Jurnal Ilmiah Teknik Kimia
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

26
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Pamulang

2549-0699

2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 60
Author(s):  
Nindita Clourisa Amaris Susanto ◽  
Dwi Siswanta

Karagenan merupakan polimer alam anionik yang mempunyai sifat hidrogel. Kemampuan tersebut memberikan kemungkinan karagenan dijadikan matriks untuk sensor logam besi di dalam air. Sensor logam besi diukur sebagai ion Fe2+. Ion Fe2+ mempunyai kemampuan membentuk kompleks stabil dengan fenantrolin dan memberikan warna jingga. Dalam Pengembangan sensor warna didasarkan pada imobilisasi gugus kromofor pada material pendukung. Oleh karena itu pada penelitian dilakukan pembuatan sensor warna dengan gugus kromofor kompleks Fe2+ dengan fenantrolin di dalam mtriks karagenan. Hasil penelitian diperoleh modifikasi matriks dalam bentuk beads campuran karagenan kappa dan iota sehingga menghasilkan sensor warna tanpa pelindian. Hasil sensor warna divisualisasi dengan mata dan spektrofotometer UV-Vis. Kondisi optimum yang diperoleh dari penelitian meliputi panjang gelombang maksimum 510 nm, konsentrasi fenantrolin yang diimobilisasi 3000 mg L-1 volume total larutan pembuat beads, pH larutan besi adalah 2, dan waktu kompleksasi 15 menit.



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 68
Author(s):  
Budhi Indrawijaya

Kulit buah mahoni merupakan bagian pada tanaman mahoni yang tidak dimanfaatkan, dengan demikian pemanfaatannya untuk membuat briket adalah solusi dijadikan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kulit buah mahoni bisa diarangkan serta menentukan konsentrasi dan jenis perekat yang tepat agar briket yang dihasilkan berkualitas paling baik sesuai dengan SNI 01-6235-2000. Biomassanya diperoleh dari desa tirtosworo, Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode eskperimen di laboratorium dengan beberapa tahap, yaitu (1) penjemuran biomassa; (2) pirolisis; (3) Perekatan; (4) Pembentukan; (5) Analisa kualitas briket. Variabel penelitian meliputi jenis perekat yaitu tepung tapioka dan tepung jagung serta konsentrasi tepung pada perekat yaitu 10%, 15%, 20% serta 25% dari total lem yang dihasilkan, dengan perbandingan arang dan lem 2:3. Hasil penelitian diperoleh bahwa kulit buah mahoni bisa diarangkan sehingga bisa dijadikan bahan utama briket dengan jenis perekat yaitu tepung tapioka 25% yang karakteristik briketnya : (a) kadar air 2,7731%; (b) kadar abu 7,4227%; (c) kadar zat menguap 14,2192%; dan (d) kadar karbon terikat 75,5850%.



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 54
Author(s):  
Fauzan Amin ◽  
Micha Mahardika ◽  
Siti Fatimah
Keyword(s):  
Au Nps ◽  

Perkembangan teknologi industri di segala sektor semakin menuntut lahirnya perangkat-perangkat yang lebih sederhana, berukuran kecil, dengan bahan murah, tetapi memiliki kemampuan yang sama atau lebih canggih daripada perangkat-perangkat sebelumnya. Tuntutan ini dapat dijawab dengan adanya nanoteknologi. Nanopartikel emas (AuNPs) merupakan bagian dari nanoteknologi yang semakin luas manfaatnya  dalam kehidupan manusia antara lain di bidang lingkungan, biomedis, tekstil, industri elektronika serta energi . Sintesis Au-NPs diawali dengan mereduksi ion Au(III) mengunakan reduktor dari tumbuhan karena lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan anorganik lainnya. Salah satu tumbuhan yang potensial digunakan sebagai bioreduktor adalah daun berenuk (Crescentia cujete Linn) yang melimpah keberadaanya tapi belum banyak dimanfaatkan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh volume bioreduktor terhadap pembentukan AuNPs secara statistik dan ukuran AuNPs menggunakan TEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada volume bioreduktor  tidak berpengaruh terhadap pembentukan AuNPs setelah diolah menggunakan SPSS, mempunyai ukuran rata-rata 11,249 nm dengan bentuk morfologi anisotropik.



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 82
Author(s):  
Brilliant Maulana Amara ◽  
Siti Fatimah

Alcohol can be traditionally made from agriculture residue fermentation where in Sukonarjo Bekonang the waste is discharged into free water, high levels of Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Ammonia make the environment polluted. BOD is a way to characterize the amount of dissolved oxygen needed by microorganisms for the degradation of organic matter under aerobic conditions. Ammonia in surface water comes from urine and feces as well as from oxidation of microbiological organic matter (HaObCcNa), which comes from natural water or industrial and occupant wastewater. By using the Multi Soil Layering (MSL) method which improves soil function for organic wastewater treatment where the soil is a biological, physical, and chemical system that has been used for recycling and waste management for a long time being able to reduce BOD levels from alcohol waste from 51209.6 mg O2/L to 22409.6 mg O2/L and Ammonia levels from 30% to 24% with a fairly low cost.



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 75
Author(s):  
Agustina Dyah Setyowati

Biogas is a renewable alternative energy that can be produced from POME (Palm Oil Mill Effluent). Biogas consists of Methane (CH4), Carbon Dioxide (CO2) and a small amount of Hydrogen Sulfide (H2S) while Nitrogen (N2) and Oxygen (O2) are usually from the remaining air composition analyzed in the sample. In biogas, Hydrogen Sulfide consists more than 1200 ppm can cause corrosive so it is often a problem in the surrounding environment because it can damage equipments. A way to reducing H2S is by microbiological processes using microorganisms such as Thiobacillus. Thiobacillus is a chemototrophic bacteria that is able to decompose toxic into non-toxic chemical compounds. This research was carried out in several stages, namely: microbial screening process gas of H2S, isolation of potential microbial media containing sulfur NaHS, data analyst using Sulfur Analyzer. The process of isolation and screening of Indonesian microbes (indigeneous) uses conventional isolation methods, namely isolation using the process level with isolation stage: the first stage is sampling from nature, the second stage of dilution of samples in sterile water, the third stage of  storage for agar media, the fourth stage of mixing in samples of petri dishes, the fifth stage of incubation and the last stage of examination of incubation results.While for microbial separation using the agar scraping method. 



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 88
Author(s):  
Irman Ansari
Keyword(s):  

Penggunaan plastik sebagai kemasan produk menyebabkan meningkatnya beban lingkungan karena sulit mendegradasikan plastic tersebut. Tuntutan untuk menjaga lingkungan menjadi pemicu  melakukan penelitian untuk membuat substitusi plastic yang ramah lingkungan. Edible film dari bahan baku karagenan ( yang berasal dari rumput laut) menjadi salah satu alternative. Pada penelitian ini kami melakukan kombinasi karagenan dengan tepung konjak untuk mendapatkan karakteristik yang lebih baik. Tepung konjak merupakan tanaman iles iles (Amorphophallus) yang banyak mengandung umbi glukoman berupa heteropolisakarida yang terdiri dari β-D-glukosa (G) dan β-D-manosa (M) dengan rasio perbandingan 1:1,6. Tepung konjak dapat berfungsi sebagai bahan pengental, pembentuk gel, dan pengikat air. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui  kondisi karakteristik edible film dengan cara mengkombinasikan kandungan antara bahan dasar karagenan dengan tepung konjak  dan mengvariasikan konsentrasi gliserol untuk  mendapatkan tekstur jelly dan karaketristik yang lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan 2 parameter yang divariasikan yaitu Kombinasi tepung konjak dan karagenan dengan perbandingan 1: 1, 1: 2 dan 1:3 dan konsentrasi gliserol yaitu 5 %, 10% dan 15 % dengan kondisi yang dikontrol yaitu temperature campuran 85°C, Temperatur pengeringan 50 °C selama  24 jam. Penelitian ini menghasilkan data korelasi yaitu terhadap penambahan tepung konjak menyebabkan kadar air dan daya larut air meningkat serta  laju perpindahan air menurun dan tidak berpengaruh pada ketebalan edible yang terbentuk.  Sedangkan gliserol, semakin rendah konsentrasinya menyebabkan  kadar air rendah, ketebalan edible film menurun, laju perpindahan air semakin naik, serta daya larutnya mengecil.



2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 96
Author(s):  
Irwan Mulyadi

Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merupakan penambangan rakyat peninggalan kolonial Belanda yang terletak di Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong menimbulkan permasalahan lingkungan khususnya merkuri pada perairan sungai tersebut. Sampel air dan sedimen diambil dari lima titik yang terletak sepanjang hulu hingga batas desa. Konsentrasi total merkuri pada air mulai dari hulu sampai hilir sungai batas desa berturut-turut yaitu <0,0003 ppm, 0,0004 ppm, 0,0007 ppm, 0,0008 ppm dan 0,0011 ppm dan konsentrasi total merkuri pada sedimen dari hulu sampai hilir sungai batas desa berturut-turut yaitu 1,34 ppm, 4,18 ppm, 35,89 ppm, 50,32 ppm dan 114,37 ppm dimana kondisi ini melebihi ambang batas yang ditentukan . Peningkatan konsentrasi merkuri dari hulu sampai hilir sungai  ini dikarenakan terjadinya akumulasi kegiatan pertambangan emas rakyat yang menggunakan merkuri dan melepas limbahnya ke sungai



2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Muryanto Muryanto

Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif untuk mensubtitusi bahan bakar minyak. Salah satu sumber bahan baku bioetanol adalah tandan kosong kelapa sawit. Pada proses fermentasi  dihasilkan limbah fermentasi yang dapat diekstrak menjadi senyawa antioksidan. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh penambahan asam amino terhadap kandungan bioetanol dan senyawa antioksidan yang dihasilkan. Variasi asam amino yang digunakan pada penelitian ini yaitu L-sistein, glisin, dan asam glutamat. Proses fermentasi dilakukan secara Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF), sedangkan ekstraksi senyawa antioksidan dilakukan dengan menggunakan pelarut metanol. Hasil penelitian menunjukkan kadar etanol tertinggi pada TKKS tanpa penambahan asam amino sebesar 5,44% dan kadar glutation tertinggi pada TKKS dengan penambahan asam glutamat setelah ekstraksi dengan metanol diperoleh sebesar 290 ppm.



2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Saisa Kasturi
Keyword(s):  

Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan, salah satu faktor yang mempengaruhi daya adsorpsi adalah luas permukaan (surface area). Pada penelitian ini digunakan adsorben biomassa berupa batubara sub-bituminous, untuk memperbesar luas permukaan dilakukan proses aktivasi. Aktivasi merupakan bagian dalam proses pembuatan adsorben biomassa yang bertujuan  untuk memperbesar distribusi dan ukuran Pori serta memperbesar luas permukaan adsorben. Semakin luas permukaan adsorben, maka  semakin banyak adsorbat yang dapat diserap, sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semakin kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaan adsorben. Aktivasi fisika dan kimia dilakukan untuk melihat terbentuknya pori-pori baru pada karbon aktif yang telah di aktivasi, dengan terbentuknya pori-pori baru maka luas permukaan karbon aktif dapat meningkat setelah dilakukan proses aktivasi fisika kimia. Ukuran partikel hasil karakterisasi menggunakan difraksi sinar-X menunjukkan hasil yang jelas dimana ukuran partikel setelah di aktivasi menurun, aktivasi asam sitrat memberikan nilai sebesar 3,3396 (Å) dan aktivasi asam  nitrat sebesar 3,3188 (Å)  sedangkan karbon aktif batubara sub- bituminous sebelum di aktivasi sebesar 4,2269 (Å).



2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
Author(s):  
Budhi Indrawijaya

Limbah ampas teh banyak dihasilkan dari perusahaan yang berkembang dalam bidang pengolahan minuman teh ready to drink. Ampas teh yang merupakan hasil dari ekstraksi biasanya hanya dibuang begitu saja, atau paling tidak digunakan untuk pembuatan pupuk organik. Sebenarnya ampas teh dapat dijadikan alternatif lain  salah satunya yakni dapat digunakan sebagai pembuatan bahan bakar dengan cara dibuat menjadi briket bahan bakar. Proses yang dilakukan seperti pengeringan ampas teh dapat dikeringkan di bawah sinar matahari dan juga dibakar di dalam suatu wadah, kemudian digiling dan disaring dan dicampurkan dengan lem kanji. Campuran kemudian dipadatkan secara manual agar proses dapat diaplikasikan dalam keseharian (rumah tangga). Briket ini dikeringkan bisa dengan cara dijemur atau di dalam oven suhu ±1100C selama 1 jam. Penelitian ini menghasilkan briket dengan kadar air yang rendah sebesar 4,69%, kadar abu terendah sebesar 2,1%, dan nilai kalor yang paling mendekati standar sebesar 3960,69 cal/g.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document