reorder point
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

191
(FIVE YEARS 21)

H-INDEX

18
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 73-81
Author(s):  
Ayu Dewi Larasati ◽  
Naning Retnowati ◽  
Alwan Abdurahman ◽  
Financya Mayasari

Layla Bakery merupakan usaha agroindustri yang terletak  di Jalan Ambulu No.110,  Kecamatan Balung,  Kabupaten Jember.  Produk dari Layla Bakery Jember antara lain roti pisang, donat, roti tawar, roti sisir dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan bahan baku tepung optimal yang seharusnya dilakukan Layla Bakery, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan kembali bahan baku tepung dan berapa total biaya pemesanan optimal untuk melakukan pengadaan bahan baku tepung. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah EOQ  (Economic Order Quantity) yang meliputi perhitungan Quantity untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku yang optimal, alat analisis ROP  (Reorder Point)  untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan bahan baku kembali, alat analisis Safety Stock  untuk mengetahui persediaan pengaman dan TIC  (Total Inventory Cost)  untuk menghitung total biaya pemesanan bahan baku. Berdasarkan hasil analisis dengan  metode EOQ, jumlah pesanan bahan baku yang optimal yaitu sebesar  3.179 Kg dengan frekuensi pembelian 18 kali dalam satu tahun dengan pemesanan ulang bahan baku jika persediaan mencapai 704 Kg dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 351.827.600.



Author(s):  
Antonius Susanto ◽  
Cecilia Esti Nugraheni ◽  
Maria Widyarini

Clothing is one of the basic or primary needs. With the influence of clothing fashion that continues to grow, many Small and Medium Enterprises (SMEs) have sprung up engaged in the clothing sector. SMEs are one of the driving forces of the Indonesian economy. SMEs engaged in the clothing sector are businesses that produce apparel. The materials used in the manufacture of clothing also vary, so that inventory management and material requirements planning are essential processes in the manufacture of clothing. In this study, a simple mobile application was developed that can be used for material inventory management for SMEs. The primary function of this application is to record materials (inventory) and plan production needs using the Reorder Point (ROP) method. The Reorder Point (ROP) method is an order limit point helpful in knowing when a company holds an order. Program development using Android Studio IDE with Flutter framework and Dart programminglanguage. The results of functional testing on this application are 90% achieved following the expected results. The user acceptance test concludes that this application has the potential to facilitate SMEs in managing the inventory of material.



2021 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 116
Author(s):  
Muhammad Nur Faiz ◽  
Seppy Ayu Rachmawati ◽  
Lutfi Syafirullah

Inventory of goods is one of the important factors in developing a business. This inventory affects operational costs. Excess inventory will also lead to greater storage and maintenance costs. Meanwhile, a lack of inventory will cause stock out. Website Inventory information system with the Economic Order Quantity (EOQ) and ReOrder Point (ROP) method can be an alternative to overcome this problem. This information system was developed using the SDLC (System Development Life Cycle) development method. The programming language used is PHP Hypertext Preprocessor, MySQL as database, and Xampp as a web server. EOQ method can determine the level of inventory required by the company. Meanwhile, the ROP to determine the time an item is in the warehouse must be added to the inventory before it runs out. This research results that the determination of the quantity of purchase inventory using the EOQ method and the ROP method is more efficient and the inventory becomes more optimal so that the store can get maximum profit. The results of the system functionality test show that this system works very well



2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 35-47
Author(s):  
Zulfikar Jaka Putera Djalamang, Nanang Qosim Dan Hasan

Penelitian ini mengkaji tentang persediaan beras pada Toko Bali Yasa Luwuk Banggai tahun 2020, lebih spesifik terkait dengan pengelolaan persediaan dalam memenuhi kebutuhan yang di inginkan di pasaran. Manajemen persediaan yang efektif seringkali merupakan kunci keberhasilan operasi perusahaan. Manajemen berusaha untuk mempertahankan kualitas dan jenis persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen, tapi di sisi lain manajemen juga harus menghindarkan biaya penyimpanan persediaan yang terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Persediaan yang terlalu kecil akan menimbulkan kekecewaan konsumen, sebaliknya persediaan yang terlalu tinggi akan menyebabkan biaya penyimpanan dan pemeliharaan persediaan akan melambung. Tujuan penelitian ini di lakukan untuk mengetahui jumlah persediaan beras yang paling optimal pada Toko Bali Yasa Luwuk Banggai dengan menggunakan beberapa metode yaitu Total Inventori Cost (TIC), Economi Order Quantity (EOQ), Safety Stock dan Reorder Point (ROP).  Jenis data yang di gunakan adalah jenis data kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Dari hasil penelitian serta pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa dalam waktu satu tahun Toko Bali Yasa melakukan pemesanan beras sebanyak 60 kali pemesanan dengan jumlah sebanyak 12.000 sak beras dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 147.400.000,-. Untuk mengoptimalkan persediaan tersebut menggunakan metode EOQ diperoleh hasil bahwa pemesanan beras yang dilakukan Toko Bali Yasa sebanyak 60 kali pertahun tidak efisien dan tidak efektif atau belum optimal. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode EOQ diperoleh hasil pemesanan yang optimal yaitu sebanyak 20 kali pesan pertahun dengan jumlah pemesanan sekali pesan 592 sak dengan biaya persediaan sebesar Rp. 81.092.540,-. Penerapan metode ini dapat menghemat pengeluaran biaya Toko Bali Yasa sebesar Rp. 66.307.460,-. Usaha ini dapat menerapkan metode EOQ dengan menggunakan turunan rumus dari Safety Stock, bahwa Toko Bali Yasa harus menyediakan persedian sebanyak 267 sak beras sebelum melakukan pemesanan kembali atau Reorder Point (ROP) pada saat persediaan beras berjumlah 366 sak. Kata Kunci : Persediaan Optimal, TIC, EOQ, ROP, dan Safety Stock.



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 15-20
Author(s):  
INTAN RIZKY LINOVEKA ◽  
EFFY YUSWITA ◽  
IMANIAR ILMI PARIASA

Bahan baku adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberlangsungan proses produksi. pengendalian persediaan bahan baku juga perlu dilakukan agar terhindar dari kondisi kekurangan bahan baku dan juga bahan-bahan baku yang sudah dibeli dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu usaha-usaha terkait agar dapat menentukan persediaan bahan baku yang efektif, sehingga proses produksi dapat terus berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengendalian persediaan bahan baku di PO Rosyada, menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), menganalisis perbandingan total biaya yang dikeluarkan untuk persediaan bahan baku yang sudah dilaksanakan (sebelum metode EOQ) dan setelah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan Economic Order Quantity, Reorder Point, Safety Stock, dan Total Inventory Costs. Hasil dari penelitian ini adalah PO Rosyada masih menggunakan metode konvensional dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku. Setelah melakukan pengendalian bahan baku menggunakan metode EOQ, kuantitas bahan baku yang harus dipesan yaitu 92,98 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 15 kali dalam setahun. Titik pemesanan kembali yaitu ketika bahan baku tersisa 32,7 kg dengan persediaan pengamanan sebanyak 23,82 kg. Biaya yang dikeluarkan sebelum menggunakan EOQ adalah Rp 588.514, sedangkan setelah menggunakan EOQ adalah Rp 267.982. Hal ini dapat menghemat biaya persediaan hingga 54,46%.



2021 ◽  
Vol 7 (3) ◽  
pp. 203-215
Author(s):  
Hidayatun Nihlah ◽  
Husein Hi. Moh. Saleh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku yang harus dilakukan oleh Rumah Cokelat dalam produksi cokelat.. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock dan Reorder Point. Berdasarkan analisi pembelian bahan baku fermentasi biji cokelat untuk produksi cokelat yang optimal menurut metode Economic Order Quantity (EOQ) selama tahun 2018 di Rumah Cokelat yaitu sebanyak 166,7 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 6 kali. Kuantitas persediaan pengaman atau Safety tock tahun 2018 sebesar 7.586 kg. Untuk jumlah Reorder Point tahun 2018 yaitu 7.594 kg. Dari hasil analisis diketahui total biaya persediaan menurut metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar Rp. 13.732.035,2, sedangkan  berdasarkan kebijakan perusahaan total biaya persediaan sebesar Rp. 17.889.726,2. Sehingga jika Rumah Cokelat menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 4.157.691.



Jurnal PASTI ◽  
2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
pp. 103
Author(s):  
Chendrasari Wahyu Oktavia ◽  
Christine Natalia

PT. UYZ adalah perusahaan manufaktur bumbu pangan membutuhkan gula sebagai kandungan di dalam bumbu pangan. Namun, saat ini adanya ketidakpastian hasil penjualan dan jumlah pemakaian dan tingginya total biaya persediaan menyebabkan perlunya metode pengendaliaan persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas pembelian gula yang ekonomis dan optimal, menentukan jumlah safety stock, menentukan reorder point, menentukan maksimum persediaan di gudang, dan menentukan komponen biaya yang mana saja yang menyebabkan tingginya total biaya persediaan, dan mengetahui besar biaya penghematan dengan mengimplementasikan economic order quantity secara berkesinambungan. Hasil dari usulan metode EOQ adalah jumlah pemakaian gula untuk setiap kali pesan adalah 5846 kg, besar safety stock dan maksimum persediaan adalah 69.937 kg dan 75.783 kg, besar reorder point diperoleh 74.732 kg, dan penghematan total biaya pemesanan sebesar 1.405.415 dan total biaya persediaan keseluruhan adalah Rp. 924.665. 



2021 ◽  
Author(s):  
Iskandar Ali Alam ◽  
Vera Anggraini

Setiap perusahaan memiliki tujuan utama yaitu memperoleh laba yang optimal dan mengawasi berjalanya perusahaan serta berkembangnya perusahaan. Salah satu cara agar perusahaan memperoleh laba yang optimal adalah menerapkan suatu kebijakan manajemen dengan memperhitungkan persediaan yang optimal salah satunya yaitu persediaan bahan baku. Persediaan bahan baku yang optimal merupakan faktor penting dalam proses kelancaran produksi pada suatu perusahaan. Bahan baku ini dapat dikendalikan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang memilki tingkat keakuratan perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional.Penelitian ini memiliki jenis penelitian kuantitaif dengan desain berupa penelitian penelusuran. Desain penelitian yang digunakan adalah peneletian kuantitatif yang memiliki tujuan untuk mengakaji lebih dalam tentang penggunaan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam mengendalikan bahan baku Perusahaan Obor Mas (Roti Amin) Bandar Lampung. Objek penelitian ini adalah jumlah pembelian, jumlah persediaan, jumlah pemakaian bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, serta biaya pemesanan dan biaya penyimpanan bahan baku. Yang bertujuan mencari pembelian bahan baku yang optimal, frekuensi pembelian yang optimal, persediaan pengaman Safety Stock, titik pemesanan kembali Reorder Point, dan total biaya persediaan yang efisien.Hasil penelitian didapatkan persediaan optimal bahan baku tepung terigu menggunakan metode EOQ sebesar 3.118 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 21 kali, Safety Stock sebesar 1.290 kg dan ROP dilakukan pada saat bahan baku digudang sebesar 1.521 kg denganTIC Rp 3.803.993. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhitungan menggunakan metode EOQ pada bahan baku tepung terigu lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional. Saran yang dianjurkan bagi manajemen Perusahaan Obor Mas (Roti Amin) Bandar Lampung adalah untuk menggunakan metode EOQ dalam proses pengendalian bahan baku perusahaan.



2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1-12
Author(s):  
M Aldi Wijaya ◽  
Suwaryo Nugroho ◽  
M. Ali Pahmi ◽  
Miftahul Imtihan

Pengendalian persediaan produk merupakan bagian dari model yang mengintegrasikan biaya pemesanan, penggunaan bahan baku per-tahun, biaya penyimpanan per-unit. Stock out menjadi persoalan krusial yang terjadi terkait tidak terpenuhi permintaan konsumen dan berakibat menurunnya penjualan. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi stock out pengendalian persediaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah economic order quantity dengan strategi supply chain managament. Hasil penelitian bahwa total biaya mencapai Rp 113.946.970,00 dengan kuantitas produk agar optimal adalah 165 box, dengan reorder point sebesar 119 box. Hal ini berarti perusahaan harus memesan kembali produk sebanyak nilai reorder point dalam memenuhi permintaan branch main warehouse atau gudang-gudang cabang agar tidak menjadi hutang kirim yang berdampak pada penurunan penjualan perusahaan.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document