SIMETRIS
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

8
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu

2686-312x, 1693-7066

SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 1-5
Author(s):  
Indra Gunawan

Klasifikasi jaringan internet dibutuhkan secara luas oleh berbagai pihak untuk penghematan, pengalokasian, pembatasan sumber daya internet. Berbagai teknik digunakan untuk hal tersebut, salah satunya adalah dengan pendekatan machine learning khususnya algoritma jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) yang selanjutnya disingkat ANN. ANN bekerja dengan cara meniru cara kerja syaraf otak manusia. AAN pada penelitian ini digunakan untuk mengklasifikasikan paket jaringan. Dataset yang digunakan adalah terdiri dari 990.558 baris data, 4 kolom input(X) meliputi protocol, port, timestamp, packet length. Kolom output(Y) terdiri satu kolom 5 label (App, Sosmed, Game, Browsing, Streaming). Selanjutnya dataset ini dibagi menjadi 3 yaitu training, test, dan validation. Tujuan dari penelitian ini adalah, pertama, untuk mengetahui kemampuan algoritma ANN untuk pengklasifikasian paket berdasarkan per satu paket. Kedua, menemukan model ANN yang paling optimal untuk permasalahan diatas. Kesimpulan yang didapatkan adalah Algoritma neural network dapat digunakan pada klasifikasi paket jaringan, tetapi jika dataset yang digunakan memiliki karakteristik-karakteristik seperti jumlah variabel X kecil, data pada variabel X sangat lebar jaraknya seperti (port, packet size, time to previous packet, protocol) maka akurasi tinggi sulit untuk didapatkan. Kedua, jika permasalahan yang diselesaikan memiliki kemiripan dengan penelitian ini, maka arsitektur model ANN yang paling optimal adalah: jumlah neuron input layer adalah 7 kali jumlah variabel X, jumlah neuron hidden layer adalah 1/2,8 kali jumlah neuron input, jumlah hidden layer satu, nilai dropout 0,33, metode aktivasi tanh-tanh-softmax, metode optimasi adamax. Nilai accuracy stabil didapatkan pada iterasi (epoch) ke-600, nilai loss stabil didapatkan pada epoch ke-1000. Nilai accuracy yang didapatkan sebesar 0,8 dan nilai loss 0,32 pada iterasi ke seribu.



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 11-19
Author(s):  
Drajat Indah Mawarni
Keyword(s):  

Abstrak Kajian ini bertujuan untuk  mengetahui tingkat kecepatan pemisahan (creaming velocity) antara dua fluida yang berfasa sama namun memiliki perbedaan densitas. Kajian ini dilakukan secara eksperimental dengan mengamati dan mengukur waktu pisah (settling time) pada tabung kaca dengan variasi diameter.Pengukuran waktu pisah dilakukan lima kali untuk setiap  diameter tabung. Waktu pisah yang di peroleh digunakan sebagai dasar untuk menghitung diameter tetesan/droplet, konsentrasi tetesan, kecepatan pemisahan/creaming velocity dan Vstokes. Hasil perhitungan yang di peroleh diploting untuk membandingkan nilai konsentrasi tetesan (droplet consentration/Φ) terhadap kecepatan pemisahan (creaming velocity) pada campuran biodiesel/gliserin dan untuk mencari nilai Φc (fraksi volume fase biodiesel yang terdispersi rapat dalam gliserin/konsentrasi tetesan) dan k (konstanta pemisahan). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai konsentrasi tetesan (Φ) maka kecepatan pemisahannya (V cream) akan semakin berkurang dan dari persamaan Hunter bahwa V = Vstokes(1- )k.Φc , maka didapatkan nilai k dan Φc masing – masing adalah (5,1 ; 0,6 ; 1,2) dan (0,461 ; 0,9 ; 0,69) pada percobaan I, II, III dengan diameter tabung (1,3 ; 2,8 ; 3,9) cm.



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 6-10
Author(s):  
Farid Alfalaki Hamid ◽  
Katharina Oginawati

Penelitian mengenai paparan fume pengelasan pada pengelas di Divisi Kendaraan Khusus PT. X telah dilakukan. Penggunaan mesin Gas Metal Arc Welding (GMAW) semakin luas di kawasan industri sehingga dampak kesehatan yang ditimbulkan fume pengelasan harus menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai paparan yang diterima pengelas. Kelompok non-pengelas merupakan pekerja di bagian administrasi digunakan sebagai pembanding. Teknik pengumpulan data menggunakan personal sampling pump terkalibrasi yang telah dipasang filter Mixed Cellulose Ester (MCE). Metode Gravimetri digunakan untuk menghitung konsentrasi partikulat terespirasi dan Indeks Bahaya (HI) digunakan untuk mengetahui bahaya dari proses pengelasan. Rata-rata konsentrasi partikulat terespirasi pada pengelas sebesar 7.913,94 μg/m3, sedangkan pada non-pengelas 219,91 μg/m3. Indeks Bahaya (HI) kelompok pengelas sebesar 9,45 sedangkan pada kelompok non-pengelas 0,51. Untuk itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi bahaya fume pengelasan.   Kata kunci: Fume pengelasan; GMAW; Indeks bahaya; Metode gravimetri



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 46-48
Author(s):  
Supriyadi Supriyadi
Keyword(s):  

Hydrocarbon  pada permukaan tanah dapat dilihat secara visual namun hal ini tidak dapat menghasilkan nilai kuantitatif dan kualitatif yang akurat dalam menentukan berapa jumlah volume dari tanah yang terkontaminasi tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan studi yang dapat menjelaskan secara kuantitatif dan kualitatif pada tanah terkontaminasi sehingga memudahkan dalam penanganan dan pengelolaannya. Geolistrik merupakan salah satu metode kuantitatif yang dapat digunakan dalam menentukan kondisi permukaan tanah. Secara kualitatif, komposisi tanah dapat dibuktikan dengan sampling laboratorium untuk menentukan apakah termasuk ke dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) atau tidak sesuai dengan lampiran V yang terdapat pada Peraturan Pemerintah No.101 tahun 2014. Studi ini fokus pada tahapan untuk mengidentifikasi adanya hydrocarbon pada tanah menggunakan kombinasi geolistrik dan grid sampling sehingga mendapatkan volume yang lebih akurat besaran tanah terindikasi mengalami kontaminasi. Sedangkan batasan studi ini adalah dilakukan pada bekas fasilitas B-mediasi yang diduga terkontaminasi. Berdasarkan studi geolistrik yang telah dilakukan, volume permukaan tanah yang diduga terkontaminasi diperoleh sebesar 689 m3 (setara 1.381 ton). Sementara ketika menggunakan kombinasi data geolistrik dan grid sampling pada area diduga tersebut, didapat volume yang terindikasi terkontaminasi sebesar 594 m3 (setara 1.190 ton). Hasil ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kombinasi metode geolistrik dan grid sampling dalam mengidentifikasi adanya kontaminasi pada permukaan tanah dapat menjelaskan secara kuantitatif dan kualitatif volume tanah yang terkontaminasi dengan keakuratan sebesar 115%.



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 26-32
Author(s):  
Joko Waluyo
Keyword(s):  

Dalam industri manufaktur penggunaan mesin CNC turning mengalami peningkatan yang cukup besar mengingat produksi yang dihasilkan memiliki tingkat kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan mesin bubut konvensional.  Dalam proses pemesinan mesin bubut CNC parameter pemotongan sangat berpengaruh terhadap kualitas kekasaran permukaan dan keausan pahat yang digunakan pada proses permesinan. Pelaksanaan untuk proses pembubutannya benda uji, foto makro dan keausan pahat penelitiannya dilaksanakan di laboratorium Cumputer Numirecal Control (CNC) dengan alamat jalan Idewa Nyoman Oka 32 Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kualitas permukaan yang optimum dan kausan pahat yang minimal dengan menggunakan bahan pahat CNMG dan DNMG dengan  parameter sudut pahat 80º dan  55º dengan tebal pemotongan  dan kecepatan pemotongan 300 meter/menit dengan tebal pemakanan 1 mm, 05 mm serta feeding 0,25 mm/putaran.           Hasil penelitian nilai kekasaran permukaan yang optimum untuk bahan pahat dari bahan CNMG dan DNMG  besarnya adalah 2,33 µm dan 5,01 µm untuk pemotongan dengan tebal 1 mm dan untuk pemotongan dengan tebal 0,5 mm besarnya nilai kekasaran adalah 1,44 µm dan 2,33µm.           Keausan pahat dengan bahan CNMG geometri sudut pahat 800  besarnya keausan untuk pemotongan dengan tebal 1mm dan 0,5 mm adalah 0,016 mm  dan 0,024 mm  untuk sudut pahat 550 dengan bahan DNMG tebal pemotongan 1 mm dan 0,5 mm  besarnya adalah  0,023 dan 0,035 mm



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 39-45
Author(s):  
Ahmat Saebudin ◽  
Hendri Suryanto ◽  
Eva Hertnacahyani Herraprastanti

Hydraulic Lifting Machine merupakan jenis alat angkat yang didesain untuk memindahan barang ditempat yang relatif sempit. Dalam mendesain suatu alat selain fungsi dan kegunaannya kekuatan struktur merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Struktur tersebut haruslah mampu untuk menanggung beban yang timbul saat beroperasi dan memberikan keamanan bagi penggunanya dari kegagalan struktur. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan struktur Hydraulic Lifting Machine dengan menggunakan metode elemen hingga. Berdasarkan hasil dari simulasi yang telah dilakukan dimana nilai tegangan resultan dan defleksi maksimum yang timbul pada struktur Hydraulic Lifting Machine yaitu pada beban kerja 100 kg tegangan resultannya sebesar 90,62 MPa dengan defleksi maksimum 4,39 mm, pada beban kerja 250 kg tegangan resultannya sebesar 218,51 MPa dengan defleksi 10,71 mm, pada beban kerja 500 kg tegangan resultannya sebesar 431,68 MPa dengan defleksi 21,25 mm, pada beban kerja 750 kg tegangan resultannya sebesar 644,84 MPa dengan defleksi 31,79 mm, dan pada beban kerja maksimal 1000 kg tegangan resultannya sebesar 858 MPa dengan defleksi 42,33 mm. Berdasarkan pada peraturan BS-5950 Structure Use of Steelwork in Building, nilai batas defleksi maksimumnya tidak boleh lebih dari 7,778 mm. Sedangkan untuk batas tegangan resultannya berdasarkan peraturan Allowable Stress Design (ASD) untuk dinyatakan aman adalah sebesar 149,7 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur Hydraulic Lifting Machine layak digunakan dengan beban kerja maksimal 100 kg dengan angka safety factor 2,5.   Kata kunci : Crane, Metode Elemen Hingga, Tegangan Von Mises.



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 20-25
Author(s):  
Hartono Guntur Ristiyanto

Industrial waste pollution from the upstream of the Bengawan Solo river, makes the river's quality unfit for various purposes. Water filtering needs to be done first to improve its quality. One of them is the absorption process. One of the adsorbents that have good prospects is rice husk waste because of its ability to bind the adsorbate components. Study related to the effectiveness of rice husk charcoal as a water filter material need to be carried out before it can be used as a water filter material. Making appropriate filter technology needs to be done to apply it. The results of the analysis show that the filter can improve the physical parameters of water, namely reducing the residue by 25% on average. Meanwhile, from inorganic chemical parameters, only DO (Dissolved Oxygen) elements have decreased in quality standards. The organic chemical parameters, namely the phenol content are relatively constant, this indicates that rice husk charcoal is not effective in binding phenols. Based on Government Regulation No. 82 of 2001, the filtered water is classified as Class I. However, in its use, other parameters that have not been studied should be studied, namely microbiology, other organic chemistry, radioactivity, etc.The technological capacity needs to be increased by the use of a larger body and or a reduction in the thickness of the filter layer. Meanwhile, the manufacture of rice husk charcoal should use controlled combustion mechanisms and or husk charcoal activation with the chemical Na OH to strengthen the properties of the husk charcoal adsorbent against harmful chemical compounds.



SIMETRIS ◽  
2020 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 33-38
Author(s):  
Muksan SAN Junaidi

Motor vehicle theft is a criminal problem that very often occurs in the community. Along with the development of technology and the level of demand for motor vehicle safety in the community that begins to increase. One of the devices that has been developed is Internet of Things (IoT) technology which is able to connect and facilitate the communication process between machines, devices and humans via the internet network. The purpose of this research is to develop a monitoring application that utilizes IoT technology as a medium for tracking the location of motorized vehicles. This research consists of 3 main system components, including the End Device System found on the Raspberry Pi device, Web Service (Back-End System) as a service for data transfer, and Front-End System user interface in the form of a website application. This system has several main features, including realtime tracking and is equipped with an activity log which can be used to determine the identity of the vehicle user. Users can access these features through the application from the website. Based on the trials conducted, this system works well on motorized vehicles, however, this system has more dependence on the internet network available in each region.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document