scholarly journals Penggunaan Media e-learning Edmodo untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik

2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 38-45
Author(s):  
Eminari Simatupang ◽  
Ratih Permana Sari ◽  
Nurhafidhah Nurhafidhah

Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang rendah adalah masalah yang masih umum di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah penggunaan Edmodo sebagai media e-learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Langsa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-1 SMA Negeri 4 Langsa tahun ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 21 orang yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan setelah dengan N-Gain 0,55 (kategori sedang), nilai mutlak t hitung yang diperoleh pada uji hipotesis lebih besar dari t tabel (10,41 > 1,64). Guru Kimia diharapkan dapat menggunakan Edmodo sebagai media e-learning secara khusus pada materi pembelajaran yang perlu divisualisasikan, karena Edmodo memiliki fitur yang mendukung kegiatan tersebut.   

2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 1-5
Author(s):  
Abdul Wahab Abdullah ◽  
Dewi Rahmawaty Isa ◽  
Nur Fajriani Podungge

This study aims to describe students' mathematics learning outcomes in matrix material through e-learning based learning. This research was conducted at SMK Negeri 2 Limboto with a descriptive method involving 21 students as the research sample selected by purposive sampling technique. Data collection was obtained from the results of mathematics learning tests involving several indicators, namely: (1) understanding, (2) application, (3) analysis, (4) synthesis, and (5) evaluation. The results showed that students' mathematics learning results through e-learning-based learning were in the poor category, which was indicated by the percentage of scores achieved by students of 69%.


2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
Author(s):  
Riska Yulianti ◽  
Prihaten Maskhuliah ◽  
Suminarti Hutajulu

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-learning terhadap pemahaman dasar statistika pada mahasiswa tarbiyah. Adapun populasinya adalah seluruh mahasiwa IAIN Fattahul Muluk Papua yang mengontrak mata kuliah statistika di semester genap. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 45 orang mahasiswa tarbiyah yang berasal dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Matematika (TM) dan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Instrumen yang digunakan berupa kuisioner dengan skala likert. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik parametris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar mahasiswa dapat mengakses dan mengoprasikan aplikasi tertentu yang digunakan dalam e-learning sebagai pengganti pembelajaran langsung serta memiliki pemahaman dasar statistika yang baik; (2) terdapat pengaruh e-learning terhadap pemahaman dasar statistika pada mahasiswa tarbiyah; (3) besaran pengaruh  e-learning terhadap pemahaman dasar statistika pada mahasiswa tarbiyah sebesar 0,177 atau 17,7%.


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 76-92
Author(s):  
Ninuk Riswandari ◽  
Nurma Yuwita ◽  
Gatut Setiadi

Materi pembelajaran akan lebih menarik minat belajar peserta didik jika disajikan secara interaktif, maka peneliti memanfaatkan sebuah aplikasi yakni Adobe Animate Creative Cloud untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif, karena aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk menggabungkan multimedia seperti gambar, audio, film, dan animasi. Sekolah yang menjadi tempat penelitian untuk pengembangan media pembelajaran interaktif keberagaman SARA adalah SMP Bhinneka Tunggal Ika yang terdapat di Desa Sengonagung, Kabupaten Pasururan. Berdasarkan hasil observasi diketahui: (1) kurikulum untuk kelas VII telah menggunakan kurikulum 2013, (2) belum adanya media pembelajaran interaktif PPKn dengan memuat materi pelajaran tentang keberagaman SARA pada kelas VII, (3) terdapat sebuah laboratorium komputer yang memadai untuk pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan untuk mengembangkan media ini adalah metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Tujuan dari penelitian pengembangan media pembelajaran keberagaman SARA  yaitu: 1) memberikan media pembelajaran interaktif tentang keberagaman SARA berbentuk flash dengan format (.exe); 2) memudahkan guru dalam menyampaikan materi keberagaman SARA dan juga memudahkan peserta didik dalam memahami keberagaman SARA. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis, sedangkan metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Media pembelajaran interaktif yang dikembangkan di dalamnya memuat tentang 4 bagian yakni 1) Kompetensi Dasar, 2) Bahan Ajar, 3) Soal Latihan, dan 4) Materi Pendukung. Selanjutnya media pembelajaran interaktif keberagaman SARA telah melalui beberapa penilaian dengan hasil Layak dan Baik, kemudian di kemas dalam bentuk DVD dengan format file (.exe), lalu didistribusikan kepada pengguna yakni guru dan peserta didik di SMP Bhinneka Tunggal Ika dengan tujuan agar dapat digunakan dalam pembelajaran PPKn khususnya tentang keberagaman SARA.


2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 940
Author(s):  
Ratni Purwasih ◽  
Dewi Safitri Elshap

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran dalam jaringan (daring) serta tantangan apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat guru dalam proses pembelajaran daring untuk guru sekolah menengah pertama dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Subjek penelitian ini adalah 28 guru matematika yang mengajar di berbagai sekolah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah wawancara dan kuisioner melalui google form.  Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam  penelitian  ini  berupa  angket  terbuka,  wawancara terstruktur dan  dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi  pengumpulan data,  reduksi data, penyajian data dan  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru matematika dalam implementasi  pembelajaran menggunakan  berbagai flatform media sebagai alat bantu pembelajaran daring seperti google meet, google classroom dan E-learning;, respon siswa terhadap pembelajaran daring yaitu postif  serta pembelajaran daring memiliki tantangan/kendala, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan teknis implementasinya.


2020 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 44
Author(s):  
Fitria Prabandari ◽  
Sumarni Sumarni

Program studi Kebidanan STIKES Muhammadiyah Gombong merupakan pendidikan yang berorientasi pada perkembangan IPTEK dan telah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam masa pandemic Covid-19 ini mahasiswa harus melakukan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi risiko penyebaran virus, sehingga dalam pelaksanaannya memerlukan evaluasi tentang kepuasan mahasiswa terkait pembelajaran e-learning. Pembelajaran e-learning adalah bagian dari pembelajaran jarak jauh, sedangkan pembelajaran online adalah bagian dari e-learning. E-learning mengacu pada penggunaan informasi berbasis jaringan dan teknologi komunikasi dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di program studi Kebidanan STIKES Muhammadiyah Gombong dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 59 responden. Analisis data menggunakan analisis non statistik atau disebut sebagai analisis statistik sederhana. Uji hipotesis tentang hubungan antar dua variabel digunakan Chi Square menunjukkan variabel persepsi berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dengan nilai p 0,000. Terdapat pengaruh persepsi e-learning terhadap kepuasan mahasiswa Kebidanan dalam masa pandemik di STIKES Muhammadiyah Gombong. Kata Kunci: e-learning, Kepuasan, Persepsi 


2017 ◽  
Author(s):  
Darmawan Napitupulu

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Berbagai keuntungan e-learning mendorong penggunaan e-learning dewasa ini telah menjadi kebutuhan bukan lagi keharusan atau keterpaksaan. Pemanfaatan sistem e-learning dalam proses pembelajaran pun sudah tidak dapat dielakkan lagi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran keberhasilan penerapan e-learning berdasarkan penerimaan pengguna di lingkungan universitas XYZ. Penerimaan pengguna dapat memprediksi tingkat pemanfaatan terhadap teknologi di masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan TAM yang dianalisis secara statistik deskriptif. Jumlah total respoden adalah 73 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengguna setuju dengan kebermanfaatan sistem e-learning dengan persentase sebesar 69.12%, pengguna juga setuju dengan kemudahan penggunaan e-learning dengan persentase 69.80% dan pengguna secara keseluruhan setuju dengan penerimaan sistem e-learning dengan persentase sebesar 72.69%.Kata kunci : e-learning, TAM, penerimaan pengguna, kemudahan, kebermanfaatan


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 143-155
Author(s):  
Setiyani Setiyani

BLENDED LEARNING: KEEFEKTIFAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATISAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-learning berbasis schoology terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada materi Sistem Persaman Linier Dua Variabel (SPLDV). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Kota Cirebon. Sampel terdiri atas kelas VIII-B2 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan schoology dan VIII-C2 sebagai kelas kontrol tanpa menggunakan schoology. Adapun proses pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan komunikasi matematis dan angket respons. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen yang menggunakan schoology lebih baik daripada tanpa menggunakan schoology. Hasil rata-rata N-gain yang diperoleh sebesar 0,68 dan berada pada kategori peningkatan sedang. Siswa memiliki respons positif terhadap pembelajaran menggunakan schoology. Melalui aplikasi schoology, siswa belajar secara berkelanjutan tanpa terbatas oleh ruang kelas dan efektif digunakan sebagai media dalam pembelajaran.AbstractThis study was aimed at determining the effectiveness of schoology based e-learning on the mathematical communication ability of junior high school students on the Linier Equation System of Two Variables (LESTV). The population in this study were all students of class VIII junior high school in Cirebon. The sample consisted of two classes, VIII-B2 as an experimental class applying schoology and VIII-C2 as a control class without using schoology. The sampling process used purposive sampling technique. This type of research used was a quasi-experimental design with Nonequivalent Control Group Design. The data collection techniques were carried out by tests of mathematical communication skills and response questionnaires. The data were analyzed using normality test, homogeneity test, t-test, and gain test. The results show that the students of experimental class that use schoology have higher ability than the students of the control class. The average N-gain obtained is 0.68 and as moderate category. The students have a positive response to learning using schoology. Through the schoology application, students allow to learn continuously without being limited by the classroom and effectively used as a medium in learning.


2013 ◽  
Vol 11 (1) ◽  
pp. 39
Author(s):  
Noor Miyono

<p>TAM (<em>technology acceptance model) </em>adalah salah satu model perilaku pemanfaatan teknologi informasi dimana dalam penelitian ini akan difokuskan pada pemanfaatan e-learning. Model ini menyediakan dasar teori untuk menelusuri faktor yang menjelaskan pemakaian <em>e-learning </em>dan menghubungkannya dengan kinerja pemakai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-learning, konfirmasi pemakai, kemudahan dalam penggunaan e-learning terhadap minat pemanfaatan e-learning dengan kepuasan pemakai e-learning sebagai variabel intervening.</p><p>Sampel yang dipergunakan dalam penelitian yaitu sebanyak 140 responden dengan menggunakan metode <em>purposive sampling </em>yaitu pengambilan sampel yang didasarkan dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan yaitu mahasiswa STMIK Provisi yang masih aktif mengikuti perkuliahan dengan e-materi kuliah berbasis e-learning. Software yang digunakan untuk analisis data menggunakan software AMOS.</p>Hasil penelitian menunjukkan <em>Perceived Usefulness </em>berpengaruh positif terhadap <em>Confirmation</em>,<em> Perceived Ease of Use</em> berpengaruh positif terhadap <em>Confirmation, Perceived Usefulness </em>berpengaruh positif terhadap <em>Perceived Ease of Use</em>,<em> Perceived Usefulness </em>berpengaruh positif terhadap <em>Satisfaction</em>,<em> Confirmation</em> berpengaruh positif terhadap <em>Satisfaction</em>,<em> Perceived Ease of Use</em> berpengaruh positif terhadap <em>Satisfaction</em>,<em> Perceived Usefulness </em>berpengaruh positif terhadap <em>Continued IT Usage Intention</em>,<em> Satisfaction</em> berpengaruh positif terhadap <em>Continued IT Usage Intention, Perceived Ease of Use</em> berpengaruh positif terhadap <em>Continued IT Usage Intention</em>.


Author(s):  
Anisa Nurfalah Muthy ◽  
Heni Pujiastuti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Matematika di rumah sebagai dampak dari adanya 2019-nCoV. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi kasus dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti berusaha mendeskripsikan hasil penelitian secara naratif, untuk memperoleh data peneliti menggunakan sumber data peneliti yang diperoleh dari narasumber atau informan, tempat dan pristiwa, dan dokumen hasil penelitian peneliti dilakukan dengan teknik pengambilan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum dalam penerapannya   telah   sesuai dengan prinsip pertimbangan memilih media pembelajaran  yang  tepat dikenal  dengan  istilah  ACTION (Access,  Cost,  Technology, Interactivity, Organization, Novelety) Meskipun dalam pelaksanaan dan penerapannya ada faktor yang belum berperan yaitu technology. Selain itu pembelajaran e-learning ini dijadikan sebagai salah satu sarana yang dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran untuk bisa berhasil keterampilan abad 21 yaitu siswa dituntut mempunyai keterampilan 4C yaitu: creativity, critical thinking, communication, collaboration.


2021 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 339-347
Author(s):  
Cenderato Cenderato ◽  
Oktavianey Gasperius Patana Hamahena Meman ◽  
Mukarramah Mukarramah

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengali penggunaan e-learning oleh para guru di sekolah-sekolah Katolik di Kalimantan Barat. Permasalahan yang menjadi focus penelitian adalah “Apa sajakah Platform e-learning yang digunakan oleh para guru di sekolah-sekolah Katolik di Kalbar? Bagaimanakah peng-aplikasian Platform e-learning dan kendalanya? Bagaimanakah sikap (attitudes) para guru terhadap penggunaan media berbasis e-learning?” Subjek penelitian adalah para guru yang mengajar di sekolah Katolik. Sample penelitian diambil secara acak menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara terbuka di sekolah-sekolah Katolik. Berdasarkan hasil penelitian, 53,8% guru di beberapa SMA/SMK di Kalbar menggunakan Platform E-learing model Google Classroom terutama didaerah perkotaan atau daerah yang tidak mengalami kendala signal internet. Namun tidak sedikit juga guru SMK/SMA yang masih sulit dalam mengaplikasikan e-learing dan akhirnya menggunakan system blended learning. Para responden sependapat bahwa pembelajaran melalui e-learning sangat relevan dengan situasi pandemi COVID-19 walaupun terkesan dipaksakan karena ketidaksiapan guru maupun siswa.Kata Kunci: e-learnng, Platform, attitude, Guru ABSTRACTThis study aims to explore the use of e-learning by teachers in Catholic schools in West Kalimantan. The focuses of the research were “What are the e-learning platforms used by teachers in Catholic schools in West Kalimantan? How is the application of the e-learning Platform and the obstacles? What are the attitudes of the teachers towards the use of e-learning-based media?”The research subjects were teachers who teach in Catholic schools. The research sample was taken randomly using purposive sampling. Techniques of data collection were questionnaires and open interviews. Based on the results of the study, 53.8% of teachers in several high schools / vocational schools in West Kalimantan used the Google Classroom, especially in urban areas or areas with good internet signal access. However, some vocational/ high school teachers are still difficult to apply e-learning and finally use a blended learning system. The respondents also agreed that learning through e-learning is very relevant to the COVID-19 pandemic situation, even though it seems forced due to the unpreparedness of teachers and students.Keywords: e-learnng, Platform, attitude, teachers


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document