JURNAL INDUSTRI KREATIF (JIK)
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

87
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By LPPM STT Ibnu Sina

2597-8950

2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 37-44
Author(s):  
Hermansyah ◽  
Okta Veza ◽  
Nunik Hernuning
Keyword(s):  

Dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa harus diarahkan dan memperbaiki keterampilan dan kecakapan karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Banyaknya keluhan yang muncul sejak se-tahun terakhir dari para pelanggan mengindikasikan adanya kesalahan dalam pelayanan, padahal toko online ini memiliki banyak pelanggan dan sebagai salah satu distributor terbesar yang ada di Batam . Dengan melihat permasalahan yang ada, maka penelitian ini diarahkan untuk bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan, menggunakan lima dimensi dari service quality (Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Perhatian). Tujuan dari penggunaan dimensi Servqual dalam pengukuran kesenjangan gap  adalah untuk melakukan program perbaikan dalam tata cara memberikan pelayanan yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner yang diberikan kepada 80 responden dengan skala likert 1-5, setelah itu dilakukan uji validasi, reabilitas dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil dari penelitian ini meliputi lima dimensi service quality, sehingga diperoleh rata-rata gap di tiap dimensi : Bukti Fisik (Tangible) sebesar (-4,78), Kehandalan (Reability) sebesar (-7,78), Daya Tanggap (Responsive) sebesar (-12,78), Jaminan (Assurance) sebesar (-16,22), dan Perhatian (Empathy) sebesar (-4,89).  Dengan demikian, secara keseluruhan responden masih mempersepsikan kualitas pelayanan dari toko online ini sangatlah negatif.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 63-70
Author(s):  
Meylia Vivi Putri ◽  
Arina Luthfini Lubis ◽  
Asda Kasuma Atmaja
Keyword(s):  

Pertumbuhan pembangunan di Kota Batam begitu berkembang pesat di berbagai bidang begitu juga di bidang property, selama tahun 2016 Batam mengalami kenaikan nilai properti sebesar 16,34%  total kenaikan nilai tentunya didukung oleh masing-masing bidang properti, melalui Rilis yang diterima  pada senin (23/1/2017) Public Relations UubanIndo.com.  Di kota Batam, kenaikan rata-rata harga properti sebesar 16,34%. harga rumah naik 7,39%.Menurut Gisela, angka kenaikan harga properti tersebut hasil olahan sistem dengan data milik perusahaan yang melibatkan 73 ribu agen properti dengan jumlah iklan properti 900 ribu lebih. Batu bata untuk kota batam masih banyak didatangkan dari luar daerah. Maka dari itu peneliti ingin merancang cetakan batako yang mampu membantu usaha kecil menengah agar bisa meningkatkan hasil produksi dan tetap menjaga kualitas hasil cetakan batako, Diantara keunggulan cetakan batako yang dirancang ini yaitu: mempunyai 4 kapasitas batako sekali cetak, mempunyai press manual yang menghasilkan batako yang padat dan kuat disisi lain penerapan sistem kerja cetakan ini lebih efisien dan mampu memenuhi jumlah order dalam skala besar. Dengan metode pengamatan langsung (observasi) kelokasi penelitian maka diperoleh data-data yang diperlukan, selanjutnya melakukan uji keseragaman data, uji kecukupan data, uji kenormalan data, dan uji persentil, sehingga menghasilkan suatu ukuran cetakan batako empat pieces yang ergonomi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan dengan menggunakan metode pendekatan Antropometri tubuh maka diperoleh hasil untuk uji tes persentil 5 () yaitu 129 cm, persentil 50 () = 133 cm dan persentil 95 () = 137 cm yang dijadikan acuan dalam merancang produk sehingga produk ini sesuai dengan demensi tubuh pengguna.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 27-36
Author(s):  
Hengky Oktarizal ◽  
Noviyanti
Keyword(s):  
P Value ◽  

Pengelolaan sampah medis di tempat-tempat layanan kesehatan sangatlah penting karena sampah medis memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan bagi siapa saja, termasuk petugas kesehatan, pasien dan masyarakat. Perilaku petugas kesehatan seperti pengetahuan, sikap dan tindakan mempengaruhi bagaimana pengelolaan sampah medis di tempat layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku petugas kesehatan dalam pengelolaan sampah medis di Loka Rehabilitasi BNN Batam Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas kesehatan dengan jumlah sampel 32 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data diolah menggunakan SPSS dan dianalisa dengan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tindakan (p-value = 0,000) dan ketersediaan sarana (p-value = 0,002) dengan pengelolaan sampah medis dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,176) dan sikap (p-value = 0,148) dengan pengelolaan sampah medis di Loka Rehabilitasi BNN Batam Tahun 2019. Tindakan dan ketersediaan sarana merupakan variabel yang berhubungan dengan pengelolaan sampah medis di Loka Rehabilitasi BNN Batam Tahun 2019. Disarankan kepada pimpinan Loka Rehabilitasi BNN Batam untuk dapat melaksanakan pengawasan dan pembinaan secara terus menerus, memperhatikan ketersediaan sarana dan meningkatkan penanganan dalam pengelolaan sampah medis yang lebih baik.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 7-16
Author(s):  
Elsusi Martha ◽  
Muhammad Kafit
Keyword(s):  

Tingginya frekuensi merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kota Batam. Di Yayasan Ibnu Sina Batam  baru menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Strategi untuk menekan tingginya frekuensi merokok atau pengendalian salah satu penyakit tidak menular dengan menerapkan kebijakan KTR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kebijakan penerapan Kawasan Tanpa Rokok dengan frekuensi merokok pada mahasiswa Sekolah Tinggi di Yayasan Ibnu Sina Batam. Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang diperoleh dengan metode proporsi sampling. Penelitian ini menunjukkan  ada hubungan antara fungsi tenaga pemantau KTR terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,000), ada hubungan antara kebijakan tertulis terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,027) dan ada hubungan antara media promosi terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,027). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat hubungan antara fungsi tenaga pemantau KTR dengan frekuensi merokok, terdapat hubungan antara kebijakan tertulis dengan frekuensi merokok dan terdapat hubungan antara media promosi KTR dengan frekuensi  merokok pada Mahasiswa Sekolah Tinggi di Yayasan Ibnu Sina Batam.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 57-62
Author(s):  
M. Ansyar Bora ◽  
Larisang ◽  
Tuti Kamariah
Keyword(s):  

PT.Geta merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang ada di Batam yang bergerak dibidang elektronik yaitu cutting, crimping wire connector. Pada departemen  Quality control  terutama di bagian outgoing check belum ada waktu standar penyelesaian pekerjaan sehingga sulit menentukan target pekerjaan perhari. Untuk memperbaiki waktu standar pengecekan maka diusulkan bagaimamana dilakukan pengukuran kerja dengan metode jam henti (stopwatch).Metode jam henti (stopwatch) adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja terhadap pekerja. Pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara langsung terhadap satu atau lebih pekerja dan kemudian mencatatnya apakah pekerja dalam keadaan bekerja atau menganggur.Dari hasil pengolahan data didapatkan waktu baku 1203,019 detik atau 20 menit 9 detik. IPQC out going check dapat menyelesaikan pengecekan wire connector sebanyak 21 lot number selama 8 jam kerja. Jadi selama 30 hari pekerja di departemen outging dapat menyelesaikan sebanayak 483 lot number.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 71-78
Author(s):  
Nanang Alamsyah ◽  
Trenggono Tri Widodo ◽  
Pratiwi

Tingginya frekuensi merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kota Batam. Di Yayasan Ibnu Sina Batam  baru menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Strategi untuk menekan tingginya frekuensi merokok atau pengendalian salah satu penyakit tidak menular dengan menerapkan kebijakan KTR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kebijakan penerapan Kawasan Tanpa Rokok dengan frekuensi merokok pada mahasiswa Sekolah Tinggi di Yayasan Ibnu Sina Batam. Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang diperoleh dengan metode proporsi sampling. Penelitian ini menunjukkan  ada hubungan antara fungsi tenaga pemantau KTR terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,000), ada hubungan antara kebijakan tertulis terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,027) dan ada hubungan antara media promosi terhadap frekuensi merokok mahasiswa (p=0,027). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat hubungan antara fungsi tenaga pemantau KTR dengan frekuensi merokok, terdapat hubungan antara kebijakan tertulis dengan frekuensi merokok dan terdapat hubungan antara media promosi KTR dengan frekuensi  merokok pada Mahasiswa Sekolah Tinggi di Yayasan Ibnu Sina Batam.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 79-88
Author(s):  
Petrus Septo Pardede ◽  
Christoper Janwar Saputra Sinaga

KSU POM Humbang Cooperative merupakan usaha yang mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk dengan 3 (tiga) jenis produk. Dimana dari 3 produk ada 2 diantaranya yang memiliki bahan baku yang sama tetapi dengan kualitas yang berbeda yang dikarenakan oleh adanya cacat pada raw material. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis jenis cacat yang paling banyak terjadi pada produksi serta mencari penyebab adanya kecacatan tersebut dan mencari solusinya. Metode analisis digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC), yaitu metode statistik yang mengukur sejauh mana proses pengendalian kualitas pada suatu perusahaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan penyebab kualitas produk KSU POM Humbang Cooperative belum terkendali atau masih ditemukan produk cacat. Dari grafik histogram, didapatkan jenis cacat yang paling sering terjadi adalah pada biji pecah sebanyak 376.5 kg kemudian biji busuk sebagian sebanyak 219.2 kg. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya cacat pada produksi adalah tenaga kerja yang kurang fokus dan kurangnya pengecekan, mesin yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi, bahan baku yaitu biji yang kurang kering dikarenakan penjemuran yang masih manual, dan metode yang digunakan dimana penjemuran terlalu cepat dikarenakan belum adanya penjadwalan dalam penjemuran biji kopi.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 17-26
Author(s):  
Gracia Nova Meliala ◽  
Devis Wawan Saputra
Keyword(s):  

PT Intiniaga Sukses Abadi merupakan distributor bahan-bahan bangunan, memiliki beberapa gudang untuk menyimpan barang-barang yang terbagi menjadi 2 jenis yaitu gudang semen dan gudang non semen. Pada gudang non semen barang-barang disusun secara acak (random storage) pada bagian gudang yang kosong tanpa ada ketentuan. Untuk itu perlu dilakukan pembuatan denah gudang dengan metode class – based storage sesuai dengan Kee (2003) dalam (Kinanty, 2005) yang menunjukkan bahwa class – based storage dapat memberikan penghematan yang signifikan dibandingkan random storage. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa utilitas gudang saat ini adalah sebesar 66,09%. Jarak material handling selama 2018 dengan gudang saat ini yaitu sebesar 484697,58 meter dengan ongkos material handling sebesar Rp 110.218.500,00. Dengan menerapkan metode class – based storage diperoleh bahwa utilitas gudang meningkat 6,29% dari denah gudang sebelumnya. Penerapan metode class – based storage juga meminimalkan jarak dan ongkos material handling masing – masing sebesar 61540,11 meter dan Rp 1.990.447,00 dari denah gudang saat ini.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 97-108
Author(s):  
Sanusi ◽  
Nandar Cundara Abdurahman ◽  
Ahmad Arifin
Keyword(s):  

Pengendalian kualitas produksi pada perusahaan baik perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur sangat diperlukan. Dengan kualitas jasa ataupun barang yang dihasilkan tentunya perusahaan berharap dapat menarik konsumen dan dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Banyak perusahaan yang menggunakan metode tertentu untuk menghasilkan suatu produksi dengan kualitas yang baik. Kebijakan pengendalian kualitas dan standarisasi terhadap proses pengantongan semen dilakukan juga  oleh PT. Semen Bosowa Indonesia. Hal ini dilakukan agar proses pengantongan semen lebih berkualitas dan tidak terjadi kerusakan berupa kantong jebol dan kantong bocor.  Penelitian ini berfokus pada produksi semen yang berkapasitas 1.200.000/ tahun apabila terjadi defect pada produk akan menyebabkan kerugian dan menurunkan kualitas produksi. Untuk itu perlu diketahui jumlah defect yang terjadi serta langkah-langkah untuk mengurangi defect pada pengantongan semen. PT. Semen Bosowa Indonesia adalah salah satu anak perusahaan dari Bosowa Group di mana perusahaan yang bergerak dalam bidang manufacturing, yang berada di kawasan industri kabil batam, yang di mana PT. Semen Bosowa Indonesia berada di bawah bendera Bosowa Group yang berpusat di Indonesian bagian Timur tepatnya di Makassar Sulawesi Selatan serta mempunyai kantor pusat di Jakarta. Bosowa group di dirikan oleh Bapak H.M. Aksa Mahmud. PT Semen Bosowa Indonesia bergerak dalam industri manufaktur yang kegiatan utamanya memproduksi semen. Semua kegiatan produksi perlu dilakukan pengendalian terutama pengendalian kualitas untuk menjaga mutu produk tersebut. Maka dari itu tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengendalian kualitas proses pengantongan semen yang cacat (defect) atau rework pada stasiun kerja packing menggunakan pengendalian kualitas dengan metode Seven Quality Tools dengan mengetahui mengetahui faktor penyebab defect pada proses pengantongan semen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data di unit pengantongan semen Bosowa Indonesia sesuai metode Seven Quality Tools dapat diketahui jumlah produksi selama 2 bulan sebanyak 169.795 pcs dengan defect sebanyak 312 , dengan persentase tingkat defect yang terjadi adalah sebesar 0,2%. Defect yang paling sering terjadi adalah kantong jebol sebanyak 180 pcs, dengan persentase sebesar 57,69%. Sedangkan kantong semen yang bocor sebanyak 132 pcs, dengan persentase sebesar 42,30%.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 45-56
Author(s):  
La Ode Muhammad Taufiq ◽  
Sri Diliyanti ◽  
Taswin ◽  
Yusman Muriman

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan, kebiasaan mengkonsumsi kafein, perlikau merokok,dan kebiasaan berolah raga dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Meo-Meo. Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik dengan metode cross-sectional study, tehnik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling).  Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia yang ada di wilayah kerja puskesmas Meo-Meo dan sampel sebesar 130 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Pola makan dengan  nilai p value =0,04 < 0,05, kebiasaan mengkonsumsi kafein dengan nilai p value = 0,932> 0,05, perilaku merokok dengan nilai p value= 0.667 > 0,05, dan kebiasaan berolahraga dengan nilai p value =0.038 < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan, kebiasaan berolahraga dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas meo-meo dan tidak ada hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi kafein, perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas meo-meo.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document