Perbaikan galur padi gogo dihadapkan pada adanya keragaman sifat fisik dan ekobiologis lahan kering, antara lain lahan kering masam. Alternatif pendekatan optimalisasi budidaya padi gogo di lahan kering masam adalah dengan pemilihan varietas yang adaptif. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh sejumlah galur padi gogo yang memiliki keragaan dan hasil unggul di lahan kering masam, serta bermutu beras baik. Sebanyak 36 galur padi gogo dan empat varietas pembanding diseleksi di Kebun Percobaan Tamanbogo, Lampung pada musim hujan November 2017-Maret 2018. Pendugaan parameter genetik menunjukkan keragaman genetik luas berbanding lurus dengan nilai heritabilitas tinggi. Umur berbunga, umur panen, bobot 1,000 butir gabah dan hasil dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi galur padi gogo di lahan kering masam. Berdasarkan kriteria seleksi tersebut terpilih empat galur, yaitu B15231-MR-10-1, B15053F-PWR-2, B14908C-MR-1-25-1-3 dan B15344B-TB-34. Galur-galur tersebut memiliki hasil gabah yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding terbaik Inpago 8 (3.84 ton ha-1), rata-rata tahan terhadap blas daun (skor 1), sangat tahan terhadap blas leher (skor 0), dan agak toleran Al, . Keempat galur terpilih memiliki bentuk beras sedang dengan pengapuran sedikit sampai sedang (MMS-LMM), kadar amilosa 20-23% dengan tekstur nasi pulen-sedang. Satu galur terpilih, yaitu B15344B-TB-34 teridentifikasi sebagai galur beras merah.
Kata kunci: kekeringan, keracunan aluminium, kriteria seleksi, mutu beras, penyakit blas