chrysanthemum cinerariaefolium
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

75
(FIVE YEARS 6)

H-INDEX

12
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 15 (6) ◽  
pp. 241-251
Author(s):  
J. Kosgei Caroline ◽  
Tolo Festus ◽  
C. Matasyoh Josphat ◽  
Obonyo Meshack ◽  
Mwitari Peter ◽  
...  


2021 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. 157-163
Author(s):  
Beatrix Clarissa Gunarta ◽  
Rina Priastini Susilowati ◽  
Liauw Djai Yen ◽  
Budiman Hartono

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya, filariasis, dan sebagainya. Habitat tempat tinggal nyamuk ini erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Tinjauan pustaka ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui kajian efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dicari melalui Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida.





2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 1-17
Author(s):  
Caroline Jepchirchir Kosgei ◽  
Meshack Amos Obonyo ◽  
Josphat Clement Matasyoh ◽  
James J. Owuor ◽  
Moses A. Ollengo ◽  
...  

Common methods of synthesizing metallic nanoparticles are chemical and physical. However, they are expensive and use toxic chemicals. Green synthesis is less costly and safer hence a potential alternative. Silver nanoparticles (Ag NPs) were synthesized using dichloromethane extract of Chrysanthemum cinerariaefolium and colour change from pale green to dark brown was observed. Scanning Electron Microscopy (SEM) images were faceted and others formed clusters. Transmission Electron Microscopy (TEM) images were spherical with an average size of 22.8± 17.5 nm. EDX analysis showed the nanoparticles had percentage abundance of 67.26%. Fourier-transform Infrared Spectroscopy (FTIR) analysis showed absorption bands at 3489.59 cm-1, 3217.80 cm-1, 2384.74 cm-1 , 1633.05 cm-1, 1405.08 cm-1, 1109.32 cm-1 and 505.93 cm-1. The UV-Vis analysis showed Surface Plasmon Resonance (SPR) peak at 434 nm. The nanoparticles were more active on P. aeruginosa with an MIC of 15 µg/ml while the cytotoxicity assay showed Ag NPs had an MIC of 33.33 µg/ml hence were noncytotoxic against Vero cells.



2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Caroline Jepchirchir Kosgei ◽  
Festus Tolo ◽  
Josphat Clement Matasyoh ◽  
Meshack Obonyo ◽  
Peter Mwitari ◽  
...  


2020 ◽  
Vol 30 (1) ◽  
pp. 75
Author(s):  
Dedi Hutapea ◽  
Indijarto Budi Rahardjo ◽  
Budi Marwoto ◽  
Rudy Soehendi

<p><strong>(<em>The Potential of Botanical Insecticides to Control of Aphis gossypii on Gerbera and its Compatibility with Menochilus sexmaculatus</em>)</strong></p><p>Kutu daun Aphis gossypii diketahui dapat menghambat peningkatan produksi gerbera. Upaya pengendalian hama ini masih mengandalkan penggunaan insektisida sintetik. Namun, pada beberapa kasus, praktik pengendalian hama tersebut seringkali kurang efektif. Insektisida nabati merupakan salah satu teknik pengendalian ramah lingkungan yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan formulasi insektisida nabati ekstrak daun suren (Toona sinensis) dan bunga piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) dalam pengendalian A. gossypii pada tanaman gerbera serta kompatibilitasnya dengan Menochilus sexmaculatus. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Februari sampai November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 12 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan ekstrak bunga piretrum dan daun suren serta campuran keduanya (Formula I, Formula II, Formula III) diuji keefektifannya terhadap nimfa A. gossypii pada tanaman gerbera koleksi plasma nutfah nomor 01200002. Pengujian dilakukan pada dua taraf konsentrasi 0,35% dan 0,40% (w/v) dengan metode semprot serangga dan residu pada daun. Uji kompatibilitas insektisida nabati terhadap M. sexmaculatus dilakukan dengan metode semprot serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan insektisida nabati memiliki aktivitas insektisida, namun hanya perlakuan konsentrasi 0,40% yang menunjukkan persentase kematian tertinggi hama target. Penyemprotan langsung insektisida nabati pada nimfa A. gossypii lebih efektif dibandingkan dengan residu pada daun gerbera. Perlakuan Formula III 0,40% menunjukkan mortalitas tertinggi, dan keefektifannya setara dengan imidakloprid dalam mengendalikan kutu daun di rumah kaca. Ekstrak insektisida nabati uji kompatibel dengan M. sexmaculatus, sementara imidakloprid bersifat toksik terhadap keduanya. Dengan demikian, penggunaan imidakloprid untuk pengendalian kutu daun pada tanaman gerbera perlu dibatasi.</p><p><strong>Keywords</strong></p><p><em>Gerbera jamesonii</em>; <em>Aphis gossypii</em>; <em>Chrysanthemum cinerariaefolium</em>; Toona sinensis; Predator Coccinellidae</p><p><strong>Abstract</strong></p><p>Aphis gossypii is known as one of the most damaging aphid species in gerbera production. The botanical insecticide is one of the environmentally-friendly control techniques to overcome this pest. The objective of research was to examine the effectiveness of the botanical insecticide from Toona sinensis leaf and pyrethrum flowers extract to control gerbera aphids and its compatibility with Menochilus sexmaculatus. The research was conducted at Segunung Research Station from February to November 2017, using a Randomized Completed Design with 12 treatments and three replications. Extract of Toona leaf, and pyrethrum flowers, and mixture of both (Formula I, Formula II, Formula III) were tested for its effectiveness against A. gossypii nymphs on gerbera. Testing was arranged at two concentration levels of 0.35% and 0.40% (w/v) by insect spraying and leaf residual methods. The compatibility test against M. sexmaculatus was worked by using the insect spraying method. The results showed that all botanical insecticide had insecticidal activity, but only a concentration of 0.40% showed the highest target pests mortality. Direct spraying of A. gossypii is more effective than residue on the leaf. The Formula III 0.40% showed the highest mortality and equal to imidacloprid for controlling aphids in greenhouses. The botanical insecticide extract was compatible with M. sexmaculatus, while imidacloprid was toxic them both.</p>



2020 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
EDI WARDIANA ◽  
ENNY RANDRIANI ◽  
NUR KHOLILATUL IZZAH

<p>ABSTRAK</p><p>Menganalisis banyak karakter sebagai variabel bebas secaraserempak, dalam analisis lintasan, sering ditemukan kurangnya informasimengenai pengaruh (hubungan) yang diharapkan, di samping adanya efekmultikolinieritas. Kendala seperti ini dapat dikurangi melalui teknikanalisis secara bertahap dan seleksi variabel bebas dengan metodestepwise. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakter-karakterpenting 83 klon tanaman piretrum dilakukan di KP. Gunung Putri, Cianjur,pada ketinggian tempat 1.400 m dpl dan jenis tanah Andosol, mulaiJanuari sampai Desember 2007. Penelitian dilakukan dengan caramengamati secara langsung 83 klon koleksi plasma nutfah piretrum di KP.Gunung Putri yang ditanam pada Januari 2007 dengan jarak tanam 30 cmx 40 cm. Contoh tanaman sebanyak 5 tanaman tiap klon ditentukan secaraacak sederhana, sehingga seluruhnya berjumlah 415 contoh. Analisislintasan  dilakukan  secara  bertahap  disesuaikan  dengan  siklusperkembangan tanaman, dan kemudian dilakukan konfirmasi modeldengan metode SEM (structural equation modelling). Variabel bebasdiseleksi dengan menggunakan metode stepwise. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa : (1) terdapat tiga karakter penting untuk seleksitanaman piretrum pada stadia dini yaitu : karakter jumlah anak daun/phn,jumlah anakan/phn, dan tinggi tanaman, sedangkan untuk seleksi padastadia lanjut dapat dilakukan terhadap karakter panjang bunga pita, dan (2)untuk tujuan hasil bunga segar yang tinggi, seleksi positif sebaiknyadilakukan terhadap karakter jumlah anak daun/phn dan jumlahanakan/phn, sedangkan seleksi negatif sebaiknya dilakukan terhadapkarakter tinggi pohon dan panjang bunga pita.</p><p>Kata kunci : Chrysanthemum cinerariaefolium Trev., korelasi, analisislintasan, SEM.</p><p>ABSTRACT</p><p>Correlation and path analysis of several important characters ofPyrethrum (Chrysanthemum cinerariaefolium Trev.) germplasmcollection in Gunung Putri Experimental StationIn path analysis simultaneously analyzing many characters asindependent variable often causes misinformation about expected effect(relation). Effect of multicollinearity often occurs. These constraints canbe decreased by using step by step path analysis and selection ofindependent variable with stepwise method of direct observation. Theexperiment was conducted on the pyrethrum population planted at KP.Gunung Putri, Cianjur, about 1400 m above sea level and Andosol of soiltype from January until December 2007. The research aimed toinvestigate several important characters of 83 clones of pyrethrumgermplasm collection planted in January 2007 with 30 cm x 40 cmplanting distance. The simple random sampling of 5 plants per clone(totally 415 samples), step by step path analysis based on plant growingcycle, confirmed model analyzed by Structure Equation Modelling (SEM),and selection of independent variable with stepwise method were used inthis study. Result showed that: (1) there are three important characters tobe used in selection program of pyrethrum at early stage i.e.: number ofleaflets/plant, number of tillers/plant, and height of plant. Length ofcorolla is important character for selection at late stage, and (2) for highyield of fresh flower, positive selection was made on number ofleaflets/plant and number of tillers/plant, and negative selection was doneon plant height and length of corolla.</p><p>Key words : Chrysanthemum cinerariaefolium Trev., correlation, pathanalysis, SEM</p>



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document