CivETech
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

42
(FIVE YEARS 22)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

1907-2368

CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 63-76
Author(s):  
Fajar Purwoko
Keyword(s):  

Wilayah Yogyakarta yang termasuk dalam zonasi gempa 3 sesuai dengan SNI 03-1726-2002 dengan percepatan puncak batuan mencapai 0,15g pada kala ulang 500 tahun telah dirubah menjadi 0,3g-0,4g sesuai dengan Peta Zonasi Gempa 2010 untuk probabilitas terlampaui sebesar 10% dalam 50 tahun (kala ulang 475 tahun), sehingga kerentanan atau resiko terhadap kerusakan bangunan akibat gempa menjadi lebih besar. Evaluasi dilakukan dengan 2 tahap yaitu linier dan non linier analysis dalam 3 kondisi (normal, retak, dan retrofit) dengan kala ulang gempa 72, 475, dan 2475 tahun, dari analisis linear didapatkan kapasitas balok-kolom dan drift ratio bangunan, sedangkan analisis non linear menghasilkan kinerja bangunan tersebut. Hasil analisis liniear memberikan kesimpulan bahwa kapasitas frame dan drift ratio masih memenuhi syarat untuk semua kondisi, sedangkan pada analisis non-linear yang dilakukan dengan 2 metode (ATC-40 & FEMA-356) memberikan hasil yang berbeda pada metode FEMA 356 pada gempa 2475 tahun dengan kondisi beberapa bagian bangunan mengalami retak kinerja bangunan yaitu D (>Collapse) sedangkan setelah di retrofit kinerja bangunan dapat mencapai Life Safety, hal ini menunjukkan retrofit berupa CFRP akan memberikan kinerja yang lebih baik, namun pemasangannya harus dilaksanakan dengan benar



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 34-48
Author(s):  
Nurokhman Nurokhman

Pertumbuhan penduduk yang terpusat di perkotaan menyebabkan aktivitas di kawasan ini menjadi semakin tinggi dengan hunian permukiman yang padat dan keterbatasan sarana dasar. Akibatnya akan semakin banyak masyarakat kota yang terkonsentrasi menetap pada kawasan yang rentan terhadap risiko bencana kebakaran, jika terjadi kebakaran di kawasan tersebut maka probabilitas jatuhnya korban juga akan semakin besar. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu usaha yang dapat digunakan sebagai cara untuk mengurangi atau menghilangkan risiko akibat bencana kebakaran terhadap manusia dan harta bendanya terutama di kawasan-kawasan terbangun seperti kawasan permukiman padat yang memiliki tingkat kerentanan yang relatif lebih tinggi. Ketersediaan sarana prasarana proteksi pemadam kebakaran di permukiman padat dan kelembagaan menjadi salah satu indikator perhatian pemerintah dalam mengurangi kebakaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengetahui ketersediaan infrastruktur serta kondisi kelembagaan terkait penanganan bencana kebakaran di Kota Yogyakarta sehingga dapat dijadikan masukan pemerintah daerah dalam penyususnan kebijakan seperti RISPK. Kondisi sarana dan prasarana untuk pendukung penangana kebakaran berdasarkan peraturan yang ada maka Kota Yogyakarta perlu dibagi menjadi 4 wilayah manajemen kebakaran (WMK) yang selama ini baru ada 2 WMK.Dengan penambahan 2 WMK, maka sarana pendukung perlu ditambah seperti pos pemadam kebakaran, mobil kebakaran, personil, dan pendukung lainnya, untuk mewujudkan profesionalitas pemadam kebakaran, maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM. Bencana kebakaran di Kota Yogyakarta perlu ditangani bersama maka diperlukan kerjasama institusional baik antar dinas, pemerintah daerah, pihak swasta maupun masyarakat. Pada tingkat masyarakat perlu dibentuk komunitas pedulu pemadam kebakaran untuk penangan reaksi cepat dengan tetap ada koordinasi dengan lembaga terkait di pemerintah daerah. Kota Yogyakarta perlu membuat rencana strategis dalam penanganan kebakaran dalam bentuk RSIPK lima tahunan.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Hery Kristiyanto ◽  
Fery Syahputra

Kolom merupakan suatu komponen struktur yang sangat penting peranannya dalam suatu struktur bangunan. Tulangan kolom dapat dikurangi dengan adanya penambahan dinding geser sebagai subsistem struktur gedung. Penambahan dinding geser pada struktur gedung dapat meningkatkan kekakuan yang mengakibatkan berkurangnya goyangan pada gedung dan mengurangi momen yang terjadi. Selain itu dinding geser juga berfungsi menyerap gaya geser dalam kolom yang terjadi akibat gempa. Dilakukan analisis terhadap struktur bangunan gedung 10 lantai dengan tinggi 40 meter dan panjang bentang 25 meter. Gedung berada di provinsi Sumatera Utara dipusat kota dengan jenis tanah lunak. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan SAP 2000 V11, dan hasilnya berupa besaran yang akan digunakan untuk menganalisis perubahan luas tulangan kolom. Dari perhitungan diperoleh bahwa penambahan dinding geser dapat mengurangi luas tulangan perlu kolom sebanyak 34 % dan dinding geser juga memberi pengaruh terhadap kekakuan struktur gedung sebesar 52,8 % lebih kaku sehingga goyangan yang terjadi pada gedung akibat gempa menjadi lebih kecil.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 23-30
Author(s):  
Indra Suharyanto ◽  
Sunarta Sunarta

Analisis pembebanan maksimal pondasi pancang pada Gedung Klinik Lingkungan Dan Mitigasi Bencana Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada ini menggunakan Etabs. Dari hasil analisis diperoleh beban maksimal sebesar 646,59 kN. Hasil ini selanjutnya digunakan untuk menghitung tekanan pada dasar pondasi (qmax) sebagai perbandingan besar kapasitas dukung tanah. Dari hasil analisis didapatkan Data Pile Pancang dengan diameter 0,60 m, panjang tiang pancang 17,00 m dan kuat tekan beton tiang pancang (fc’) 25 MPa. Dari hasil analisis didapatkan Ukuran Pilecap dengan tebal pilecap 0,50 m, lebar pilecap arah x 3,00 m, lebar pilecap arah y 3,00 m, tulangan lentur arah x D16-120, tulangan lentur arah y D16-120 dan tulangan susut Ø12-200.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 50-62
Author(s):  
Muchamad Arif Budiyanto
Keyword(s):  

Keberadaan air dirasakan sangat penting, terutama air bersih, untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat, PDAM sebagai perusahaan air di Indonesia berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut yang dari hari ke hari yang semakin meningkat. maka pemilihan air tanah (ground water) terutama penyadapan pada air tanah dalam sebagai sumber air bersih menjadi pemilihan yang tepat sebagai alternative dan menghindari kondisi air permukaan yang tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan drawdown lingkungan sekitar sehingga dampak-dampak buruk yang terjadi dapat dikurangi dan diperoleh sumur dalam yang optimal. Penelitian ini menggunakan dua metode pumping test untuk mengetahui penurunan muka air tanah. Penelitian diperoleh nilai drawdown sumur dalam PDAM Gemawang dengan hasil debit optimum sumur tercapai sebesar 7923,608 m3/hari. Selama pengujian pumping test penurunan muka air konstan dicapai pada kedalaman 14,42 meter dan telah mengalami penurunan 5,32 meter. Dan dari analisis pola penurunan muka air tanah didapatkan nilai radius jari-jari pengaruh drawdownnya sebesar 169,814 meter.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 15-21
Author(s):  
Indra Suharyanto

Pembahasan pembebanan maksimal pondasi pancang pada Gedung Masjid 3 Lantai MAN 3 Sleman ini menggunakan SAP2000. Dari hasil analisis SAP2000 diperoleh beban maksimal sebesar 274,87 kN. Hasil ini selanjutnya digunakan untuk menghitung tekanan pada dasar pondasi (qmax) sebagai perbandingan besar kapasitas dukung tanah. Dari hasil pembahasan didapatkan Data Pile Pancang dengan diameter 0,60 m, panjang tiang pancang 10,00 m dan kuat tekan beton tiang pancang (fc’) 25 MPa. Dari hasil pembahasan didapatkan Ukuran Pilecap dengan tebal pilecap 0,50 m, lebar pilecap arah x 2,00 m, lebar pilecap arah y 1,00 m, tulangan lentur arah x D16-200, tulangan lentur arah y D16-200 dan tulangan susut Ø12-200.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 22-33
Author(s):  
Muhammad Ryan Iskandar
Keyword(s):  

Indonesia adalah salah satu negara yang sering dilanda gempa kuat. Oleh karenanya dipandang sangat perlu pembangunan gedung tingkat tinggi untuk kepentingan umum harus dirancang dapat memenuhi persyaratan tahan gempa. Pada perancangan ulang struktur gedung IT Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, analisis beban gempa direncanakan dengan analisis statik ekivalen dengan program bantu ETABS v 8.45. Peraturan perancangan menggunakan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03 – 2847 - 2002) dan Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung (SNI 1726-2002). Struktur dirancang dengan metode Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) dengan tingkat daktalitas parsial dengan faktor daktalitas 5,5. Data elemen struktur (pelat, balok dan kolom) seperti yang ada di lapangan. Perhitungan tulangan menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Kebutuhan tulangan hasil perhitungan ulang nantinya dibandingkan dengan tulangan di lapangan. Dari hasil perancangan ulang didapatkan kebutuhan tulangan pelat lantai, balok dan kolom. Dalam perencanaan ini perhitungan pelat lantai menggunakan metode koefisien momen. Sedangkan dalam  perencanaan balok dan kolom, jumlah tulangan longitudinal balok lebih irit 13,18 % daripada kebutuhan di lapangan, tulangan sengkang balok lebih boros 17,78%, daripada kebutuhan di lapangan. Untuk perancangan kolom, tulangan longitudinal dan tulangan geser kolom sama dengan kebutuhan di lapangan.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Erlina Erlina

Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia sebenarnya telah lama mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah sejak ditetapkannya Undang-Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970. Ancaman kecelakaan di tempat kerja di negara berkembang seperti Indonesia masih sangat tinggi, hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3). Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara utuh dapat meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Namun, pada kenyataannya masih banyak hambatan yang sering dihadapi, baik dari pihak perusahaan maupun dari pihak pekerja, sehingga kecelakaan kerja kebanyakan terjadi dikarenakan faktor perilaku tidak aman (unsafe act) oleh pekerja itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan pengaruh budaya organisasi terhadap penerapan budaya keselamatan kerja di PT Sinai Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data yang di ambil menggunakan teknik sampling, dan diolah menggunakan frequency distribution dalam program SPSS 16. Hasil dari penelitian di peroleh Kepemimpinan (X1) secara parsial didapat t hitung (1,265) < t (2,052) sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap penerapan Budaya Keselamatan Kerja (Y) di PT Sinai Indonesia, sedangkan pada variabel Budaya Organisasi (X2) secara parsial di dapat t hitung (3,085) > t (2,052) maka kesimpulannya faktor Budaya Organisasi (X2) berpengaruh terhadap penerapan budaya keselamatan kerja (Y) di PT Sinai Indonesia.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 49-61
Author(s):  
Suryanto Suryanto ◽  
Supriyono Supriyono ◽  
Sukarno Sukarno

Keadaan Dusun Nandan tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Kabupaten Sleman yaitu beriklim tropis yang meliputi dua musim (musim kemarau dan musim hujan). Di musim penghujan Dusun Nandan mempunyai limpasan air hujan yang tinggi, mengingat tata guna tanah Dusun Nandan sebagian besar berupa pemukiman, saluran drainasi gang sebagian besar belum ada, tiap rumah warga belum semua memiliki peresapan air hujan, di beberapa titik gang sudah dibangun sumur peresapan air hujan, tetapi belum mencukupi, bahkan sudah ada uang sudah tidak berfungsi, karena kurang terawat. Hal ini terlihat aliran air hujan di gang-gang yang cukup deras. Persoalan atau permasalahan yang dihadapi dan disampaikan warga RW 39 Dusun Nandan adalah di wilayah RW 39 Dusun Nandan: belum ada saluran drainasi gang, belum setiap rumah mempunyai sumur peresapan air hujan. Solusi yang ditawarkan adalah pembangunan saluran drainasi gang yang terdiri dari Perencanaan dan Pengawasan Pekerjaan dan  tata cara pemeliharaan saluran drainasi gang. Kesimpulan penelitian ini direkomendasikan: pembuatan produk prasarana fisik yang berupa saluran drainasi gang tertutup U ditch 30 x 40 dengan lokasi di Gang Kembang Duren I RT 09 RW 39 Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman, sebagai salah satu muara saluran drainasi di Dusun Nandan, perlu dilanjutkan pembangunannya ke arah hulu dan sosialisasi tata cara pemeliharaan saluran drainasi gang harus mencapai semua lapisan masyarakat Dusun Nandan.



CivETech ◽  
2021 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 8-22
Author(s):  
Hery Kristiyanto ◽  
Suryanto Suryanto

Given the conditions in the hamlet Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman: 1) alley drainage and rainwater conservation substandard, 2) maintenance of channels drainage alley by the people who have not been up. Purpose of applying science and technology for communities in Nandan's Hamlet: 1) the smooth flow of rainwater in the lower reaches of the drainage so as not to occur puddle in an alley, 2) smoothness of rainwater infiltration in the alley by using infiltration wells. Activity Field of physical infrastructure includes. 1) installation of drainage passage, downstream in RT 02, 2) installation of alley infiltration wells for water conservation in RT 01. Methods of Implementation Activities: 1) extension: the installation and maintenance procedures drainage and infiltration wells alley, 2) mentoring: planning, implementation, and supervision of the installation of drainage and infiltration wells alley. With outputs: 1) channel u drainage ditch covered alley 30 x 40 x 120 cm of concrete K-350 along a slope of 20,4 m channel = 0,02 = 1/50, velocity = 1,52 m/s, and discharge: 0,2 m/det3, 2) well impregnating alley of concrete pipe K-300, Ø 80 cm depth of 4 m by five pieces with moderate soil permeability (loam/silt, 2,0 to 6,5 cm/hour) can absorb wide field rainfed 503 m2.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document