return of investment
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

72
(FIVE YEARS 10)

H-INDEX

5
(FIVE YEARS 0)

CONVERTER ◽  
2021 ◽  
pp. 308-324
Author(s):  
Susan (Sixue) Jia, Banggang Wu

A live chat service is a tool embedded in an online shopping website that allows online vendors to instantly communicate with consumers. Empirical quantification of how live chat affects customer satisfaction in an online shopping scenario facilitates the calculation of the return of investment of the implementation of the live chat service. To this end, this paper obtained 84405 pieces of purchase-and-comment data during 2010-2012 from a major online shopping websites in China, which implemented its live chat service in January, 2012. Results suggest that implementing live chat service can indeed improve customer satisfaction. Meanwhile, such effect is more pronounced for third-party brands, experience goods purchases, high perceived risk products, and cross-buying. This study contributes by pioneeringly conducting before-and-after comparison based on real implementation data, as well as offering critical suggestions to online shopping website managers regarding the decision and optimization of live chat service implementation.



Author(s):  
Franky N Oroh

abstract: this research were aimed (1) to analyze how large is the production cost which has been settled by farmers at pig farming company at tomohon regency, (2) to analyze how much profit obtained by the farmers, and (3), to analyze the breakeven point in this business. this research was using survey method by case study approached at 3 farms, owned by mr. jemmy eman (cv. anugerah), mr. ronald kalalo (ud. prima) and mr. piyau gerungai (ud. century).  data analysis model were using descriptive analytical approach and mathematical approach in particular with analysis of production cost and profit, and breakeven point analysis. it could be concluded  that  (1)  the use of production cost at cv. anugerah, ud. prima and ud. century pig farm companies at tomohon regency per period of production per year were efficient, as proved by the return of investment (roi) value  gained at each farm which gives level of profit. (2) the value of breakeven point at each farm was on profitable production volume, because they have operated above breakeven point value. abstract : tujuan penelitian ialah (1) untuk menganalisis berapa besar biaya produksi usaha ternak babi yang dialokasikan oleh peternak pada perusahan peternakan babi di kota tomohon, (2) untuk menganalisis berapa besar keuntungan peternak pada perusahan peternakan babi di kota tomohon, dan (3) untuk menganalisis titik impas pada perusahan peternakan babi di kota tomohon. penelitian ini menggunakan metode survey melalui pendekatan studi kasus  pada tiga perusahan peternakan babi yaitu perusahan peternakan babi milik bapak jemmy eman (cv. anugerah), bapak ronald kalalo (ud. prima) dan bapak piyau gerungai (ud. century). model analisis data menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan matematik yaitu analisis biaya produksi dan keuntungan serta analisis titik impas. kesimpulan hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan biaya produksi usaha peternakan babi pada perusahaan cv. anugerah, ud. prima dan ud. century di tomohon per periode produksi per tahun sudah efisien dengan dibuktikan oleh nilai return of investment (roi) yang diperoleh pada masing-masing perusahan peternakan babi yang memberikan tingkat keuntungan. (2) nilai titik impas yang diperoleh pada masing-masing perusahan peternakan babi baik cv. anugerah, ud. prima dan ud. century di  tomohon berada pada volume produksi yang menguntungkan sebab sudah beroperasi diatas nilai titik impas. Cost, Benefit, Pig Farm



Author(s):  
Muhammad Aji Pangestu ◽  
Tanti Rismawati ◽  
Muhammad Ainul Yaqin

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya yang diidentifikasi berdasarkan pada model proses bisnis organisasi sekolah. Kemudian mengidentifikasi manfaat yang diharapkan berdasarkan biaya yang telah direncanakan dan menentukan kelayakan dari investasi pembiayaan yang digunakan untuk proses bisnis  sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Payback Period, Net Present Value, Benefit Cost Ratio, dan Return Of Investment yang digunakan untuk menentukan manfaat dari pembiayaan yang dikeluarkan. Pada penelitian ini peneliti menganalisis salah satu manfaat yang didapatkan dari pembiayaan yang  dikeluarkan dalam proses bisnis sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Hasil yang didapat dalam biaya yang digunakan dalam analisis biaya manfaat proses bisnis sekolah adalah 175.000.000 sebagai investasi awal dan biaya operasional pada tahun ke-1 sebesar Rp6.200.000, pada tahun ke-2 sebesar Rp6.510.000, biaya pada tahun ke-3 sebesar Rp6.835.500, pada tahun ke-4 sebesar Rp7.177.275, dan pada tahun ke-5 sebesar Rp7.536.139. Adapun manfaat pembiayaan proses bisnis disekolah ada 2 yaitu manfaat Tangiable dan Intangible. Manfaat Tangible sebesar 50.000.000 dan manfaat Intangible pembiayaan proses bisnis disekolah adalah peningkatan minat baca siswa sebesar 5% pertahun, peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan sebesar 20% pertahun dan terjadi peningkatan prestasu akademis siswa sebesar 10% pertahun. Adapun Hasil yang didapat dalam analisis kelayakan diperoleh nilai Payback Period selama 5 tahun,nilai Net Present Value sebesar  10.769.071,63 dan Benefit Cost Ratio sebesar 1.00, Return Of Investment dalam pembiayaan proses bisnis sekolah adalah 19.46922381% dalam penelitian ini adalah 2.356151 yang berarti dalam jangka 5 tahun  layak berinvestasi dalam proses bisnis sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP).



2021 ◽  
Vol 13 (4) ◽  
pp. 1662
Author(s):  
Ángel José Ordóñez Mendieta ◽  
Esteban Sánchez Hernández

As grid parity is reached in many countries, photovoltaic self-consumption is raising great interest. Currently, there is a big number of new projects being developed in Spain thanks to the new regulation. From the experience of the monitoring of one full year of operation of a self-consumption PV plant in a university building, a regulatory, energy, and economic analysis is made for this type of building. It has been carried out by simulating the behavior of the building with installations within the range of PV powers allowed in the Spanish regulation. The analysis shows the good fitting between the new Royal Decree of Self-Consumption and the new Building Code. The economic analysis proves that the new simplified compensation method gives the best economic return for this use of the buildings when the PV production is matched with the consumption. The time of return of investment is between 8 and 9 years, and the levelized cost of electricity (LCOE) is into the range of the pool market price of electricity. These results show the profitability of PV self-consumption for this type of building.



2021 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 196
Author(s):  
Kori Puspita Ningsih ◽  
Sigid Nugroho Adhi

Latar Belakang: Pelaporan SPM RS di RSUD Panembahan Senopati Bantul masih dilakukan secara konvensional. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem informasi, supaya data dapat diakses secara real time, kapanpun dan dimanapun. Analisis kelayakan merupakan bagian vital  pada tahap perancangan sistem informasi. Dokumen feasibility tersebut digunakan sebagai acuan organisasi untuk menentukan kelanjutan dari suatu proyek.Tujuan: Menganalisis kelayakan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web dari aspek teknis, ekonomi, dan organisasi.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif, dengan pendekatan pengumpulan data kualitatif. Pengambilan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk menjamin validitas data dilakukan triangulasi sumber.Hasil: Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul memiliki perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan yang layak untuk mendukung pengembangan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web dengan nilai feasibilty sebesar 77,06. Hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh nilai Payback Payment (PP) 0,97, Return of investment (ROI) 4,18 > 0, dan Net Present Value (NPV) > 0, dengan nilai feasibility sebesar 100 dan nilai feasibility organisasi sebesar 93,33, sehingga diperoleh rata-rata nilai feasibilty sebesar 90,13. Kesimpulan: Hasil analisis kelayakan secara teknis, ekonomi dan organisasi menunjukkan RSUD Panembahan Senopati Bantul layak untuk dilakukan pengembangan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web.



Author(s):  
Leandro Pereira ◽  
Pedro Sabido ◽  
José Pedro Santos


Author(s):  
Jo Erskine Hannay

AbstractWhen you estimate the life cycle cost and benefit of your software product, your stakeholders should not only be assured that you will deliver value, but also be informed when that value is expected to manifest itself. Periodization is a common method for showing when a return of investment is expected, and one is often careful to express the present value of future cash (net present value) in such deliberations. This chapter shows how to carry out periodization using points. Periodized points then amount to plan templates that can be instantiated with monetary values according to most likely, bad-case, and good-case uncertainty assessments.



Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document