Control instrument department-the basic measuring laboratory

1964 ◽  
Vol 21 (5) ◽  
pp. 281-282
Author(s):  
V. M. Obukhov

2018 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 1-12
Author(s):  
Intan Anggita

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya angka kematian ibu nifas yang disebabkan oleh perdarahan salah satu cara untuk mengatasi perdarahan itu dengan cara melakukan pijat oksitosin pijatan ini dapat merangsang hormone oksitosin yang menyebabkan kontraksi uterus sehingga proses involusi berjalan normal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pijat stimulasi oksitosin pada ibu nifas yang dipijat oksitosin dan yang tidak dipijat oksitosin. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen dengan metode post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara consecutive sample.sampel berjumlah 45 orang yang terdiri dari 15 orang sebagai responden yang di intervensi dan 30 orang sebagai variable control. Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengamati penurunan TFU di hari 1,2,3 dan 5 .Hasil dari penelitian ini ada pengaruh pijat stimulasi oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu masa nifas di BPM wilayah kerja Puskesmas Terisi Kabupaten Indramayu Tahun 2016. Melalui uji statistic Chi-Square dengan nilai p



Author(s):  
Mawardi Mawardi ◽  
Puput Arum Puspita Sari

Hasil belajar yang kurang maksimal menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa yang kurang maksimal pula Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara metode pembelajaran Project-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Mekarsari 1 Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen dengan desain peneltian Nonequivalent Control Grup Design. Sampel penelitian ini adalah 67 siswa yang terdiri dari 36 untuk kelas eksperimen dan 31 untuk kelas control. Instrument penelitian yang digunakan sebagai tes kemampuan berpikir kritis siswa adalah 15 butir soal esay. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji-t untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan ternyata diperoleh thitung sebesar 6,778 pada taraf signifikan α = 5% yang kemudian dibandingkan dengan ttabel sebesar 2,028. Karena thitung > ttabel (6,778 > 2,028) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diberi model pembelajaran Project-Based Learning dengan siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Project-Based Learning, Ilmu Pengetahuan Alam



2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 69
Author(s):  
Sulardi Sulardi

Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran rinsip dasar penggunaan alat instrumen kontrol pile drive analyzer dan metode pelaksanaanya pada pengujian daya dukung tiang pancang pondasi tangki kilang Pertamina Unit V Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode penelitian terapan (penelitian terpakai) dengan metode pendekatan studi kasus unconfidence level terhadap akurasi hasil pemancangan pondasi tiang. Penelitian ini adalah sekaligus technical notes succes story penggunaan alat instrument kontrol PDA test dilingkungan kilang PT. Pertamina RU V Balikpapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji dengan alat instrumen kontrol PDA test dapat memberikan akurasi yang baik pada daya dukung individu tiang pancang pondasi tangki sehingga tidak ada keraguan terhadap kriteria penerimaan bangunan tangki nantinya. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa alat instrumen kontrol PDA cocok dan aman digunakan diarea kilang dan dapat dipergunakan untuk pekerjaan sejenis di unit kerja PT. Pertamina yang lain. Kata kunci: Alat instrumen kontrol, pile drive analyzer, daya dukung individu.The aim of the study was to provide an overview of the basic principles of the use of a pile drive analyzer control instrument and its implementation method in testing the carrying capacity of Pertamina Refinery Tank Unit Balikpapan V tank  foundation pile. The research method used in this research is applied research method with the method of using an unconfidence level case study on the accuracy of the results of pile foundation erection. This study is at the same time succesful story technical notes using PDA test control instrument in PT. Pertamina RU V Balikpapan. The results showed that based on the results of tests with PDA test control instruments can provide good accuracy on the carrying capacity of individual tank foundation piles so that there is no doubt about the acceptance criteria of tank building later. The results of this study recommend that PDA control instruments are suitable and safe to use in refinery areas and can be used for similar work in PT. Pertamina other. Keywords: Control instrument, pile drive analyzer, individual bearing capacity.





2015 ◽  
Vol 9 (3-4) ◽  
pp. 263 ◽  
Author(s):  
J. Harry Whalley ◽  
Panagiotis Mavros ◽  
Peter Furniss

This paper will explore questions of agency, control and interaction and the embodied nature of musical performance in relation to the use of human-computer interaction (HCI), through the experimental work <em>Clasp Together (beta)</em> [1] for small ensemble and live electronics by J. Harry Whalley. This practice-led research is situated at the intersection of music neurotechnology for sound synthesis and brain-computer interfaces (BCI, a subdomain of HCI), and explores the use of neural patterns from Electroencephalography (EEG) as a control instrument. The composition departed from the traditional composer/performer paradigm by using both non-instrumental physical gestures and cognitive or emotive instructions integrated into the score.



Nutrients ◽  
2018 ◽  
Vol 10 (9) ◽  
pp. 1274 ◽  
Author(s):  
Priscila Farage ◽  
Renata Puppin Zandonadi ◽  
Verônica Cortez Ginani ◽  
Lenora Gandolfi ◽  
Eduardo Yoshio Nakano ◽  
...  

Gluten cross-contamination in gluten-free food may jeopardize treatment of celiac patients. Considering the deficit of appropriate instruments to enable the implementation of safe production practices for gluten-free food, this study aimed to evaluate the application of a check-list elaborated for gluten cross-contamination prevention in food services. The instrument was applied in 60 Brazilian food services. Interobserver reproducibility and internal consistency of the check-list were tested. A score classification was created for establishments according to the food contamination risk assessment. Subsequent to the application and statistical analysis, the original instrument was reduced to a 30-item check-list. In the reproducibility analysis, none of the 30 items showed significant divergence among the evaluators (p > 0.05 in the Cochran Q test). The 30-item version of the check-list presented Kuder–Richardson Formula 20 (KR-20) = 0.771, indicating good internal consistency. The proposed classification score is obtained by adding 1 point for each item with an “adequate” response; therefore, the final score may vary between 0 and 30 points. Establishments with up to 15 points exhibit risk of gluten contamination, while establishments with a score above 16 points exhibit low risk of contamination. The check-list displayed good reproducibility and internal consistency, suggesting that it could be a useful gluten contamination control instrument in food services.



1980 ◽  
Vol 23 (8) ◽  
pp. 710-713
Author(s):  
A. L. Volkov ◽  
A. L. Serko


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document