Aspergillus sp. A31 and Curvularia geniculata P1 mitigate mercury toxicity to Oryza sativa L

Author(s):  
Kátia Aparecida de Siqueira ◽  
Jaqueline Alves Senabio ◽  
William Pietro-Souza ◽  
Tiago Antônio de Oliveira Mendes ◽  
Marcos Antônio Soares
2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 44
Author(s):  
Sopialena Sopialena ◽  
Sofian Sofian ◽  
Lusyana Dwi Allita

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur endofit yang terdapat pada tanaman padi serta potensinya sebagai pengendali hama atau entomopatogen. Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat didalam jaringan tanaman yang mengandung senyawa yang dapat memberikan ketahanan pada tanaman inang dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan. Penelitian dilakukan dalam dua kegiatan, yaitu kegiatan lapangan dan kegiatan laboratorium. Kegiatan lapangan yaitu pengambilan sampel tanaman padi yang sehat. Kegiatan di Laboratorium meliputi isolasi, identifikasi dan uji entomopatogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit yang teridentifikasi pada tanaman padi dari dua lokasi penelitian yaitu di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Seberang dan Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara terdapat 4 jenis, yaitu Metarhizium sp., Penicillium sp., Aspergillus sp., dan Trichoderma sp. Sementara itu jenis jamur endofit yang berpotensi sebagai jamur entomopatogen yang memberikan mortalitas tertinggi terhadap ulat hongkong adalah Metarhizium sp. dan Penicillium sp.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 105
Author(s):  
Sopialena Sopialena ◽  
Sopian Sopian ◽  
Lusyana Dwi Allita

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur endofit yang terdapat pada tanaman padi serta potensinya sebagai pengendali hama atau entomopatogen. Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat didalam jaringan tanaman yang mengandung senyawa yang dapat memberikan ketahanan pada tanaman inang dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan.Penelitian dilakukan dalam dua kegiatan, yaitu kegiatan lapangan dan kegiatan laboratorium. Kegiatan lapangan yaitu pengambilan sampel tanaman padi yang sehat. Kegiatan di Laboratorium meliputi isolasi, identifikasi dan uji entomopatogen.Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit yang teridentifikasi pada tanaman padi dari dua lokasi penelitian yaitu di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Seberang dan Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara terdapat 4 jenis, yaitu Metarhizium sp., Penicillium sp., Aspergillus sp., dan Trichoderma sp. Sementara itu jenis jamur endofit yang berpotensi sebagai jamur entomopatogen yang memberikan mortalitas tertinggi terhadap ulat hongkong adalahMetarhizium sp. dan Penicillium sp.


2021 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 102
Author(s):  
Jossimara Ferreira Damascena ◽  
Pedro Luid de Sousa Oliveira ◽  
Ana Claudia Ruschel Mochko ◽  
Kele Sousa Pires Andrade ◽  
Ivaneide De Oliveira Nascimento

O objetivo com este trabalho foi avaliar o efeito da aplicação de diferentes concentrações de extrato de própolis sobre a qualidade sanitária e fisiológica de sementes de arroz e soja. O experimento foi conduzido no Laboratório de Microbiologia e Saúde da Universidade Estadual da Região Tocantina do Maranhão (UEMASUL), no período de Janeiro a Maio de 2019. O delineamento experimental utilizado foi inteiramente casualizado, com seis tratamentos e quatro repetições de lotes de 20 sementes. Os tratamentos testados foram: testemunha (água destilada), concentrações de 2,5%; 5%; 7,5% e 10% de extrato de própolis e o fungicida Maxim (controle positivo). As sementes com as dosagens de própolis foram homogeneizadas em sacos plásticos e secas à temperatura ambiente sob papel absorvente. Na sequência, foram plaqueadas em placas de Petri, contendo três folhas de papel germitest previamente umedecidas e incubadas em BOD com fotoperíodo, à temperatura média de 26±1 ºC durante sete dias. Foram avaliados os parâmetros: incidência fúngica nas sementes tratadas, germinação de sementes, comprimento da raiz e altura da plântula. Todas as concentrações de extrato de própolis apresentaram eficiência na redução de incidência fúngica nas sementes de arroz e soja, sendo identificados os gêneros Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp., Cercospora sp., Phomopsis sp. e Rhizopus sp. A qualidade fisiológica das sementes, quanto aos parâmetros de germinação, comprimento de raiz de plântulas de soja e altura de plântulas de arroz, não foram influenciadas pelas concentrações de extrato de própolis.


1970 ◽  
Vol 5 (3) ◽  
pp. 391-403
Author(s):  
Wiwik Winarti ◽  
Eva Sartini Bayu ◽  
Revandy Iskandar Damanik

Keragaan morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.) pada Kecamatan Munte dan Kecamatan Payung di Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi morfologi dan kandungan antosianin padi beras merah (Oryza sativa L.). Penelitian ini dimulai dari Juni 2017dan selesai pada Januari 2018 di kecamatan Munte dan Kecamatan Payung Kabupaten Karo.Metode survei deskriptif menggunakan panduan International Rice Research Institute (IRRI). Teknik penentuan lokasi secara sengaja dan pengamblan sampel secara kebetulan.Uji kandungan antosianin menggunakan metode analitik dengan menghomogenkan sampel. Hasil eksplorasi didapatkan 72 genotipe yang dibagi menjadi tiga lokasi lahan. Berdasaran uji kandungan antosianin didapatkan lahan A memiliki kandungan tertinggi yaitu 0,5 mg/100 g dan terendah yaitu lahan B 0,08 mg/100 g.


ENTOMON ◽  
2018 ◽  
Vol 43 (4) ◽  
pp. 257-262
Author(s):  
Atanu Seni ◽  
Bhimasen Naik

Experiments were carried out to assess some insecticide modules against major insect pests of rice. Each module consists of a basal application of carbofuran 3G @ 1 kg a.i ha-1 at 20 DAT and Rynaxypyr 20 SC @ 30 g a.i ha-1 at 45 DAT except untreated control. All modules differ with each other only in third treatment which was applied in 65 DAT. The third treatment includes: Imidacloprid 17.8 SL @ 27 g a.i ha-1, Pymetrozine 50 WG @ 150 g a.i ha-1, Triflumezopyrim 106 SC @ 27 g a.i ha-1, Buprofezin 25 SC @ 250 g a.i ha-1; Glamore (Imidacloprid 40+Ethiprole 40% w/w) 80 WG @ 100 g a.i. ha-1, Thiacloprid 24 SC @ 60 g a.i ha-1, Azadirachtin 0.03 EC @ 8 g a.i ha-1, Dinotefuran 20 SG@ 40 g a.i ha-1 and untreated control. All the treated plots recorded significantly lower percent of dead heart, white ear- head caused by stem borer and silver shoot caused by gall midge. Module with Pymetrozine 50 WG @ 150 g a.i ha-1 treated plot recorded significantly higher per cent reduction of plant hoppers (>80% over untreated control) and produced higher grain yield (50.75 qha-1) than the other modules. Among the different treated modules the maximum number of spiders was found in Azadirachtin 0.03 EC @ 8 g a.i ha-1 treated module plot followed by other treatments.


2012 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 13-14
Author(s):  
R. ARULMOZHI R. ARULMOZHI ◽  
◽  
Dr. A. MUTHUSWAMY Dr. A. MUTHUSWAMY

2011 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
Author(s):  
Ahadiyat Yugi Rahayu ◽  
Tri Harjoso

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi abu sekam terhadap kandungan prolin dan silikat daun serta kualitas hasil yaitu protein dan amilosa biji padi gogo dan hubungan korelasi antar keempat komponen tersebut pada kondisi pertanaman 80 persen kapasitas lapang pada skala pot. Penelitian dilakukan di polibag dalam screen house Fakultas Pertanian Unsoed dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan faktor varietas (Situ patenggang, Limboto, Towuti, Batutegi dan Aek sibundong) dan faktor abu sekam (0, 2, 4, 6 t/ha), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu sekam dosis 2−6 t/ha mampu meningkatkan kandungan silikat daun antara 18,49−29,43% dan menurunkan kandungan amilosa biji pada lima varietas sekitar 4,19−6,92%. Pemberian abu sekam dosis 2−6 t/ha mampu meningkatkan kandungan prolin daun antara 27,56−70,63% dan protein biji antara 2,35−16,71%. Antarvarietas menunjukan bahwa kandungan prolin tertinggi dihasilkan oleh varietas Batu tegi 18,58 persen dan protein biji pada varietas Situ patenggang 9,55%. Terdapat korelasi antar karakter fisiologis yaitu antara silikat-prolin (0,62) dan kandungan protein-amilosa biji (-0,78).


2017 ◽  
Author(s):  
Agung Sugiharto ◽  
Dwi Rahmawati ◽  
FNU Prayitno

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan mutu benih di lahan salin yaitu melalui penggunaan metode ratun dengan penambahan bakteri sintetik Synechoccocus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan mutu benih padi ratun yang tercekam salinitas dengan penambahan bakteri sintetik Synechoccocus sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Desember 2015 di Desa Suco, Kecamatan Mumbul Sari Jember dan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah cekaman Salinitas (S) yang terdiri dari 5 taraf, S1 = tanpa cekaman (kontrol), S2 = cekaman salinitas 1000 ppm, S3 = cekaman salinitas 2000 ppm, S4 = cekaman salinitas 3000 ppm, S5 = cekaman salinitas 4000 ppm. Faktor kedua inokulasi bakteri sintetik Synechoccocus sp. (B), yang terdiri dari 2 taraf, B1 = tanpa inokulasi bakteri (kontrol), B2 = Inokulasi sintetik Synechoccocus sp. Data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dan dilanjutkan dengan perhitungan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan perlakuan salinitas 1000 ppm (S2) menghasilkan jumlah anakan ratun produktif tertinggi yaitu 19,33 anakan. Cl- mempunyai fungsi utama dalam reaksi fotosintesis sehingga cekaman salintas pada perlakuan 1000 ppm (S2) dapat ditoleran oleh tanaman padi varietas Ciherang pada fase vegetatif. Pemberian Bakteri (B) Synechococcus sp. mampu menghasilkan tunas ratun tertinggi pada fase vegetatif yaitu 40,10 cm. Interaksi dari dua perlakuan menunjukan hasil yang nyata pada parameter jumlah gabah bernas yaitu cekaman salinitas 4000 ppm dengan inokulasi bakteri (B2S5) menghasilkan gabah bernas yang paling tinggi sebesar 99,06 butir. Inokulasi tanaman dengan Synechococcus sp. mampu meningkatkan kandungan nitrogen dan kandungan klorofil dalam jaringan tanaman. Interaksi antara cekaman salinitas 1000 ppm dengan inokulasi bakteri (B2S2) menghasilkan produksi per Ha yang paling tinggi yaitu 1,389 ton dan potensi produksi per Ha tertinggi yaitu 1.66 ton/ha.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document