Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

60
(FIVE YEARS 12)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mohammad Husni Thamrin

2745-6099, 2088-5687

2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 83-87
Author(s):  
Zuraida Zuraida ◽  
Imas Latifah ◽  
Zipo Indri Atikasari

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mudah menular melalui udara. Angka kejadian di Indonesia pada tahun 2017 adalah 842.000 atau 319 per 100.000 penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan parameter TCM, mikroskopis BTA dan kultur dalam mendiagnosis. Karya tulis ilmiah ini disusun berdasarkan studi literatur dengan hasil analisis pasien TB mencurigakan yang memeriksakan TCM, BTA mikroskopis dan kultur TB dengan 3 jurnal periode 2016 - 2018. Hasil yang diperoleh dari ketiga jurnal tersebut didapatkan bahwa kemampuan TCM lebih baik. dari kemampuan mikroskopis BTA. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sensitivitas yang lebih baik pada metode TCM begitu pula dengan spesifisitas dibandingkan dengan metode mikroskopis BTA. Kata kunci: TCM, Mikroskopis BTA, Kultur



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 52-61
Author(s):  
Prima Nanda Fauziah ◽  
Masdianto Masdianto

Kesehatan reproduksi dan kebersihan daerah kewanitaan (vagina) bagi perempuan sangat penting karena dapat mencegah dari penyakit serta infeksi menular. Di dalam vagina terdapat bakteri Lactobacillus yaitu bakteri flora normal vagina yang baik yang berfungsi untuk mempertahankan keasaman vagina agar bakteri patogen mati dan untuk menjaga keseimbangan flora normal vagina. Terganggunya keseimbangan flora normal pada vagina dapat menyebabkan bakterial vaginosis (BV). Penggunaaan antiseptik komersil justru mengganggu ekosistem di dalam vagina, terutama pH dan dapat menggangu flora normal vagina, sehingga diperlukan antiseptik yang aman bagi mikroflora normal vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri dari ekstrak kelopak bunga rosella terhadap pertumbuhan bakteri patogen penyebab BV (Gardnerella vaginalis) dan pertumbuhan mikroflora normal vagina (Lactobacillus sp.). Penelitian ini menggunakan metode modifikasi koefisien fenol. Data dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum kelopak bunga rosella Hibiscus sabdarifaL. bersifat antibakteri terhadap Gardnerella vaginalis, namun tidak menyebabkan kematian Lactobacillussp. Hasil analisis menunjukkan berbeda nyata karena nilai p0.05. Simpulan, infusum kelopak bunga rosella diduga dapat dijadikan alternatif sabun pembersih kewanitaan yang aman bagi flora normal vagina. Kata kunci        :Antibakteri, Gardnerella vaginalis, Lactobacillussp., rosella



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Fini Ainun Qolbi Wasdili ◽  
Sitti Romlah ◽  
Shintia Novianty

Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Pada lansia terjadi proses menua yang menyebabkan banyak perubahan, Defisiensi vitamin D dapat terjadi pada penderita DM tipe 2 dan mempercepat resistensi insulin. Vitamin D berperan pada imunomodulator yang melindungi terhadap kejadian DM melalui gen Vitamin D Receptor (VDR) yang diekspresikan pada sel penyaji antigen, sel T aktivasi dan sel β pankreas. Jumlah VDR yang ada di dalam tubuh tergantung pada gen VDR yang diekspresikan di dalam sel. Kuantifikasi peningkatan gen VDR pada lansia DM tipe 2 dengan metode Real-Time PCR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif laboratorik. Spesimen terdiri dari darah lansia yang menderita DM tipe 2 dan darah lansia dengan kadar glukosa normal. Ekstraksi DNA dari spesimen darah dengan metode spin kolom kemudian dilakukan amplifikasi menggunakan Real-Time PCR. Hasil Real-Time PCR dianalisis dengan menggunakan perhitungan rasio. Hasil penelitian nilai Ct normal adalah 21, sedangkan pada lansia penderita DM sangat bervariasi dengan nilai Ct paling kecil 15,22 dan nilai Ct paling tinggi 21,61. Disimpulkan terdapat variasi jumlah peningkatan gen VDR pada lansia penderita DM tipe 2.



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 45-51
Author(s):  
Imas Latifah ◽  
Yunia Qonitatin Al Masyani ◽  
Prima Nanda Fauziah

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama kesehatan dunia yang bertanggung jawab terhadap kesehatan yang buruk bagi jutaan orang setiap tahunnya. Pada tahun 2018, jumlah kasus TB Indonesia berada di urutan ketiga terbesar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mikroskopik Mycobacterium tuberculosis (Mtb) pada pasien yang sedang mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT).            Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden atau penderita TB positif yang melakukan pemeriksaan dengan hasil +1 sebanyak 19 orang (63, 3%), sedangkan terendah scanty (1–9) dan negatif (-) tidak ada.  Pasien TB yang telah melakukan pengobatan bulan ke II menunjukan sebagian besar pasien sudah negatif (-) sebanyak 26 pasien (86,7%) sedangkan 4 pasien lainnya masih menunjukan hasil positif. Pasien TB yang telah melakukan pengobatan bulan ke V menunjukan semua pasien sudah negatif (-) sebanyak 30 pasien (100%). Pasien TB yang telah melakukan pengobatan bulan ke VI menunjukan semua pasien sudah negatif (-) sebanyak 30 pasien (100%).             Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebelum melakukan pengobatan dari ke 30 pasien positif TB menjadi negatif setelah melakukan pengobatan  selama enam bulan. Oleh karena itu, diharapkan khususnya kepada pemerintah dan instansi yang terkait untuk lebih memperhatikan tugasnya dalam menunjang kepatuhan minum obat pada penderita TB.  Kata kunci       :Mikroskopis,Mtb, tuberkulosis



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 72-82
Author(s):  
Cahyawati Rahayu ◽  
Melati Yuliantina Anjani

 Sepsis adalah penyakit sistemik yang disebabkan karena adanya mikroba atau toksin ke dalam aliran darah dan menimbulkan respon sistemik. Sepsis masih menjadi penyebab kematian utama pada kasus kritis di berbagai penjuru dunia dan masih menjadi masalah di negara berkembang maupun di negara maju. Belakangan ini dikenal suatu pemeriksaan Procalcitonin (PCT) yang digunakan sebagai penanda spesifik bakterial berat dan dapat membedakan antara sepsis dengan SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome). Penelitian dengan judul Studi Literatur Gambaran Hasil Pemeriksaan Procalcitonin Sebagai Biomarker Pada Pasien Sepsis bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil Procalcitonin pada pasien sepsis berdasarkan usia, jenis kelamin, komorbiditas dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan Procalcitonin.Jenis penelitian yang digunakan adalah telaah dari jurnal 2010-2020 yang terkait dengan judul. Kemudian hasil yang didapat oleh para peneliti dari seluruh jurnal dibahas untuk mengetahui gambaran hasil procalcitonin pada pasien sepsis dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan procalcitonin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 40-70 tahun dan jenis kelamin laki-laki adalah yang paling banyak mengalami sepsis dengan sumber sepsis terbanyak disebabkan oleh penyakit saluran pernafasan seperti pneumonia diikuti dengan penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kesimpulan dari hasil telaah adalah insiden penderita sepsis masih tinggi. Usia dan penyakit yang mendasari sepsis memiliki hubungan dengan hasil pemeriksaan procalcitonin. Kata Kunci      : Sepsis, Procalcitonin, Biomarker



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 62-71
Author(s):  
Atna Permana ◽  
Cut Ervinar Yari ◽  
Alaika Kurnia Aditya
Keyword(s):  

Penyakit Virus Corona tahun 2020 merebak virus baru coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Virus ini ditemukan di Wuhan, China pertama kali dan Lebih dari 30,6 juta kasus Covid 19 dan 950.000 kematian telah dilaporkan ke WHO per 2 Maret 2020.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran D-dimer dan limfosit pada pasien terkonfirmasi Covid-19 di RS Haji Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional (potong lintang). Sebanyak tiga puluh pasien terkonfirmasi Covid-19 yang diambil menggunakan data sekunder berupa rekam medis di Laboratorium RS Haji Jakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada pasien terkonfirmasi Covid-19 terhadap 30 sampel pasien, didapatkan laki-laki sebanyak 17 orang (56,7%) dan perempuan sebanyak 13 orang (43,3%). Berdasarkan hasil pemeriksaan D-dimer didapatkan hasil nilai normal D-dimer sebanyak (40%) sedangkan hasil abnormal D-dimer sebanyak (60%). Berdasarkan hasil pemeriksaan limfosit didapatkan hasil nilai limfosit menurun sebanyak (43,4%), untuk hasil nilai limfosit normal sebanyak (50%), sedangkan nilai limfosit meningkat sebanyak (6,6%). Kata Kunci          : D-dimer, Limfosit, Covid-19



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 98-109
Author(s):  
Heru Purwanto Nugroho ◽  
Lilis Heri Mis Cicih ◽  
Sutanto Priyo Hastono

Secara global Tuberkolusis tergolong sebagai global health emergency. Peningkatan kasus TB dari tahun 2015 – 2018. TB paru merupakan salah satu prioritas utama yang harus ditangani untuk mewujudkan Indonesia Sehat (RPJMN 2020 – 2024). Karakterisitik lingkungan merupakan kunci penentu kemungkinan penularan. Umur, jenis kelamin dan status gizi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit.Menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan karakteristik responden terhadap kejadian TB. Mengetahui variabel yang berhubungan dan yang paling dominan terhadap kejadian TB.Metode : Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ciledug Kota Tangerang.Hasil penelitian pada kelompok kasus dan kontrol menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kelembaban dan IMT. Hasil uji chi-square didapatkan p-value sebesar 0,028 dan 0,000 (0,05). Hasil analisis multivariat didapatkan hasil kelembaban dengan p-value  0,003 dengan OR 8,469 dan IMT dengan nilai  p-value  0,000 dengan OR 14,940. IMT merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian TB. Melakukan kerjasama lintas sektoral antara Puskesmas dengan Kelurahan dalam rangka perbaikan status gizi pada penderita TB. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan terkait untuk melakukan program promosi kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian TB Paru kepada masyarakat. Kata Kunci : TB paru, Status Gizi, IMT, Kelembaban, Kondisi fisik rumah



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 37-44
Author(s):  
Murleni Dorawati ◽  
Iis Herawati ◽  
Prima Nanda Fauziah

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diklasifikasikan menjadi infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Infeksi ini disebabkan oleh masuknya mikroorganisme berupa bakteri yang belum diketahui sebagai penyebab infeksi yang kemudian dapat berkembang menjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif. Adanya bakteri penyebab ISPA diperlukan uji diagnostik menggunakan sputum. Bervariasinya mengenai bakteri yang ditemukan pada sputum, maka digunakan sampel sputum yang merupakan sampel representatif untuk mengetahui penyebab infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spesies bakteri Gram-negatif dari sputum penderita ISPA di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui penelitian kultur sputum yang di tanam pada media MacConkey Agar (MCA), pewarnaan Gram mikroskopis dan uji biokimia metode IMVIC penderita ISPA periode Februari-Maret 2017. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan bakteri Gram negatif dari 15 sampel sputum penderita ISPA terdapat spesies bakteri dengan persentase Klebsiella pneumoniae 13,3 %,Pseudomonas aeruginosa 26,6 %Enterobacter aerogenes 13,3%,danProteus mirabilis 13,3 %. Disarankan penegakkan diagnosis lebih diperhatikan agar lebih akurat mengenai salah satu penyebab infeksi dan para klinisi dapat menentukan terapi antibiontik selanjutnya agar pengobatan pada pasien lebih efektif dan efisien.  Kata kunci       :Infeksi saluran pernapasan akut, sputum, bakteri Gram negatif.



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 88-97
Author(s):  
Sumiati Bedah ◽  
Rika Kartika

Prevalensi Kecacingan di Indonesia masih sangat tinggi 45-65%, infeksi kecacingan dapat menimbulkan gangguan pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terkait dengan infeksi kecacingan disebabkan oleh Nematoda usus yang ditularkan melalui tanah disebut “Soil Transmitted Helminths/STH” pada warga kampung Serdang, Silebu,Kragilan, Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember 2019 berdasarkan data hasil pemeriksaan tinja warga pada penelitian sebelumnya yang dilakukan di laboratorium parasitologi Universitas MH Thamrin. Metode penelitian digunakan observasional analitik menggunakan kuesioner dan observasi. sampel penelitian kegiatan ini yang bersedia menjadi responden adalah 186 warga, metode analisa data menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa angka infeksi kecacingan nematoda usus sebanyak 33% dan perilaku personal hygiene baik 69%. Variabel personal hygiene yang diukur adalah variabel perilaku yang berhubungan dengan infeksi kecacingan yaitu memotong kuku kategori baik 72%, mencuci tangan sebelum makan kategori baik 83%, pengelolaan sampah kategori baik 65%, pengelolaan lantai rumah kategori baik 63%, pengelolaan jamban kategori baik 58%, pengelolaan air bersih kategori baik 58%. PHBS dapat dilakukan ditingkatan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemauan masyarakat agar hidup bersih dan sehat untuk berperan serta aktif mewujudkan derajat kesehatan yang optimal menawarkan solusi terhadap permasalahan bangsa. Kata Kunci :Infeksi Kecacingan, Personal hygiene, PHBS



2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 9-15
Author(s):  
Dwi Davidson Rihibiha ◽  
Ria Nurul Aqmalia

Penyakit infeksi kecacingan  sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di indonesia. Soil-transmitted helminths (STHs) merupakan salah satu golongan cacing yang menyebabkan kecacingan, yang terdiri dari Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Ancylostoma duodenale, dan Necator americanus. Sanitasi sekolah, khususnya Sekolah Dasar, adalah salah satu faktor penyebab infeksi cacing yang paling umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya telur cacing nematoda usus pada feses siswa SDN Cimerang Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Sampel yang digunakan berasal dari feses siswa sebanyak 10 orang. Penelitian ini menggunakan metode bersifat deskriptif. Data diambil dari hasil kuisioner dan sampel feses. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 10 sampel feses negatif. Hasil kuisioner menunjukkan rata-rata siswa memiliki personal hygene dan faktor-faktor  kebiasaan yang baik diantaranya, kebiasaan mencuci tangan memakai sabun sebelum dan setelah makan (86,4 %), kebiasaan mencuci tangan memakai sabun setelah buang air besar (97,7%), kebiasaan mencuci tangan memakai sabun setelah bermain tanah (84,1%), bermain tanah (90,9%), menggunakan alas kaki keluar rumah dan istirahat sekolah (79,5%)  serta memotong kuku sekali dalam seminggu (81,8%). Oleh karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan diri diharapkan  dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengurangi angka infeksi kecacingan anak-anak.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document