Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

7
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By IAHN Gde Pudja Mataram

2808-7275

2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 56-70
Author(s):  
I Wayan Bayu Dharmayana ◽  
Ida Bagus Alit Arta Wiguna

Kegiatan kepramukaan merupakan suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan bagi anak yang dilaksanakan diluar pendidikan keluarga yang menggunakan prinsip dasar kepramukaan. Peranan pramuka dalam pembentukan karakter peserta didik merupakan suatu permasalahan yang unik untuk diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan yang akan dibahas yakni Pramuka penggalang. Pramuka penggalang adalah peserta didik dalam gerakan pramuka yang berusia antara 11-15 tahun. 1)        kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik dalam proses kegiatan pendidikan pramuka yang dilaksanakan pramuka penggalang SD Negeri 10 Kesiman ada dua belas kegiatan : Pembentukan Kelompok Baru, Sandi merah putih, Perang Sandi, Merayakan HUT Pandu Sedunia, Sketsa Panorama, Peta Pita, Kompas, Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Garurat, Ketangkasan Pionering, Kegiatan Pengembaraan, Wide Game dan Perkemahan. Kegiatan untuk Pramuka Penggalang harus sesuai dengan kondisi rohani dan jasmaninya serta mampu meningkatkan lima area pengembangan pribadinya yang dikemas secara menarik, menantang dan menyenangkan serta bervariasi : Area Pengembangan Spiritual, Area Pengembangan Emosional, Area Pengembangan Sosial, Area Pengembangan Intelektual dan Area Pengembangan Fisik.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 46-55
Author(s):  
I Putu Edi Sutrisna

Keberadaan bahan ajar dalam proses dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris mempunyai peran yang sangat penting, terutama ketika pembelajaran tersebut berlangsung secara daring. Untuk itu, maka para pengajar Bahasa Inggris perlu untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana bahan ajar tersebut dapat disiapkan dengan maksimal guna menjamin keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi. Maka dari itu, penelitian yang mengunakan metodologi penelitian literatur ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam melalui kajian beberapa sumber pustaka mengenai integrasi teori pemerolehan bahasa kedua oleh Krashen kedalam proses pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris pada proses pembelajaran daring di perguruan tinggi. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, maka dapat ditemukan bahwa berdasarkan teori Krashen dan karakteristik bahan ajar Bahasa Inggris di perguruan tinggi, bahan ajar yang perlu untuk dikembangkan oleh para pengajar dalam pembelajaran daring adalah dengan mengedepankan konsep bahwa penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi berlangsung secara alam bawah sadar dengan “mengambil” bahasa secara alami. Sehingga, dalam hal ini para pengajar Bahasa Inggris harus memfokuskan bahan ajar yang dikembangkan agar para mahasiswa mampu untuk “mengambil” bahasa bukan hanya sekedar menghafal kasa kata ataupun struktur kalimat saja.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 38-45
Author(s):  
Ni Wayan Ayunita Padmiyani ◽  
Gede Eka Puja Dyatmika ◽  
Ni Made Ria Taurisia Armayani

This study aims to determine the effect of the use of WhatsApp social media on the learning outcomes of Hindu religious education and character for class X students at SMK Negeri 4 Mataram in the 2020/2021 academic year. This study uses a quantitative approach and is an ex post facto research using correlational associative analysis. Ex post facto research is research that examines causal relationships that are not manipulated or treated (designed and implemented) by the researcher. Data were collected using questionnaires and documentation. The data analysis technique uses product moment correlation. The results of the study indicate that there is an effect of the use of WhatsApp social media on the learning outcomes of Hindu religious education and character for class X students at SMK Negeri 4 Mataram in the 2020/2021 academic year. The magnitude of the influence of the use of WhatsApp social media on the learning outcomes of Hindu religious education and the character of class X students (rxy) is 0.378, while the contribution of WhatsApp social media is 14.28%. This means that there is another factor of 85.72% of the learning outcomes of Hindu religious education and character for class X students at SMK Negeri 4 Mataram. The conclusion of this study is that there is an effect of the use of WhatsApp social media on the learning outcomes of Hindu religious education and character for class X students at SMK Negeri 4 Mataram in the 2020/2021 academic year, with the contribution of using WhatsApp social media by 14.28%. Base on the research result, applied social media WhatsApp can be use in other learning.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 28-37
Author(s):  
Derson Derson ◽  
I Gusti Agung Dharmawan ◽  
Tardi Edung

This study aims to explore and explain the religious meaning and educational value of the bokas ceremony at the Kaharingan Dayak Dusun Hindu wedding ceremony. The Bokas ceremony is part of the Pitra Yajna ceremony, which is a sacred offering to the ancestors by the Kaharingan Hindus. This research was conducted with a qualitative approach, in which data were obtained through interviews, observation and document recording which were then analyzed. As for the process before the bokas ceremony is carried out, then first carry out (1) bisik kurik event. (2) The process of Basantane or the proposal to bring goods. Meanwhile, the religious value of the tradition of the bokas paying hajat ceremony at the wedding ceremony is obligatory to be carried out by people who are bahajat parapah (asking for prayer) to the god kalalungan Aning kalelio. Bokas is a Pitra Yajna ceremony, which is an offering to ancestors. During the Bokas ceremony, a wadian Nayu calls Dewa Kallungan Aning Kalalio to come to receive offerings. If the bokas ceremony, at the wedding ceremony, deviates from what has been determined by Wadian Nayu, it can lead to elite bo'i, namely in the form of thunderstorms and accompanied by lightning that can turn humans into stone (curse). Meanwhile, the educational value reflected through the bokas ceremony is implemented in the concept of Tri Hita Karana and Tri Kaya Parisudha teachings.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 19-27
Author(s):  
Windariyanti Windariyanti ◽  
I Nyoman Wijana ◽  
Ni Putu Listiawati

Pasraman adalah sistem pendidikan Hindu yang bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan agama, akan tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Salah satu pembelajaran yang diadakan oleh sebagian besar pasraman adalah pembelajaran yoga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan pembentukan karakter siswa. Mengacu pada latar belakang tersebut, maka dilakukanlah penelitian terkait pembelajaran yoga yang berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan karakter yang terbentuk pada siswa melalui pembelajaran yoga di Pasraman Samiaga Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta dilakukan pengecekan keabsahan data yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Penelitian ini didukung dengan teori behavioristik, teori belajar Bruner dan teori belajar koneksionisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yoga yang dilakukan oleh instruktur yaitu dengan menentukan tujuan pembelajaran, merancang materi pembelajaran, dan menentukan jadwal belajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran yoga dilakukan secara bertahap dan pada setiap tahapan diselipkan penguatan-penguatan karakter bagi siswa. Adapun tahapan pembelajaran yoga di Pasraman Samiaga Mataram meliputi tahap persiapan, doa pembuka, peregangan, surya namaskara, asanas, acro yoga, relaksasi dan doa penutup. Evaluasi pembelajaran yoga yang dilaksanakan mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil yaitu mengawasi perkembangan kemampuan setiap siswa, melaksanakan penilaian pada setiap pertemuan, dan mengadakan lomba yoga intern pasraman. Karakter yang terbentuk melalui pembelajaran yoga di Pasraman Samiaga Mataram meliputi karakter religius, karakter disiplin, karakter bertanggung jawab, karakter menghargai prestasi, karakter rasa ingin tahu dan karakter mandiri.  



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 10-18
Author(s):  
Elwis Nirmala Sari ◽  
Gede Eka Puja Dyatmika ◽  
Ni Putu Sasmika Dewi
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai strategi guru agama Hindu dalam mempertahankan minat belajar ekstrakurikuler tari pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 117 Cendana Putih II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan observasi nonpartisipan, wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran ekstrakurikuler tari berlangsung dalam tiga proses, yaitu pertama, proses awal menyiapkan sound system, mengucapkan doa, mendata jumlah siswa yang hadir, kemudian melakukan pemanasan; kedua, proses inti yaitu membagi kelompok pada masing-masing siswa, kemudian melakukan latihan secara bergiliran pada masing-masing kelompok; dan ketiga, proses akhir yaitu mengucapkan doa penutup, terakhir merapikan sound system. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam mempertahankan minat belajar ekstrakurikuler tari yaitu: pertama, kurangnya sarana dan prasarana; kedua kurangnya tenaga pelatih; ketiga, kurangnya tenaga perias pada saat pementasan; keempat, siswa yang sulit diatur (nakal); kelima, kurangnya penguasaan beberapa tarian. Sebagai upaya mengatasa kendala yang ada, strategi yang digunakan guru dalam mempertahankan minat belajar ekstrakurikuler tari yaitu: pertama, latihan di halaman sekolah dan meminta bantuan orang tua dalam melengkapi pakaian pementasan; kedua, meminta bantuan tenaga siswa dalam melatih; ketiga, meminta bantuan orang tua dalam mempersiapkan pementasan siswa; keempat, mengganti cara belajar; dan kelima, memberikan bimbingan latihan secara khusus kepada siswa kelas enam.



2021 ◽  
Vol 1 (01) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Ni Nyoman Lisna Handayani ◽  
Ni Ketut Erna Muliastrini

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran sains teknologi masyarakat (STM) terhadap sikap ilmiah dan prestasi belajar IPA pada Siswa Kelas V SDN Gugus Banyuning. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V gugus Banyuning dengan jumlah populasi 198 siswa. Sebanyak 33 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data sikap ilmiah dikumpulkan dengan kuesioner dan prestasi belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (Multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat  secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 114,22 dan p < 0,05). Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran sains teknologi masyarakat secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 7,786 dan p < 0,05). Ketiga, secara simultan sikap ilmiah dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 61,175 dan p < 0,05).  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi lembaga pendidikan untuk mengambil kebijakan yang tepat, yang berkaitan dengan upaya menumbungkembangkan sikap ilmiah dan meningkatkan hasil belajar siswa.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document