scholarly journals SURVEI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP POPULASI TUNGAU DEBU RUMAH DI SEKITAR RUMAH PENDUDUK KELURAHAN MALALAYANG SATU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

2015 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
Author(s):  
Mikhael Abraham ◽  
Victor Pijoh ◽  
John Runtuwene

Abstract: Dust contains a variety of air-borne particles that spread in the air. The house dust contains house dust mites which are found most in the furniture of the house. House dust mites can be a serious problem for human health. The temperature and moisture of Manado is suitable for the breeding of house dust mites. This study aimed to determine the behavior of the public towards the house dust mites population around the residential houses in subdistrict Malalayang Satu district Malalayang Manado. This was a descriptive study with using questionnaire. Samples were 100 people obtained by simple random sampling method. This study was conducted in November – December 2012. The results showed that the average level of knowledge of the population was in good category with a score of 4.77 points (maximum 8 points). Respondents’ attitude is categorized as good with the average score of 20,01 points (maximum 21 points). Respondent’s action is categorized as good with average score of 7.04 points (maximum 10 points). Conclusion: Knowledge, attitude, and action of people in subdistrict Malalayang Satu Malalayang Manado belonged to good category.Keywords: house dust mite, behaviourAbstrak: Debu merupakan gabungan dari bermacam-macam partikel yang menyebar di udara. Di dalam debu rumah terdapat tungau debu rumah (TDR) yang banyak ditemukan pada perabot-perabot rumah. TDR dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan manusia. Suhu dan kelembaban kota Manado cukup ideal bagi perkembangbiakan TDR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap populasi TDR di sekitar rumah penduduk kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diambil berdasarkan simple random sampling. Penelitian dilakukan di kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado pada bulan November – Desember 2012. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan penduduk masuk dalam kategori baik dengan skor 4,77 poin (maksimal 8 poin). Sikap responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 20,01 poin (maksimal 21 poin). Tindakan responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 7,04 poin (maksimal 10 poin). Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang kota Manado termasuk kategori baik.Kata kunci: tungau debu rumah, perilaku

2013 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Regina F. R. De Breving

Abstract: In house dust are a lot of house dust mites that found in damp houses, cotton mattress, pillows, bolsters, and other home furnishings. Sources of dust containing house dust mites are most in the bedroom  especially cotton mattress. Data from distric health centers Paal 2 found that there are many people who suffer from asthma and allergic diseases, coupled with the humid air in Manado City to allow the development of house dust mites in the area. The purpose of this research is to determine the species and density of house dust mites in urban Perkamil Paal 2 districts Manado city. This research method is descriptive survey to obtain data on the species and density of house dust mites by simple random sampling method. The results found 5 species of house dust mites are Dermatophagoides spp, Acarus spp, Glycyphagus destructor, Tarsonemus spp and Cheyletus spp in bedrooms and living room. House dust mite densities obtained an average of 2,33 in bedroom and 2,07 in living room. The conclusion is house dust mite Dermatophagoides spp most commonly found in bedrooms and living room. Keywords: species, density, house dust mite   Abstrak: Dalam debu rumah terdapat banyak tungau debu rumah yang ditemukan pada rumah yang lembab, kasur kapuk, bantal, guling serta perabot rumah yang lain. Sumber debu yang mengandung tungau debu rumah terbanyak adalah debu kamar tidur terutama debu di kasur kapuk. Dari data Puskesmas Kecamatan Paal 2 didapatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menderita asma dan penyakit alergi, ditambah lagi dengan udara Kota Manado yang lembab sehingga memungkinkan terjadinya perkembangan tungau debu rumah di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kepadatan tungau debu rumah di Kelurahan Perkamil Kecamatan Paal 2 Kota Manado. Metode penelitian ini secara survei deskriptif untuk mendapatkan data tentang jenis dan kepadatan tungau debu rumah dengan metode simple random sampling. Hasil yang didapat ditemukan 5 jenis tungau debu rumah yaitu Dermatophagoides spp, Acarus spp, Glycyphagus destructor, Tarsonemus spp dan Cheyletus spp di ruang tidur dan ruang tamu. Kepadatan tungau debu rumah didapatkan rata-rata 2,33 di ruang tidur dan 2,07 di ruang tamu. Kesimpulan yang diambil yaitu tungau debu rumah Dermatophagoides spp paling banyak ditemukan di ruang tidur maupun ruang tamu. Kata kunci: jenis, kepadatan, tungau debu rumah


2013 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Friska M. Kokali

Abstract: Dust compossed of destrimen particles from hair, dirt, animal dander, food scraps, pollen, squama, bacteria, fungi and small insects. House dust mites which commonly found on carpet, mattress, pillow and other house furniture with moise enviroment. The goal of this research was to find out the density of  house dust mites and to know the species of  house dust mites in Ranotana Weru. Methods: The study is descriptif survey with cross sectional study design for two month’s which in November-December 2012. The sample which in collected from the house will be selected by the simple random sampling technic. The size of the sample will be determine using of the Snecdor Cochcran. Results: The results there is 5 species of house dust mites which is Dermatophagoides spp, Glycyphagus destructor, Acarus spp, Cheyletus spp, Tarsonemus spp. The density of the house dust mites in Ranotana Weru  is low. Conclusion: There are five  species of house dust mites are found in Ranotana Weru. The density of the house dust mites in Ranotana Weru  is low. The most common found in Ranotana Weru is the Acarus spp in the bedroom and the living room, but mostly ini the living room. Keywords: Species, density, house dust mite.    Abstrak: Debu terdiri atas partikel destrimen yang berasal dari rambut, daki, bulu binatang, sisa makanan, serbuk sari, skuama, bakteri, jamur dann serangga kecil. Di dalam debu rumah terdapat tungau debu rumah ( TDR ) yang banyak ditemukan pada rumah yang lembab, kasur, bantal, guling, karpet serta berbagai perabot rumah yang lain. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan TDR dan jenis TDR yang ditemukan dikelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode: Penelitian menggunakan metode survey deskriptif dilakukan secara potong lintang (cross sectional) selama 2 bulan yakni bulan November - Desember 2012 di Kelurahan Ranotana Weru. Sampel penelitian yakni debu yang dikumpulkan dari kasur, sofa, lantai  ruangan-ruangan serta perabotan yang ada pada rumah penduduk dipilih oleh peneliti menggunakan teknik Simple random sampling. Besar sampel ditentukan dengan menggunakan  rumus Snecdor Cochran. Hasil: Penelitian ini ditemukan 5 spesies tungau debu rumah yakni Dermatophagoides spp, Glycyphagus destructor, Acarus spp, Cheyletus spp, Tarsonemus spp. Kepadatan tungau debu di kelurahan Ranotana Weru rendah. Simpulan: Ada lima jenis tungau debu rumah yang ditemukan di kelurahan Ranotana Weru, tungau debu rumah Acarus spp paling banyak ditemukan di ruang tidur maupun di ruang keluarga, tungau debu rumah jenis Acarus spp lebih dominan ditemukan pada ruang keluarga dibanding ruang tidur, kepadatan tungau debu rumah di Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea cukup rendah. Kata Kunci: Jenis, Kepadatan, Tungau debu.


2017 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
Author(s):  
Yohanes A. Hohakay ◽  
Greta J. P. Wahongan ◽  
Janno B. B. Bernadus

Abstract: House dust mites in house dust have cosmopolitan distribution. House mites live from eating the remaining cask of human skin scale and grow in a humid environment. Mites are commonly found in beds, carpets, and clothes. This study was aimed to obtain the types and density of dust mites in Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang Manado. This was a descriptive study with a cross sectional study conducted from October to January 2015. Samples of dust were collected from bed, bedroom floor, and sofa in residential houses by using technique simple random sampling. The results showed that there were 5 dust mite samples from Pyroglyphidae, Glycyphagidae, Acaridae, Cheyletidae, and Chortoglyphidae families. Density of house dust mites was 199 mites/13.46 g of dust. The most dominant type of dust mites was the Glycyphagidae family and the highest percentage of its population was in the bedroom floor meanwhile the most dominant population in bed was the Pyroglyphidae family. Conclusion: There were 5 dust mite families- Pyroglyphidae, Glycyphagidae, Acaridae, Cheyletidae, and Chortoglyphidae with the density of 199 mites/13.46 g of dust. The most frequently found mites was the Glycyphagidae family.Keywords: dust mites, types, densityAbstrak: Tungau debu rumah (TDR) terdapat dalam debu rumah dan berdistribusi kosmopolit. Tungau debu hidup dengan memakan sisa skuama kulit manusia dan bertumbuh dalam lingkungan yang lembab. Tungau biasanya ditemukan di tempat tidur, karpet, dan pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan TDR yang ditemukan di Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan selama bulan Oktober sampai Januari 2015. Sampel penelitian yaitu sampel debu yang dikumpulkan dari tempat tidur, lantai kamar tidur, dan sofa yang ada di perumahan penduduk dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian mendapatkan 5 jenis TDR dari famili Pyroglyphidae, Glycyphagidae, Acaridae, Cheyletidae, dan Chortoglyphidae. Kepadatan TDR yaitu 199 tungau/13,46 gr debu. Jenis tungau debu yang paling dominan yaitu dari famili Glycyphagidae dengan populasi tertinggi pada lantai kamar tidur sedangkan populasi paling dominan pada tempat tidur yaitu famili Pyroglyphidae. Simpulan: Di Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang Kota Manado terdapat 5 jenis TDR dari famili Pyroglyphidae, Glycyphagidae, Acaridae, Cheyletidae, dan Chortoglyphidae dengan kepadatan TDR yaitu 199 tungau/13,46 gr debu. Jenis TDR yang paling sering ditemukan ialah famili GlycyphagidaeKata kunci: tungau debu rumah, jenis, kepadatan


2015 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
Author(s):  
Kadek A.W. Widiastawan ◽  
Greta J. P. Wahongan ◽  
Janno B. B. Bernadus

Abstract: Mites have an important role as a source of allergens in allergic diseases such as asthma, rhinitis, and other atopic diseases. House dust mites (HDMs) are found mainly in the bed, carpet, and floor. HDMs have an important role as the source of house dust allergens. It is important to identify the types of HDMs in an area to determine the nature of HDM allergens. This study aimed to determine the types and density of HDMs in the Malalayang Dua Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples of dust were collected from houses at Malalayang Dua by simple random sampling method. Of 96 samples of house dust, there were 82 positive mite and 14 negative mite samples. A total of 216 mites were obtained in samples of HDMs. The most abundant was Pyroglyphidae family (107 mites), followed by Glycyphagidae (51 mites) dan Cheyletidae (6 mites) families. The densities of HDMs were di 36.92 mites/g dust on beds, 15.94 mites/g dust on the sofas, and 11.41 mites/g dust on the bedroom floors with an average 21.42 mites/g dust. Conclusion: In Malalayang Dua, there were 3 types of house dust mites as follows: Pyroglyphidae (the most), Glycyphagidae, and Cheyletidae families. The highest density of house dust mites was in the dust on beds meanwhile the lowest one was in the dust on bedroom floors.Keywords: types, density, house dust mitesAbstrak: Tungau memiliki peranan sebagai sumber alergen penting pada penyakit alergi seperti asma, rinitis, dan penyakit atopik lainnya. Tungau debu rumah (TDR) ditemukan terutama di tempat tidur, karpet, dan lantai dan berperan sebagai sumber alergen debu rumah. Identifikasi jenis TDR di suatu wilayah diperlukan untuk mengetahui sifat alergen TDR di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan TDR di Kelurahan Malalayang Dua Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berupa debu dikumpulkan dari rumah-rumah penduduk dengan menggunakan metode simple random sampling. Dari 96 sampel debu rumah pada penelitian ini didapatkan 82 sampel positif tungau dan 14 negatif. Sebanyak 216 tungau didapatkan dari sampel debu rumah dengan jenis tungau terbanyak berasal dari famili Pyroglyphidae (107 tungau), diikuti famili Glycyphagidae (51 tungau) dan famili Cheyletidae (6 tungau). Kepadatan TDR di tempat tidur 36,92 tungau/g debu, di sofa 15,94 tungau/g debu, dan di lantai kamar tidur 11,41 tungau/g debu dengan rerata 21,42 tungau/g debu. Simpulan: Dari hasil penelitian di Kelurahan Malalayang Dua didapatkan 3 jenis tungau yaitu famili Pyroglyphidae (terbanyak), famili Glycyphagidae dan famili Cheyletidae. Tingkat kepadatan TDR tertinggi pada sampel debu tempat tidur dan terendah di lantai kamar tidur.Kata kunci: jenis, kepadatan, tungau debu rumah


2013 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Monalisa Rambing

Abstract: House dust mite are insects that can cause allergies in susceptible people. Population of dust mites in the home depends on factors such as the level of the sea, an area with a longer summer than rainy season, a variety of animals in the house, the house is dirty and a lot of dust, as well as the temperature and humidity of the area. Manado city has several of the factors. Purpose of the study is to investigate the people’s behavior of the population of house dust mites in Perkamil village sub-district of Paal 2 Manado city. Result obtained was 34,86% which shows that people’s knowledge about house dust mites are still lacking. The result of attitude is 97,09% indicated public attitudes towards the prevention and eradication of house dust mite is good. And result of the public action showed 75,96% of the community action efforts to prevent and eradicate house dust mites is enough. Necessary education from health care workers about house dust mites and allergic diseases, prevention and eradication, so that the knowledge that still low will be better and the action that will be good enough. Keywords : Behavior, Peoples, House Dust Mites   Abstrak: Tungau debu rumah (TDR) adalah serangga yang dapat menyebabkan alergi pada orang yang rentan. Populasi tungau debu di dalam rumah bergantung pada faktor – faktor, seperti  tinggi rendahnya rumah dari permukaan laut, daerah dengan musim panas yang lebih panjang dari musim hujan, adanya berbagai macam binatang di dalam rumah, rumah yang kotor dan banyak debu, serta suhu dan kelembaban daerah tersebut. Kota Manado memiliki beberapa faktor tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap populasi tungau debu rumah di Kelurahan Perkamil Kecamatan Paal 2 Kota Manado. Hasil yang didapatkan adalah 34,86% menunjukkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Perkamil mengenai Tungau Debu Rumah masih kurang. Untuk sikap didapatkan hasil 97,09% menunjukkan sikap masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan Tungau Debu Rumah sudah baik. Dan untuk tindakan masyarakat didapatkan hasil 75,96% menunjukkan tindakan masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan Tungau Debu Rumah sudah cukup. Perlu dilakukan penyuluhan dari petugas kesehatan tentang Tungau Debu Rumah dan penyakit Alergi, cara pencegahan dan pemberantasan, agar pengetahuan masih rendah akan menjadi lebih baik lagi dan tindakan masyarakat yang sudah cukup akan menjadi baik. Kata Kunci : Perilaku, Masyarakat, Tungau Debu Rumah


2019 ◽  
Vol 19 (2) ◽  
Author(s):  
Denaneer Rahmadatu ◽  
Erma Sulistyaningsih ◽  
Dini Agustina

Abstrak. Asma merupakan gangguan inflamasi kronik saluran napas yang bersifat hiperesponsif yang ditandai adanya gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk, terutama pada malam hari atau dini hari. Sekitar 50-80% asma disebabkan oleh tungau debu rumah (TDR), khususnya Dermatophagoides pteronyssinus dan Dermatophagoides farinae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepadatan Dermatophagoides spp. pada debu rumah dengan frekuensi serangan asma pada penderita asma di RS Paru Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini yaitu 30 penderita asma di RS Paru Jember yang diambil menggunakan teknik simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Peneliti melakukan interview mengenai frekuensi serangan asma dalam tiga bulan terakhir, mengambil debu dari ruang tamu dan ruang tidur pada rumah penderita asma, dan mengidentifikasi tungau debu rumah (TDR) yang ditemukan pada debu. Hasil uji Pearson mendapatkan nilai p=0,011 dan nilai r=0,475 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kepadatan Dermatophagoides spp. dengan frekuensi serangan asma dengan kekuatan korelasi sedang pada penderita asma di RS Paru Jember. Kata Kunci: Dermatophagoides spp., Tungau Debu Rumah (TDR), Asma Abstract. Asthma is a chronic inflammatory disorder of the respiratory system characterized by recurrent episodes of wheezing, shortness of breath, chest tightness, and cough, particularly at night or early morning. About 50-80% of asthma is caused by house dust mite (HDM), especially Dermatophagoides pteronyssinus and Dermatophagoides farinae. This study aimed to investigate the correlation between the density of Dermatophagoides spp. and the frequency of asthma attacks in asthmatic patients at Jember Pulmonary Hospital. This study was an observational analytic study with a cross-sectional design. Respondents were 30 asthmatic patients at Jember Pulmonary Hospital matched with inclusion and exclusion criteria and chose by simple random sampling. Respondents were interviewed about the frequency of asthma attacks in the last three month,s and the hose dust from the living and sleeping rooms were collected for identification of house dust mites (HDM). The pearson test showed a value of p=0.011 and r=0.475. It can be concluded that there is a significant correlation with the moderate strenght between the density of Dermatophagoides spp. and the frequency of asthma attacks in the asthmatic patient at Jember Pulmonary Hospital. Keywords: Dermatophagoides spp., House Dust Mites (HDM), Asthma


2014 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
Author(s):  
Greis Emilia Tawurisi

Abstract: House dust mites (HDM) is very small creatures and can not visible with the unaided eyes, found in the house dust and can causing allergic diseases. The existence of dust mites can not be separated from people's behavior about the house dust mite populations.The purpose of research is to know of the public behavior about the population House Dust Mites in the Bitung Karangria Village District of Tuminting Manado.The results obtained 34,86% are show that the cognition of the mites in Bitung Karangria Village is still deficient, and for attitude 97.83% are show that people have a good attitude, and for the action are obtained 82,44%, this show the attitude of the community is good.The cognition about house dust mitesis still less, and for the attitudes and actions of society is good. It takes counseling from health workers especially local health department about the house dust mite. Keywords: behavior of the public, House Dust Mites  Abstrak: Tungau debu rumah (TDR) adalah mahluk yang sangat kecil dan  tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, ditemukan pada debu rumah dan dapat menyebabkan penyakit alergi. Keberadaan tungau  debu rumah tidak terlepas dari perilaku masyarakat terhadap populasi tungau debu rumah tersebut. Tujuan penelitian adalah Mengetahui perilaku masyarakat terhadap populasi Tungau Debu Rumah di kelurahan Bitung karangria Kecamatan Tuminting kota Manado. Hasil yang didapatkan adalah 34,86% menunjukan pengetahuan masyarakat Kelurahan Bitungkarangria terhadap tungau debu rumah masi kurang, dan sikap didapatkan hasil 97,83% menunjukan bahwa sikap masyarakat sudah baik, serta untuk tindakan didapatkan hasil 82,44% ini menunjukan sikap masyarakat sudah baik. Pengetahuan  masyarakat mengenai tungau debu rumah masi kurang, dan untuk sikap serta tindakan masyarakat sudah baik. Dibutuhkan penyuluhan dari petugas kesehatan kususnya dinas kesehatan setempat mengenai tungau debu rumah. Kata kunci: perilaku masyarakat, Tungau Debu Rumah


2013 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Winner S. Tjandra

Abstract: House Dust Mites are found in damp houses, mattresses, pillows, bolsters, carpets as well as the other variety of home furnishings. House Dust Mites can be a serious problem for human health. For people who are susceptible to house dust mites can trigger allergic reactions such as asthma, rhinitis, conjunctivitis and atopic dermatitis. The location of the research was held in Ranotana Village of Wanea District. In this location there are many home stay, that most of the residents has less attention to the hygiene of their rooms. Purpose of this thesis research is to find a picture of the behavior the society courses on house dust mites araound the house people in Ranotana Village of Wanea District. Advance research methodsin use is a descriptive study using a questionnaire survey method. Sample is determined by simple random sampling method. Number of sampe in this study as many as 95 house holder and were collected using a questionnaire containing a list of questions. Based on research done the people in Ranotana Village of Wanea District has the poor level of knowledge, in attitude most have  good attitude, and have good in action. Keywords: Behavior, House Dust Mites, Population     Abstrak: Tungau Debu Rumah banyak ditemukan pada rumah yang lembab, kasur, bantal, guling, karpet serta berbagai perabot rumah yang lain.TDR dapat menjadi masalah yang serius bagi kesehatan manusia. Bagi orang yang rentan TDR dapat menjadi pencetus timbulnya reaksi alergi seperti asma, rhinitis, konjungtivitis dan dermatitis atopik. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea. Lokasi ini banyak terdapat rumah kost, dimana sebagian besar penghuni kost kurang memperhatikan kebersihan kamarnya. Tujuan penelitian ini adalah mencari gambaran perilaku masyarakat terhadap populasi tungau debu rumah di sekitar rumah penduduk Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey menggunakan kusioner, sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 Kepala Keluarga dan dikumpulkan dengan menggunakan kusioner yang berisikan pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penduduk Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea masih memiliki pengetahuan yang kurang baik, dalam hal sikap memiliki sikap yang baik, dan dalam hal tindakan memiliki tindakan yang baik. Kata Kunci : Perilaku, Tungau Debu Rumah, Populasi


Biomedika ◽  
2021 ◽  
Vol 13 (2) ◽  
pp. 98-103
Author(s):  
Ajrina Malia ◽  
Makhabbah Jamilatun ◽  
Aminah Aminah

House dust mite was one of the most common allergens in homes around the world and associated with manifestations of allergies of skin and respiratory tract such as bronchial asthma, allergic rhinitis, and atopic dermatitis. This arthropod was commonly found on carpets, mattresses, children's toys, and other home furnishings. This study was aimed to identify and quantify the number of Dermatophagoides spp in Detention Center. This descriptive study was conducted using flotation method on 52 samples of mattress dust collected in February 2020. The results showed that 49 out of 52 mattress dust samples were positive of Dermatophagoidesspp..Of all Dermatophagoides spp, there were Dermatophagoides pteronyssinus (71.2%) and Dermatophagoides farinae (28.8%). In conclusion, this study found two species of Dermatophagoides spp. in Detention Center and suggested that the fascility maintain the cleanliness of the mattress by drying the mattress and changing the sheets at least once a week.


2003 ◽  
Vol 64 (10) ◽  
pp. 1301-1309 ◽  
Author(s):  
Amy Randall ◽  
Andrew Hillier ◽  
Lynette K. Cole ◽  
Kenneth W. Kwochka ◽  
Glen Needham ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document