roland barthes
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

2061
(FIVE YEARS 796)

H-INDEX

9
(FIVE YEARS 2)

Nirmana ◽  
2022 ◽  
Vol 20 (2) ◽  
pp. 80-85
Author(s):  
Apsari Wiba Pamela
Keyword(s):  

Dalam merancang sebuah pesta pernikahan, pengantin dari kalangan kelas menengah atas akan mengutamakan sebuah kepuasan untuk mewujudkan dream wedding. Salah satu wujud dalam membuat pesta pernikahan dapat diamati melalui fenomena kreasi yang diterapkan dalam merancang tampilan visual undangan pernikahan. Desain undangan pernikahan berfungsi lebih dari sekedar penyampaian informasi acara pernikahan melainkan sebagai bentuk untuk mengekspresikan rasa bahagia sehingga tampilan visual menjadi hal yang dianggap penting pada proses perancangan. Dalam setiap elemen desain undangan pernikahan diyakini memiliki simbol mengenai status ekonomi, hierarki dalam kehidupan sosial serta kepercayaan yang berhubungan dengan kebudayaan dan juga keagamaan. Penelitian ini mengitepretasikan sebuah makna denotatif, konotatif dan mitos dibalik desain undangan pernikahan kelas menengah atas dengan metode kualitatif menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan sampel desain undangan pernikahan yang merupakan sebuah studio desain yang merepresentasikan undangan pernikahan kalangan menengah atas. Pada penelitian ini ditemukan desain yang bergaya elegan dan modern dari undangan pernikahan kelas menengah atas yang menunjukan simbol status sosial yang bersifat duniawi namun juga menunjukan simbol kepercayaan yang bersifat agama dan budaya.


2022 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 01-07
Author(s):  
Iskandarsyah Siregar

The Palang Pintu tradition is a tradition that is part of the Betawi wedding ceremony. In this study, the semiotic analysis of Roland Barthes was used. This study uses extra-qualitative research methods with an interpretive approach as a complement. This linguistic research is classified as interpretive research because it relies on interpreting texts that can be related to the context in it, such as ideological, moral, cultural, and spiritual values. In this study, the researcher aimed to analyze the meaning of the Palang Pintu procession in terms of semiotics. From the results of the study, it can be concluded that in Palang Pintu, there are 1) meanings of denotation in the procession of the Palang Pintu, processions are starting from the dustur prayer, greetings, rhyme contests, fighting, and reciting the holy verses of the Koran or chanting sike. In the denotative meaning of this Palang Pintu process, apart from explaining the literal meaning and describing the process. It also describes the stages of testing for the groom to marry his bride; 2) the connotation meaning in the Palang Pintu procession describes the practice of the teachings and laws of Islam and love for the Prophet Muhammad SAW and family ties; and 3) the myth in the Palang Pintu procession is that there are Betawi solid community principles, namely recitation, prayer, and silat. In addition, the dominance of solid Islamic teachings is evidenced by the existence of relevant verses of the Koran and hadith and the content of Betawi cultures, such as rhyming, where rhymes are used to advise on traditional art ceremonies.


2022 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 16-24
Author(s):  
Nurma Yuwita ◽  
Ayu Nurdiana

Persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) bagaimana representasi kecantikan pada video tutorial make-up Beauty Vlogger Tasya Farasya di Youtube dengan analisis semiotika Roland Barthes? Untuk mengungkap masalah tersebut secara menyeluruh dan mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif karena peneliti menafsirkan representasi kecantikan pada video tutorial tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kecantikan adalah (1) ketika memakai foundation, (2)memakai concealer dibagian bawah mata, (3) memakai blush on pada pipi,(4) memakai bedak, (5)memakai highlight&contour pada bagian wajah,(6) memakai eye shadow dibagian mata, (7)memakai eye liner dibagial kelopak mata, (8)mengukir pensil alis dengan cantik, (9)memakai maskara pada bulumata, (10)mengoles lipstick pada bibir. Berdasarkan hasil penelitian ini beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan antara lain: (1) Bagi masyarakat, Supaya lebih bijak dan lebih cermat berpikir bahwa terkadang tidak semua kata “cantik” itu harus memakai dengan make-up. (2) Bagi akademis, dapat menambah pengetahuan tentang makna-makna yang berkenaan video konten kecantikan  di youtube, agar lebih mudah memaknai makna cantik yang sesungguhnya.  


2022 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 187-195
Author(s):  
Nurul Vidiyah

The problem in this research is the lack of alternative literature teaching materials used by teachers in the learning process. This study aims to analyze the semiotics of Roland Barthes in the animated film Entong which will be used as an alternative material for teaching literature in elementary schools. The research method applied in this research is content analysis method. Data collection techniques were carried out by observation and documentation. The results of the observation show that there are semiotic codes of Roland Barthes in the episodes of the animated film Entong. This happens because, data retrieval is taken from the YouTube application. The semiotic codes contained in the animated film Entong are hermeneutic codes that function to see the problems of a narrative and create a solution or an answer, semiotic codes function to a connecting relation code which is the connotation of a person, place, object whose sign is a character, code symbolic functions as symbols, preauretic codes function to see the basic narrative actions in various sequences that may be indicated, and cultural codes function to see the cultural side of a story. Based on Roland Barthes' semiotics contained in the animated film Entong, it can be used as an alternative to teaching literature in elementary schools so that students can apply it in their daily lives.


Kompetensi ◽  
2021 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
pp. 59-68
Author(s):  
Annisa Annisa ◽  
Cindy Natasia Ginting ◽  
Irma Erliana Purba
Keyword(s):  

Film adalah media komunikasi massa yang menggambarkan kehidupan sosial yang di dalamnya mengandung pesan untuk sekelompok orang. Mimpi Ananda Raih Semesta adalah film yang menceritakan kisah perjuangan seorang ibu bernama Tupon yang membesarkan anaknya Sekar Palupi dengan segala keterbatasan yang di alami hingga meraih kesuksesan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengumpulkan, dan menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos di dalam skenario dan adegan yang terdapat dalam film. Untuk menganalisis film Mimpi Ananda Raih Semesta peneliti menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Analisis film ini mengambil 10 scene yang meliputi dialog, adegan yang diperoleh dari visual film. Film ini mengandung banyak pesan tersirat yang memberikan pesan berupa motivasi untuk tidak menyerah meraih pendidikan dengan memberikan dorongan melalui film.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
Author(s):  
Rahmad Danil

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mitos di balik kisah mimpi Nabi Ibrahim yang terkandung dalam QS. Ash Shafat ayat 100-108. Ayat tersebut menjelaskan tentang kisah awal mula penyembelihan anaknya hingga digantikannya dengan seekor domba. Dari kisah tersebut terdapat makna lain berupa ideologi yang terkandung dalam kisah tersebut. Makna ini bisa dicari melalui pembacaan semiotic Roland Barthes karena dapat menggapai makna ideologi yang ada di balik kisah tersebut. Tulisan ini merupakan jenis penelitian kualitatif library-research dengan metode pencarian data dari kitab-kitab tafsir dan artikel sejenisnya. Penelitiani ini membagi ayat 100-108 menjadi empat bagian dan dari masing-masing pembagian tersebut peneliti menemukan ideologi dibalik ayat tersebut. Pertama, pada ayat 100-102 peneliti menemukan baahwa ayat ini menunjukkan siapa dan umur berapa anak yang disembelih. Tafsir mutakhir mengatakan bahwasanya anak tersebut bernama Ismail yang telah berumur baligh. Kedua, mimpi merupakan salah satu bentuk penyampaian firman Tuhan kepada utusan-Nya. Ketiga, agama Nabi Ibrahim disebut dengan hanif. Keempat, setiap orang yang melakukan pengorbanan kepada Allah akan diberi balasan yang setimpal.


Author(s):  
Mazhar Abbas ◽  
Farrukh Nadeem ◽  
Ali Ahmad Kharal

The research focuses on the indigenous critical perspective when applied through semiotics of Barthes’ codes to the Kashmiri narratives. The study briefly reviews indigenous perspective as explained by Professor Jody Byrd and Aileen Moreton-Robinson after giving reference to Heather Harris about indigenous epistemology. This follows linking it to semiotics through Barthes’ codes with their review and association to cultural indigenousness. The research also reviews the Kashmiri narrative tradition and analyses the short story “The Transistor” in the light of this theoretical perspective to show that Kashmiri indigenousness as presented through signs and symbols when interpreted as indigenous semiotics show the specific Kashmiri resistance, conflictual cultural practices, and indigenous sovereignty under paracolonialism. The research, however, falls short of proving how the Kashmiri cultural paradigm shifts under paracolonial presence which requires separate inquiry from another angle.


Author(s):  
Linta Wafdan Hidayah ◽  
Alisa Qotrunada

The movie 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita directed by Robby Ertanto that presents a representation of seven women in the Indonesian context through certain signs, concepts, thoughts, and language. This representation can be in the form of a depiction of physical or psychological violence, subordination, workload, power, or women's reproductive rights. The research method used Roland Barthes' semiotic analysis model and constructivist paradigm approach. Barthes' theory represents two ideological signs that he put forward, namely the denotative sign system or the connotative sign system: A denotative sign, which is a more rigorous descriptive system than the connotative sign it has described, is the result of the existing signifier image and the signified concept. for example vegetables and milk are markers and healthy and strong are markers. Whereas A connotative sign is a sign that experiences a shift in its historical meaning due to a change in meaning. It can be influenced by a change in culture or terminology, an event that occurs in a situation, or even just an evolution.The results of this study indicate that in the movie7 Hati 7 Cinta 7 Wanita contains at least three points of findings: (1) aspects of female domestication and gender politics, which encourage women to be placed in traditional positions as housewives, (2) aspects of segregation, namely placing women in a weak position in relation to men, (3) many women experience the reality that places them in subordinate positions.


2021 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 141-150
Author(s):  
Nurul Ayu Andari Sardi ◽  
Hanifah Az Zahra ◽  
Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
Keyword(s):  

Streotipe masyarakat mengenai utuhnya selaput dara sering dikaitkan dengan status keperawanan perempuan. Keutuhan selaput dara tersebut ditandai oleh keluarnya darah saat pertama kali berhubungan seks. Namun  pemilik akun Tik Tok @blood.indonesia merepresentasikan konsep yang berbeda mengenai keperawanan dan selaput dara perempuan. Pemilik akun @blood.indonesia menggunggah konten video tersebut bermula dari anggapan masyarakat yang menghubungkan status keperawanan para perempuan pengguna menstruasi cup. Melalui metode pendekatan kualitatif dengan perspektif teori semiotika Roland Barthes bertujuan untuk memahami makna denotatif, konotatif, serta mitos keperawanan yang terkandung dalam konten video Tik Tok @blood.indonesia. Teknik pengumpulan data diperoleh dari peneliti melakukan tangkapan layar gambar pada unggahan konten Video Tik Tok @blood.indonesia yang membicarakan tentang selaput dara dan status keperawanan beserta komentar yang ada didalam video tersebut dan studi pustaka seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, buku, media online yang berkaitan dengan subtansi penelitian. Selanjutnya peneliti akan mengidentifikasikan tanda-tanda berdasarkan transkrip yang ada dalam unggahan konten video tersebut lalu mengklasifikasi kategori dan mengaitkan dengan analisis semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna konotatif dan denotatif yang ditampilkan dalam unggahan konten video akun Tik Tok @blood.indonesia yaitu bahwa selaput dara bukan menjadi tolak ukur status keperawanan seorang perempuan sebab lubang tiap perempuan berbeda beda bentuknya bahkan ada perempuan lahir tanpa selaput dara. Sementara makna konotatif yang ditampilkan adalah lubang selaput dara menjadi  nilai keperawanan didalam scene unggahan konten video Tik Tok tersebut. Namun anggapan masyarakat awan terhadap keutuhan selaput dara telah terkonstruksikan dari adanya berbagai mitos yang muncul dan berkembang didalam kehidupan masyarakat.


Author(s):  
Raouf Aminzadeh

This   article is an attempt to focus on Interior by Maeterlinck in the light of Absurd tradition. Maeterlinck employed symbols to illuminate nature, spirituality, existence, and the innumerable and invisible forces that shape our existence. Maeterlinck uses symbolism to explore the theme of death that is omnipotent in everyday life. The Interior 's central theme is death. Maeterlinck generates suspense by juxtaposing the characters' uneasiness in the garden with the family's peace and ignorance within the house. In order to reach this aim, the researchers decide to explain the theatre of the Absurd and its elements. Maeterlinck distrust of language is shown in his distrust of words, using repetitions, silences, pauses and some other tactics. The existential theme and contents used in selected play are discussed. Themes such as: death, lack of individuality and lack of communication in mentioned play is discussed. Moreover, this article also contains a comparative study of the structure of the two.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document