JURNAL PANGAN
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

70
(FIVE YEARS 63)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 1)

Published By Perum Bulog

2527-6239, 0852-0607

JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 217-224
Author(s):  
Alin Liana ◽  
Muh. Yunus

Ketahanan pangan merupakan isu nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Permasalahan ketahanan pangan pada masyarakat kepulauan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi ragam pangan pokok lokal masyarakat di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara sebagai salah satu model diversifikasi pangan masyarakat kepulauan. Teknik pelaksanaan penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi referensi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan 34 ragam pangan pokok lokal berdasarkan penamaan oleh masyarakat setempat. Pangan pokok tersebut meliputi beras, sagu, talas, uwi, ubi jalar, ubi kayu, enau, pisang lokal, dan jagung. Berdasarkan hasil observasi, ke-34 ragam pangan lokal tersebut dikategorikan dalam 13 spesies dari delapan familia tumbuhan.


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 187-198
Author(s):  
Hadi Munarko ◽  
Slamet Budijanto ◽  
Azis Boing Sitanggang ◽  
Feri Kusnandar
Keyword(s):  

Tepung beras pecah kulit berkecambah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung senyawa γ-aminobutyric acid (GABA) dan komponen bioaktif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu perendaman terhadap profil pasting dan komponen bioaktif tepung beras pecah kulit berkecambah. Perkecambahan dilakukan dengan merendam beras pecah kulit selama 120 jam dengan pengambilan sampel setiap 24 jam. Tepung beras pecah kulit berkecambah mengalami penurunan viskositas puncak, breakdown, dan setback seiring dengan lama waktu perendaman. Kandungan GABA mengalami peningkatan dan mencapai nilai tertinggi setelah perendaman 72 jam. Kandungan total fenol, kapasitas antioksidan, dan γ-orizanol mengalami penurunan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Sementara itu, hasil analisis komposisi asam lemak tepung beras pecah kulit berkecambah pada perlakuan perendaman 120 jam menunjukkan adanya dominasi asam lemak tidak jenuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, tepung beras kecambah dengan perendaman 72 jam dapat dipilih sebagai perlakuan terbaik karena memiliki akumulasi GABA paling tinggi.


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 199-216
Author(s):  
Hana Fadhillah Noor

Bawang putih merupakan komoditas penting namun Indonesia masih bergantung pada bawang putih impor. Bawang putih yang berkualitas baik dapat diperoleh dari benih yang baik pula. Pada usahatani benih bawang putih petani memerlukan perlakuan khusus untuk hasil panen yang disimpan sebagai benih bawang putih dan memiliki risiko lebih besar sehingga diperlukan mitigasi risiko yang tepat untuk usahatani benih bawang putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi oleh petani dan menganalisis strategi manajemen risiko yang paling tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi petani. Metode analisis data dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis deskriptif untuk mengetahui mitigasi risiko yang paling tepat. Hasil analisis data berdasarkan nilai RPN tertinggi adalah serangan hama (9a), tanaman tidak subur karena gulma berlebihan (8b), serangan penyakit (9b), tanaman terlalu padat dan tanaman gulma berlebihan (8a) dan iklim serta cuaca yang tidak menentu (2a). Strategi manajemen risiko yang tergolong kritis yaitu pada risiko iklim dan cuaca tidak menentu menggunakan strategi penanggungan atau penahanan risiko (risk retention). Pada risiko tanah terlalu padat dan terlalu banyak gulma, risiko tanah kurang subur karena terlalu banyak gulma, risiko serangan hama dan risiko serangan penyakit digunakan strategi penghindaran risiko (risk avoidance).


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 167-174
Author(s):  
Ilham Martadona

ABSTRAK Padi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup strategis untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasioal. Padi merupakan komoditas unggulan di Kota Padang, dan salah satu wilayah sentra produksinya adalah Kecamatan Kuranji. Sebagai wilayah lumbung pangan (padi) diasumsikan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat (petani) yang terjamin dalam hal pemenuhan pangan. Salah satu indikator ketahanan pangan rumah tangga dicerminkan oleh proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis perkembangan (trend) produksi padi di Kota Padang dan 2) menganalisis pendapatan dan proporsi pengeluaran rumah tangga petani padi. Jenis data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder, dengan jumlah responden sebanyak 30 rumah tangga petani padi dengan teknik pengambilan sampel secara snowball sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis trend menggunakan least square method; pendapatan total; dan proporsi pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukan produksi padi sawah, mengalami penurunan produksi sebesar 7812.00 Ton setiap tahunnya (2015-2019), diperkirakan pada tahun 2020 produksi padi sawah sebesar 35,882.00 Ton. Sedangkan, sumber pendapatan rumah tangga petani padi terbesar berasal dari pendapatan usahatani padi sawah (onfarm). Proporsi pengeluaran rumah tangga petani digunakan untuk pengeluaran pangan yaitu padi-padian, dengan rata-rata total pengeluaran sebesar 60.26 persen.   Kata Kunci : Tanaman Pangan, Rumah Tangga Petani, Ketahanan Pangan   ABSTRACT Rice is one of the food crop commodities which is quite strategic to support the realization of national food security. Rice is a leading commodity in the city of Padang, and one of its production centers is Kuranji District. As a food barn (rice) area, it is assumed that the level of welfare of the community (farmers) is guaranteed in terms of food fulfillment. One indicator of household food security is reflected by the proportion of food expenditure to total expenditure. The objectives of this study were 1) to analyze the development (trend) of rice production in Padang City and 2) to analyze the income and proportion of household expenditures of rice farmers. The type of research data consists of primary and secondary data, with the number of respondents as many as 30 rice farmer households with a snowball sampling technique. The data analysis used includesanalysis trend using the least square method; total revenue; and the proportion of food expenditure. The results showed that lowland rice production decreased by 7812.00 tons every year (2015-2019), it is estimated that in 2020 lowland rice production was 35,882.00 tons. Meanwhile, the largest source of household income for rice farmers comes from rice farming(incomeonfarm). The proportion of household expenditure of farmers is used for food expenditure, namely grains, with an average total expenditure of 60.26 percent Keywords : food crop commodities, farmer households, food security    


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 147-154
Author(s):  
Yahumri Yahumri ◽  
Yartiwi Yartiwi ◽  
Ahmad Damiri ◽  
Rudi Hartono
Keyword(s):  

Teknologi jajar legowo super merupakan integrasi berbagai teknologi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas komoditas padi. Komponen teknologi jarwo super terdiri dari budidaya jajar legowo, pemanfaatan alat mesin pertanian, benih unggul, pemupukan dengan dosis optimal menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah, pemanfaatan dekomposer M-Dec dalam pengelolaan limbah jerami, pemanfaatan pupuk hayati Agrimeth dalam seed treatment dan biopestisida untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman. Tujuan pengkajian untuk membandingkan respons pertumbuhan dan daya hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam yang berbeda melalui pendekatan paket teknologi budidaya jajar legowo super. Pengkajian dilakukan pada bulan Juli–Oktober tahun 2016 di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama Jarak Tanam (j) sebanyak 2 taraf dan faktor kedua penggunaan varietas unggul baru padi sawah (v) sebanyak 4 taraf. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 10 dan Inpari 30 memberikan respons terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan hasil yang ditanam dengan sistem tanam jajar legowo yaitu jarak tanam [(20x10) x40 cm] dengan jumlah anakan produktif masing-masing 17 dan 15 batang/rumpun, dan produktivitas gabah kering panen 7,57 ton/ha dan 7,20 ton/ha.


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 155-166
Author(s):  
Dewi Sahara ◽  
Chanifah Chanifah ◽  
Elly Kurniyati ◽  
Budi Hartoyo
Keyword(s):  

Perluasan tanam padi saat ini di lahan sawah non irigasi dengan varietas unggul baru (VUB) padi gogo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap karakter tanaman, karakter beras dan karakter nasi, serta mengetahui preferensi petani terhadap karakter nasi VUB padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali pada bulan April–Juli 2020 dengan metode survei kepada petani yang menanam padi gogo varietas Rindang 1, Rindang 2, Inpago 10, Inpago 12 dan Ciherang. Data dianalisis secara deskriptif dengan nilai rata-rata, teknik skoring dengan Perceptual Mapping dan nilai persentase. Hasil penelitian menunjukkan petani memiliki persepsi yang baik terhadap karakter tanaman pada varietas Inpago 12 karena mempunyai produktivitas tertinggi (5,81 ton/ha GKG), terhadap karakter beras pada varietas Rindang 1 dan Inpago 12, terhadap karakter nasi pada varietas Rindang 2, Inpago 10 dan Ciherang. Preferensi petani terhadap karakter nasi VUB padi gogo tertinggi diperoleh pada varietas Rindang 2 (96,7 persen) karena memiliki rasa nasi yang lebih manis dan tekstur nasi pulen. Oleh karena itu untuk mengembangkan varietas padi gogo perlu memerhatikan produktivitas tanaman, warna dan ukuran beras serta rasa dan tekstur nasi.


JURNAL PANGAN ◽  
2022 ◽  
Vol 30 (3) ◽  
pp. 175-186
Author(s):  
Merynda Indriyani Syafutri

Karakteristik tepung beras merah dapat diperbaiki dengan melakukan modifikasi. Heat moisture treatment (HMT) merupakan metode modifikasi fisik. Faktor-faktor yang memengaruhi karakteristik tepung termodifikasi HMT adalah suhu, kadar air, dan lama proses. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan kadar air terhadap sifat fisikokimia tepung beras merah termodifikasi HMT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yaitu suhu HMT (100oC, 110oC, 120oC) dan kadar air HMT (20 persen, 25 persen, 30 persen). Parameter yang diamati yaitu sifat fisik (warna, swelling power, kelarutan, pola kristalinitas, dan morfologi granula), serta kimia (kadar air dan kadar amilosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu HMT berpengaruh nyata menurunkan kadar air, tetapi meningkatkan kelarutan dan kadar amilosa. Peningkatan kadar air HMT secara nyata menurunkan nilai lightness, tetapi meningkatkan nilai redness, kadar air, dan amilosa. Tepung beras merah termodifikasi memiliki nilai lightness 72,62–76,27 persen, redness 5,58–6,47, yellowness 9,75-10,61, swelling power 17,41–20,82 persen, dan kelarutan 5,64–10,54 persen. Kadar air tepung beras merah termodifikasi (4,77–10,70 persen) lebih rendah dari tepung beras merah alami (11,17 persen), sedangkan kadar amilosa tepung beras merah termodifikasi (26,04–31,99 persen) lebih tinggi dari tepung beras merah alami (11,27 persen). HMT tidak mengubah kristalinitas (tipe A) dan bentuk granula pati, tetapi menyebabkan sedikit perubahan pada bagian permukaan granula pati.  


JURNAL PANGAN ◽  
2021 ◽  
Vol 30 (1) ◽  
pp. 65-74
Author(s):  
Risna Dwi Maryuningsih ◽  
Budi Nurtama ◽  
Nur Wulandari
Keyword(s):  

Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan kondisi gangguan kesehatan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan vitamin A di dalam tubuh. KVA merupakan defisiensi mikronutien yang paling banyak terjadi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Asupan vitamin A yang tidak tercukupi dapat meningkatkan prevalensi terjadinya berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang berbagai fungsi dari organ tubuh. Pemenuhan vitamin A melalui asupan pangan hewani sulit terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga diperlukan strategi pemenuhan vitamin A melalui pangan nabati yang dapat dijadikan sebagai sumber provitamin A. Minyak sawit merah merupakan produk hasil pemurnian minyak sawit dengan tetap mempertahankan kandungan karotenoidnya yang berperan penting sebagai sumber provitamin A alami. Pemanfaatan minyak sawit merah dalam pangan khususnya sebagai bahan fortifikan pangan dapat meningkatkan status vitamin A dan berperan dalam menanggulangi permasalahan kekurangan vitamin A. Artikel ini membahas permasalahan kekurangan vitamin A di Indonesia dan strategi penanggulangannya, potensi minyak sawit merah sebagai sumber provitamin A alami, serta strategi pemanfaatan minyak sawit merah sebagai fortifikan pangan dan suplemen kesehatan.


JURNAL PANGAN ◽  
2021 ◽  
Vol 29 (3) ◽  
pp. 211-220
Author(s):  
Chanifah Chanifah ◽  
Dewi Sahara ◽  
Joko Triastono

ABSTRAK Kedelai domestik lebih aman dikonsumsi dibandingkan kedelai transgenik, serta memiliki kadar protein lebih tinggi dibanding kedelai impor. Pengembangan kedelai domestik masih prospektif, namun daya saing kedelai domestik terhadap kedelai impor semakin berat akibat melimpahnya kedelai impor. Kebijakan pemerintah berupa input-output diharapkan mampu melindungi kedelai domestik agar mampu berdaya saing. Penelitian ini untuk menganalisis daya saing kedelai domestik serta tingkat proteksi kebijakan pemerintah terhadap kedelai domestik di Kabupaten Grobogan. Penelitian dilaksanakan di sentra produksi kedelai, yaitu Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Data penelitian diperoleh melalui survei terhadap 30 petani kedelai pada bulan April 2019. Data primer adalah data usahatani kedelai yang ditanam pada awal musim hujan tahun 2017/2018. Data dianalisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani kedelai domestik di Kabupaten Grobogan terbukti memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dengan nilai PCR 0,88 dan DRCR 0,92. Kebijakan pemerintah terhadap output, input dan output-input pada usahatani kedelai domestik bersifat memproteksi kedelai domestik dan menguntungkan petani sehingga petani memperoleh surplus lebih tinggi. Kebijakan pemerintah berupa subsidi diharapkan dapat meningkatkan daya saing kedelai domestik menjadi lebih kuat. kata kunci: Daya Saing, Kedelai, PAM Analisis. ABSTRACT Domestic soybeans are safer to consume than transgenic soybeans and have higher protein content than imported soybeans. Domestic soybean development is still prospective, but domestic soybeans' competitiveness is getting more massive due to the abundance of imported soybeans. Government policy in the form of input-output is expected to protect domestic soybeans from being competitive. This research analyzes the competitiveness and level of protection of government policies on domestic soybeans in Grobogan Regency. The research was conducted in soybean production centers, which is Panunggalan Village, Pulokulon District, Grobogan Regency. The research data was obtained through a survey of 30 soybean farmers in April 2019. Primary data is data on soybean farming planted at the beginning of the 2017/2018 rainy season. Data analyzed using the Policy Analysis Matrix (PAM). The results indicate that domestic soybean farming in Grobogan Regency is proven to have comparative and competitive advantages with PCR values 0.88 and DRCR 0.92. Government policy on output, input, and output-input of domestic soybean farming protects domestic soybeans and benefits farmers to get a higher surplus. Government policy in the form of subsidies is expected to strengthen the competitiveness of domestic soybeans. keywords: competitiveness, soybean, PAM analysis.


JURNAL PANGAN ◽  
2021 ◽  
Vol 30 (1) ◽  
pp. 13-22
Author(s):  
Budi Suarti ◽  
Sukarno Sukarno ◽  
Ardiansyah Ardiansyah ◽  
Slamet Budijanto

Beras pecah kulit kaya dengan kandungan gzi dan komponen bioaktif  yang bermanfaat terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan karakterisasi sifat fisikokimia, fungsional, dan aktivitas penghambatan α-glukosidase beras pecah kulit non pigmen (Mentik wangi susu), dan pigmen (Cempo merah dan Jowo melik). Beras pecah kulit yang digunakan mentik wangi susu, cempo merah dan jowo melik, analisis yang dilakukan yaitu warna, proksimat, amilosa, total fenol, antosianin, antioksidan,  dan inhibisi α-glukosidase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan total senyawa fenolik dan antosianin, lebih tinggi pada beras pecah kulit berpigmen daripada beras non pigmen dengan hasil tertinggi pada varietas Jowo melik. Aktivitas antioksidan varietas Cempo merah lebih tinggi dibandingkan varietas Jowo melik, dan Mentik wangi susu. Parameter nilai inhibisi α-glukosidase (IC50), varietas Cempo merah memiliki aktivitas inhibitor  α-glucosidase yang lebih tinggi daripada varietas Jowo melik, dan Mentik wangi susu dengan nilai masing-masing yaitu 231,66 ppm, 1175,89 ppm, dan 46314 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa beras merah varietas Cempo merah berpotensi untuk dijadikan pertimbangan dalam pengembangan produk pangan bagi penderita diabetes.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document