scholarly journals AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN SERBUK KOMBUCHA DARI DAUN ASHITABA (Angelica keiskei), KERSEN (Muntingia calabura), DAN KELOR (Moringa oleifera)

2021 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Dedin Finatsiyatull Rosida ◽  
Diska Lailatus Sofiyah ◽  
Andre Yusuf Trisna Putra
2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Annisa N. Rahmayanti ◽  
Raden M. Febrianti ◽  
Ajeng Diantini

Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu penumpukan kolesterol pada pembuluh darah yang disebabkan oleh kondisi hiperlipidemia. Tingginya angka kejadian penyakit jantung coroner di Indonesia mengharuskan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada akan tingginya kadar kolesterol. Masyarakat lokal pada daerah pedalaman cenderung memilih pengobatan tradisional dibandingkan obat kimia karena mereka lebih paham mengenai penggunaan tanaman obat serta bahan-bahannya yang lebih terjangkau dan tidak membutuhkan biaya besar, tidak seperti obat kimia. Artikel ini dibuat untuk sebagai inventarisasi informasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) masyarakat Jawa Barat mengenai tanaman obat yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia. Beberapa tanaman tersebut adalah Moringa oleifera, Muntingia calabura, dan Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Sebagian besar komponen senyawa bioaktif dengan aktivitas anti-kolesterol yang terkandung dalam tumbuhan tersebut diantaranya adalah flavonoid, saponin, tannin, dan vitamin C serta B3.


2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Syuhuud Arumbinang Wajdi ◽  
Sri Kasmiyati ◽  
Susanti Puji Hastuti

Moringa oleifera and Muntingia calabura leaves have been reported to have an antibacterial activity that could inhibit the growth of gram positive and negative bacteria. However, the antibacterial activity of mixed extracts of M. oleifera seeds and M. calabura leaves has not been widely reported. The purpose of this study was to test antibacterial activity of the mixed extract of M. oleifera seeds and M. calabura leaves on the growth of Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. The experiment was conducted by agar disc diffusion method using three groups of extract treatments i.e. M.oleifera seeds extract, M.calabura leaves extract, and mixed extracts of M. oleifera seeds and M. calabura leaves with a ratio of 1: 1 (v / v). The extraction of M. oleifera seeds and M. calabura leaves was conducted by soxhlation method and using ethanol as solvent. The three groups of extract treatments with a concentration of 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm, and 1600 ppm were tested on P. aeruginosa. The antibacterial activity test of M. oleifera seed extract against B. subtilis carried out at the level of concentrations i.e. 150 ppm, 300 ppm, 450 ppm, 600 ppm, and 750 ppm, meanwhile,  M. calabura leaves extract was done at concentration 1500 ppm, 3000 ppm, 4500 ppm, 6000 ppm, and 7500 ppm. The result showed that the three groups of extract treatments possess antibacterial activity against P. aeruginosa. The mixed extracts of M. oleifera seeds and M. calabura leaves with a ratio of 1: 1 (v / v) at level concentration of 400 ppm and 800 ppm were tested against P. aeruginosa significantly increased, and at concentrations of 1200 ppm and 1600 ppm significantly decreased  the inhibition diameter of bacterial growth than the other extracts treatments. The antibacterial test results of M.oleifera seeds extract and M.calabura leaves extract against B. subtilis shows that increased concentrations of the extract significantly increase the inhibition diameter of bacterial growth especially at high concentrations ( 600 ppm and 750 ppm) on M. oleifera seeds extract, as well as 6000 ppm and 7500 ppm in M. calabura leaves extract.


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 119
Author(s):  
Lukman Affandhy ◽  
Muchamad Luthfi ◽  
Dian Ratnawati ◽  
Frediansyah Firdaus

ABSTRAK  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubuk daun Moringa oleifera (MO) terhadap kuantitas dan kualitas semen sapi peranakan ongole (PO). Metode penelitian menggunakan percobaan lapang dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan pemberian MO sebesar 0 kg/ekor/hari (P1); 0,05 kg/ekor/hari (P2) dan 0,1 kg/ekor/hari (P3). Analsis data menggunakan one way analysis of variance. Masing-masing perlakuan terdiri atas empat ekor dengan tiga periode pengamatan sebagai ulangan, yaitu periode pertama dan ketiga tanpa MO, dan periode kedua diberikan MO pada P2 dan P3. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume dan pH semen perlakuan P1, P2 dan P3 tidak berbeda semua periode pengamatan. Motilitas massa spermatozoa P2 dan P3 periode kedua dan ketiga menunjukan nilai +++ berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan P1 (++); motilitas individu  perlakuan P1 menunjukkan nilai terendah 60,56±2,94 % (P<0,05) dibandingkan P2 dan P3 pada periode kedua dan ketiga (75,50±2,29 dan 72,50±2,34%). Konsentrasi spermatozoa P2 dan P3 periode kedua dan ketiga menunjukkan rata-rata  >1.350 juta/ml berbeda nyata (P<0,05) daripada P1 (876±152juta/ml), sedangkan total spermatozoa motil menunjukkan nilai tertinggi 5.647±829 juta/ml pada P3 periode kedua.Viabilitas spermatozoa P2 dan P3 menunjukkan nilai >88-89 % beda nyata (P<0,05) daripada P1 (<84 %) pada periode kedua dan ketiga, sedangkan nilai abnormalitas spermatozoa yang terbaik adalah P2 sebesar 4,30% pada periode kedua dan P3 sebesar 5,33% pada periode ketiga. Disimpulkan pemberian bubuk daun MO dengan dosis 0,1 kg/ekor/hari dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas semen (viabilitas dan total spermatozoa motil) sapi pejantan PO.Kata kunci:  kuantitas dan kualitas semen, Moringa oleifera, sapi pejantan ABSTRACTThe research aimed to determine the effect of Moringa oleifera (MO) leaf powder on the quantity and quality of semen of ongole crossbreed. The research method used was a field experiment with a completely randomized design with three treatments giving MO of 0 kg/head/day (P1); 0.05 kg/head/day (P2) and 0.1 kg/head/day (P3). Each treatment consisted of four heads with three periods of observation as replications, namely the first and third periods without MO, and the second period was given MO on P2 and P3. Data analysis used a one-way analysis of variance. The results showed that the volume and pH of semen treated P1, P2, and P3 didn’t different in all observation periods. The second and third period spermatozoa mass motility of P2 and P3 showed that the value of +++ was significantly different (P<0.05) compared to P1 (++); Individual motility of P1 treatment showed the lowest value 60,56±2,94 % (P<0.05) compared to P2 and P3 in the second and third periods (75,50±2,29 and 72,50±2,34%). The second and third periods of P2 and P3 spermatozoa concentrations showed an average of >1,350 million/cc significantly different (P<0.05) than P1 (876±152 million/cc), while the total motile spermatozoa showed the highest value of 5,647±829 million/cc in the second period P3. The spermatozoa viability of P2 and P3 showed values >88-89% significantly different (P<0.05) than P1 (<84%) in the second and third periods, while the best spermatozoa abnormalities were P2 at 4.30% in the second period and P3 at 5.33% in the third period. It was concluded that the giving of MO leaf powder at a dose of 0,1 kg/head/day could improve the quantity and quality of semen (viability and total motile spermatozoa) of Ongole Crossbreed bulls. Keywords: bulls, Moringa oleifera, quantity and quality of semen


2016 ◽  
Vol 2 (08) ◽  
pp. 530-536 ◽  
Author(s):  
M. H Mosarof ◽  
M. A Kalam ◽  
H. H Masjuki ◽  
A. M Ashraful

2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Rizqi Nur Azizah ◽  
Rachmat Kosman ◽  
Syarifah Khaerunnisa

Daun Kelor (Moringa oleifera L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Penelitian ini  bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol negatif yang diberikan larutan Na.CMC 1%. Kelompok II, III dan IV adalah kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol daun kelor, berurutan, 50, 100, dan 150 mg/Kg BB. Kelompok V merupakan kontrol positif diberikan suspensi glibenklamid®. Sebelum perlakuan tikus dipuasakan selama 18 jam kemudian diinduksi dengan aloksan 150 mg/KgBB. Pengukuran kadar glukosa dilakukan pada hari ke 1, ke 3, ke 5, ke 7 dan ke 9. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ekstrak etanol daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis 100 mg/Kg BB memberikan efek penurunan kadar glukosa yang optimal dibandingkan dengan dosis ekstrak lainnya.


Author(s):  
Xinhua Chen ◽  
Hongzhen Ning ◽  
Qian Wang ◽  
Yingli Liu ◽  
Nan Liu ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document