DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

123
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By LPPM Universitas Sari Mulia

2549-4058, 2086-3454

2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 432-439
Author(s):  
Solikin Solikin ◽  
Muhammad Rizki Heriyadi


2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 110-119
Author(s):  
Julianto Julianto ◽  
Izma Daud ◽  
Sari Milyati

Abstrak  Latar Belakang :Access block adalah situasi dimana pasien yang mengalami lama rawat di IGD 6 karena kurangnya akses ke ruang rawat inap dan kepadatan jumlah pasien yang tidak terkendali, dampaknya ditemukan bahwa semakin lama access block  semakin tinggi pula perburukan pasien dalam 24 jam.Tujuan : ini bertujuan untuk mengetahui hubungan access block dengan perburukan kondisi pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin.Metode :Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis data melalui uji spearman rank.Hasil : Hasil uji dipapatkan nilai p hitung 0,000 (0,05) ada hubungan antara access block dengan perburukan kondisi pasien di instalasi gawat darurat RSUD Ulin Banjarmasi.Simpulan: Berdasarka hasil penelitian Ada hubungan antara access block dengan perburukan kondisi pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai P= 0,000 nilai α = 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,588 Kata kunci: Access Block, Perburukan Pasien. Abstract Background :Access block is a situation where patients who experience length of stay in the ED 6 due to lack of access to the inpatient room and uncontrolled density of patients, it is found that the longer the access block the higher the deterioration of patients in 24 hours.Purpose: This study aims to determine the relationship of access block with deteriorating condition of patients in Emergency Installation Ulin Hospital Banjarmasin.Method : The research method uses an analytical design with a cross sectional approach. The number of samples taken is 40 people using the accidental sampling technique. Data analysis through spearman rank test.Result: The test results obtained p value calculated 0,000 (0.05) there is a relationship between the access block and deterioration of the patient's condition at the Ulin Banjarmasin Hospital emergency department.Conclusion: Based on the results of the study, there is a relationship between the access block and the worsening of the patient's condition at the Emergency Department of RSUD Ulin Banjarmasin with a value of P = 0.000 value α = 0.05 with a correlation coefficient value of 0.588. Keywords: Access Block, Patient worsening 







2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 264-271
Author(s):  
Revinovita Revinovita

 Latar belakang : Menurut World Population Data Sheet 2016, Indonesia merupakan negara ke 4 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak. Salah satu program Pemerintah untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yaitu Intrauterine Devices (IUD). Angka efektivitas yang tinggi antara 70% dan 90% setelah 1 tahun penggunaan. Efek samping yang sering timbul karena pemakaian AKDR dengan atau tanpa obat adalah peningkatan volume darah haid per siklus.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan AKDR dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bangko tahun 2020 dengan sampel 59 dari 117 akseptor IUD.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 59 responden yang diteliti, 44 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka panjang, terdapat sebanyak 32 (72,7%) responden yang anemia dan sebanyak 12 (27,3%) responden yang tidak anemia. Sedangkan dari 15 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka pendek terdapat 5 (33,3%) responden yang anemia dan sebanyak 10 (66,7%) responden yang tidak anemia. Hasil analisis uji Chi Square diketahui nilai X2 hitung X2 tabel yaitu 7,397 3,841.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara lama penggunaan IUD dengan kadar Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bangko Tahun 2020. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pengecekan Hb pada awal pemasangan IUD dan pada saat kunjungan ulang akseptor serta memberikan tablet Fe pada akseptor Kb IUD jangka panjangKata kunci : Lama Penggunaan IUD, Kadar Haemoglobin.



2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 147-158
Author(s):  
Lisna Wati ◽  
Rani Widiyanti




2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 272-280
Author(s):  
Ilmiati Ilmiati ◽  
Jamhary Jamhary ◽  
Rianti Indah Lestari


2020 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 362-371
Author(s):  
Winda Ayu Fazraningtyas ◽  
Dini Rahmayani ◽  
Indana Rahmah Fitriani

LATAR BELAKANG Kekerasan terhadap perempuan, terutama kekerasan pada pasangan dan kekerasan seksual adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama dan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi perempuan. Data yang diterbitkan oleh WHO (2018) menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 (35%) perempuan di seluruh dunia telah mengalami kekerasan. Hal ini semakin bertambah selama masa pandemi COVID-19 yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia.  Pembatasan sosial yang dilakukan selama masa pandemi ini berdampak pada perekonomian, membuat ekonomi keluarga terpuruk, dan berimbas pada situasi dan kondisi perempuan. Segala kegiatan yang terpusat di rumah membuat beban domestik yang sangat besar bagi perempuan, mulai dari mengurus rumah hingga memastikan anak-anak mengakses pendidikan dari rumah.TUJUAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian kekerasan pada perempuan yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 .METODE Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan narrative review. Artikel yang digunakan pada studi ini diambil dari Google Scholar dan Pubmed dengan total artikel yang sesuai dengan kriteria adalah 10 artikel. Semua artikel yang digunakan dalam studi ini berasal dari tahun 2020.HASIL Terdapat peningkatan kejadian kekerasan pada perempuan. Dampak kekerasan perempuan dapat mempengaruhi di gangguan reproduksi seperti ketidakteraturan menstruasi, dan gangguan dalam proses kehamilan, dan gangguan mental seperti munculnya kecemasan, takut, letih, dan stress, bahkan tidak jarang berdampak pada gangguan makan dan tidurKESIMPULAN Kekerasan yang terjadi pada perempuan ini semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya pandemi COVID-19 ini berlangsung. Hal ini dikarenakan pembatasan sosial yang diterapkan untuk mengurangi penyebaran dari pandemi ini menyebabkan perempuan dan pasangan harus menetap dalam satu rumah dan tidak dapat menghindarinya. Untuk itu, manajemen emosional sangat diperlukan untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada perempuan ini.  Kata Kunci: pandemi COVID-19, Kekerasan pada Perempuan  Abstract Background: Violence against women, especially violence against partners and sexual violence is a major public health problem and one of a violation of women's human rights. According to WHO (2018) emphasized that around 1 in 3 (35%) women worldwide have experienced violence. Furthermore, this increased during the COVID-19 pandemic which occurred in almost all parts of the world. The social restrictions imposed during the pandemic have an impact on the economy, making the family economy worse, and impacting the situation and condition of women. All activities centered at home create a huge domestic burden for women, from managing the house to making sure children access education from home.Aim: This study aimed to analyze the incidence of violence against women that occurred during the COVID-19 pandemic.Method: This study used a narrative review approach. The articles used in this study were taken from Google Scholar and also Pubmed with a total of 10 articles that fit the criteria. All articles used in this study date from 2020.Result: There is an increase in the incidence of violence against women during the COVID-19 pandemic. The impact of violence on women can affect reproductive disorders such as menstrual irregularities, and disorders in the process of pregnancy, and mental disorders such as the emergence of anxiety, fear, fatigue, and stress, even not infrequently have an impact on eating and sleep disorders.Conclusion: The violence that occurred in these women increased along with the length of the COVID-19 pandemic. This is because the social restrictions that are implemented to reduce the spread of this pandemic cause women and couples to settle in one house and cannot avoid it. Therefore, emotional management is needed to minimize the incidence of violence against women during the COVID-19 pandemic.  Kata Kunci: the COVID-19 pandemic, violence against women



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document