DIKSAINS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

5
(FIVE YEARS 5)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By UNIB Press

2775-9253

2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 26-34
Author(s):  
Tri Afeni ◽  
Asiyah Asiyah ◽  
Nurlia Latipah

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 05 seluma dengan meneliti anak kelas VIII pada semester 1 Tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 23 anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis example non example yang layak dan praktis yang digunakan setelah validasi oleh beberapa ahli dan uji respon oleh siswa dan guru. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang kemudian dibatasi hingga 8 tahapan dan dibatasi menghasilkan tahapan pengembangan modul pembelajaran IPA yaitu: Potensi dan masalah, Pengumpulan data, Desain produk, Validasi desain, Validasi materi, Validasi bahasa, Validasi produk, Uji respon siswa, Revisi produk. Penelitian ini dibatasi pada tahap uji coba lapangan terbatas yaitu kelayakan dan keperaktisan modul. Instrumen yang digunakan adalah angket uji kelayakan modul dan angket respon siswa dan guru. Subjek penelitian adalah 5 dosen IAIN Bengkulu dan 1 guru mata pelajaran yang terdiri atas 2 validasi bahasa, 2 validasi materi, 2 validasi desain. Modul pembelajaran IPA berbasis example non example materi pemanasan global dikembangkan dinilai oleh para ahli dengan persentase yaitu (ahli materi) 90% dan 88, 75%, (ahli bahasa) 89,3% dan 84%. dan (ahli desain/media) 80% dan 76.25% dengan kategori sangat layak, layak, sangat layak. Uji respon siswa dilakukan terhadap 23 orang siswa kelas VIII yang ada di SMPN 05 Seluma dengan presentase 4,49 (kategori sangat setuju) . Dan uji coba 2 orang respon guru IPA dengan presentase 91.33% (sangat setuju). Kategori sangat layak dan sangat setuju. Berdasarkan hasil dari uji kelayakan dan kepraktisan tersebut maka modul pembelajaran berbasis example non example materi pemanasan global dinyatakan layak dan siswa setuju sebagai media pembelajaran materi pemanasan global untuk kelas VII SMPN 05 Seluma. Kata kunci : modul, example non example, pemanasan global ABTRACT           This research was conducted at SMPN 05 Seluma by examining 23 children in grade VIII in the first semester of the 2020/2021 school year. The purpose of this research is to develop a feasible and practical example-based learning module that is used after validation by several experts and test responses by students and teachers. The research method uses the Borg & Gall development model which is then limited to 8 stages and is limited to producing the stages of developing the science learning module, namely: Potential and problems, data collection, product design, design validation, material validation, language validation, product validation, student response testing, Product revision. This research is limited to the limited field trial stage, namely the feasibility and practicality of the module. The instruments used were a module feasibility test questionnaire and a student and teacher response questionnaire. The research subjects were 5 lecturers of IAIN Bengkulu and 1 subject teacher consisting of 2 language validations, 2 material validations, 2 design validations. The science learning module based on example non example, the material on global warming developed was assessed by experts with a percentage of 90% and 88, 75% (linguist) 89.3% and 84%. and (design / media experts) 80% and 76.25% with very decent, decent, very decent categories. The student response test was carried out on 23 class VIII students at SMPN 05 Seluma with a percentage of 4.49 (strongly agree category). And testing 2 science teacher responses with a percentage of 91.33% (strongly agree). Very worthy category and very much agree. Based on the results of the feasibility and practicality tests, the example non example based learning module, global warming material was declared feasible and the students agreed to be a learning medium for global warming material for class VII SMPN 05 Seluma. Keywords: module, example non example, global warming


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 35-42
Author(s):  
Azis Abdul Malik ◽  
Joko Prayudha S ◽  
Ririn Anggreany ◽  
May Wulan Sari ◽  
Ahmad Walid

ABSTRAK Taman nasional merupakan salah satu kawasan konservasi terbaik untuk menyaksikan keindahan fenomena alam terutama untuk flora dan fauna endemik, langka dan dilindungi (Kementerian Kehutanan, 2003) sehingga keberadaan taman nasional memiliki arti yang sangat strategis dan penting dalam keanekaragaman hayati tari peles. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Oleh UNESCO, taman nasional ini ditetapkan sebagai Klaster Situs Warisan. Pegunungan Hutan Hujan Tropis Sumatera (Pegunungan Hutan Hujan Tropis Warisan Situs Klaster Sumatera) bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Gunung Leuser. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2020 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Bintuhan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman hayati flora dan fauna Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, khususnya di kawasan taman nasional yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak jenis flora dan fauna yang memiliki keanekaragaman jenis, ditemukan jenis mamalia dan jenis burung, serta tumbuhan di kawasan TNBBS. Kata Kunci: Keanekaragaman Hayati, Flora dan Fauna, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. ABSTRACT The national park is one of the best conservation areas to witness the beauty of natural phenomena, especially to witness endemic, rare and protected flora and fauna (Ministry of Forestry, 2003), so that the existence of a national park has a very strategic meaning. and important in the biodiversity peles dance. Bukit Barisan Selatan National Park has a very rich biodiversity. By UNESCO, this national park was designated a Cluster Heritage Site. Sumatra Tropical Rainforest Mountains (Mountainous Tropical Rainforest Herritage of Sumatra Cluster Site) along with Kerinci Seblat National Park and Gunung Leuser National Park. This study was conducted in April to May 2020 in the Bukit Barisan Selatan National Park (TNBBS), Bintuhan District, Kaur District, Bengkulu Province. This study aims to obtain information about the biodiversity of flora and fauna of the Bukit Barisan Selatan National Park, especially in the national park area which has a variety of flora and fauna. The results showed that there were many species of flora and fauna that had a diversity of species, found species of mammals and species of birds, and plants in the TNBBS area. Keywords: Biodiversity, Flora and Fauna, Bukit Barisan Selatan National Park.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 10-17
Author(s):  
Okta Ariesan Deka ◽  
Nirwana Nirwana ◽  
Nyoman Rohadi

ABSTRAK Berdasarkan hasil obesrvasi yang dilakukan disekolah, perangkat pembelajaran yang digunakan guru belum tersusun dengan baik dan belum menggunakan instrumen penilaian yang sesuai dengan model pembelajran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran model debat aktif pada materi pemanasan global untuk kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development dengan model  Sugiyono Level 1. Adapun tahapan-tahapan yaitu potensi dan masalah, studi literatur dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain dan perbaikan desain. Validasi produk dilakukan oleh 3 ahli yang ditinjau dari 3 aspek yaitu  aspek penyajian, aspek isi  dan aspek kebahasaan. Berdasarkan hasil uji validasi aspek penyajian didapatkan persentase sebesar 75,5%  dengan kategori valid, aspek isi didapatkan persentase sebesar 81,6% dengan kategori sangat valid, aspek kebahasaan didapatkan persentase sebesar 83,3% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model debat aktif pada materi pemanasan global untuk kelas XI SMA yang dihasilkan sudah valid/layak untuk diujicobakan dengan persentase rata-rata sebesar 80,13%.Kata kunci : Perangkat Pembelajaran, Debat Aktif, Berpikir Kritis, Berargumentasi ABSTRACT Based on the results of observation carried out in school, the learning tools used by teachers were not well structured and did not use assessment instruments that are in accordance with the learning model used. This study aimd to produced an active debate model of learning tools on the subject of global warming for high school class XI. This research used research and development method with Sugiyono Level 1 model. The stages were potential and problems, literature study and information gathering, product design, design validation and design improvement. Product validation was carried out by 3 experts reviewed from 3 aspects namely presentation, content and linguistic aspects. Based on the results of the validation test of the presentation aspect obtained a percentage of 75.5% with a valid category, the content aspect obtained a percentage of 81.6% with a very valid category, the linguistic aspect obtained a percentage of 83.3% with a very valid category. Based on these results, it can be concluded that the active debate model of learning tools on the matter of global warming for high school class XI produced is valid / feasible to be tested with an average percentage of 80.13%.Keywords : Learning Tools, Active Debate, Critical Thinking, Arguing


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Rensi Purnama Sari ◽  
Indra Sakti ◽  
Dedy Hamdani

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fluida Statis dengan Scientific Approach untuk meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMAN Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan tipe rancangan level 1 yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: 1) potensi dan masalah 2) studi literatur dan pengumpulan informasi 3) desain produk 4) validasi desain 5) desain teruji. Validasi desain dilakukan oleh 2 judgement ahli dan 2 praktisi untuk menilai produk yang dikembangkan dari aspek kelayakan isi, penggunaan bahasa, penyajian dan kegrafisan. Berdasarkan hasil uji validitas aspek kelayakan isi 87,5% dengan kategori sangat baik, aspek penggunaan bahasa didapatkan hasil persentase sebesar 83,4% dengan kategori sangat baik, aspek penyajian sebesar 89,1% dengan kategori sangat baik dan aspek kegrafisan sebesar 93,8% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD fluida statis dengan scientific approach untuk meningkatkan Keterampilan berpikir kritis siswa SMAN kota Bengkulu yang dikembangkan sudah valid dan merupakan desain teruji dengan persentase total uji validitas yaitu 88,5% yang termasuk dalam kategori sangat baik.Kata Kunci: LKPD, scientific approach, keterampilan Berpikir Kritis.ABSTRACTThis research was aimed to made the static fluid of student worksheet with the scientific approach to increase the critical thinking skill of the public high school student in Bengkulu. The research type was the Research and Development type that was the designed type was level 1 divided into five steps that is 1) a potency and problem, 2) literature study and information collecting, 3) a product design, 4) a design validation, 5) a design proved. The design validation was conducted by two judgments and two practitioners to test a product that developed both content appropriateness, the use of language, presentation, and graphics. Based on the  result of the validation test, the content appropriateness aspect got 87,5% (very well), the presentation aspect got  89,1% (very well),  the graphic aspect got 93,8% (very well). Based on that result, it could be concluded that the static fluid of student worksheets with the scientific approach to increasing the critical thinking skill of the public high school student in Bengkulu that developed has valid and proved with the total percentage test got 88,5% (very well).Keyword: The static fluid of student worksheet, scientific approach, critical thinking skill.


2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 18-25
Author(s):  
Irma Permata Sari ◽  
Sutarno Sutarno ◽  
Eko Swistoro

ABSTRAKPenelitian ini yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan dan karakteristik perangkat pembelajaran model cooperative problem solving untuk melatihkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi momentum dan impuls. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan 4D, yaitu define, design, develop dan disseminate namun hanya dilakukan sampai tahap develop. Validasi dilakukan oleh 3 judgement ahli untuk menilai produk yang dikembangkan. Kelayakan perangkat pembelajaran ini menurut nilai rata-rata hasil uji validasi ahli yaitu kelayakan RPP adalah 89% dalam kategori sangat layak, kelayakan LKS 91% dalam kategori sangat layak dan kelayakan soal tes 89% dalam kategori sangat layak dengan nilai rata-rata keseluruhan 90% dalam kategori sangat layak sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak, dengan karakteristik perangkat pembelajaran antara lain: RPP menggunakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran model cooperative problem solving, LKS yang berisi kegiatan praktikum dengan langkah-langkah penyelesaian masalah yang bertujuan melatihkan keterampilan pemecahan masalah siswa dan soal tes beserta jawaban atau penyelesaian soal yang melatihkan keterampilan pemecahan masalah siswa.Kata kunci: penelitian dan pengembangan, perangkat pembelajaran, cooperative problem solving, keterampilan pemecahan masalahABSTRACTThe research aimed to describe the feasibility and characteristics of a cooperative problem solving model of learning tools to train students' problem solving skills in momentum and impulse material. The development model used in this research is the 4D development model, namely define, design, develop and disseminate but only done until the develop stage. Validation is carried out by 3 expert judgments to assess the product being developed. The feasibility of this learning device according to the average value of the expert validation test results, namely the feasibility of the RPP is 89% in the very feasible category, the feasibility of the LKS 91% in the very feasible category and the feasibility of the test questions 89% in the very feasible category with an overall average score of 90% in the very feasible category so it can be concluded that the learning tools developed are feasible, with the characteristics of the learning tools, among others: RPP uses the steps of learning activities in the cooperative problem solving model, worksheets containing practicum activities with problem solving steps aimed at practicing solving skills student problems and test questions along with answers or problem solving that practice student problem solving skills.Keywords: Research and development, learning tools, cooperative problem solving, problem solving skills


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document