scholarly journals PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI JEPARA, JAWA TENGAH (STUDI EKSPLORATIF)

2021 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 450
Author(s):  
Ika Tristanti ◽  
Indah Puspitasari

Salah satu tujuan pembangunan di negara-negara di Dunia adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu. Kesehatan ibu salah satunya ditingkatkan dengan menyediakan dan mempermudah akses pelayanan pemeriksaan pada ibu hamil atau dikenal dengan istilah antenatal care. Pelayanan pemeriksaan kehamilan yang tidak memadai atau dibawah standar dapat mempengaruhi kondisi kehamilan ibu dan janin yang akan dilahirkan nanti terutama ibu hamil dengan disertai komplikasi masalah kesehatan lainnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang waktu pemeriksaan kehamilanPenelitian ini merupakan penelitian cross-sectional eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di dua wilayah puskesmas yaitu Puskesmas Pecangaan  dan Puskesmas Kedung. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel adalah 10  ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di kedua puskesmas tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan jadwal wawancara semi terstruktur dan panduan kelompok terarah. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 responden berusia 20-35 tahun, semua sudah menikah, 7 berpendidikan dasar (tamatan SD atau SMP), 2 berpendidikan sekolah menengah  atas dan 1 berpendidikan tinggi, 6 orang bekerja , 3 orang telah memiliki anak. Dalam menilai pengetahuan ibu hamil tentang  waktu pemeriksaan kehamilan , Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di Bidan atau Puskesmas setelah mengalami terlambat bulan.Ibu hamil telah  menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan atau perawatan  antenatal , ibu hamil mengetahui jadwal atau waktu pemeriksaan kehamilan, ibu hamil mendapatkan informasi tentang jadwal pemeriksaan kehamilan dari bidan. Tetapi ibu hamil kurang mengetahui tentang fokus asuhan yang diberikan oleh ibu hamil pada tiap kali pemeriksaan kehamilan.

2021 ◽  
Vol 13 (01) ◽  
pp. 96
Author(s):  
Nining Sulistyowati ◽  
Yeti Trisnawati

ABSTRAKLatar belakang: Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil Kurangnya kunjungan ANC ini bisa menyebabkan bahaya bagi ibu maupun janin seperti terjadinya perdarahan saat masa kehamilan karena tidak terdeteksinya tanda bahaya. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis kecemasan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care di masa pandemic covid-19. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Praktik Mandiri Bidan di Kota Tanjungpinang dari bulan Januari – Februari 2021. Populasi seluruh ibu hamil TM III yang terdata di Praktik Mandiri Bidan di Kota Tanjungpinang dengan sampel sebanyak 32 responden. Teknik purposive sampling dengan kriteria antara lain ibu hamil dengan usia kehamilan trimester III, mampu mengungkapkan perasaan dan kecemasannya, mempunyai handphone dan nomor whatsapp, memiliki Buku KIA serta skor L-MMPI (Lie-Score Minnesota Multiphase Personality Inventory) <10. Hasil penelitian: Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai p 0,016 (p<0,05) disimpulkan ada hubungan antara tingkat kecemasan ibu hamil dengan kunjungan antenatal care ke fasilitas pelayanan kesehatan di masa pandemi Covid-19. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ANC ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 sebagian besar melakukan kunjungan ANC teratur 22 ibu hamil (68,8%), ibu hamil tidak mengalami kecemasan 9 (28,1%). Ibu hamil yang mengalami kecemasan dan tidak teratur melakukan kunjungan ANC sebanyak 12 ibu hamil (37,5%). Ibu hamil yang tidak mengalami cemas seluruhnya melakukan kunjungan ANC secara teratur yaitu 9 responden.Kata kunci: umur, Pendidikan, pekerjaan, kehamilan, kecemasan, frekuensi antenatal carePREGNANT MOTHER'S ANXIETY LEVELS ON ANTENATAL CARE VISITS DURING THE COVID-19 PANDEMICABSTRACTBackground: The Covid-19 pandemic has caused many restrictions on almost all routine services, including maternal and neonatal health services. Pregnant women are reluctant to go to the puskesmas or health service facilities for fear of contracting it, there are recommendations to postpone pregnancy checks and classes for pregnant women. This lack of ANC visits can cause danger to the mother and fetus, such as bleeding during pregnancy because no danger signs are detected. The purpose of the study: To analyze the anxiety of pregnant women regarding antenatal care visits during the covid-19 pandemic. Methods: Analytical research with cross sectional design. The study was conducted at the Independent Midwife Practice in Tanjungpinang City from January - February 2021. The population of all TM III pregnant women recorded at the Midwife Independent Practice in Tanjungpinang City with a sample of 32 respondents. Purposive sampling technique with criteria including pregnant women with the third trimester of pregnancy, being able to express their feelings and anxieties, having a cellphone and whatsapp number, having a KIA Book and an L-MMPI (Lie-Score Minnesota Multiphase Personality Inventory) score <10. Research results: The results of the chi square statistical test obtained a p value of 0.016 (p <0.05) it was concluded that there was a relationship between the level of anxiety of pregnant women and antenatal care visits to health care facilities during the Covid-19 pandemic. Conclusion: The results showed that ANC visits of pregnant women to health care facilities during the covid-19 pandemic mostly carried out regular ANC visits 22 pregnant women (68.8%), pregnant women did not experience anxiety 9 (28.1%). Pregnant women who experience anxiety and do not regularly visit ANC as many as 12 pregnant women (37.5%). Pregnant women who do not experience anxiety all make regular ANC visits, namely 9 respondents.Keywords: age, education, occupation, pregnancy, anxiety, antenatal care frequency.


2019 ◽  
Vol 9 (04) ◽  
pp. 673-680
Author(s):  
Agustian Dwi Mahendra ◽  
Nur Yeny Hidajaturrokhmah ◽  
Suci Anggraeni

Pendahuluan: Kepatuhan ibu hamil untuk melakukan Antenatal care sangat penting karena dapat mengurangi angka komplikasi kehamilan. Akan tetapi prevalensi ibu hamil untuk melakukan Antenatal Care sangat rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis kepatuhan Antenatal Care (ANC) terhadap kejadian komplikasi kehamilan di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Desain: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung sejumlah 45 responden. Sampel diambil secara purposive sampling didapatkan 30 responden . Data yang telah terkumpul diolah dengan uji statistik chi square dengan kemaknaan α =0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar dari responden memiliki kepatuhan ANC yang patuh, yaitu 19 responden (63,3%) dan sebagian besar responden tidak mengalami kejadian komplikasi saat hamil, yaitu 22 responden (73,3%). Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan kepatuhan Antenatal Care (ANC) terhadap kejadian komplikasi kehamilan di Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung (nilai p-value = 0,002) dengan uji chi square. Kesimpulan: Kepatuhan ibu hamil untuk melakukan Antenatal care sangat penting karena akan dapat membantu mengurangi komplikasi kehamilan yang dapat mempengaruhi angka kematian ibu dan bayi. 


Author(s):  
Dewi Ciselia ◽  
Vivi Oktari

Program Kesehatan ibu dan anak diberi kode angka K yang merupakan singkatan dari kunjungan. Dikatakan K1 murni jika minimal dilakukan sekali kunjungan hingga usia kehamilan 28 minggu. Dikatakan kunjungan sesuai standar K4 dimana paling sedikit dilakukan 4 kali selama kehamilan, satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dua kali pada trimester ketiga. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2019 di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2019. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, yaitu dimana sampel diambil sesuai dengan karakteristik tertentu. Pada hasil penelitian menunjukkan Kelengkapan kunjungan ibu hamil dalam melakukan ANC yang teratur yaitu (56,7%), Ibu hamil mempunyai pengetahuan baik tentang ANC (73,3%), ibu hamil yang memiliki sikap yang baik tentang ANC (66,7%), Hasil uji statistik Variabel pengetahuan dengan kelengkapan kunjungan di peroleh hasil nilai p value>0,05 yaitu 0.698. bgitu juga pada hasil uji statistik variabel sikap dengan kelengkapan kunjungan diperoleh hasil nilai p value>0.05 yaitu 0,698. Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat keteraturan melakukan kelengkapan kunjungan antenatal care. Tidak ada hubungan sikap ibu dengan kelengkapan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2019


2021 ◽  
pp. 36-43
Author(s):  
Fitri Nengsi Astuti ◽  
Andi Faradilah ◽  
Purnamaniswati Yunus

ASI merupakan makanan ideal untuk bayi dengan berbagai faktor protektif dan nutrisi yang penting. Pemberian ASI merupakan salah satu upaya kesehatan primer yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi khususnya pada anak. Lama pemberian ASI yang sesuai dengan anjuran WHO yaitu selama 2 tahun penuh, termasuk 6 bulan pemberian secara eksklusif akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Namun, cakupan pemberian ASI tahun 2015 hanya 37,3%, yang masih jauh dari target pemerintah tahun 2018 sebesar 75%. Beberapa faktor yang behubungan dengan lama menyusui yaitu usia, pekerjaan, pengetahuan ASI, pengetahuan agama, kesehatan ibu, produksi ASI, paritas, berat lahir anak, kesehatan anak, jenis persalinan, promosi susu formula, teknik menyusui, dukungan keluarga, anggota keluarga merokok, dan riwayat antenatal care. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan lama menyusui anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini ditemukan, gambaran frekuensi tertinggi untuk predisposing factor yaitu pengetahuan ASI yang baik 125 (94,7%), produksi ASI lancar 123(93,2%), dan tidak bekerja sebanyak 111 (84,1%). Gambaran frekuensi tertinggi untuk enabling factor yaitu berat lahir anak normal 125 (94,7%), persalinan normal 117(88,6%), dan tidak mendapat promosi susu formula sebanyak 100(75,8%%). Gambaran frekuensi tertinggi untuk reinforcing factor yaitu dukungan keluarga sebanyak 131(99,2%). Melalui penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan lama menyusui.


2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 116
Author(s):  
Ana Amalia Rizqi ◽  
Suci Musvita Ayu

Abstrak Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sleman pada tahun 2017 sebesar 42,78 per 100.000 kelahiran hidup, AKI menurun dibanding tahun 2016 yaitu sebesar 56,59 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 4,20 per 1.000 kelahiran hidup, AKB meningkat dibandingkan tahun 2016 yaitu sebesar 3,11 per 1.000 kelahiran hidup. Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi salah satunya melalui program pelayanan antenatal care terpadu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu dengan pemeriksaan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) pada Ibu Hamil di Puskesmas Sleman Tahun 2018. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini analitik observational dengan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah ibu hamil yang ada di wilayah Puskesmas Sleman. Sampel penelitian 104 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat penelitian ini kuesioner. Analisis data adalah univariate dan bivariate. Hasil Penelitian: Menunjukkan nilai signifikan 0,001 (p<0,05), maka dapat diketahui terdapat hubungan antara pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu dengan pemeriksaan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) pada Ibu Hamil di Puskesmas Sleman 2018, nilai Prevalensi Risk 25,714 (>1) dan nilai CI antara 3,094 dengan 213,742 sehingga tidak melewati angka satu, artinya varibel tersebut merupakan faktor risiko. Kesimpulan: Ada hubungan antara pelayanan Antenatal Care (ANC terpadu dengan pemeriksaan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) pada Ibu Hamil di Puskesmas Sleman.


2019 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 25
Author(s):  
Sri Tanjung Rejeki ◽  
Tri Agustina Hadiningsih ◽  
Rina Febri Wahyuningsih

Salah satu upaya pemerintah dalam  menurunkan AKI, AKB dan mengurangi komplikasi selama kehamilan dengan  Penggandaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Diharapkan dengan adanya buku KIA dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan. Studi pendahuluan  dilakukan pada 10 ibu hamil dengan hasil sebagian besar ibu hamil hanya membawa buku KIA ketika melakukan pemeriksaan tanpa membaca isi  buku KIA dan 4 ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan ketika menjelang persalinan.Tujuan penelitian iniu ntuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Slawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 ibu hamil Trimester III dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 .Data dianalisis dengan menggunakan system komputerisasi SPSS dengan uji statistic Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan kunjungan ANC yang disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil trimester III karena nilai Asym. Sig sebesar 1,000(p value < 0,05). Ibu yang tidak memanfaatkan buku KIA belum tentu tidak melakukan kunjungan ANC. Kata kunci : buku KIA; ANC; ibu hamil


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 115-121
Author(s):  
ROFIK DARMAYANTI ◽  
Indah Nurul

     Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lainnya. MAL sampai saat ini kurang diminati ibu hamil disebabkan kurangnya pengetahuan ibu, faktor dukungan dari keluarga yang kurang, norma budaya karena anggapan masyarakat bayi tidak kenyang bila hanya diberi ASI saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) dengan minat melakukan Metode Amenorea Laktasi (MAL).      Desain penelitian menggunakan korelasional (hubungan atau asosiasi) dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian semua ibu hamil di Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota, Kota Kediri. Teknik sampling menggunakan purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 35 responden dari 55 ibu hamil. Pada penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel independen adalah pengetahuan ibu hamil tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) dan variabel dependen adalah minat melakukan Metode Amenorea Laktasi (MAL). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan Spearman Rank.      Hasil penelitian diperoleh 17 responden (48,6%) memiliki pengetahuan kurang tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) dan 23 responden (65,7%) memiliki minat sedang untuk melakukan Metode Amenorea Laktasi (MAL). Hasil uji statistik Z hitung sebesar 3,776 sedangkan Z tabel sebesar 1,96 dimana Z hitung > Z tabel.      Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) dengan minat melakukan Metode Amenorea Laktasi (MAL) di Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota, Kota Kediri. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) perlu adanya konseling yang melibatkan bidan, suami dan keluarga pada saat ibu melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC).   Kata Kunci : Pengetahuan, Minat, Ibu Hamil, Metode Amenorea Laktasi


Author(s):  
Rahayu Dwikanthi ◽  
Jundra Darwanty ◽  
Retno Dumilah

Antenatal services that are carried out regularly and comprehensively can detect early abnormalities and risks that may arise during pregnancy. In fact, although the proportion of pregnant women who check their pregnancies to health workers in early pregnancy is quite high (81.6%), not all of them take part in examinations according to ANC service standards up to 4 times. This study aims to analyze the relationship between husband support and pregnancy check behavior. This type of research was cross-sectional, with respondents being maternity in the Rawamerta Health Center, Karawang Regency, consisting of 41 respondents selected by purposive sampling technique. Chi-square test was used in the data analysis. The analysis showed that there was no relationship between husband's support and pregnancy check up, so it is necessary to do further family-based research. Keywords: antenatal care; husband's support ABSTRAK Pelayanan antenatal yang dilakukan secara teratur dan komprehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan risiko yang mungkin timbul selama kehamilan. Kenyataannya, walaupun proporsi ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan di awal kehamilan cukup tinggi (81,6%), namun tidak semuanya mengikuti pemeriksaan sesuai standar pelayanan ANC sampai dengan 4 kali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan kehamilan. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional, dengan responden adalah ibu bersalin di Puskesmas Rawamerta, Kabupaten Karawang, terdiri atas 41 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Dalam analisis data digunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan pemeriksaan kehamilan, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berbasis keluarga. Kata kunci: antenatal care; dukungan suami


Author(s):  
Novalia Widya Ningrum

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan selama kehamilan merupakan hal yang penting bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Penyebab kematian tersebut karena kurang optimalnya pelayanan kesehatan selama masa kehamilan. Berbagai hal yang mempengaruhi pelayanan antenatal; pengetahuan,umur,pekerjaan,paritas,letak geografis tempat tinggal dan motivasi baik dari ibu ataupun lingkungan yang diteliti d Puskesmas X.Tujuan Penelitian: Menganalisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu hamil Melakukan Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas X.Metode : Penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah ibu hamil TM III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Takisung bulan April-Juni 2017 berjumlah 224 orang, di ambil dengan sampel minimal 30 orang. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, dianalisis menggunakan  uji Chi-square.Hasil : Analisis uji Chi-square  Faktor usia (p= 0,456 α= 0,10) dan pengetahuan Ibu hamil TM III (p=0,926 α = 0,10, maka tidak adanya pengaruh umur dan pengetahuan terhadap kunjungan ANC. Faktor pekerjaan (p= 0,046 α = 0,10), jumlah paritas (p=0,068 α = 0,10), letak geografis (p=0,005 α = 0,10), motivasi (p=0,001 α = 0,10),maka adanya pengaruh faktor pekerjaan, paritas, letak geografis dan motivasi  terhadap kunjungan ANC.Simpulan: Faktor pekerjaan,jumlah paritas, letak geografis tempat tinggal, motivasi berpengaruh pada ibu hamil TM III dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Kata Kunci : Antenatal Care, letak geografis, motivasi, paritas, pekerjaan, pengetahuan, umur.


2017 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Khairul Anam ◽  
Norfai Norfai

Abstrak Antenatal Care adalah pelayanan kesehatan secara berkala selama masa kehamilan ibu yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan professional seperti dokter spesialis kandungan, kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat kepada ibu hamil dan janin yang dikandungnya untuk menjamin agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Cakupan ANC K4 di Puskesmas Berangas terjadi penurunan persentase dari tahun 2014 sebesar 76,50% menjadi sebesar 63,6% pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2015 Puskesmas Berangas menempati urutan kedua terendah dalam cakupan ANC K4 dari 19 Puskesmas yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami dengan ANC K4 di wilayah kerja Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 92 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji Chi Square dengan uji alternatif uji Fisher Exact menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan (a) 0,05. Variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan Antenatal Care (ANC) K4 (nilai p ≤ 0,05) adalah pengetahuan dengan nilai p = 0,001 dan dukungan suami dengan nilai p = 0,009. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan  bahwa faktor pengetahuan dan dukungan suami mempunyai kontribusi besar terhadap ibu hamil dalam hal pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai standar minimal. Kata-kata kunci: ANC K4, pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami  Abstract Antenatal Care is health care on a regular basis during pregnancy of mother organized by health care professionals such as obstetricians, obstetric, general practitioners, midwives and nurses to pregnant women and the fetus to ensure that pregnant women can go through pregnancy, childbirth and postpartum well and happy and healthy baby. Coverage of ANC K4 in Berangas public health service occurs decreasing the percentage of 2014 amounted to 76.50% to 63.6% in 2015, whereas in 2015 Berangas public health service ranks second lowest in the ANC K4 coverage of 19 public health service that located in Barito Kuala. This study aims to identify and explain the relationship of education, knowledge and husband support with the ANC K4 in working area Barito Kuala Berangas public health service in 2016. This research is an analytic survey with cross sectional approach. With sample of 92 respondents by taking of sampling using purposive sampling. Data were collected by using a questionnaire distributed directly to the respondent. Data were analyzed using univariate and bivariate statistics Che Square test by Fisher Exact alternative test uses a computer program with a value of significance (a) 0.05. Variables were significantly associated with the ANC K4 (p-value ≤ 0.05) is the knowledge with p value = 0,001 and husband support with p value = 0,009. Based on it can be concluded that knowledge factor and husband support have big contribution to pregnant mother in case of periodic checking of pregnancy according to minimum standard. Keywords: ANC K4, education, knowledge and husband support 


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document