu dan efisiensi pengering pati sagu model Agitated Fluidized Bed tipe Piringan-Silinder Bertingkat (AFB Tipe PSB) menggunakan bahan bakar biomassa kayu dan tempurung kelapa. Untuk menghitung besarnya energi dan efisiensi selama proses pengeringan, maka digunakan analisis matematis. Distribusi suhu yang terjadi di dalam ruang agitator merata dengan baik. Pengering AFB tipe PSB memiliki kapasitas 30 kg/5 jam. Efisiensi pengeringan dan alat pengering untuk kayu bakar adalah 38,09% dan 2,5%, sedangkan untuk tempurung kelapa 37,76% dan 2,1%, dengan konsumsi energi biomassa kayu bakar 1072 x103 kJ, tempurung kelapa1274 x103 kJ, energi listrik 55,98x103  kJ. Suhu pengeringan dalam ruang agitator (50,64oC-54,82oC) dan fluidisasi (66,64oC) untuk kayu bakar, sedangkan untuk tempurung kelapa suhu dalam ruang agitator (49,55oC-53,82oC) dan ruang fluidisasi (64,27oC).Pengering AFB tipe PSB mampu menurunkan kadar air pati sagu dari 42% basis basah menjadi 12,02% untuk bahan bahan bakar kayu, dan 12,21% untuk bahan bakar tempurung kelapa.



2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 35
Author(s):  
Muhammad Sudirman Akilie
Keyword(s):  

Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bersifat mudah rusak (perishable) sehingga perlu penanganan pasca panen yang baik untuk mengurangi kerusakan dan pembusukan akibat serangan mikroba dan jamur selama penyimpanan. Peranan suhu rendah (suhu dingin) dapat mempengaruhi sifat fisik komoditi buah-buahan selama penyimpanan. Penyimpanan pada suhu dingin dapat memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kombinasi suhu rendah dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik buah pepaya seperti total padatan terlarut (TPT), susut bobot, tekstur, kadar air dan warna. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor Suhu yang digunakan adalah suhu rendah 15oC dan suhu ruang 30oC sebagai kontrol, serta faktor lama penyimpanan buah pepaya selama 0, 3, 5 dan 7 hari. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara faktor suhu rendah dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik buah pepaya serta faktor suhu rendah dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan jika dibandingkan dengan perlakuan penyimpanan suhu 30oC sebagai kontrol.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document