Jurnal MD
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

42
(FIVE YEARS 42)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Al-Jami'ah Research Centre

1978-807x

Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 165-180
Author(s):  
Ahmad Nurcholis ◽  
Syaikhu Ihsan Hidayatullah ◽  
Izzatul Laila

The millennial’s interest towards Islamic da’wah is decreased significantly, caused by the da’wah approach and strategy which are still conservative, monotonous, and only delivered on lecturing way. In fact, on the other hand, the millennial generation expects an inspirational, modern, elastic, dynamic, innovative, and entertaining da’wah. This study aims to describe, analyze, and interpret the implications of inspirational da’wah conducted by the Da’wah Management department of IAIN Tulungagung in increasing the young generation's interest in Islamic teachings and da’wah. In principle, inspirational da’wah has been carried out by Suryadharma Ali, the Minister of Religion of the Republic of Indonesia on 2009-2014, who stated that one of the main jobs of UIN and IAIN is to maintain and develop scientific traditions in the field of Islamic studies which are increasingly less desirable by the community because there has been a change in community orientation toward Islamic da’wah. So, the quality of Islamic institutions in Indonesia needs to do the more serious, systematic, and measurable efforts in order to increase the quality of Islamic da’wah, as well as PTKIN graduates must be more competitive. The ideas of this article inspired by the Grand Theory of Medan Da’wah promoted by K.H. Ahmad Muwafiq that the success of the da’wah is influenced by the theological, cultural, and object of the da’wah when the implementation of the Islamic da’wah is delivered. Furthermore, the Islamic da’wah is an inspiration to realize the teachings of Islam in personal and social life in line with the culture of the society in terms of life that aim to uphold amar ma'ruf and nahi munkar. This is qualitative research with a descriptive method of phenomenological analysis. While the results of the study are: First, Inspirational da’wah has implications for increasing trends and millennial generation interest for IAIN Tulungagung students towards Islamic da’wah. Second, the inspirational da’wah referred to in this study is the iain tulungagung hijaber community, inspirational da’wah comedy, electronic da’wah bulletin, da’wah literacy, and online da’wah through the official campus website. Keywords: Inspirational Da’wah, Millenial Generation, IAIN Tulungagung


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 181-204
Author(s):  
Dian Adi Perdana

Ciri khas negara yang berpenduduk muslim salah satunya adalah masjid, yang diperuntukkan bagi manusia uang sedang haus nilai-niai spiritual. Badan Takmirul Masjid hadir untuk menyadi penyambung antara masyarakat dengan media ibadah yakni Masjid, karena masjid perlu dikelola. Pengelolaan yang baik untuk melahirkan dayaguna dalam segala hal dan perlu ditingkatkan dalam aktifitas-aktifitas masjid.  Peneliti mengambil objek penelitian sebuah masjid di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Badan Takmirul Masjid ini terus berjuang membangun dan memaksimalkan peran dan fungsi masjid dengan adanya trust dan integrity dilakukan secara terus menerus karena adanya perkembangan IPTEK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian, kemudian mengolah data untuk disajikan dalam sebuah kesimpulan. Peneliti berupaya menemukan peran dan dampak masjid dalam meningkatkan kesejahteraan umat yang berbasis masjid melalui peningkatan trust dan integrity masyarakat. Penelitian diperlukan untuk dapat memahami kegiatan organisasi masjid yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Peran Badan Takmirul Masjid Al-Ma’arif dalam meningkatkan trust dan integrity pada masyarakat Desa Oluhuta terhadap keberadaan Masjid Al-Ma’arif yakni dengan Badan Takmirul Masjid Al-Ma’arif memaksimalkan kegiatan sholat lima waktu dan sholat jum’at dengan terus mengajak jama’ah untuk sholat di masjid, mengadakan agenda kajian sebulan sekali. Kemudian adapula peran lain dan dampak implementasi trust dan integrity masyarakat terhadap kemakmuran Masjid Al-Ma’arif yakni pertama dari sisi sosial dan budaya ialah mengamalkan budaya nahdliyin, kedua dari sisi pendidikan telah didirikanlah TPQ yang berguna untuk mendidik anak-anak desa Oluhuta dan dampak dari TPQ yakni anak-anak yang belajar dan telah didirikan pula Majelis Ta’lim Al-Maghfirah yang dikhususkan untuk para remaja wanita dan ibu-ibu.Kata Kunci: Manajemen Masjid, Dakwah, Integritas, Kepercayaan


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 141-163
Author(s):  
Ihsan Rahmat ◽  
Ashadi Cahyadi ◽  
Indra Pratama Putra Salmon

This study aims to explain the innovation process and driving factors in the mosque. This is important because innovation is too focused on the economic sector, forgetting religious institutions. Modern mosques continue to display stretching innovation, but previous studies have not been explaining how to the process. 12 innovative programs in Masjid At-Taqwa Anggut owned by Bengkulu City Government have been appointed as cases. We conducted in-depth interviews with 11 mosque officials and 7 days were used for observation. Seeing how the innovation process, we have used keyword discovery techniques and data categorization. We found a relatively similar pattern in every program. The innovation process in At-Taqwa Anggut starts the needs of worshipers, idea generation, Islamic focus discussion, development, and program execution. Requesting perspective to the Mosque Sharia Council (Islamic expert) is an interesting process. It turned out to be a unique finding because the general framework had not yet been published. Three of the driving factors considered to have a strong influence are the mayor's leadership, the love of the mosque, and the spirituality motivation in the motto of fastabikul khairat.Keywords: Innovation, Mosque Management, Religious Institution


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 113-139
Author(s):  
Dony Arung Triantoro ◽  
Eko Saputra ◽  
Tri Wahyuni

Berangkat dari fenomena anak-anak muda yang beragam identitasnya berkumpul dalam salah satu forum kajian dakwah di Yogyakarta, tulisan ini mencoba menelisik tentang bagaimana hibridasi identitas keislaman anak-anak muda itu dikelola dalam gerakan dakwah tertentu. Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terkait permasalahan tersebut, artikel ini mengambil studi kasus pada lembaga Teras Dakwah di Yogyakarta yang secara masif menggelar kajian-kajian dakwah di kalangan anak muda. Data artikel ini diperoleh melalui kerja etnografi berupa observasi partisipan, komunikasi pribadi dan didukung dengan data-data online atau netnografi. Dari data yang diperoleh, artikel ini menunjukkan bahwa konsekuensi dari  hibridasi identitas anak muda Islam pada gilirannya juga mengarah pada pengelolaan dakwah yang hybrid. Teras dakwah, misalnya, mereka mengelola dakwah dengan mengkolaborasikan antara Islam dan budaya populer.Kata Kunci: Hibridtitas, Anak Muda, Dakwah


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 205-225
Author(s):  
Abim Rizqi Rohmawan ◽  
Bagas Dwi Praptowo
Keyword(s):  

Aktivitas usaha bisnis tidak hanya berfokus pada pencapaian peningkatan laba atau profit, karena ada hal yang lebih bernilai dari bisnis, itulah nilai etika dan spiritualitas berupa kejujuran, keadilan, berbagi dengan sesama, dan mempertahankannya. Dalam konteks ini munculah teori manajemen bisnis Islam atau Spiritual Management yang berbeda dengan manajemen bisnis konvensional yang sama sekali tidak berkait dan bahkan lepas dari nilai-nilai ketauhidan dan keimanan yaitu The Celestial Management (TCM). Konsep TCM membawa kemajuan yang sangat pesat di Rumah Makan Preksu, yaitu dengan menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah Rumah Makan Preksu melalui implikasi TCM  menganggap bisnis bukan sekedar mencari material saja akan tetapi merupakan ibadah atau dimaknai dengan bekerja adalah ibadah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis uji keabsahan data dilakukan melalui teknik uji kredibilitas triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian membuktikan bahwa Rumah Makan Preksu pada implikasinya telah menerapkan konsep TCM, namun Rumah Makan Preksu perlu memperhatikan indikator Power Sharing dan Regeneratif lebih lanjut karena hasil penelitian pada indikator tersebut Masih belum mencapai taraf sempurna.Kata Kunci: Bisnis Islam, The Celestial Management, Kuliner Preksu


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 227-245
Author(s):  
Sri Hati Putri

Dakwah idealnya selalu mendukung setiap kebutuhan manusia, sebagai individu dan komunitas yang memiliki ruang psikologis. Sedangkan khatib harus memiliki figur yang bijak tentang bagaimana memahami perbedaan dalam diri masing-masing individu. Setiap individu tidak dapat digeneralisasi karena mereka adalah figur yang selalu berpikir dan bergerak dalam kisaran kebebasan memilih dan tekad. Dakwah Islam bertujuan untuk mempengaruhi sikap batin dan perilaku warga terhadap tatanan pengabdian individu dan sosial. Dakwah dengan pesan-pesan religius dan sosial juga merupakan undangan untuk kesadaran untuk selalu memiliki komitmen istiqomah di jalan yang lurus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, kegiatan sosial, dan pemikiran orang secara individu atau kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yang menggambarkan dan mengumpulkan data yang diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Manajemen Dakwah di Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) melakukan kegiatan dalam kemakmuran masjid. Implementasi Mabit penulis ingin membuktikan bagaimana fungsi manajemen dakwah terkait dengan manajemen kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa di Kota Solok, Sumatera Barat. Aspek manajemen yang terkait dengan fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerak dan pengendalian.Kata Kunci: Manajemen Dakwah, Malam Bina Iman dan Takwa, Kota Solok


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 247-260
Author(s):  
Abdul Asis Ibrahim
Keyword(s):  

Manajemen dakwah adalah proses pencapaian tujuan dakwah secara efektif dan efisien melalui ilmu manajemen. Hal ini disebabkan manajemen dakwah adalah hasil integrasi dua ilmu, yaitu ekonomi (manajemen) dan agama (dakwah), hasil integrasi kedua ilmu ini mengarahkan manajemen dakwah, dalam bidang sosial-ekonomi, untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan hidup manusia secara merata, karena tujuan dakwah, adalah pencapaian kebahagiaan, di dunia ini dan di akhirat. Atas dasar itu, objek kajian manajemen dakwah adalah zakat, selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, zakat memiliki peran penting, dalam perbaikan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan faktor pendukung dan peluang zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, jika dikelola sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, diperlukan perencanaan yang baik, pengorganisasian, dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, artikel ini menekankan resolusi manajemen dakwah sebagai solusi untuk masalah sosial-ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Manajemen Zakat, Sosial-ekonomi, Kesejahteraan Masyarakat


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 13-37
Author(s):  
Siswoyo Aris Munandar ◽  
M. Mursalat
Keyword(s):  

Latar belakang dari studi kasus ini adalah tasawuf selama ini dikenal sebagai dimensi esoterik dalam Islam. Identifikasi tersebut sering menyebabkan tasawuf dianggap dekat dengan hal-hal yang bersifat kebatinan dan askese. Selama ini kaum sufi dipandang sebagai kelompok umat yang lebih menekankan kesalehan individual (personal) daripada kasalehan sosial. Akan tetapi berbeda dengan Tarekat Al-Idrisiyyah justru murid-muridnya harus terjun ke masyarakat dan aktivitas sosial. Ditinjau dari segi rumusah masalahnya dapat ditarik dua pertanyaan bagaimanakah implementasi manajemen pendanaan pendidikan di Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya? Bagaimana evaluasi dan akuntabilitas manajemen pembiayaan Pendidikan di Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya?. Upaya menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan metodologi penelitian lapangan (field research), yakni dengan menggali data-data lapangan dan mengobservasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peranan tarekat terhadap aktivitas sosial dan filantropi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di mana ada sebuah tarekat yang justru mendorong para muridnya untuk terlibat dalam kehidupan bersama dengan masyarakat. Program yang ditawarkan pesantren yang berbasis Tarekat ini, yaitu dakwah, pendidikan, ekonomi, pemuda, dan peran perempuan.Kata Kunci: Tarekat, Manajemen Pemberdayaan Pendidikan, Aktivitas Sosial


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 55-71
Author(s):  
Muhamad Irhamdi

Islam merupakan agama dakwah yang pada prinsipnya selalu memberikan kasih sayang, keselamatan, kedamaian dan kenyamanan bagi siapapun. Siapa saja boleh melakukan aktivitas dakwah untuk menyebarluaskan agama Islam, tapi pada konteks sosio-kultural dan sosio-religius yang ada pada masyarakat Indonesia sebagai objek dakwah, da’i dihadapkan pada satu hal yang sangat penting untuk dikaji terkait dengan keberadaan masyarakat atau mad’u yang sangat beragam. Manajemen dakwah pada konteks mad’u yang sangat beragam menjadi perhatian yang sangat serius bagi seorang da’i karena setiap perbedaan-perbedaan cara pandang dipengaruhi oleh situasi budaya yang ada pada masyarakat. Masyarakat sebagai objek dakwah baik secara indivdu maupun kelompok memiliki pandangan yang beragam baik tentang nilai, aturan-aturan dan cara menentukan definisi dari Islam itu sendiri. Memilih pesan-pesan dakwah untuk disampaikan kepada mad’u agar semua perbedaan-perbedaan yang ada pada masyarakat dapat terakomodir sehingga tidak menyudutkan salah satu dari sekian banyak perbedaan itu. Identifikasi keberadaan mad’u sebelum melakukan akatifitas dakwah adalah sebuah keharusan bagi pelaku dakwah itu sendiri agar dapat menentukan pilihan da’i, metode dakwah, strategi dakwah dan pesan dakwah yang sesuai dengan kondisi sosial dan kondisi sosio-religius masyarakat. Mad’u sebagai salah satu unsur dakwah memiliki keistimewaan yang berbeda di antara unsur-unsur yang lain, karena lahirnya aktivitas dakwah tentu dipengaruhi oleh keberadaan mad’u. Maka penting bagi pelaku dakwah untuk mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan masyarakat dalam penyampaian pesan dakwah.Kata Kunci: Manajemen Dakwah, Keberagaman Mad’u, Pesan Dakwah


Jurnal MD ◽  
2019 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 87-97
Author(s):  
S. Samsudin ◽  
Fatahillah Aziz

Media online pada abad 21 telah menjadi basis dakwah Islam kontemporer, pada masa tersebut penggunaan teknologi komunikasi dan informasi memiliki peran vital dalam memberikan kemudahan menyi’arkan Agama Islam. Aktivitas dakwah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kemajuan dan kemunduran umat Islam. Pada era yang terbuka ini semua gagasan dan ideologi dari berbagai golongan umat Islam yang ada di Indonesia saling berlomba-lomba membangun ekosistemnya di dunia maya, namun dalam konteks teknologi memungkinkan dakwah menjadi ajang rivalitas dalam beradu perspektif atau menjadi sarana kolaborasi agar terwujudnya kepentingan tertentu. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis terkait dakwah pada media online dari berbagai golongan Islam yang ada di Indonesia, apakah mereka saling berkolaborasi atau berkompetisi?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui riset dari berbagai referensi, diawali dengan mengumpulkan data, membaca dan menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara satu website dan website lainnya yang dimiliki oleh suatu kelompok atau organisasi saling mengkampanyekan ideology, gagasan dan lain sebagainnya, terjadi pertarungan gagasan karena masing-masing organisasi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda.Kata Kunci: Abad 21, Dakwah, Kolaborasi, Kompetisi


Export Citation Format

Share Document