Field Study for Degradation of Methyl Parathion in Apples Cultivated with Integrated Crop Management System

2002 ◽  
Vol 69 (6) ◽  
pp. 771-778 ◽  
Author(s):  
I. N. Tsakiris ◽  
M. Toutoudaki ◽  
D. P. Nikitovic ◽  
T. G. Danis ◽  
I. A. Stratis ◽  
...  
2007 ◽  
Vol 172 ◽  
pp. S202-S203
Author(s):  
Ioannis Tsakiris ◽  
Aristidis Tsatsaki ◽  
Theoxaris Danis ◽  
Tzatzarakis Manolis

Kultivasi ◽  
2018 ◽  
Vol 17 (1) ◽  
Author(s):  
Rommy Andhika Laksono ◽  
Nurcahyo Widyodaru Saputro ◽  
Muhammad Syafi’i

Abstract. Sweet corn production in Indonesia can be increased by intensification program, such as the use of superior cultivars, the use of balanced fertilizer, and the use of organic fertilizer. Objective of the research was to study Integrated Crop Management System, that related to use of fermented organic fertilizer (bokashi) which suitable to sweet corn crop, especially in lowland area of Karawang district. The method of research was experiment. The experimental design was Randomized Block Design, that consisted of 16 treatments and 3 replications. The treatments were 4 bokashi dosage (0, 5, 10 and 15 ton ha-1) combined with 4 varieties of F1 sweet corn (Bonanza, Talenta , Secada and Sweet Boy). The data were analyzed using analysis of variance and Duncan multiple-range test at 5%. The results show that bokashi dosage had given difference on plant height, number of leaves per plant, diameter of the stem, weight of ears, number of grain rows, and yield. Dosages of 10 tons ha-1 bokashi gave the best growth and sweet corn yield of Sweet Boy F1 varieties on Integrated Crop Management System. Keywords: Sweet Corn, Bokashi, CMS. Sari. Produksi jagung manis di Indonesia dapat ditingkatkan dengan program intensifikasi, diantaranya dengan penggunaan kultivar unggul, pupuk berimbang, dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem pengelolaan tanaman terpadu, yang berhubungan dengan penggunaan pupuk orga-nik bokashi yang cocok pada tanaman jagung manis, khususnya di dataran rendah Karawang. Metode penelitian ini menggunakan percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 16 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 4 dosis bokashi (0, 5, 10 dan 15 ton ha-1)  yang dikombinasikan dengan 4 varietas jagung manis F1(Bonanza, Talenta , Secada dan Sweet Boy). Data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan perlakuan dosis bokashi memberikan perbedaan pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat tongkol, jumlah baris biji, dan hasil. Dosis bokashi 10 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik jagung manis varietas Sweet Boy pada sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu. Kata kunci: Jagung Manis, Bokashi, Pengelolaan Tanaman Terpadu


2001 ◽  
Vol 93 (2) ◽  
pp. 412-417 ◽  
Author(s):  
Wei Wei ◽  
J. Richard Alldredge ◽  
Douglas L. Young ◽  
Frank L. Young

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document