scholarly journals Surface Area and Pore Structure of Hardened Portland Cement/Silica Fume Pastes Containing a Superplasticizer

1999 ◽  
Vol 17 (7) ◽  
pp. 557-563 ◽  
Author(s):  
Kh.A. Khalil
1972 ◽  
Vol 2 (5) ◽  
pp. 577-589 ◽  
Author(s):  
Ivan Odler ◽  
Julius Hagymassy ◽  
Edward E. Bodor ◽  
Marvin Yudenfreund ◽  
Stephen Brunauer

1988 ◽  
Vol 137 ◽  
Author(s):  
R. F. Feldman

Pore structure and the surface area of the pores are the most important characteristics controlling the properties of porous materials. Many techniques, based largely on nitrogen or water vapour isotherms or mercury porosimetry, have been used to determine the pore structure of solids. Values obtained from these methods have been relatively reliable for materials with pore structures that remain stable on removal or addition of water.


2018 ◽  
Vol 17 (9) ◽  
pp. 2023-2030
Author(s):  
Arnon Chaipanich ◽  
Chalermphan Narattha ◽  
Watcharapong Wongkeo ◽  
Pailyn Thongsanitgarn

2012 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Ariyadi Basuki ◽  
Maulana Ikhwan Sadikin

Dalam penelitian ini dilakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui sifat fisik dari material penyusun (agregat), yang kemudian dirancang komposisi rencana beton dengan mutu K250 (normal/kontrol) dan K250 dengan aditif Silica Fume 10% dari berat semen. Variasi campuran menggunakan tiga tipe semen yang berbeda yaitu Ordinary Portland Cement (OPC)/ Semen Tipe I, Portland Composite Cement (PCC) dan Semen Tipe II. Proses dilanjutkan dengan pembuatan sampel uji silinder berukuran 15 cm x 30 cm (karakteristik kuat tekan, ketahanan sulfat), sampel uji prisma berukuran 20 cm x 20 cm x 12 cm (karakteristik permeabilitas) dan sampel uji kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm (untuk penetrasi klorida). Pengamatan dilakukan untuk melihat karakteristik beton K250 dengan penambahan silica fume 10%, dibandingkan dengan beton normal sebagai acuan, serta aplikasinya dalam lingkungan normal maupun asam (Sulfat, Klor). Hasil kuat tekan memperlihatkan, bahwa campuran dengan menggunakan semen PCC memiliki nilai kuat tekan rata-rata diatas semen OPC. Penambahan silica fume pada campuran semen PCC akan menaikkan nilai kuat tekan sebesar 4,2% dibandingkan beton normal dengan produk semen yang sama, meskipun nilai rasio air-semen nya membesar menjadi 0,71 karena penambahan air. Nilai kuat tekan terbesar diperoleh untuk campuran beton dengan semen Tipe II. Campuran dengan semen PCC (2) menunjukkan nilai penetrasi yang lebih kecil dibandingkan campuran lainnya, hal ini mengindikasikan produk beton yang terbentuk memiliki kepadatan yang lebih baik dari produk campuran lainnya dan tidak porous, sehingga dapat dikatakan memiliki tingkat durabilitas yang cukup baik. Untuk ketahanan terhadap serangan sulfat, beton dengan menggunakan campuran semen tipe II mengalami tingkat pelapukan/penggerusan penampang (scaling) yang lebih besar dibandingkan campuran beton lainnya, meskipun begitu hal ini tidak mempengaruhi nilai kuat tekannya. Untuk produk dengan semen PCC, serangan sulfat tidak mempengaruhi nilai kuat tekannya, bahkan cenderung naik bila dibandingkan pada usia 28 hari.Kata kunci: aspek durabilitas, tipe semen, pemanfaatan silica fume


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document