Jurnal Desain Indonesia
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

22
(FIVE YEARS 8)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia)

2684-7760

2021 ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Rabbani Rizqi ◽  
Dedi Ismail

The objective of glass waste exploration in clay for ceramic products has a mean to look for novelties and innovations for ceramic products which are now under threat due to mass production ceramics with “handmade” characteristics. The existence of “handmade” mass-produced ceramic products will have an impact on the value and price of ceramic products that are actually crafted by hand with more complex techniques, and high craftsmanship. From Kyomi Ceramic Studio's case studies, the author uses design-by-doing methods and experimental research to develop ceramic products from available and affordable raw materials for the industry. By looking for the possibility of a new identity through the exploration of mixing stoneware clay with glass waste, it is hoped that it will generate new aesthetic potential and can raise the integrity and value of handmade ceramic products that are not easily imitated or mass-produced.



2021 ◽  
pp. 19-28
Author(s):  
Riaz Grahara ◽  
Sulistyo Setiawan
Keyword(s):  

Kursi Kerja merupakan salah satu fasilitas penunjang kegiatan kerja yang sangat berpengaruh untuk mengoptimalkan kerja penggunanya. Pengguna yang dimaksud adalah karyawati hamil yang bekerja di kantor namun karena pandemi Covid-19, maka pekerjaan tersebut dilakukan dari rumah (Work From Home/WFH). Di dalam kegiatan WFH tersebut sebagian besar dari mereka banyak menggunakan kursi dengan posisi duduk dalam waktu yang cukup lama. Dari observasi yang dilakukan penulis menemukan bahwa kursi yang dapat memfasilitasi karyawati hamil di lingkungan rumah tidak tersedia, sehingga hasil kerja yang dicapai tidak optimal karena mereka mengalami ketidaknyamanan pada bagian punggung bawah yang disebabkan oleh perubahan bentuk tubuh. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menemukan ukuran kursi kerja yang ergonomis bagi karyawati hamil. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis ergonomi melalui pengukuran menggunakan metode antropometri dari Tilley & Dreyfuss. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran yang tepat untuk diaplikasikan pada kursi kerja wanita hamil yaitu tinggi popliteal 33 cm, panjang popliteal 45 cm, tinggi pantat-siku 18,5 cm, jarak ujung jari-siku 38,5 cm, tinggi lumbar 20,5 cm, tinggi pantat-bahu 54 cm, tinggi duduk normal 83 cm, jarak lumbar-pusar 56 cm, lebar pinggul 60 cm, tinggi pinggul 25 cm, dan lebar bahu 54 cm.



2021 ◽  
pp. 37-56
Author(s):  
Maugina Havier

Spirited Away is an animation made by Ghibli Studio on 2001 under Hayao Miyazaki direction. This movie awarded as The Best Animation by The 75th Academy Award. This movie tells about the journey of Chihiro, the protagonist who’s been “spirited away” to the spirit world. There’s a significant difference on the visual and surounding of the scene when Chihiro went inside the spirit world through the gate in the beginning of the movie and when she’s back from that world at the ending. Even it’s pretty clear that it is the same place, but the gate, the colors, material, and the environment seems to be different. This visual generate a long controversy, include of how excactly the story end. Question arise of the significant distinction on the visual of the gate between the scenes, like why on the beginning the color of the gate is red with some characteristic of Shinto’s Temple architectural, but then the gate at the ending is white and made from stone piles. Hayao Miyazaki as creator of the movie has never explicitely answer the question on this matter. This qualitative study using visual examination method on colors and material of the gates, from the perspective of Shinto’s and Japanese architecture, to know the reason behind the importance of differentiating the visual of the gates in the beginning and the ending of the movie.



2021 ◽  
pp. 57-65
Author(s):  
Maevara Saraswati ◽  
Sulistyo Setiawan

Perkembangan desain perhiasan yang cepat dan dinamis memacu desainer berkolaborasi bersama pengrajin untuk terus mengembangkan inovasi serta keunikan desain perhiasannya sebagai ciri khas dan kekuatan sebuah industri. Salah satu kekayaan Indonesia yang dapat diandalkan menjadi sebuah inspirasi ialah keanekaragaman flora dan fauna khas daerah yang ada di Nusantara. Dari upaya tersebut diharapkan industri dapat bersaing di dalam pasar domestik maupun internasional. Selain itu, penggunaan material keramik yang belum banyak digunakan oleh industri perhiasan juga berperan sebagai pembeda antara industri yang satu dengan industri pesaingnya. Tujuan dilakukannya pengembangan desain perhiasan menggunakan material keramik dan logam ialah untuk menghasilkan alternatif inovasi produk perhiasan keramik mix material. Metode penelitian desain yang digunakan adalah eksplorasi bentuk dengan pendekatan semantik rupa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah desain perhiasan keramik dapat dikembangkan oleh industri sebagai salah satu peluang untuk terus berinovasi seiring dengan terus berkembangnya industri fashion.



2021 ◽  
pp. 29-36
Author(s):  
Kautsar Cakra ◽  
Sulistyo Setiawan
Keyword(s):  

Urban Streetwear adalah sebuah subkultur yang berkembang di kawasan kota besar yang mempunyai identitas serta latar belakang sejarah yang panjang. Subkultur ini mulai tumbuh sekitar tahun 1970 yang juga sejalan dengan perkembangan musik Hip-hop terutama di Amerika Serikat yang membawa semangat kebebasan dan perdamaian sebagai respon kelompok sosial terhadap situasi ekonomi dan politik yang terjadi saat itu. Kemudian diikuti dengan munculnya berbagai brand streetwear sehingga pengaruhnya semakin meluas hingga mempengaruhi mainstream dan high fashion. Tulisan ini menganalisis secara mendalam tentang sejarah dan identitas streetwear dengan harapan perancangan yang dilakukan dapat menjadi relevan dengan tren yang berkembang di masyarakat. Penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita. Hasil dari penelitian ini adalah memahami karakteristik dari subkultur streetwear terutama dalam aspek busana dan strategi penerapannya dalam merancang produk busana streetwear bagi konsumen millennial.



2021 ◽  
pp. 11-18
Author(s):  
Ekariana Irawan ◽  
Naomi Haswanto ◽  
Dianing Ratri

Ketatnya persaingan bisnis fashion di Indonesia, membuat tidak semua merek produk fashion lokal dapat diterima ataupun bertahan di tengah masyarakat. ‘Cotton Ink’ merupakan salah satu merek produk fashion lokal yang mampu bersaing dan menjadi populer. Studi dokumentasi menyebutkan bahwa Instagram menjadi media promosi online yang paling efektif dalam proses pemasaran ‘Cotton Ink’, serta mampu meningkatkan penjualan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji visual foto ‘Cotton Ink’ di media sosial Instagram dilihat dari elemen visual fotografi. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, focus group discussion, studi dokumentasi visual foto Instagram, dan studi pustaka. Data dianalisis dengan analisis visual dan menggunakan pendekatan teori umum tentang fotografi serta gaya busana. Dari hasil penelitian diketahui bahwa visual foto ‘Cotton Ink’ di media sosial Instagram telah memenuhi elemen visual fotografi, serta mendapat respon yang positif dari konsumen. Adapun elemen visual fotografi yang dikaji tersebut diantaranya meliputi tonal warna, jenis pengambilan gambar, arah pandang kamera, objek foto, latar, komposisi, aksesoris dan milineris, serta atribut busana. Dengan memanfaatkan elemen visual fotografi pada setiap unggahan foto, membuat konsumen memiliki ketertarikan visual serta menumbuhkan minat beli terhadap produk. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual fotografi dalam setiap unggahan foto di media promosi online Instagram dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat strategi pemasaran digital produk fashion di era rovolusi industri 4.0 saat ini.



2021 ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Benhart Menoreh ◽  
Sulistyo Setiawan
Keyword(s):  

Techwear adalah perpaduan fashion dengan outdoor outfit dengan sentuhan military style, yang berfokus pada fungsi dan mengutamakan aspek aesthetics dan utility. Karakteristik utility tersebut sedikit banyak berdasarkan dari bentuk, siluet dan fungsi dari military uniform atau semua yang berkaitan dengan military. Dalam implementasinya, hasil desain produk dari techwear ini merupakan desain produk yang terinspirasi dari aspek yang ada pada military. Setelah penelitian dilakukan, terdapat beberapa masalah dan peluang dari ruang lingkup sarana bawa techwear ini, yaitu butuhnya desain produk sarana bawa bagi pengguna sepeda fixgear yang beraktifitas sehari-hari menggunakan sepeda fixgear. Dengan karakteristik dari fashion techwear yang optimal, seperti fitur Utility dan Waterproof, muncul peluang baru mengenai sarana bawa techwear ini, yang terinspirasi dari karakteristik fashion techwear dan military look. Didalam aspek tersebut masih banyak ruang untuk di eksplorasi lebih dalam secara desain dan fashion. Dengan adanya fashion techwear yang baru muncul dan berkembang di Indonesia, membuat trend fashion tersebut menarik untuk dibahas lebih dalam lagi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Studi Literatur yang menghasilkan sebuah kajian data yang relevan.



2021 ◽  
pp. 47-54
Author(s):  
Wildan Aulia ◽  
Oemar Handojo

Program Studi Desain Produk ITSB, melalui Tugas Akhir mahasiswa Prodi DP, telah melakukan inovasi konsep scootpad bertenaga surya yang dieksekusi hingga tahap prototipe dengan nama E-Bike ITSB. Untuk mendistribusikan hasil pengembangan kepada masyarakat, Pusat Desain Produk Industri yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITSB melakukan persiapan tahap produksi E-Bike ITSB untuk memperoleh standar produk yang baik sehingga layak didistribusikan kepada pengguna. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena keberadaan kendaraan ini telah mendapat sambutan positif dari masyarakat melalui beberapa publikasi nasional di media cetak dan televisi. Secara khusus, beberapa pihak menunjukkan keberminatan terhadap kendaraan ini untuk digunakan sebagai kendaraan commuter di kawasan terpadu. Persiapan produksi dilakukan melalui metode comprehensive prototyping, yaitu menguji produk dalam skala utuh yang dioperasikan dalam kondisi maksimal serta disimulasikan dalam tahap in line produksi untuk menguji aspek kedayagunaan serta kesiapan rantai pasol dan produksi. Penelitian menghasilkan lima unit E-Bike ITSB. Kerjasama rekanan dan resources untuk pemenuhan komponen kelistrikan dan pembuatan rangka juga mulai terjalin. Kegiatan ini dapat diklaim telah meningkatkan kesiapan inovasi E-Bike ITSB menjadi level 5 karena rantai pasok komponen dan rangka sudah teridentifikasi dan mulai terbangun.



2020 ◽  
pp. 32-46
Author(s):  
Andry Masri

Didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa karakteristik bonggol jagung sebagai sebuah bahan baku alternatif dapat menghasilkan produk yang dapat menjadi komoditi yang memiliki peluang ekonomi yang baik. Hal ini sangat didukung oleh kenyataan bahwa bonggol jagung dapat dengan mudah diperoleh hampir diseluruh wilayah Indonesia, dan hingga saat ini belum dimanfaatkan secara ekonomi. Penelitian sebelumnya baru membuktikan bahwa bonggol jagung dapat dijadikan sebagai bahan baku yang mampu memberi nilai keunikan pada produk yang dihasilkan. Penelitian saat ini ditekankan pada aspek efesiensi produksi yang dikompromikan dengan aspek kreasi yang sebelumnya memberi penekanan pada keunikan produk, yang dijadikan sebuah nilai tawar bagi komoditi yang dihasilkan. Penekanan ini diberikan karena pada penelitian sebelumnya variabel kecepatan produksi, karakteristik mesin produksi yang sesuai belum digunakan. Dengan penekanan pada aspek produksi dan kesesuaian mesin produksi diharapkan kreasi berbahan baku bonggol jagung dapat menjadi salah satu komoditi industri yang realistis. Untuk dapat menjadi komoditi industri, diperlukan bentuk produk (kreasi) yang layak industri, efesien dan efektif dari sisi produksi sejalan dengan tetap memiliki kualitas visual yang mendukung terhadap nilai pemasaran. Penelitian akan diawali oleh evaluasi terhadap desain produk berbahan baku bonggol jagung yang pernah dihasilkan. Evaluasi ditekankan pada efesiensi yang dapat dihasilkan oleh mesin yang saat ini digunakan. Hasil evaluasi akan menghasilkan kriteria terhadap kemampuan mesin yang seharusnya tepat digunakan. Paralel terhadap perancangan mesin produksi tersebut, akan dirancang beberapa desain yang tetap memiliki nilai visual yang baik akan tetapi memiliki kesesuaian dengan produk yang dirancang. Melalui metoda beberapa kali iterasi terhadap eksperimentasi akan diperoleh kriteria bentuk yang layak industri dan mesin produksi yang sesuai dengan karakteristik bahan baku konvensional tersebut. Hal ini sangat diperlukan karena bonggol jagung memiliki karakteristik material sendiri yang berbeda sehingga menuntut adanya kesesuaian dari mesin-mesin produksi yang saat ini ada secara konvensional. Hasil penelitian menawarkan sekitar 24 produk prototype kreasi berbahan baku bonggol jagung yang teruji yang dihasilkan oleh mesin produksi yang layak secara industri dan pasar sebagai tawaran baru bagi dunia usaha di Indonesia.



2020 ◽  
pp. 20-31
Author(s):  
Ruben Lukito ◽  
Yannes Pasaribu

Mayoritas, masyarakat rural hidup dari pertanian. Menurunnya sumber daya manusia mengakibatkan diperlukan alat yang dapat membantu petani untuk mengolah lahannya. Akan tetapi, alat pertanian tidak selalu digunakan sepanjang tahun. Oleh karena itu, tujuan dari perancangan ini adalah mendesain alat mekanis yang multifungsi untuk digunakan di daerah rural, terutama dataran tinggi. Pencarian data menggunakan metode studi literatur mengenai penelitian sebelumnya mengenai kebutuhan transportasi di daerah rural serta pertanian untuk mengetahui kondisi secara umum. Interview serta observasi di Desa Cisondari, Jawa Barat dilakukan untuk mencari informasi mengenai kebutuhan secara khusus. Dari studi literatur serta interview dan obervasi memberikan kesimpulan yang sama mengenai adanya kebutuhan alat transportasi yang multifungsi untuk menunjang kehidupan sosial masyarakat rural. Akan tetapi, belum ada alat transportasi yang dapat digunakan oleh petani untuk mengolah lahan di dataran tinggi. Oleh karena itu diperlukan sebuah konsep alat mekanis yang dapat digunakan untuk berbagai aktifitas di lahan serta untuk kebutuhan sosial seperti mengangkut barang dan manusia. Keilmuan penulis terbatas pada desain dan konsep, maka diperlukan pengembangan dari keilmuan lain untuk menyempurnakan konsep desain. Meskipun demikian, dengan adanya konsep desain pada penelitian ini, para pembuat alat mekanis dan multifungsi untuk desa dapat menggunakannya sebagai pertimbangan dalam mengembangkan produknya, sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat rural



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document