Jurnal Math Educator Nusantara Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

70
(FIVE YEARS 7)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Nusantara Pgri Kediri

2580-9210, 2459-9735

Author(s):  
Sumaji Sumaji

Penelitian ini  mendiskripsikan kegagalan komunikasi  matematis  siswa dalam memecahkan masalah ditinjau berdasarkan karakteristinya.. Jenis penelitian ini adalah penelitian  kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah 30 siswa  kelas VIII MTs Maslakhul Huda Sluke kabupaten Rembang. Dari 30 siswa dipilih 2 siswa yang mengalami kegagalan dalam mengomunikasikan hasil pemecahana masalah berdasarkan karakteristik. Intrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah hanya memenuhi karakteristik rigorousness dan freedom, dan (2) Komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah hanya memenuhi karakteristik rigorousness.



Author(s):  
Puput Suriyah ◽  
M. Zainudin ◽  
Suen Yektiana

This study aimed to investigate to what extent the mathematics education lectures’ pedagogical competence using LMS Moodle in the era covid-19. The researchers employed a case study research design and the participants comprised three mathematics education lecturess who used LMS Moodle IKIP PGRI Bojonegoro. As well, to collect the data, observation, questionnaire, and fieldnotes were used based on the teacher's perspective. The responses were then to be interpreted into percentages and analysed descriptively. There were three main phases to analyse the data, namely data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Moreover, triangulation was applied to validate and verify the data collected. The results of this study indicated that the mathematics education lectures' pedagogical competence was good as a whole of the seventh aspects discussed.



Author(s):  
Suryo Widodo ◽  
Yuni Katminingsih ◽  
Nurwiani Nurwiani

Kekurang tersediaan soal matematika HOTS dilapangan kesulitan bagi guru untuk membelajarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal HOTS yang valid dan reliabel serta dapat mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan model Tessmer. Model pengembangan ini terdiri dari 2 tahap yaitu (1) tahap preliminary dan (2) evaluasi formatif. Uji coba instrumen di kelas X MIPA E SMA Negeri 1 Kediri. Instrumen data antara kisi-kisi soal, lembar soal matematika HOTS kelas X berdasarkan Krulik-Rudnick, lembar validasi, dan angket keterbacaan soal. Teknik analisis data menggunakan analisis butir soal yang terdiri dari validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda. Hasil penelitian ini 11 butir soal yang valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan soal yang dikembangkan valid perhitungan perhitungan menggunakan rumuspersentase kesepakatan, semua butir soal memiliki proporsi lebih dari 75%. Di samping itu, penelitian ini menghasilkan soal yang reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,921. Hasil uji coba soal dapat menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) matematika siswa kelas X baik yaitu dengan skor rata-rata 42.056.



Author(s):  
Vina Dyah Miswati ◽  
Sugiyanti Sugiyanti ◽  
Agnita Siska Pramasdyahsari

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika materi lingkaran siswa pada dengan gaya kognitif refleksif dan impulsif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah 2 siswa kelas VIII di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Magelang semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang masing-masing bergaya kognitif reflektif dan bergaya kognitif impulsif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan tes MFFT, tes berpikir kreatif matematis dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil tes pemahaman konsep matematika dengan hasil wawancara. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator berpikir kreatif dengan memperhatikan gaya kognitif yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa subjek dengan gaya kognitif reflektif mampu memenuhi 2 indikator saja yaitu kefasihan dan fleksibilitas, sedangkan indikator kebaruan tidak terpenuhi. Sedangkan subjek dengan gaya kognitif impulsif hanya memenuhi 1 indikator saja yaitu kefasihan, sedangkan untuk indikator fleksibilitas dan kebaruan tidak terpenuhi.



Author(s):  
Ucu Rosmiati ◽  
Nani Ratnaningsih ◽  
Khomsatun Ni’mah

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan abstraksi matematis siswa ditinjau dari tipe gaya belajar diverger, akomodator, konverger, dan asimilator. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitiannya yaitu siswa kelas VIII SMP. Dari 16 subjek penelitian dipilih satu subjek pada masing-masing kelompok gaya belajar Kolb berdasarkan purposive. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket gaya belajar Kolb, soal tes kemampuan abstraksi matematis, dan wawancara. Pemberian tes kemampuan abstraksi matematis diberikan secara online melalui media google slides. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan (1) Siswa dengan gaya belajar diverger dapat menyelesaikan indikator kemampuan abstraksi matematis kecuali indikator membuat generalisasi. (2) Siswa dengan gaya belajar akomodator dapat menyelesaikan indikator kemampuan abstraksi matematis kecuali indikator mengidentifikasi karakteristik objek yang dimanipulasikan atau diimajinasikan dan indikator membuat generalisasi. (3) Siswa dengan gaya belajar konverger dan asimilator dapat menyelesaikan semua indikator kemampuan abstraksi matematis.



Author(s):  
Ervina Anvita Sari ◽  
Krisdianto Hadiprasetyo ◽  
Andhika Ayu Wulandari

The aim of this research to describe the learning difficulties of Mathematic Student on Real Analysis with an Online System. The results of this study expected to be considered making policies to overcome learning difficulties. This research used a descriptive method with a qualitative approach. The researcher used questioner and interview to collect the data. The result of this research showed that the learning difficulties of Mathematic Student on Real Analysis with an Online System were influenced by two factors, they are an internal factor (from the students themselves) and an external factor (from outside of students). The first internal factor that causes learning difficulties is the interesting aspect with a percentage of 64.05% in quite hinder category, and this is because the student chooses real analysis learning, which is actually done face to face. The second internal factor is the motivation aspect, with a percentage of 70.71% in quite hinder category. This is because the student lacks the effort to learn real analysis. The third and fourth internal factors are the talent aspect with a percentage of 50.71% in a hinder category and the philosophical aspect with a percentage of 53.21% in a hinder category. This is because the student assumes that real analysis difficult subjects because the material is in the form of theorems and proofs. The first external factor that caused the learning difficulties is the infrastructure from the family, with a percentage of 64.64% in quite hinder category. This is because students don't have the complete infrastructure to support online learning. The second external factor is the lecturer quality aspect, with a percentage of 71.43% in quite hinder category. This is caused by the speed lecturer delivering learning material. The third external factor is the lecturers' learning method aspect, with a percentage of 58.92% in the hinder category. This is because, in learning, lecturers only use WhatsApp. The fourth external factor is the university facilities aspect, with a percentage of 59.29% in the hinder category. This is because subsidy pulse/quota given to students only a hundred thousand and must be used for 4-5 months of online learning.



Author(s):  
Maximus Tamur ◽  
Sabina Ndiung ◽  
Adi Nurjaman ◽  
Jerito Pereira

Penelitian berbasis bukti tentang pengaruh Realistic Mathematical Education (RME) telah dilakukan. Namun, apakah perbedaan dalam variabel yang diukur memoderasi ukuran efek studi belum dieksplorasi. Untuk mengisi kesenjangan ini, perlu dilakukan studi meta-analisis yang dapat merangkum bukti pengaruh RME dan menganalisis bagaimana perbedaan variabel yang diukur dikaitkan dengan effect size (ES) dari penelitian tersebut. Sampel penelitian adalah studi individu tentang pengaruh RME pada berbagai kemampuan matematika yang diidentifikasi dari database ERIC, database Scopus, dan Google Scholar. Berdasarkan persyaratan inklusi, 54 sampel independen dari 38 studi individu dimasukkan dalam analisis dengan total 6140 siswa disertakan. Metode estimasi menggunakan model random-effect, dan software Comprehensive Meta-Analysis (CMA) digunakan sebagai alat pengolah data. Hasil analisis menunjukkan bahwa ES penelitian adalah 0,97. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan penggunaan RME berpengaruh signifikan terhadap kemampuan matematika siswa. Hasil analisis moderator menjelaskan bahwa perbedaan variabel yang diukur memoderasi penerapan RME. Temuan ini berkontribusi pada penerapan RME di ruang kelas dan pengembangan RME lebih lanjut dengan mempertimbangkan kategori kemampuan yang diukur.  



Author(s):  
Ilham Rais Arvianto ◽  
Merarinta Ginting

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Keunggulan local Yogyakarta dipilih karena keuggulan localnya yang beragam. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari Buku Siswa dan Buku Guru. Rancangan penelitian menggunakan 4 tahapan pada model Plomp, yaitu prelimenary investigation; design; realization/construction; test, serta evaluation and revision. Penentuan kualitas bahan ajar menggunakan aspek valid, praktis, dan efektif. Data kuantitatif kevalidan dan kepraktisan diperoleh dengan teknik angket yang selanjutnya dikonversi menjadi data kualitatif. Data keefektifan diperoleh dengan teknik tes. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa kedua bahan ajar produk penelitian termasuk dalam kriteria sangat valid menurut ahli, serta sangat praktis menurut guru, serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikit kreatif matematis. Khusus untuk Buku Siswa, termasuk dalam kriteria praktis dengan sebanyak 56% siswa memberikan respon positif. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bahan ajar matematika berbasis keunggulan local Yogyakarta dinyatakan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.   The aim of this research was to create mathematics teaching materials base on local privilage in Yogyakarta which has good quality to improve students' mathematical creative thinking skills. The teaching materials consisted of Student Book and Teacher Book. The research design used 4 stages in the Plomp model, ie prelimenary investigation; design; realization/construction; test; evaluation and revision. Quality judgement of teaching materials used valid, practical, and effective aspects. Quantitative data for validity and practicality were obtained by questionnaire techniques which further transformed became qualitative data. Effectivity data was obtained by test technique. From the results of research, it was found that the two teaching materials of research products included in the very valid criteria according to expert, and very practical criteria according teacher, as well as effective to increase creative thinking skills. Especially for Student Book, included in the practical criteria with 56% of students gave positive response. It was concluded that the mathematics teaching materials base on the local privilage in Yogyakarta can used to improve students' mathematical creative thinking skills.



Author(s):  
Nurita Primasatya ◽  
Ilmawati Fahmi Imron

In the industrial revolution 4.0, 4C’s skills (critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication) are essential for the students. Therefore, starting from elementary school, these skills need to be cultivated. According to Permendikbud No. 23 of 2017, there are 3 activities that must carry out, namely intra-curricular, co-curricular, and extra-curricular. Like intra-curricular activities, co-curricular activities should be structured and systematic as intra-curricular that have teaching material. However, the reality is a lot of school don’t have a good preparation for doing co-curricular. Co-curricular is the activities of deepening the material (indicator) there are in intra-curricular, so the material presented in co-curricular activities must be the material that is difficult or that needs enrichment. One of the materials that requires enrichment is mathematics. It is because mathematics has contained difficult material and is usually feared by the students. This article will specifically discuss the needs of students in full-day schools whose co-curricular activities in Mathematics Club (MC) are an cultivate 4C’s skills. The method used exploratory research method. The result of this research found that Schools needed activities such as Mathematics Club because the schools had not implemented cocurricular activities optimally. Di era revolusi industry 4.0, keterampilan 4C (critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication) penting untuk dimiliki siswa. Oleh karena itu, mulai dari tingkat sekolah dasar, kemampuan ini perlu ditumbuhkan. Sesuai Permendibud No 23 tahun 2017 terdapat 3 kegiatan yang harus dilakukan sekolah yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Layaknya kegiatan intrakurikuler, kegiatan kokurikuler seharusnya juga tersusun secara terstruktur dan sistematis disertai dengan bahan ajarnya. Namun, kenyataannya sekolah belum memiliki kesiapan yang maksimal terkait dengan perancangan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler tersebut. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan pendalaman materi (indikator) yang ada dalam kegiatan intrakurikuler, jadi materi yang disajikan dalam kegiatan kokurikuler haruslah materi yang sulit atau butuh pengayaan. Salah satu materi yang membutuhkan pengayaan adalah materi matematika. Hal ini dikarenakan matematika selalu menjadi materi yang sulit dan ditakuti siswa. Artikel ini secara spesifik akan membahas kebutuhan siswa di sekolah full day terhadap kegiatan kokurikuler mathematics club sebagai upaya menumbuhkan keterampilan 4C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksploratif dimana peneliti melakukan observasi dan wawancara secara mendalam terhadap kebutuhan sekolah terhadap kegitan kokurikuler Mathematics Club. Hasil penelitian menemukan bahwa sekolah membutuhkan kegiatan seperti Mathematics Club karena sekolah belum menerapkan kegiatan kokurikuler secara maksimal.



Author(s):  
Shinta Dwi Handayani ◽  
Ari Irawan

Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran matematika disajikan di masa pandemi covid-19 dengan pendekatan matematika realistik. Aplikasi apa saja dan media apa saja yang digunakan dalam pembelajaran matematika secara daring di masa pandemic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, terdapat perbedaan kelas yang dimaksud disini adalah kelas virtual. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini adalah ada beberapa aplikasi yang digunakan dalam menunjang pembelajaran matematika selama masa pandemic dengan pendeketan matematika realistik yaitu media sosial whatsapp group, google class room, google form, zoom meting dan google meet. Selanjutnya media pembelajaran yang digunakan adalah barang-barang pribadi yang ada dirumah dan dalam kehidupan sehari-hari siswa gunakan ketika belajar tentang lingkaran maka yang digunakan sebagai alat peraga yang memang sehari-hari siswa gunakan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran yang bentuknya lingkaran seperti ban sepeda, hula hup, birbir gelas dan lain sebagainya. Adapula kedala dalam pembelajaran daring yaitu keterbatasan inftastuktur penunjang kegiatan pembelajaran dan juga kuota intenet yang menyedot cukup banyak kuota internet siswa dan guru.   The purpose of this study is how mathematics learning is presented during the Covid-19 pandemic with a realistic mathematics approach. What applications and media are used in online mathematics learning during a pandemik. The method used in this research is classroom action research, there are differences in the class referred to here, namely the virtual class. This research was conducted on class VIII students in semester 2 of the 2019/2020 academic year. The results of this study are that there are several applications used to support mathematics learning during the pandemic with realistic mathematics approaches, namely social media WhatsApp group, google class room, google form, zoom meting and google meet. Furthermore, the learning media used are personal items at home and in everyday life students use when learning about circles, they are used as props that students use everyday to serve as learning media in a circle like bicycle tires, hula hup, beer glass and so on. There are also problems in online learning, namely the limitations of the infrastructure to support learning activities and also the internet quota which takes up quite a lot of internet quota for students and teacher.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document