PAUD Lectura Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

65
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Lancang Kuning

2598-2524, 2598-2060

2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 49-61
Author(s):  
Nurwahidah ◽  
Sri Maryati ◽  
Wulan Nurlaela ◽  
Cahyana

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepunahan permainan tradisional yang mulai tergantikan dengan adanya beragam permainan game di dalam gadget Khususnya di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya orang tua untuk senantiasa melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus media bermain untuk perkembangan khususnya fisik motorik pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin menumbuhkan dan melestarikan kembali permainan tradisional yang hampir/sudah punah dengan memperkenalkan pada anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipan dari semua kalangan usia dari <20 tahun sampai usia >80 dan 2 orang dari unsur pemerintah yang menangani kebudayaan dan olahraga. Instrumen yang dipergunakan peneliti adalah dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu berupa data yang menyatakan bahwa ada 33 jenis permainan tradisional yang masih dimainkan di Kota Tasikmalaya. Dan ada beberapa rekomendasi permainan tradisional yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di PAUD yang dapat menstimulus perkembangan fisik motorik anak usia dini yaitu permainan pecle, lompat tinggi, sapintrong dan main bola. Kata Kunci: Bermain; Kemampuan Fisik Motorik; Permainan Tradisional



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 62-69
Author(s):  
Dian Pertiwi
Keyword(s):  

Pendidikan anak usia dini merupakan suatu proses tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh, yang menyangkut seluruh aspek fisik dan non fisik, dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, rohani, motorik, akal pikir emosional dan sosial yang tepat dan benar agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini akan membahas tentang Persepsi Orang Tua Terhadap Pentingnya Calistung Untuk Anak Usia 5-6 Tahun. Jenis penelitian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Berdasarkan hasil analisis data survey yaitu angket dan wawancara. tahun sedangkan 40% tidak mengatakan demikian.



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 36-48
Author(s):  
Endah Windiastuti ◽  
Helen Dian Fridayani

Kebijakan e-learning yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia memberikan pembelajaran dengan memudahkan pendidik membuat media dengan waktu terbatas. Media/aplikasi berbasis internet selain memberikan kemudahan bagi guru, juga akan memberikan warna lain dalam proses pembelajaran. Peserta didik tidak akan mudah merasa bosan saat mendengarkan penjelasan/mengerjakan sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan evaluasi penggunaan e-learning di Taman Kanak-kanak di Provinsi Yogyakarta, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang digunakan secara langsung untuk menggambarkan detail narasumber dengan melakukan wawancara mendalam dengan guru di Taman Kanak-kanak di Kabupaten Bantul dan Sleman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan ini sangat baik dan membantu memfasilitasi semua pihak baik guru maupun siswa. Namun di sisi lain, e-learning masih kurang diminati oleh sebagian pendidik. Pendidik beranggapan bahwa penggunaan aplikasi/media berbasis internet sangat membingungkan. Pendidik akan membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mempelajari cara mengoperasikan komputer/laptop sebelum mereka mulai mengembangkan media pembelajaran. Sedangkan pembelajaran berbasis teknologi di beberapa sekolah termasuk dalam program ekstrakurikuler. Program ini tidak diikuti oleh semua siswa dan terbatas pada pilihan, tidak wajib. Oleh karena itu, dampak penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran tidak dapat dirasakan oleh semua siswa. Hanya sedikit siswa yang dapat menggunakan teknologi ini dalam pembelajaran. Kementerian Pendidikan telah menyediakan wadah bagi pendidik untuk mengakses beberapa media pembelajaran berbasis teknologi. Selain Kementerian Pendidikan, pusat pengembangan Taman Kanak-Kanak Provinsi juga telah melaksanakan pendidikan terkait pembelajaran berbasis teknologi di Taman Kanak-Kanak. Namun kurangnya sosialisasi menyebabkan pendidik tidak mendapatkan informasi dan kurang pengetahuan untuk dapat mengaksesnya. The e-learning policy is carried out by the Indonesian government in learning to provide learning by making it easier for educators to create media with limited time. Internet-based media/applications in addition to making it easier for teachers, will also provide other colors in the learning process. Learners will not feel bored easily when listening to explanations/doing something. This study aims to explain the evaluation of the using of e-learning in the kindergartens in Yogyakarta Province, Indonesia. The method that is applied for this study is a qualitative analysis which uses directly to portray the detail interviewees by conducting an in-depth interview with the teachers in kindergartens in Bantul and Sleman districts. The results of this study indicate that this policy is very good and helps facilitate all parties both teachers and students. However, on the other hand, e-learning is apparently still lacking interest by some educators. Educators assume that the use of application/internet-based media is very confusing. Educators will need a considerable amount of time to learn how to operate a computer/laptop before they begin to develop learning media. On the other hand, technology-based learning in several schools is included in the extracurricular program. This program is not attended by all students and is limited to optional, not mandatory. Therefore, that the impact of the use of technology in the learning process cannot be felt by all students. Only a few students are able to use this technology in learning. The Ministry of Education has provided a platform for educators to access some technology-based learning media. In addition to the Ministry of Education, the Provincial Kindergartens development center has also conducted education related to technology-based learning in kindergartens. However, the lack of socialization causes educators not to get information and lack the knowledge to be able to access it.



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 24-35
Author(s):  
Nabila Fahira

Berdasarkan pengamatan di TK Cahaya Pelangi, Bandar Lampung pada bulan Agustus 2019 bahwa dari 17 anak yaitu 16 anak memiliki kemampuan motorik halus kategori rendah dan 1 anak kategori sedang. Hal ini terlihat dalam belum mampunya anak dalam mengambil benda kecil menggunakan jempol dan jari telunjuk, menggunting, melipat, merobek, menekuk jari untuk mengoles lem, merekatkan, melepaskan, menjepit bahan dengan jari, menempel, merangkai/menyusun bahan pada pola gambar atau desain dengan rapi, fokus mengerjakan dari awal hingga akhir, dan menyelesaikan hasil karya dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh kolase terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini dan berapa besar peningkatan anak akibat kolase terhadap kemampuan motorik halusnya. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Methods dengan One group Pretest-Posttest. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi yang ditujukan kepada anak untuk memperkuat data tentang pengaruh kolase terhadap kemampuan motorik halus anak. Dari analisis data diketahui adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak yang dapat dilihat dari observasi pretest yang memperoleh angka rata-rata 17,94% masuk kategori Kurang Mampu (KM) dan posttest yang memperoleh angka rata-rata 38,23% masuk kategori Mampu (M). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh kolase terhadap kemampuan motorik halus anak. Kata Kunci : Kolase, Motorik Halus, Anak Usia Dini



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 17-23
Author(s):  
Usnah

Tujuan penelitian dari implementasi kegiatan menggambar bebas adalah menumbuhkan kemampuan perkembangan seni siswa kelompok B pada Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang terdiri dari 2 siklus dengan melibatkan 15 orang anak. Siklus pada penelitian ini berupa perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelumnya, peneliti melakukan penelitian pratindakan untuk mengetahui kemampuan awal perkembangan seni anak pada aktivitas menggambar bebas. pada riset ini, dipaparkan bahwa perkembangan seni siswa kelompok B sangat meningkat, dengan ini hasilnya dapat dilihat dari nlai akhir penelitian pada siklusI dan siklusII. Diperoleh data pada siklusI terdapat 8 orang anak (53,33% ) dapat menggambar bebas dengan baik, dan 7 orang anak (46,67%) belum bias menggambar bebas dengan baik. Pada siklus II diperoleh data 13 orang anak (86,67%) dapat menggambar bebas dengan baik dan 2 orang anak (13,33%) belum bisa menggambar dengan baik.  



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 8-16
Author(s):  
Aisyah Izza Hamida Akemad Wahyudi ◽  
Choirun Nisak Aulina
Keyword(s):  

Kemampuan mengenal bentuk geometri sangat diperlukan bagi anak usia dini sebagai dasar kemampuan dalam mengenal bentuk - bentuk geometri, mengklasifikasikan bentuk, membedakan ukuran, berpikir rasional dan dapat mengetahui konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media tangram terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4 – 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif pre – eksperimen jenis one – group pretest posstest design. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Sedati dengan teknik random sampling yang berjumlah 25 anak.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan hasil tes yang dilakukan secara observasi kemampuan mengenal bentuk geometri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji T Dependen. Hasil penelitian thitung adalah 22,8 dan ttabel adalah 2,063, sehingga thitung > ttabel. Dengan ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media tangram terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4 – 5 tahun. Dan media tangram termasuk dalam pengaruh kategori tinggi terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4 – 5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Sedati dengan menggunakan rumus N Gain dengan hasil 8,125.



2021 ◽  
Vol 4 (02) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Salwa Habibatullah ◽  
Astuti Darmiyanti ◽  
Dewi Siti Aisyah
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dalam hal potensi bahasa anak usia 5-6 tahun, serta mengetahui keterkaitan antara potensi bahasa anak 5-6 tahun melalui metode bercerita dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam potensi bahasa anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita. Jenis penelitian ini adalah bibliografi, Data yang dikumpulkan dalam studi ini adalah dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library research) Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif.  Maka hasil penelitian bahwa metode bercerita sangat berperan penting dalam potensi bahasa pada anak usia dini, Keterkaitan antara potensi bahasa anak usia dini melalui metode bercerita yaitu dengan metode bercerita anak usia dini dapat melatih daya tangkap anak, dengan adanya interaksi serta komunikasi dengan teman sebaya dan orang dewasa lainnya akan menambah kosa kata anak dalam kemampuan berbahasa pada anak. suasana belajar di kelas akan memepengaruhi anak dalam menangkap cerita,baik bisa menjadi factor pendukung bahkan terkadang tidak kondusif menjadi faktor penghambat.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 123-126
Author(s):  
SYAIFULLAH SYAIFULLAH ◽  
Refika Andriani ◽  
Fadhly Farhi Abbas

The aim of this research is to describe about PAUD teachers’ speaking skill in Tampan district. The method of this research was survey design, there was no treatment and data manipulating on that research variable, independent variable, its only describe the result of PAUD teachers’ speaking skill in teaching English in Tampan district Pekanbaru. This research data was collected by using a test, speaking. Scientifically, the result of PAUD teachers’ speaking skill has been known. Their speaking skill in teaching English was low. It was 33.5 on poor level. The result showed that the teachers should improve their skill in teaching English. Besides, this research result is expected to be as one of references in deciding the method, media, or resources to be applied in teaching English for early childhood students. In conclusion, PAUD teachers in Tampan district seldom use or practice their English whether with their colleague or students.        



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 1-10
Author(s):  
Mochammad Maulana Trianggono

Penelitian tentang stimulasi perkembangan kreativitas mahasiswa melalui proyek pengembangan media ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kreativitas mahasiswa PG PAUD yang distimulus melalui pembelajaran sains berbasis proyek pengembangan media. Perkembangan kreativitas mahasiswa dapat dilihat melalui peningkatan pada tiap aspek kreativitas yang diamati sebelum dan sesudah diberikan suatu bentuk pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan media sains untuk AUD dengan one group pretest-postest design. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa PG PAUD IKIP PGRI Jember sejumlah 92 orang yang menempuh mata kuliah Sains untuk Anak Usia Dini. Perkembangan kreativitas tersebut dianalisis menggunakan ­n-gain­ analysis dan t-test­ untuk mengetahui perbedaan tingkat kreativitas mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis pengembangan media pembelajaran mampu menstimulasi perkembangan kreativitas mahasiswa PG PAUD dengan rata-rata n-gain sebesar 0,7036 dengan kriteria tinggi. Skor n-gain tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran sains untuk AUD berbasis proyek pengembangan media mampu menstimulus perkembangan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PG PAUD.



2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 22-31
Author(s):  
Aim Abdul Karim Aim ◽  
Muqowim

Abstrak Dalam sehari-hari anak tidak akan terlepas dari aktivitas bermain. Dengan bermain maka banyak asfek yang dikembangkan salah satunya perkembangan sosial emosional dalam membangun kesadaran diri, rasa tanggung jawab diri sendiri dan orang lain dan perilaku prososial anak. Taman Kanak-Kanak (TK) Omah Dolanan Yogyakarta adalah sekolah yang menerapkan permainan tradisional jamuran dengan visi berbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional jamuran di TK Omah Dolanan Yogyakarta. Penelitian di lakukan di TK Omah Dolanan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu guru dan anak kelompok A usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukan permainan tradisional jamuran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun dengan langkah-langkah guru mengajak anak-anak berkumpul di lapangan, dalam memulai permainan guru menentukan pemain “jadi”, pemain membuat lingkaran dan bernyanyi lagu jamuran, pemain “jadi”mengajukan pertanyaan atau meminta suatu perintah dan pemain yang kalah menggantikan posisi pemain “jadi”. Penelitian ini menggambarkan implementasi permainan tradisional jamuran dalam meningkatkan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Omah Dolanan Yogyakarta. Kata Kunci: Permainan Tradisional Jamuran, Sosial Emosional, Anak Usia Dini   Abstract In everyday children will not be separated from play activities. By playing so many effects are developed, one of which is social emotional development in building self-awareness, a sense of responsibility for oneself and others, and children's prosocial behavior. Kindergarten (Kindergarten) Omah Dolanan Yogyakarta is a school that implements a traditional game of mushrooms with a cultural vision. This study aims to determine the emotional social development of children aged 5-6 years through the traditional game of mushrooms in kindergarten Omah Dolanan Yogyakarta. The research was conducted at kindergarten Omah Dolanan Yogyakarta in the even semester of the 2020 school year. This study used a qualitative approach with descriptive research type. Data obtained through interviews, observation and documentation. The subjects of the study were teacher and group A children aged 5-6 years. The results showed the traditional game of mushrooms can increase the emotional social development of children aged 5-6 years by the steps the teacher invites children to gather in the field, in starting the teacher's game to determine the player "so", the player makes a circle and sings a mushroom song, the player " so "ask a question or ask for an order and the losing player replaces the" finished "player position. This study illustrates the implementation of traditional game jamuran in improving the emotional social of children aged 5-6 years at the Omah Dolanan Kindergarten in Yogyakarta. Keywords: Traditional Jamuran Game, Emotional Social, Early Childhood



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document