sensor parameter
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

27
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

4
(FIVE YEARS 0)

2019 ◽  
Vol 14 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Chusnul Arif ◽  
Budi Indra Setiawan ◽  
Septian Fauzi Dwi Saputra ◽  
Masaru Mizoguchi

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa efektifitas irigasi berselang dengan neraca air pada lahan SRI dengan penerapan pupuk organik. Eksperimen dilakukan di Desa Gabus Wetan, Kab. Indramayu, Jawa Barat dari 17 November 2016 sampai 1 Maret 2017. Sensor parameter cuaca dan tanah dipasang di lahan untuk mendapatkan data harian kondisi lapang termasuk pertumbuhan tanaman. Data cuaca seperti hujan, suhu udara, kelembaban udara relatif, dan kecepatan angin dan kedalaman muka air diukur secara otomatis setiap 60 menit. Analisis neraca air dilakukan dengan kesalahan (error) yang rendah (1,00%) dimana jumlah air masuk melalui hujan dan irigasi sebesar 560 mm dan 865 mm, sedangkan jumlah air keluar melalui evapotranspirasi tanaman, perkolasi, dan limpasan berturut turut sebanyak 430, 306 dan 675 mm. Perbandingan dengan sistem pertanian konvensional dengan irigasi tergenang, menunjukkan bahwa produktivitas air dari SRI organik berturut turut 30% dan 27% lebih tinggi untuk produktivitas air berdasarkan jumlah air masuk dan evapotranspirasi. SRI organik juga memproduksi 33% produksi lebih tinggi dari sistem pertanian konvensional di lokasi yang sama. Kunci keberhasilan irigasi berselang adalah dengan menjaga tinggi muka air dipermukaan tanah (macak-macak) pada fase vegetatif dan generatif. Oleh sebab itu, cara ini merupakan alternatif pilihan bagi petani ketika sumber daya air berkurang karena perubahan iklim. Diseminasi hasil direkomendasikan melalui program pelatihan dan pendampingan bagi petani.



Author(s):  
Burhan Ahmad Mudassar ◽  
Priyabrata Saha ◽  
Yun Long ◽  
Mohammad Faisal Amir ◽  
Evan Gebhardt ◽  
...  


2019 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 72-79
Author(s):  
Abraham Arimuko ◽  
Yoga Dharma Persada ◽  
Hendri Subakti

Gunung Sinabung merupakan gunung yang aktif kembali setelah tidak beraktifitas (dorman) selama lebih dari 400 tahun. Gunung Sinabung sampai saat ini melakukan aktivitas vulkanik. Hal itu membuat masyarakat di sekitar lereng Gunung Sinabung berwaspada. Salah satu aktivitas vulakanik tersebut adalah gempa vulkanik. Penelitian ini bertujuan merelokasi hiposenter untuk mendapatkan model kecepatan 1-D gelombang P dan gelombang S di Gunung Sinabung yang dapat digunakan sebagai data acuan kondisi bawah permukaan. Penelitian ini menggunakan input data magnitudo, parameter hiposenter, serta waktu jalar gelombang P dan gelombang S. Data ini diperoleh dari BMKG EQ (Earthquakes) Repository. Kejadian gempa bumi yang digunakan pada rentang waktu 1 Januari 2017 sampai 28 Februari 2017 dan pada koordinat 3,0931 LU-3,3543 LU dan 98,2928 BT-98,6202 BT. Pada pengolahan ini juga menggunakan parameter letak stasiun (sensor). Data tersebut direlokasi menggunakan software VELEST 3.3 dengan model kecepatan global IASP91 sebagai model kecepatan awal. Hasil dari relokasi tersebut adalah koreksi letak stasiun (sensor), parameter hiposenter akhir, waktu jalar gelombang seismik, dan model kecepatan 1-D gelombang P dan gelombang S. Hasil yang didapatkan untuk model kecepatan 1-D gelombang P pada kedalaman 0 km sebesar 5.58 km/s dan untuk kedalaman 210 km, lapisan terdalam pada pengolahan data ini, sebesar 8.30 km/s.



2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Agri Denada Br Tarigan ◽  
Iman Setiono

Agri Denada Br Tarigan, Iman Setiono, in this paper explain that temperature regulation is one of the most important needs for the industry. Lots of processes and production are carried out under certain temperature conditions and free from interference. Industrial temperature controller is one of the basic equipment to meet these needs. On the market there are various types, specifications, and brands of temperature controllers, but have similarities with one another mainly lies in the basic functions of temperature regulation capabilities. This article describes the background of industrial temperature controllers principal, also covers control concepts, basic controller configurations, control methods, actuator equipment support, and examples of sensor parameter settings and controls on the Autonics TC4S series temperature controllers.



2018 ◽  
Vol 20 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Dista Yoel Tadeus ◽  
Iman Setiono

Dista Yoel Tadeus, Iman Setiono, in this paper explain that temperature regulation is one of the most important needs for the industry. Lots of processes and production are carried out under certain temperature conditions and free from interference. Industrial temperature controller is one of the basic equipment to meet these needs. On the market there are various types, specifications, and brands of temperature controllers, but have similarities with one another mainly lies in the basic functions of temperature regulation capabilities. This article describes the background of industrial temperature controllers principal, also covers control concepts, basic controller configurations, control methods, actuator equipment support, and examples of sensor parameter settings and controls on the Autonics TC4S series temperature controllers.



Author(s):  
V. N. Kitaev ◽  
R. L. Afanas’Ev ◽  
M. V. Petrov ◽  
V. V. Pol

The study introduces the design and principle of operation of the inertia sensor IV29 with a permanent magnet. According to the mathematical model developed, we consider the results of the sensor parameter estimation, and propose the options for a possible optimization of the magnetic system of the sensor for a better fine-tuning of its actuation data



2018 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 11-18
Author(s):  
Richi Dwi Agustia ◽  
Thomas Aquinas Kiki H

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah prototype aplikasi pengawasan dan pengendalian pertumbuhan spirulina dengan memanfaatkan teknologi Internet of things (IoT). Spirulina merupakan mikroalga hijau kebiruan yang hidupnya tersebar luas dalam semua ekosistem, baik itu darat ataupun perairan (air tawar/ air payau/ air laut). Spirulina dapat dikelola menjadi berbagai macam produk seperti obat, kosmetik atau makanan dimana untuk menghasilkan bahan dasar produk tersebut dilakukan pengaturan terhadap parameter-parameter pertumbuhannya pada saat proses pembudidayaan, meliputi PH air, suhu air, intensitas cahaya dan ketinggian air. Metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah prototyping model yang mana memiliki 6 tahapan yaitu requirements gathering and analysis, quick design, build prototype, user evaluation, refining prototype dan engineer product. Untuk pembacaan dan pengontrolan nilai parameter pertumbuhan spirulina maka digunakan mikrokontroler yang dihubungkan dengan sensor-sensor parameter. Untuk menguji apakah prototype dapat melakukan pengawasan dan pengontrolan maka dilakukan pengujian pembudidayaan spirulina dengan menggunakan box berkapasitas 50 liter dan pengaturan indikator pertumbuhan untuk produk makanan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil bahwa sensor-sensor dapat membaca nilai parameter pertumbuhan spirulina dengan galat 0.03% dengan alat pengukuran parameter konvensional dan mikrokontroler dapat melakukan pengendalian secara otomatis kepada alat-alat yang mempengaruhi indikator pertumbuhan spirulina.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document