ARSHI Veterinary Letters
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

157
(FIVE YEARS 100)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Institut Pertanian Bogor

2581-2416

2022 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 79-80
Author(s):  
Mokhamad Fakhrul Ulum ◽  
Dairoh Dairoh ◽  
Winni Liani Daulay ◽  
Prastya Idihastuti ◽  
Amin Wahyudiono ◽  
...  
Keyword(s):  

Pengekangan merupakan langkah awal dan utama dalam menentukan keberhasilan untuk pemeriksaan hewan, seperti pada pencitraan ultrasonografi. Tulisan ini mendeskripsikan beberapa metode pengekangan sapi bali untuk pencitraan ultrasonografi di kandang penampungan dan pola sonogram yang didapatkan. Sapi bali jantan dewasa sebanyak 101 ekor dilakukan pendugaan kualitas karkas sebelum dipotong. Pengekangan fisik dilakukan dengan pilihan yaitu: mengikat sapi pada kandang komunal, mengikat sapi kandang dengan pembatas dinding, dan menempatkan sapi pada kandang jepit. Proses pengekangan berlangsung ±5-10 menit atau lebih lama tergantung temperamen sapi. Sedangkan proses pencitraan ultrasonografi berlangsung ±30-60 detik pada sudut pandang transversal dan longitudinal. Citra ultrasonografi punggung daerah rusuk 12-13 tampak ekogenitas lapisan jaringan penyusun berupa kulit, lemak subkutan, otot dan tulang punggung yang terbedakan dengan baik. Pola marbling pada sonogram otot longissimus dorsi sudut pandang transversal terlihat seperti ranting, sarang lebah, bercak-bercak, dan tanpa pola. Sedangkan citra pada sudut pandang longitudinal terlihat garis diagonal dan tanpa garis.


2022 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 63-64
Author(s):  
Yusuf Ridwan ◽  
Arifin Budiman Nugraha ◽  
Hammada Raudlowi
Keyword(s):  
Ex Situ ◽  

Koksidiosis merupakan penyakit yang dapat menyerang berbagai jenis hewan teramasuk kangguru. Informasi koksidiosis pada kangguru dahan kelabu masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi kasus koksidiosis pada kanguru pohon kelabu yang meliputi pengamatan gejala klinis, dan mengidentifikasi jenis koksidia. Hasil observasi pada dua ekor kangguru pohon kelabu menunjukkan penurunan aktivitas, lemah, lesu dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan feses menunjukkan kedua hewan menderita koksidiosis dengan rata rata jumlah ookista tiap gram feses sebesar 450. Hasil identifikasi menunjukkan jenis koksidia yang menginfeksi adalah dari genus Eimeria spp.


2022 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 17-18
Author(s):  
Dite Lumaksono ◽  
Abiruni Haryo ◽  
Muhamad Arfan Lesmana

Pedagang ayam di pasar besar Kota Malang melaporkan ada seekor ayam kampung terlihat berdiam disudut kandang. Keesokan harinya ayam tersebut mati di dalam kandang dan dilakukan nekropsi untuk mengetahui kelainan patologik yang terjadi pada tubuh ayam. Hasil pengamatan dan pemeriksaan yang dilakukan terlihat organ ayam yang mengalami kelainan patologis yaitu trakea, hepar, proventrikulus, dan jantung. Trakea terinfestasi kapang diduga Aspergillus sp sehingga mengalami kelainan infiltrasi sel radang pada trakea. Jantung mengalami kelainan berupa nekrosis koagulatif dan kongesti. Proventrikulus juga mengalami kongesti. Hepar terjadi edema dan kongesti disekitar sel hepatosit. Akumulasi kapang Aspergilus sp. ditemukan pada trakea.


2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 65-66
Author(s):  
Afifah Hasna ◽  
Damar Pramesti Kusumarini ◽  
Fadhilah Amalia Haq ◽  
Arief Purwo Mihardi ◽  
Malni Sovinar ◽  
...  
Keyword(s):  

Konsistensi dan warna feses kucing yang berubah merupakan indikasi adanya gangguan saluran pencernaan. Kajian ini mengevaluasi telur cacing dan gambaran lemak feses pada kucing yang mengalami diare. Kucing domestik sebanyak 5 ekor mengalami gejala klinis berupa anoreksia, letargi, rambut rontok, serta diare dengan skor feses 2/5 dan 3/5. Pemeriksaan feses dengan metode uji apung menunjukkan adanya telur cacing Toxocara sp., Strongyloides sp., dan Trichuris sp. Pemeriksaan lemak dengan pewarnaan Sudan III menunjukkan 2 ekor kucing mengalami steatorrhea. Kucing didiagnosis mengalami kecacingan dengan prognosis fausta. Terapi yang diberikan berupa sediaan antelmintik tablet.


2021 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 45-46
Author(s):  
Adik Putri Fatma Hariono ◽  
Ajeng Erika Prihastuti Haskito ◽  
Reza Yessica ◽  
Ida Bagus Gede Rama Wisesa ◽  
M. Fadli

Scabies merupakan penyakit kulit pada ternak maupun hewan kesayangan yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati pada lapisan korneum kulit. Pemilik mengeluhkan kucing jantan mix-persia bernama Simba keluar rumah selama beberapa hari, kemudian pulang dalam kondisi ada luka diwajah, sering terlihat gelisah dan menggaruk bagian wajah, sedangkan makan dan minum kucing normal. Pemeriksaan fisik tampak rambut kusam, alopesia, terdapat lesi dibagian kepala, terdapat hiperkeratosis dibagian kepala dan telinga bagian luar. Pemeriksaan sitologi dilakukan dengan teknik superfisial skin scraping dan terlihat tungau Notoedres cati. Diagnosa kucing tersebut terkena penyakit scabies/scabiosis. Terapi yang diberikan adalah wormectin® (avermectin) dosis 0,05 ml/kg bobot badan injeksi tunggal. Hari ke 9 pasca-terapi menunjukkan pemulihan berupa keropeng mulai hilang, lesi akibat garukan kucing mulai mengering dan beberapa bagian rambut yang rontok mulai tumbuh kembali.


2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 61-62
Author(s):  
Fadhilah Amaliyah Haq ◽  
Arief Purwo Mihardi ◽  
Afifah Hasna ◽  
Damar Pramesti Kusumarini ◽  
Malni Sovinar

Triaditis is an inflammatory condition involving three specific organs, namely the pancreas, liver, and intestines. The most common clinical signs of triaditis are vomiting, diarrhea, jaundice, and loss of appetite. Therefore, this case study was con-ducted to determine cases of triaditis in cats with these clinical signs. This case study was carried out on five cats with diar-rhea, lethargy, and loss of appetite. The fecal scores of cats with diarrhea were 2 and 3. Based on physical examination, there were two cats with hepatomegaly and three cats with jaundice on their mucosa. Treatments for five cats with diarrhea were antibiotic combination (sulfadiazine-trimetropine 50 mg/kg BW) and combination of antispasmodic, analgesic, and antipyret-ic (dipyrone-lidocaine 5 mg/kg BW).  Treatments for three cats with jaundice were asering fluid therapy and oral medication (ursodeoxycholic acid 8 mg/kg BW). Anthelmintic combination (fenbendazole, praziquantel, and pyrantel pamoate 0.07 g/kg BW) was given as an additional therapy for cats with intestinal worms. The two cats with diarrhea, hepatomegaly and jaun-dice were not survive after about one week of treatment, while the other one can survive until now


2021 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 41-42
Author(s):  
Yulia Erika
Keyword(s):  

Vulnus avulsi merupakan luka yang disertai dengan kerobekan/terlepasnya sebagian jaringan tubuh dan sering mengacu pada trauma permukaan kulit. Tingkat kerusakan kulit dapat mencapai lapisan jaringan subkutan (suprafascial/superficial fascia) hingga jaringan yang lebih dalam meliputi otot, tendon atau tulang (subfascial). Tulisan ini melaporkan kasus luka terbuka di vertebrae regio lumbo-sacral pada kucing domestik. Luka kronis lebih dari satu tahun dan didiagnosa sebagai vulnus avulsi subfascial kronis. Kombinasi pengobatan sistemik telah diberikan selama lebih dari satu tahun on-off dan pengobatan terputus saat kucing bunting hingga melahirkan. Terapi cangkok kulit berhasil dilakukan untuk menghindari kerusakan struktur jaringan kulit yang lebih dalam dan luas. Kucing sudah dapat tidur dengan posisi berbaring normal setelah 2 minggu dan rambut sudah menutupi cangkok kulit setelah 8 minggu.


2021 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 43-44
Author(s):  
Arief Purwo Mihardi ◽  
Malni Sovinar ◽  
Dinda Septina Br Tampubolon

Dysphagia merupakan suatu manifestasi gangguan pada esofagus. Beberapa gangguan pada esofagus yang menunjukkan gejala dysphagia yaitu esophageal stricture. Tulisan ini mengevaluasi kausa gejala esophageal dysphagia pada kucing Tripod. Seekor kucing ras lokal bernama Tripod dibawa ke klinik oleh pemiliknya dengan keluhan adanya kepincangan dan luka pada kaki kanan depan. Tripod menunjukkan gejala muntah setiap kali diberi pakan pascaamputasi. Hasil pemeriksaan fisik tampak adanya massa pada leher Tripod saat diberi pakan. Citra radiografi dengan kontras barium sulfat menunjukkan adanya penyempitan pada bagian esofagus dan anterior lambung. Kucing Tripod didiagnosa mengalami esophageal dysphagia. Terapi yang diberikan tindakan suportif dengan pemberian multivitamin dan pakan yang semi cair.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 37-38
Author(s):  
Rizky Diyu Purnama ◽  
Risa Tiuria ◽  
Huda Salahudin Darusman
Keyword(s):  

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satwa primata yang sering ditangkarkan dan digunakan sebagai hewan coba terutama dalam pengujian vaksin dan obat. Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi dalam upaya penangkaran adalah kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur cacing dan derajat infeksi kecacingan pada monyet ekor panjang. Sampel feses dari 26 monyet ekor panjang diambil dan dianalisa meggunakan metode McMaster dan metode Kato-Katz. Hasil pemeriksaan menunjukkan 4 sampel feses ditemukan telur cacing Trichuris Sp. dan Strongylid dengan kategori derajat infeksi ringan


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 35-36
Author(s):  
Ridi Arif ◽  
Okta Irviana Muminin ◽  
Nenis Rahma Wulandari ◽  
Koekoeh Santoso ◽  
Dhani S. Wibawa

The MLX 90614 sensor is an IR sensor used to measure temperature without contact. This sensor can measure the object's temperature and ambient temperature in the range of -40 oC – 125 oC. These sensors are widely used in areas such as room temperature measurement, machine temperature, ambient temperature, and body temperature. The MLX 90614 sensor is not yet fully usable directly to perform temperature measurements due to the program's simple defaults so that the measurement results are inaccurate. Therefore, optimization is needed to increase the precision value of the body's internal temperature estimation using this sensor. The method carried out in this study used 6 experimental sheep. Temperature checks are performed through a contact thermometer and compared to non-contact checks by MLX 90614 sensors. Results showed the average temperature of the contact thermometer was 39.28±0.09 oC while the MLX sensor yield was 35.78±1.38 oC. The average temperature difference was 3.5±1.48 oC. The results showed that the temperature difference correction factor needs to be included in the script code when running MLX 90614 sensor. The results of temperature checks by the sensor can be sent directly in real time to the ThingSpeak platform so that the results can be stored and accessed in different places easily. The use of MLX 90614 sensor combined with IoT concept using ThingSpeak can facilitate the process of non-contact body temperature check, and also make the data can be accessed dan stored easily.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document