partial spawner
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

17
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

3
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 30-37
Author(s):  
Muhammad Luthfi Alif Putera ◽  
Isdrajad Setyobudiandi

Ikan kembung lelaki merupakan ikan ekonomis penting yang banyak dinikmati masyarakat. Tingkat permintaan yang beresiko menurunkan ketersediaan stok dan dapat menggangu kemampuan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) yang dipengaruhi suhu permukaan air laut di daerah penangkapan ikan perairan Selat Sunda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2018. Data primer yang diperoleh dengan menggunakan teknik Penarikan Contoh Acak Berlapis (PCAB). Total ikan yang diambil selama penelitian sebanyak 546 ekor. Nisbah kelamin ikan kembung lelaki senilai 1:0,65 dengan dominansi ikan jantan. Fekunditas ikan kembung lelaki berkisar pada 2314-96924 butir telur dengan rata-rata 24075 butir telur. Puncak pemijahan ikan kembung lelaki pada bulan Juli dan Agustus dengan tipe pemijahan partial spawner. Ikan kembung lelaki jantan mencapai ukuran pertama kali matang gonad (Lm) pada ukuran 193,8 mm dan betina 177,9 mm. Pola kematangan gonad ikan selama per 6 bulan dipengeruhi oleh nilai suhu permukaan laut.



2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 10-15
Author(s):  
Mona Agatha ◽  
Yonvitner ◽  
Rahmat Kurnia

A total of 806 fish samples were collected from the catch of local fishermen. The sex ratio of Pomadasys argyreus was 1:0,90. Four stages of gonadal development were observed in males and females, which dominated by stage I and II (immature). The highest gonadosomatic index (GSI) in males was 1,14 in September, while in females was 1,80 in May. Length at first maturity of Pomadasys argyreus was 140,12 mm for males and 135,01 mm for females. The highest value of condition factor was 1,05 for males and 1,10 for females. This fish spawn partially (partial spawner) and estimated spawns throughout the year with a spawning peak in June.



2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 10-15
Author(s):  
Yeni Savitri Andi Lawi ◽  
Kariyanti ◽  
Astaman Amir ◽  
Firmansyah Bin Abd Jabbar

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reproduksi bulubabi (Tripneustes gratilla) yang hidup pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di perairan Pulau Barrang Lompo, dengan menganalisis aspek reproduksinya antara lain Indeks Kematangan Gonad dan Diameter Telur.  Pengambilan sampel dilakukan mulai akhir juli hingga desember 2017 Jumlah bulubabi yang diperoleh pada ekosistem lamun sebanyak 273 jantan dan 239 betina pada ekosistem berpasir sebanyak 217 jantan dan 160 betina. Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kematangan Gonad dan diameter telur bulubabi (Tripneustes gratilla) pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo. menunjukkan tipe pemijahan bulubabi Tripneustes gratilla termasuk dalam tipe pemijahan sebagian atau partially spawner yaitu mengeluarkan telur matang secara bertahap pada satu kali periode pemijahan atau tipe pemijahan partial spawner.



2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 113
Author(s):  
ACHMAD ZAMRONI ◽  
ADI KUSWOYO

Hasil tangkapan pukat cincin berukuran <10 GT yang mendarat di Bitung didominasi oleh ikan pelagis kecil. Ikan pelagis kecil tersebut didominasi oleh ikan malalugis/layang biru (Decapterus macarellus), ikan selar bentong/tude (Selar crumenophthalmus) dan ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Hal ini menyebabkan eksploitasi tiga spesies tersebut meningkat sehinggi terindikasi stok ikan-ikan tersebut menurun (hasil tangkapan dan laju tangkap tahun 2016 lebih rendah dari tahun 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi biologi kematangan gonad terhadap tiga spesies utama pelagis kecil yang mendarat di PPS Bitung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga spesies ikan pelagis kecil yang diamati sebagian besar dalam kondisi belum matang gonad (TKG 1, TKG 2 dan TKG 3). Ukuran ikan rata-rata tertangkap (Lc) masing-masing adalah pada panjang cagak 24,6 cm, 19,5 cm dan 22, 95 cm. Ukuran pertama kali matang seksual (Lm) masing-masing adalah pada panjang cagak 26,6 cm, 23,1 cm dan 25,5 cm. Tiga spesies ikan yang diamati tersebut mempunyai sifat pemijahan memijah sebagian (partial spawner).



2019 ◽  
Vol 19 (2) ◽  
pp. 217
Author(s):  
Rahmadani Rahmadani ◽  
Mia Setiawati ◽  
Dinar Tri Soelistyowati

Rainbow fish (Iriatherina werneri) is a type of partial spawner fish with the little number of eggs production. The high contain of essential fatty acid  (Linoleic acid 18:2 Ω-6) in corn oil was widely used as a source of fatty acid in the broodstock feed. The aim of this study was to evaluate the additional of LA fatty acid in feed for reproduction performance of rainbow fish. This study used a complete random design consists of three treatments and six replicates with different doses of corn oil LA in feed, Ω-6 0%, Ω-6 1%, and Ω-6 2%. Rainbow fish broodstock as sampel test with body weight 0.10-0.18g for females 0.21 ± 0.001 g, were kept separately in each tanks (size 30 cm x 30 cm x 30 cm) with density 15 fish per tanks. Broodstock were given diet three times daily at 08:00 am, 12:00 am and 17:00 pm by at satiation. The trial feed was administrated for 30 days before conducted the mass spawning for seven days with ratio of the male and female broodstock was 1:3. The results showed that treatment without supplementation of Ω-6 corn oil  performed highest number of eggs 290 ± 125, hatching rate 55,99 ± 14,80%, survival rate 8,43% and the proportion of vitellogenic cell was more dominant, but the best of  larval performance was observed in  tretament of Ω-6 1% of highest larval length 3.00 mm and 100% percentage of normal larvae. It can be concluded that the supplementation of  1 % the Ω-6  fatty acid corn oil in the feed to produce reproductive performance was supported by the results of the histology of the eggs and larvae of the best performance in rainbowfish.



2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Zenty Islamiati ◽  
Zairion Zairion ◽  
Mennofatria Boer

Ikan layur merupakan salah satu ikan ekonomis penting dan telah menjadi komoditas ekspor. Permintaan yang terus meningkat menyebabkan peningkatan upaya penangkapan yang dapat mengancam ketersediaan sumberdaya ikan layur. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek biologi reproduksi ikan layur di Teluk Palabuhanratu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2017. Pengambilan ikan contoh menggunakan metode penarikan contoh acak sederhana. Ukuran ikan layur yang diteliti sebanyak 639 ekor dengan nisbah kelamin antara jantan dan betina sebesar 1:2,20 atau didominasi ikan betina. Potensi reproduksi ikan layur betina tergolong tinggi dengan rata-rata 13 018 butir telur. Musim pemijahan ikan layur diduga terjadi selama periode pengamatan dan puncak pemijahan terindikasi terjadi pada bulan Juni dengan tipe pemijahan partial spawner. Ikan layur jantan mencapai ukuran pertama kali matang gonad (Lm) lebih awal dibandingkan dengan ikan layur betina, yaitu pada ukuran 641,37 mm untuk jantan dan 755,28 mm untuk betina.



2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Tia Azira Sharif ◽  
Yonvitner Yonvitner ◽  
Achmad Fahrudin
Keyword(s):  

Ikan peperek (Gazza minuta) merupakan salah satu ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis. Keberadaan populasi ikan peperek diduga berpengaruh terhadap rantai makanan dalam ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biologi reproduksi ikan peperek di perairan Teluk Palabuhanratu, agar pengelolaan sumberdaya ikan peperek lebih baik dan berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2017. Metode yang digunakan dalam pengambilan ikan contoh adalah penarikan contoh acak sederhana. Jumlah total contoh ikan peperek yang diambil selama penelitian sebanyak 574 ikan jantan dan 471 ikan betina. Rasio kelamin ikan peperek jantan dan betina adalah sebesar 1:0,8205 atau didominasi ikan betina. Fekunditas berkisar antara 4880-13650 butir telur dengan rata rata 7930 butir telur. Diameter telur berkisar antara 0,1-0,814 mm dengan frekuensi tertinggi ada pada selang kelas 0,304-0,355 dan 0,508-0,599 sebanyak 1799 dan 1437 telur, tipe pemijahan terindikasi bersifat partial spawner.



2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 45
Author(s):  
Sapda Putri Sadewi ◽  
Ali Mashar ◽  
Mennofatria Boer
Keyword(s):  

Ikan swanggi (P. tayenus) merupakan ikan demersal yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak ditemukan diperairan Indonesia. Untuk itu perlu kecukupan data dan informasi untuk mewujdukan pengelolaan yang baik dan bertanggungjawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek tingkat kematangan gonad dan potensi rekruitment ikan swanggi sebagai dasar pengelolaan ikan swanggi yang lestari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2017. Jumlah ikan swanggi contoh yang diamati sebanyak 726 ekor. Proporsi rasio kelamin menunjukkan nisbah kelamin ikan swanggi jantan dan betina 1:1. Ukuran pertama kali matang gonad ikan swanggi jantan dan betina masing-masing adalah 271,92 mm dan 245,10 mm. Musim pemijahan ikan swanggi diprediksi pada bulan Agustus-September dengan pola pemijahan partial spawner. Potensi rekruitmen yang diduga dari data fekunditas menunjukkan bahwa rata-rata fekunditas ikan swanggi betina sebanyak 9.692 butir telur per pemihanan. Upaya pengelolaan yang perlu dilakukan adalah merancang pengelolaan dengan mempertimbangkan aspek ukuran matang gonad dan potensi recruit sehingga lebih sustain.



2018 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 69
Author(s):  
Tegoeh Noegroho ◽  
Thomas Hidayat ◽  
Umi Chodriyah ◽  
Mufti P Patria

Penelitian tentang aspek biologi tenggiri di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal upaya pemanfaatannya telah lama dilakukan oleh nelayan. Ikan tenggiri di Teluk Kwandang penangkapannya dilakukan dengan alat tangkap purse seine dan pancing ulur. Data terkait biologi reproduksi ikan tenggiri di perairan Kwandang belum tersedia dengan baik, oleh sebab itu perlu dilakukan kajian yang lebih lengkap. Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang merupakan pelabuhan baru, sehingga informasi terkait perikanan tenggiri pada khususnya sangat bermanfaat dalam pendataan dan rencana pengelolaannya. Penelitian telah dilakukan pada Februari-Desember 2012 di perairan Teluk Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan tujuan mengkaji aspek perikanan meliputi struktur ukuran, panjang bertama kali tertangkap dan biologi reproduksi meliputi: Tingkat Kematangan Gonad, Gonado Somatic Index (GSI), nisbah kelamin, panjang pertama kali matang gonad, diameter dan jumlah telur. Dari penelitian ini diperoleh distribusi ukuran panjang ikan pada kisaran 25-138 cmFL, dengan rata-rata modus 60 cmFL. Panjang pertama kali tertangkap dengan purse seine dan pancing ulur masing-masing 64,7 cmFL dan 71,9 cmFL. Tingkat Kematangan Gonad ikan tenggiri didominasi oleh gonad belum matang 61,2%, dan kondisi matang gonad 38,8%. Puncak Gonado Somatic Index (GSI) terjadi pada bulan Mei, sehingga ikan tenggiri di Teluk Kwandang diduga memijah pada Mei-Juli. Nilai GSI mencapai puncaknya pada panjang ikan 98 cm, dan akan turun pada panjang ikan lebih dari 100 cm. Dari hasil uji chi-square diketahui terdapat perbedaan yang nyata antara jumlah ikan tenggiri jantan dan betina. Panjang pertama kali matang gonad ikan tenggiri adalah 80,4 cm, pada kisaran 79,3-81,6 cm. Jumlah telur ikan tenggiri berkisar antara 417.360-9.476.520 butir pada panjang ikan 65-103 cmFL. Berdasarkan perkembangan diameter telur setiap bulan menunjukkan tipe pemijahan ikan tenggiri adalah asynchronous dengan pola pemijahan partial spawner. Study on biological aspects of spanish mackerel in Indonesia still rarely, whereas the utilization efforts have been done by fishermen. Spanish mackerel in Kwandang Bay are caught with a purse seine and handline. The data related to reproductive biology of mackerel fish in Kwandang waters is not yet available properly, therefore a more complete study needs to be done. Kwandang is a new port, so the information related to Spanish mackerel in particular is very useful in data collection and management plan. The study was conducted in February-December 2012 at Kwandang Bay water, North Gorontalo regency. With the aim of assessing the fishery aspects include the size structure, the length at first captured and reproductive biology aspects such as gonad maturity stage, Gonado Somatic Index (GSI), sex ratio, length at first maturity, number and diameter of oosit. From this research, the fish ditributions between range of 25-138 cmFL, with average mode 60 cmFL. The length at first capture caught with purse seine and handline respectively 64.7 cmFL and 71.9 cmFL. The gonad maturity stage of the catched spanish mackerel was dominated by 61.2% of immature and 38.8% of mature gonad. Gonado Somatic Index (GSI) peak was reached in May, and from this GSI value it is concluded that the Spanish mackerel spawned in May-July. The maximum GSI reached at fish length of 98 cm and decreased at fish length exceeded 100 cm. There was significant difference between the male and female of spanish mackerel. Length at first maturity of the gonad was approximately 80,4 cm, within the size range of 79.3-81.6 cmFL. The number of spanish mackerel oosit ranged between 417.360-9.476.520, with size ranged between 65-103 cmFL. Observed monthly fluctuations of oosit diameter lead to a conclusion that spawning type of spanish mackerel was asynchronous with partial spawner spawning pattern.



2017 ◽  
Vol 17 (1) ◽  
pp. 115
Author(s):  
Nisha Desfi Arianti ◽  
M. F. Rahardjo ◽  
Ahmad Zahid

Scalloped perchlet (Ambassis nalua) is a small, transparent, and abundant species inhabit in Pabean Bay, Indramayu. The present study aims to describes oosit development stages histologically and determine the spawning type of the Scalloped perchlet. Scalloped perchlet obtained from fishermen in Pabean bay, then gonads preserved by using a solution of BNF (Buffer Neutral Formalin). The gonadal histology of oosit made by HE staining method, then observed in microscope ca-mera. The development of the oocytes was classified into four stages i.e initial growth stage (the chromatin of the nucleus and perinuclear), cortical alveoli, vitellogenesis, and ripe. Based on the stages of oocytes, scalloped perchlet categorized as partial spawner. AbstrakIkan seriding (Ambassis nalua) merupakan salah satu jenis ikan di perairan Teluk Pabean, Indramayu yang berukuran kecil, transparan dan tersedia dalam jumlah melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan sel telur secara histologis dan menentukan tipe pemijahan ikan seriding. Ikan seriding didapatkan dari hasil tangkapan nelayan di Teluk Pabean, kemudian gonad contoh diawetkan dengan menggunakan larutan BNF (Buffer Neutral Formalin). Preparat histo-logis sel telur dibuat dengan metode pewarnaan HE, kemudian diamati dibawah mikroskop berkamera. Tahapan perkembangan oosit pada ikan seriding yaitu kromatin nukleus dan perinuklear (tahap pertumbuhan awal), kortikal alveoli, vitelo-genesis, dan pematangan. Tahapan tersebut menunjukkan bahwa ikan seriding merupakan tipe ikan yang memijah secara bertahap.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document