television receiver
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

142
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

7
(FIVE YEARS 0)

Author(s):  
YONATAN EDWIN MARPAUNG ◽  
ALOYSIUS ADYA PRAMUDITA ◽  
ERFANSYAH ALI

ABSTRAKRadar pasif adalah salah satu jenis sistem radar bistatic dimana transmitter dan receiver berada di tempat berbeda. Sistem radar pasif dapat memaanfaatkan frekuensi siaran televisi yang tersedia sebagai sumber transmitter. Pada penelitian ini, radar pasif dibuat dengan Sofware Defined Radio (SDR) sebagai sistem komunikasi yang dapat mengkofigurasi penerima televisi digital sdr-dongle RTL2832U yang dimodifikasi dan perangkat lunak GNU Radio. Hasil pengujian delay pada gelombang 1,2,3 untuk objek manusia adalah 0,192, 0,36 dan 0,53 detik, untuk objek sepeda adalah 0,332, 0,5 dan 0,67, untuk objek motor adalah 0,422, 0,69 dan 0,86 detik, untuk objek mobil adalah 0,538, 0,7 dan 0,87 detik sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem radar pasif yang dirancang dapat mendeteksi benda bergerak dimana pegerakan target menyebabkan pergeseran puncak Cross-Correlation.Kata kunci: Radar Pasif, Cross-Correlation, SDR, Frekuensi Televisi, RTL2832U ABSTRACTPassive radar is a type of bistatic radar system where the transmitter and receiver are in different places. Passive radar systems can utilize the available television broadcast frequencies as transmitter sources. In this study, passive radar is made with Software Defined Radio (SDR) as a communication system that can configure a modified RTL2832U sdr-dongle digital television receiver and GNU Radio software. The delay test results on waves 1,2,3 for human objects are 0.192, 0.36 and 0.53 seconds, for bicycle objects are 0.332, 0.5 and 0.67, for motor objects are 0.422, 0.69 and 0.86 seconds, for car objects are 0.538, 0.7 and 0.87 seconds so it can be concluded that the passive radar system is designed to detect moving objects where moving targets causes a shift in the peak of Cross-Correlation.Keywords: Passive Radar, Cross-Correlation, SDR, Television Frequency, RTL2832U



2016 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
Author(s):  
Toni Kusuma Wijaya

Populernya teknologi Broadcast dengan transmisi Digital menggeser  teknologi transmisi analog. Teknologi broadcast digital membutuhkan  bandwidth yang lebih lebar , memiliki fleksibilitas yang tinggi. Siaran televisi digital menyajikan gambar dan suara yang jauh lebih stabil dan resolusi lebih tajam, ini dimungkinkan oleh penggunaan sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang mampu mengatasi efek lintas jamak (multipath), sehingga televisi digital menawarkan kualitas gambar yang sama dengan kualitas DVD (Digital Versatile/Video Disc), dan kualitas suara pun mampu mencapai kualitas CD (Compact Disk). Bagaimana penggunaan frekuensi pada sistem penyiaran digital dapat diefisienkan ? Jawabannya terletak pada penggunaan teknologi OFDM sebagai teknik modulasi. Dengan OFDM, frekuensi dengan lebar bandwidth tertentu dibagi-bagi menjadi sejumlah subcarrier sehingga memungkinkan sejumlah program dapat dikirimkan melalui sebuah frekuensi carrier. Proses siaran televisi digital yang menggunakan standar Digital Video Broadcasting Terestrial 2 (DVB-T2) di Stasiun Transmisi SCTV Batam dimulai dari penerimaan dengan parabola yang diteruskan ke Integrated Receiver Decoder (IRD) yang mana ini adalah dalam satu blok diagram yaitu Television Receiver Only (TVRO). Output dari IRD masuk ke input Multiplexer ( MUX ) dan output Mux menuju sistem DVB T2 itu sendiri dan outputnya langsung diinputkan ke transmitter  untuk dipancarkan.  Dengan TV digital, satu frekuensi dapat digunakan untuk 6-8 siaran yang berbeda. Dengan keunggulan ini, keterbatasan jumlah kanal dalam spektrum frekuensi siaran dapat diatasi dan memungkinkan munculnya stasiun-stasiun televisi baru yang lebih banyak .





Author(s):  
Satoru Furuta ◽  
Keigo Kawashima ◽  
Takahiro Otsuka ◽  
Tadashi Yamaura ◽  
Reiji Otsuka


2011 ◽  
Vol 53 (3) ◽  
pp. 831-841 ◽  
Author(s):  
Jari Holopainen ◽  
Outi Kivekäs ◽  
Janne Ilvonen ◽  
Risto Valkonen ◽  
Clemens Icheln ◽  
...  


2011 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 798-803
Author(s):  
Marco Azpurua ◽  
Eduardo Paez ◽  
Ciro Tremola ◽  
Vanessa Velasquez


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document