whole effluent toxicity
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

99
(FIVE YEARS 3)

H-INDEX

15
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Liqun Xing ◽  
Lichao Wang ◽  
Liqun Xing ◽  
Jie Sun ◽  
Liye Yang

Metals cause popular attention worldwide due to their non-degradability and universal distribution in the aquatic ecosystem. In this study, the single, binary, and ternary combined toxicity of copper, cadmium, and lead toward survival rate of Daphnia magna were investigated based on different level fixed equivalenteffect concentration ratios. Furthermore, the combined toxicity was predicted by concentration addition and independent action models based on an established concentration-response relationship of a single toxicant and compared with the experimental data. The results indicated both binary and ternary mixture of the three metals had a strongly synergistic effect (EC50mix<1 TU) on the survival of Daphnia magna in all designed mixture ratios, which is meaning that there may be potential risks even when the single toxicant meets the discharged standards just based on chemical analysis. So, it is suggested that biological testing of whole effluents toxicity based on aquatic organisms should be applied in environment and risk management in China.





2020 ◽  
Vol 18 (2) ◽  
pp. 297-304
Author(s):  
Ika Bayu Kartikasari ◽  
M Widyastuti ◽  
Suwarno Hadisusanto

Lindi adalah rembesan yang melalui tumpukan sampah hasil endapan yang berada di bawah landfill yang terakumulasi yang terdiri dari bahan organik dan anorganik. Lindi hasil pengolahan IPL TPA Piyungan masih memiliki potensi pencemaran lindi menjadi permasalahan yang masih memiliki nilai toksisitas yang tinggi. Perlu adanya pengukuran toksisitas untuk mengetahui pengaruh pencemaran lindi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) melakukan analisis efektivitas hasil pengolahan lindi di IPL TPA Piyungan, dan (2) melakukan pengujian toksisitas akut dengan WET (Whole Effluent Toxicity) menggunakan Daphnia sp. pada pengolahan lindi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni melakukan uji laboratorium pada parameter pengolahan lindi yang disesuaikan dengan permen LHK No. 59 tahun 2016 untuk pengukuran efektivitas pengolahan lindi, uji LC50 untuk mengetahui tingkat tokisitas akut pada influen dan efluen pengolahan lindi. proses pengolahan lindi TPA Piyungan terdiri dari Kolam Sedimentasi, Aerasi, dan Desinfeksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Efektivitas pengolahan lindi TPA Piyungan pada parameter berturut-turut TSS 56 %; BOD 82 %; COD 0 %; TN 41,67%; dan Hg 14 %. Hasil efektivitas pengolahan lindi tersebut tidak mempengaruhi peningkatan perbaikan kualitas lindi yang disesuaikan Peraturan Menteri LHK No 59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 masih melebihi baku mutu yang telah ditetapkan kecuali parameter BOD, (2) Toksisitas lindi TPA Piyungan dikategorikan Very High Acute Toxicity pada influen dan High Acute Toxicity efluen IPL Piyungan. Kematian 50% populasi daphnia untuk contoh uji influen IPL Piyungan sebesar 0,482% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 203,33. Contoh uji efluen IPL Piyungan sebesar 2,752% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 36,33.





Author(s):  
Micheal B. Copenhaver ◽  
Douglas J. Fort ◽  
Enos L. Stover ◽  
John K. Delphon ◽  
Thomas W. Gorman




Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document