Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian berbagai level suplementasi tepung cangkang telur itik di dalam ransum burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) sebagai bahan pakan sumber kalsium terhadap produktivitas burung puyuh. Penelitian ini menggunakan 82 ekor burung puyuh betina berumur 49 hari dan pengambilan data hingga umur 90 hari. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah tepung cangkang telur itik dengan beberapa level pemberian ransum, yaitu P0=0% tepung cangkang telur itik, P1=0,25% tepung cangkang telur itik + 99,75% pakan komersil, P2=0,50% tepung cangkang telur itik + 99,5% pakan komersil, P3=0,75% tepung cangkang telur itik + 99,25% pakan komersil. Parameter yang diukur yaitu berat telur, berat cangkang, tebal cangkang telur dan protein telur. Hasil Uji ANOVA menyatakan bahwa perlakuan berbeda nyata (P>0,05) pada produksi telur harian (QDP) dan berbeda sangat nyata (P>0,01) pada berat telur. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tepung cangkang telur itik pada level 0,5% dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempengaruhi produksi telur harian burung puyuh dan pada level 0,25% dapat dimanfaatkan untuk mempengaruhi berat telur.