error correction model
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

697
(FIVE YEARS 225)

H-INDEX

32
(FIVE YEARS 3)

2022 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 09-16
Author(s):  
Shovon Roy ◽  
Jonaed

Export is expected to have a favorable impact on GDP growth, and the exchange rate is expected to have a major impact on export and thus export earnings. The relationship between exchange rate and export is a hotly debated topic in macroeconomics, and the goal of this research is to see if the Marshall-Lerner condition holds incase of Bangladesh that is if devaluation of domestic currency increase export earnings. Explanatory variables of the model in the study are the exchange rate, foreign income (WGDP), and domestic income (DGDP). Cointegration approaches; Error Correction model, Granger Causality test are used in this study to estimate the long and short-run impacts. With time series data from 1973Q3 to 2018Q2, we used the Error Correction Model and the Granger Causality Test. The findings of VECM support short-run exchange rate and export adjustments. The bidirectional causality between exchange rate and export is established using the Granger causality test.


2021 ◽  
Vol 15 (2) ◽  
pp. 257-276
Author(s):  
Alfi Nurdina ◽  
Harmini ◽  
Amzul Rifin

Abstrak Agreed Export Tonnage Scheme merupakan kebijakan pembatasan kuota ekspor karet alam oleh Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kebijakan ini diduga memengaruhi harga karet alam di tingkat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan kuota ekspor terhadap harga karet alam domestik Indonesia di tingkat petani. Penelitian menggunakan data time series bulanan dari Januari 2013 sampai Desember 2019 menggunakan Error Correction Model. Dalam jangka panjang, harga karet alam pada periode sebelumnya, nilai tukar, konsumsi, produksi dan harga karet alam dunia signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek, harga karet alam pada periode sebelumnya, nilai tukar, dan harga karet alam dunia juga signifikan. Variabel total ekspor dan dummy kebijakan tidak signifikan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini diduga karena harga karet alam tidak lagi bergantung pada faktor fundamental tetapi disebabkan oleh faktor eksternal lainnya. Perbaikan diperlukan, termasuk desain kebijakan yang komprehensif, implementasi dan evaluasi teknis yang jelas, serta kolaborasi tambahan dengan produsen karet alam lainnya. Selain itu, sejalan dengan kebijakan pembatasan ekspor, Indonesia perlu mendorong pertumbuhan industri pengolahan karet alam menjadi produk hilir. Kata Kunci: ECM, Karet Alam, Harga Domestik, AETS   Abstract Agreed Export Tonnage Scheme is a policy of limiting natural rubber export quotas by Indonesia, Malaysia, and Thailand. This policy is suspected to affect the price of natural rubber at the farm level. This study aims to analyze the effect of the export quota policy on Indonesia's domestic natural rubber prices at the farm level. The study uses monthly time series data from January 2013 to December 2019 used Error Correction Model. In the long term, natural rubber prices in the previous period, exchange rate, consumption, production, and world natural rubber prices are significant. Meanwhile, in the short term, natural rubber prices in the previous period, exchange rates, and world price natural rubber were significant. The variable total exports and the policy dummy are not significant both in the long and short term. This is presumably because natural rubber prices no longer depend on fundamental factors but are caused by other external factors. Improvements are needed, including comprehensive policy design, clear technical implementation, and evaluation, as well as additional collaboration with other natural rubber producers. In addition, in line with the export restriction policy, Indonesia needs to encourage the growth of the natural rubber processing industry into downstream products Keywords: ECM, Natural Rubber, Domestic Price, AETS JEL Classification: Q17, Q18, Q21


2021 ◽  
Vol 2021 ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Yining Du

With the development of neural networks in deep learning, artificial intelligence machine learning has become the main focus of researchers. In College English grammar detection, oral grammar is the most error rate content. So, this paper optimizes MLP based on GA in the deep learning neural network and then studies the intelligent image correction of College English spoken grammar. The main direction is to discuss and analyze GA-MLP-NN algorithm technology first and then predict the error correction model of spoken language grammar by combining the optimized algorithm. The results show that GA-MLP-NN provides excellent accuracy for the prediction of the whole syntax error correction model. Then, the paper studies the deep learning technology to build an intelligent image error correction model of College English spoken grammar. The results show that the effect of intelligent correction of spoken grammar is very fast and accurate.


2021 ◽  
Vol 6 (12) ◽  
pp. 5979
Author(s):  
Abdul Azis ◽  
Mahyus Ekananda

Adanya pergeseran dalam pola sistem pembayaran yang beralih dari pembayaran tunai menuju kepada pembayaran nontunai, menyebabkan bank Indonesia sebagai otoritas harus lebih cermat dalam mengendalikan jumlah uang beredar yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini mengkaji pengaruh peningkatan pembayaran nontunai dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan data bulanan pada periode 2009-2019. Penelitian ini didasarkan pada teori netralitas uang yang mengatakan bahwa peningkatan jumlah uang yang beredar hanya berpengaruh kepada variabel nominal namun tidak untuk variabel rill. Dalam melakukan pengujian hipotesis dalam penelitian ini, digunakan estimasai menggunakan metode Vektor Error Correction Model (VECM). Dalam hasil estimasi yang diperoleh, alat pembayaran nontunai dalam periode penelitian yang digunakan dengan proksi data alat pembayaran nontunai berupa nilai transaksi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement, nilai dan volume transaksi kartu ATM/Debit, nilai dan volume transaksi kartu kredit, nilai transaksi uang elektronik, nilai transaksi cek dan nilai transaksi giro bepengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pengaruh pembayaran nontunai yang ditimbulkan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi berlaku dalam jangka panjang, sedangkan jangka pendek hanya beberapa alat pembayaran nontunai yang memiliki pengaruh dalam pertumbuhan ekonomi


2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 152-165
Author(s):  
Deby Marlistyawati Putri ◽  
Maulida Nurhidayati ◽  
Nurul Khasanah

Return on Assets at BNI Syariah banks has shown poor performance. If this condition continues, it can have a destructive impact and result in many losses that must be borne. The study was conducted to determine the effect of mudharabah deposits, equity, and size on Return on Assets at BNI Syariah Bank. The research was conducted with a quantitative approach on quarterly data published by BNI Syariah, OJK, and BI for 2012-2019. The analysis technique uses the Error Correction Model (ECM). The results obtained indicate that mudharabah deposits and equity in the short and long term do not affect ROA. Size in the short term has no effect but in the long term affects ROA. Simultaneously, mudharabah deposits, equity, and size affect ROA both in the short and long term. The contribution amount given is 31.74% in the short term and 49.51% in the long term. BNI Syariah Bank can further increase customer interest in deposits, expand market share in larger-scale business units and the general public, and use promotional media more creatively according to the digital era. Return on Assets pada bank BNI Syariah telah menunjukkan performansi kurang baik. Jika kondisi ini terus berlangsung dapat berdampak buruk serta berakibat pada besarnya kerugian yang harus ditanggung. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh deposito mudharabah, ekuitas, dan size terhadap Return on Assets pada Bank BNI Syariah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pada data triwulan yang dipublikasikan oleh BNI Syariah, OJK dan BI periode 2012-2019. Teknik analisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa deposito mudharabah dan ekuitas pada jangka pendek maupun jangka panjang tidak berpengaruh pada ROA. Size dalam jangka pendek tidak berpengaruh tetapi dalam jangka panjang berpengaruh pada ROA. Secara simultan, deposito mudharabah, ekuitas dan size berpengaruh pada ROA baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Besarnya kontribusi yang diberikan adalah 31,74% pada jangka pendek dan 49,51% pada jangka panjang. Bank BNI Syariah dapat lebih meningkatkan minat nasabah pada deposito, memperluas market share pada unit usaha skala lebih besar serta masyarakat umum  lainnya dan penggunaan media promosi sesuai era digital dengan lebih kreatif.


2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 109-118
Author(s):  
Yudhistira Ardana ◽  
Nur Syamsiyah ◽  
Misfi Laili Rohmi ◽  
Lilis Renfiana

Islamic bank products to raise public funds can be in the form of demand deposits (wadiah), savings (mudharabah), and deposits (mudharabah). One of the profit-sharing rates in Islamic banks comes from internal factors, namely Return on Assets, Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, and Operational Expenses Operating Costs. This study will examine the effect of bank internal factors on mudharabah deposits of Islamic commercial banks using an econometric model, namely the error correction model. Findings. The results showed that the bank's internal variables had a significant effect on mudharabah deposits both in the short and long term. Variables Return on Assets, Capital Adequacy Ratio, and Operational Expenses Operational costs both short and long term have a negative effect on mudharabah deposits.


2021 ◽  
pp. 135481662110559
Author(s):  
Seymur Ağazade

The current study calculates an indicator of tourism source market structure and investigates its impact on international tourism revenues in Turkey. This structure may influence the tourism performance through its consequences on the competitiveness and risk structure of the sector. The calculation of tourism source market structure in this study is based on the normalized Herfindahl–Hirschman Index and number of tourists by nationality. The ARDL co-integration framework is the method used and the estimation covers the period between January 2008 and September 2019. The calculated tourism source market structure indicator showed decreasing trend in the research period indicating that the tourism source market diversified in some extent. The co-integration is supported, and in the long-term model a 1% decrease in the tourism source market concentration found to increase international tourism revenues by 1.9078%. Furthermore, the error correction model indicated that it takes 7.16 months for deviations from the long-run relationship to return to the equilibrium.


2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 369-386
Author(s):  
Nurhayati Gustina

Sukuk merupakan suatu instrumen keuangan yang diterbitkan baik oleh swasta maupun pemerintah yang nantinya akan digunakan untuk membantu operasional perusahaan atau proyek. Sukuk negara ritel merupakan jumlah lembar sukuk negara ritel yang diperdagangkan di bursa. Sukuk negara ritel diterbitkan untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel harga sukuk SR-008 dan SR-010 serta variabel makro ekonomi seperti BI Rate, Inflasi dan Nilai Tukar (Kurs) berpengaruh terhadap keputusan investor dalam meningkatkan performa Sukuk Ritel Negara pada sebelum dan saat terjadi pandemi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis model VAR (vector autoregressive) dan VECM (vector error correction model) yang di olah dengan program Eviews 10.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data time series.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa performa sukuk ritel negara memiliki hubungan jangka panjang antar variabel Harga Sukuk Ritel, BI Rate, Inflasi dan Kurs terhadap performa sukuk negara ritel ini. Pada hubungan jangka panjang diketahui bahwa variabel BI Rate memberikan pengaruh positif terhadap performa sukuk ritel negara. Sedangkan dalam jangka panjang variabel Inflasi, Harga Sukuk Ritel Negara dan Kurs memiliki pengaruh negatif terhadap performa sukuk ritel negara. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel harga memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang antar variabel harga terhadap performa sukuk ritel negara itu sendiri. Sedangkan untuk variabel kurs, terdapat pengaruh jangka panjang terhadap sukuk ritel negara, tetapi tidak terlalu berdampak signifikan artinya variabel kurs mempengaruhi keputusan dan jika nilai kurs turun makan dapat mendorong investor untuk berinvestasi dalam sukuk negara ritel, sehingga performa sukuk ritel negara akan meningkat. Pada hasil uji Beda atau Paired Sample T-Test bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara performa sukuk ritel negara sebelum dan saat terjadi pandemi.


2021 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 287
Author(s):  
Wasiaturrahma Wasiaturrahma ◽  
Anita Lucky Kurniasari

The purpose of this study is to investigate the effect of non-cash payment transactions on economic growth in Indonesia and to see the responses from supporting variables, such as the velocity of money and the price of transactions. This study involves a Vector Error Correction Model (VECM) analysis tool, using monthly time series data during 2009: 1 – 2017: 12. The results show that the payment instrument affects economic growth, especially the Card-Based Payment Instrument (CBPI). In addition, there are changes to the velocity of money and prices caused by the increase in the use of non-cash payment instruments. Keywords: Electronic Payment, Economic Growth, Vector Error Correction Model (VECM)JEL: E4; C51 


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document