scholarly journals Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital

2022 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 411-418
Author(s):  
Ninu Marlina Ninu ◽  
Alfadl Habibie ◽  
Sulidar Fitri

Model pembelajaran Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk belajar mandiri secara individu maupun kelompok dalam memecahkan masalah yang disajikan oleh guru. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar peserta didik bila diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran simulasi digital kelas X SMK Angkasa Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan metodenya adalah pre- experimental desain one grup pretes-posttes design. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMK Angkasa Tasikmalaya dengan jumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai hasil pre test dan post test peserta didik. Rata-rata skor pre test yaitu sebesar 55.09 mengalami peningkatan pada nilai rata-rata post test menjadi 75.87. Berdasarkan hasil uji paired t-test, menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 6,713 ? ttabel yaitu 0.68 (6,713 > 0.68) dan nilai signifikansi 0,000 < 0.05. Artinya bahwa model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Kata Kunci : Penerapan, Problem Based Learning, Hasil Belajar


Author(s):  
Ujiati Cahyaningsih ◽  
Anik Ghufron

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Problem-Based Learning terhadap karakter kreatif dan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Pre-test-Post-test Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah lima SD Unggulan di Purwokerto dan sampelnya adalah kelas IV di tiga SDN unggulan: kelas IV di SDN 1 Sokanegara, SDN 2 Sokanegara, dan SDN 1 Kranji. Data dianalisis menggunakan one sample t-test, uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan rumus T Hotelling, dan dilanjutkan secara univariat dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada penggunaan model Problem-Based Learning terhadap karakter kreatif dan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: model problem-based learning, kreativitas, dan berpikir kritis 2



2021 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 179-188
Author(s):  
Lailatul Masruroh ◽  
Syaiful Arif

Kemampuan kolaborasi merupakan kunci untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif dan keterampilan kolaborasi inilah yang dibutuhkan dalam pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model Problem Based Learning (PBL) dan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) melalui pendekatan Science Education for Sustainability dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi Peserta Didik IPA Kelas VIII SMP Negeri 4 Ponorogo. Metode penelitian ini termasuk penelitian Quasi Eksperiment, melalui pendekatan penelitian kuantitatif. Dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda dan lembar penilaian observasi. Pelaksanaan model problem based learning melalui pendekatan Science Education for Sustainability berdasarkan lembar observasi penilaian terlaksana dengan baik dengan rata-rata kemampuan diperoleh 78,28%. Berdasarkan hasil uji hipotesis Independent Sampe T-Test, dapat diketahui bahwa data hasil nilai post-test thitung=1.443 sedangkan untuk ttabel=0,355 dengan jumlah responden 31. Dimana hasil dari thitung>ttabel (1.443>0,355), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian membuktikkan bahwa ada perbedaan signifikan efektivitas antara penggunaan model problem based learning melalui pendekatan Science Education for Sustainability dengan model konvensional dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik IPA kelas VIII di SMP Negeri 4 Ponorogo.



SAINTIFIK ◽  
2016 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 133-141
Author(s):  
Syamsiara Nur ◽  
Indah Panca Pujiastuti ◽  
Sari Rahayu Rahman

Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Hasil observasi yang telah dilakukan di Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) pada matakuliah Biokimia, diketahui bahwa hasil belajar kognitif mahasiswa masih rendah, yaitu hampir 80% mahasiswa mendapat nilai di bawah 60. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih peserta didik dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa pada matakuliah Biokimia Prodi Pendidikan Biologi UNSULBAR. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment), dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen (model PBL) dan kelas kontrol (model konvensional). Rancangan dalam penelitian ini yaitu Post-test Only Control Design. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data hasil belajar kognitif mahasiswa memiliki nilai t hitung sebesar 5,422, derajat kebebasan sebesar 42, signifikansi sebesar 0,000 dan rata-rata perbedaan sebesar 13,636. Melihat nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa.Kata Kunci : PBL, hasil belajar kognitif



2019 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
Author(s):  
Defri Mulyana

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Motivasi dan Hasil belajar Keterampilan Bermain. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental : Pre-test and Post-test design, dengan menggunakan uji independent sample t-test dan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan dan pengaruh pendekatan taktis dan pendekatan tradisional. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 2 Tasikmalaya yang aktif mengikuti kegiatan ektrakulikuler sepakbola sebanyak 30  orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh yang signifikan  dari Model Problem Based Learning terhadap Motivasi belajar  dengan  nilai probabilitas (sig.) 0,001 < 0,05. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Problem Based Learning terhadap Keterampilan bermain sepakbola dengan nilai probabilitas (Sig.) 0,002 < 0,05. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Motivasi belajar dan Hasil Belajar Keterampilan Bermain Sepakbola



2015 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 30-34
Author(s):  
Shambhu Kumar Upadhyay ◽  
Shital Bhandary ◽  
Satish Raj Ghimire ◽  
Babu Raja Maharjan ◽  
Ira Shrestha ◽  
...  

Introduction: Patan Academy of Health Sciences (PAHS) in Nepal has adopted problem-based learning (PBL) as principal pedagogy to foster attributes predefined for its medical graduates. This study evaluates reaction of participants in PBL tutor-training program focused on PBL process and its assessment.Methods: An orientation program was organized separately for 24 faculty members and 45 higher secondary science majoring students prior to conduction of real-time PBL tutorial sessions. Faculty’s reaction as PBL tutors was collected before and after the orientation program using a 13- item self-administered questionnaire. Internal consistency reliability of the questionnaire items and outcome of the training program were assessed using Cronbach’s alpha, coefficient of variation, Shapiro-Wilk test, paired t-test and adjusted effect size for dependent samples.Results: The pre-test internal consistency reliability was high (0.89) whereas it was acceptable (0.69) for post-test. The average score increased from 26.50 to 34.55 and standard deviation decreased from 5.39 to 2.70 between pre- and post-test. Difference between post- and pre-tests total scores followed normal distribution and suitable parametric test (paired t-test) revealed the difference was highly significant (p< 0.0001). The adjusted effect size was high (1.65) for small dependent samples.Conclusions: The faculty training for PBL and assessment was helpful in implementing PBL pedagogy at PAHS.Journal of Patan Academy of Health Sciences, Vol. 2, No. 1, 2015. page: 30-34



2018 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 66
Author(s):  
Mariyam Mariyam ◽  
Nindy Citroresmi Prihatiningtyas ◽  
Rika Wahyuni

<p>Penelitian ini  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) melalui penerapan model <em>Problem Based Learning </em>(PBL) berbantuan modul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian adalah <em>True Experimental </em>dengan rancangan penelitian <em>Pretest-Posttest Control Group Design.</em>Populasi dalam Penelitian ini adalah semua siswa Kelas VII SMP N 2 dan SMP N 7 Singkawang. Sampel dipilih dengan teknik <em>simple random sampling</em>.Hasil analisis data menunjukkan bahwa; (1)Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSV di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7 Singkawang sebelum dan sesudah diterapkannya model PBL berbantuan modul berbeda, berdasarkan uji <em>paired</em> t test didapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest siswa, (2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSV di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7 Singkawang sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran langsung berbantuan modul berbeda, berdasarkan uji <em>paired t test</em> didapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest siswa, (3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSVanatara kelas yang menggunakan model PBL dan kelas yang menggunakan Model pembelajaran langsung dengan pendekatan <em>Saintifik </em> berbantuan modul baik di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7Singkawang .</p>



2018 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 50 ◽  
Author(s):  
Badarudin Badarudin

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar dalam proses pembelajaran IPA di kelas IV SD/MI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar IPA menggunakan model <em>problem based learning (PBL) </em>berbasis literasi pada subtema lingkungan tempat tinggalku. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain <em>Non equivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Groups Design</em>. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV pada MI Muhammadiyah Kramat, Kecamatan Kembaran, sebanyak 19 orang dan SDN 2 Sokaraja Tengah sebanyak 19 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket sikap peduli lingkungan dan tes prestasi belajar IPA. Analisis data menggunakan uji<em> Independent Sample t-test.</em> Temuan dalam penelitian ini setiap indikator sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar untuk kelompok eksperimen mendapatkan rerata gain lebih besar dari kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat peningkatan sikap peduli lingkungan antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model PBL berbasis literasi dan non-literasi, rerata gain untuk PBL berbasis literasi 7,73 dan non-literasi adalah<em> </em>4,06. (2) terdapat peningkatan prestasi belajar IPA antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model PBL berbasis literasi dan non-literasi, rerata gain untuk PBL berbasis literasi adalah 22,81 dan non-literasi adalah 13,51. Setiap tahapan dalam PBL<em> </em>berbasis literasi dapat memfasilitasi peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD/MI



2021 ◽  
Vol 2 (7) ◽  
pp. 1151-1168
Author(s):  
Amirotun Solikhah

Tujuan penelitan ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan dengan model Problem-based Learning dapat mengatasi perilaku bullying di sekolah. Responden penelitian ini terdiri dari siswa kelas VIII berjumlah 24 anak yang diperoleh dari hasil penjaringan siswa sebanyak 300 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes prestasi belajar dan dokumentasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan dua siklus, yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Masing-masing siklus terdiri dari dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pda setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Karena situasi pandemi covid, siklus kedua dilaksanakan melalui zoom meeting/ layanan jarak jauh. Adapun diskusi kelompok dilaksanakan cukup beranggotakan 2 anak melalui whatsApp /video call. Analisa data statistik penelitian ini menggunakan rumus t-test untuk menguji perbedaan hasil pretest dengan postest. Kesimpulan penelitian ini pelaksanaan layanan bimbingan klasikal melalui metode problem-based learning optimal serta dapat mengatasi perilaku bullying. Hal itu terbukti dari perolehan skor rata-rata post test siklus pertama dengan kedua mengalami penurunan -0,076. Data yang lain, sebelum ada tindakan ada 19 anak hampir sering sekali melakukan pembullyian, 3 anak sering dan 2 hampir sering melakukan pembullyian. Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal melalui model problem-based learning terdapat 12 anak sama sekali tidak melakukan pembullyian, 3 anak pernah dan 9 anak kadang pernah melakukan pembullyian. Selanjutnya rata-rata nilai diskusi kelompok siklus pertama dengan siklus kedua mengalami peningkatan 13,75. Sedangkan rata-rata nilai individu siklus pertama dan siklus kedua juga meningkat 11,46. Makna penurunan berarti perilaku bullying di sekolah teratasi. Sedangkan makna peningkatan diartikan bahwa layanan klasikal dengan model problem-based learning kegiatan siswa lebih optimal. Dengan demikin layanan klasikal melalui model problem-based learning yang dilaksanakan dengan optimal dapat mengatasi perilaku bullying di sekolah.



2017 ◽  
Author(s):  
S. Pd. Syamsiara Nur

AbstrakPembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Hasil observasi yang telah dilakukan di Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) pada matakuliah Biokimia, diketahui bahwa hasil belajar kognitif mahasiswa masih rendah, yaitu hampir 80% mahasiswa mendapat nilai di bawah 60. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih peserta didik dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa pada matakuliah Biokimia Prodi Pendidikan Biologi UNSULBAR. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment), dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen (model PBL) dan kelas kontrol (model konvensional). Rancangan dalam penelitian ini yaitu Post-test Only Control Design.Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data hasil belajar kognitif mahasiswa memiliki nilai t hitung sebesar 5,422, derajat kebebasan sebesar 42, signifikansi sebesar 0,000 dan rata-rata perbedaan sebesar 13,636. Melihat nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa.Kata Kunci : PBL, hasil belajar kognitif



2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 219-233
Author(s):  
Ani Julita Br Sipayung ◽  
R Susanti ◽  
Nur Kusuma Dewi

Problem Based Learning dengan Mind Mapping merupakan alternatif pembelajaran biologi yang menarik, membantu siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, meningkatkan kreatifitas dan aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak manusia kelas VIIIdi SMP Negeri 01 Ungaran. Jenis Penelitian ini eksperimen kuasi dengan rancangan penelitian Post-test only design. Sampel penelitian ditentukan secara Purposive Sampling, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data utama penelitian adalah hasil belajar kognitif melalui post-test dan lembar diskusi siswa dianalisis menggunakan t-test. Data pendukung berupa data hasil belajar keterlaksanaan pembelajaran, tanggapan siswa dan tanggapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Problem Based Learning dengan Mind Mapping pada kelas eksperimen berbeda terhadap kelas kontrol dengan analisis hasil posttest, t-test menunjukkan thitung 3,474> ttabel 2,042. Rata-rata nilai hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen 86 sedangkan pada kelas kontrol 81,43. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan Mind Mappingberpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia kelas VIII. Kata kunci:, mind mapping, Problem Based Learning, hasil belajar



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document