ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

41
(FIVE YEARS 41)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan

2716-1226, 2715-7555

Author(s):  
Noor Hidayati

Keberhasilan pendidikan mejadikan peserta didik lebih baik dari pada sebelumnya. Faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan didukung dengan kepribadian peserta didik. Kepribadian didapat dengan nilai karakter yang ditanamkan melalui proses pembelajaran. Melalui sumber belajar untuk inilah permainan Tradisional “Ba-u-upauan” dianggap mampu membentuk kepribadian dan menumbuhkan nilai-nilai positif peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk (1) Permainan Tradisional Banjar “Ba-u-upauan” (2) Nilai-nilai permainan tradisional “Ba-u-upauan” sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian  adalah Kepala Sekolah, Wakasek, Pendidik dan Peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan analis kualitatif. Hasil penelitian adalah mendeskripsikan permainan tradisional Banjar “Ba-u-upauan” dengan tahapan permainan dimulai dengan persiapan, proses dan penutup. Permainan tradisional Banjar  “Ba-u-upauan” terdapat kemandirian  dan kebersamaan akhirnya memunculkan nilai-nilai karakter adalah nilai jujur, nilai religius,nilai tanggungjawab, nilai mandiri, nilai kerjasama, nilai rasa ingin tahu, nilai kerja keras, nilai demokratis, nilai komunikatif dan nilai cinta damai yang bisa dijadikan acuan dalam sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada jenjang sekolah dasar.  


Author(s):  
Cut Meurah Rahman ◽  
Ida Fitriana

This paper focuses on Pax-Ottomanica in a case study of the Millet System through multi ethnic and multi religious communities in the Ottoman Empire. In particular, the Millet System has successfully roamed people in Europe, Asia, and Africa for nearly 600 years. This paper also discusses Islamic law on the relationship between other religions such as Judaism and Christianity. This study uses a qualitative method with a whole literature approach. Based on the data analyzed, it was found that harmony occurs between fellow religious and ethnic people with the freedom to embrace their respective religions and maintain their respective cultures. This paper aims to analyze the state of the multi-ethnic and multi-religious society in the Ottoman Empire by providing various references from both Turkish and Western historians. In addition, this paper aims to introduce Ottoman-style freedom through this Millet system, which has succeeded in bringing all non-Muslim communities into one Ottoman commonwealth.


Author(s):  
Inayatu Khoirul Magfiroh
Keyword(s):  

Penelitian ini dalam rangka mengembangkan bahan ajar berupa modul IPS dinamika interaksi sosial di dalam dan diluar sekolah Sidoarjo. Tujuan yang ingin dicapai: (1) tersusunnya modul IPS MI bagi siswa kelas V Semester II MI, (2) teridentifikasinya keefektifan modul IPS MI terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui sembilan tahap yaitu tahap (1) mengidentifikasi tujuan umum pengajaran, (2) melaksanakan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku awal masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan performasi, (5) mengembangkan butir- butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pengajaran, (7) mengembangkan dan memilih material pembelajaran, (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi bahan pembelajaran, (9) mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif. Diadaptasi dari model Dick and Carey. Data hasil validasi modul diperoleh sebagai berikut: Tanggapan dari ahli validasi (1) Komponen kualitas materi pada kriteria kesesuaian materi memiliki skor rata- rata 3,0 dengan kategori baik,  pada kriteria kekurangan materi memiliki skor rata- rata 3,5 dengan kategori baik, sedangkan pada kriteria materi pendukung pembelajaran memiliki skor rata- rata 3,0 dengan kategori baik. (2) komponen kualitas kebahasaan pada kriteria kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik memiliki skor rata- rata 4,0 dengan kategori sangat baik, pada kriteria komunikatif memiliki skor rata- rata 3,0 dengan kategori baik, sedangkan pada kriteria keruntutan dan keterpaduan alur pikir memiliki skor rata- rata 3,0 dengan kategori baik. (3) komponen kualitas penyajian pada kriteria teknik penyajian memiliki skor rata- rata 3,6 dengan kategori sangat baik, sedangkan pada kriteria penyajian pembelajaran memiliki skor rata- rata 3,5 dengan kategori baik. Dan pada kriteria kelengkapan penyajian memiliki skor rata- rata 3,3 dengan kategori baik. Dari hasil ketuntasan belajar peserta didik menggunakan modul mendapat perhitungan rata- rata perolehan nilai pre test adalah 72, sedangkan perolehan rata- rata nilai post test adalah 80. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar dinamika interaksi sosial dengan produk yang dihasilkan berupa modul pada pembelajaran IPS MI didapat kualitas modul dan keefektifan untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar, namun masih memerlukan penyesuaian dengan situasi dan kondisi di sekolah.


Author(s):  
Saiful Hadi

Construction of multi direction which initiates students’ involvement by self-directed, collaborative, and institutional as learning approach, oriented on the effort of improving graduates capacity in which be able to apply their own knowledge and practical skill experience in working world that take advantage of wide learning source with learning model of research or inquiry through merdeka belajar dan kampus merdeka model, based on institution characteristics that its curriculum ignites the pattern of multi direction learning. Therefore, the students can analyze learning how to learn based on their learning needs. Implementation of multi direction strategy needs curriculum design of college that is adaptive suitable with the demands of contemporary regulation change and future needs which states in design of kurikulum kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). The impact of construction multi direction implementation is employment skill and enterpreneurship based on community character values which are available in society life civilization. Employment skill dan entrepreneurship contain critical thinking element which grows students that have self capacity appearing in themselves that are able to think critically, think creatively, communicate effectively with other people and collaborate with colleague or tim work.      


Author(s):  
Siti Inayatul Muharromah ◽  
Noor Fatmawati

Education is a core thing in the development of human life, as well as social studies education. In the learning process there are directions for achieving learning or commonly referred to as curriculum. In social studies learning, it is expected to be able to form superior, civilized and characterized human resources. Become an educated human resource with broad knowledge. With the curriculum 13, it is certainly able to make it easier for teachers to prepare varied learning and also increase student motivation. An integrated curriculum is certainly able to improve the desired social studies learning process. The results of this study aim to be able to balance the professionalism of teachers and students in achieving social studies learning based on Curriculum 13. With the integrity of an integrated curriculum, it certainly gives results that are able to increase human resources with high social spirit, excellence and character. Keywords: Social studies education, Currikulum 13, Character human resources.


Author(s):  
Lilis Yuliana ◽  
I Nyoman Ruja ◽  
Nurul Ratnawati

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Namun seiring perkembangan, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju. Hal itu dapat terjadi ketika perkembangan industri semakin pesat. Keberadaan kawasan industri di suatu wilayah akan memberikan perubahan mata pencaharian. Hal ini akan membantu dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Perkembangan industri yang menyebabkan perubahan juga dapat diamati di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Adapun fokus penelitian ini yaitu: (1) Sejarah berdirinya pabrik rokok di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. (2) Perubahan sosial yang terjadi setelah dibangunnya pabrik rokok. (3) Kontribusi yang diberikan pabrik rokok Mahayana terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah di industri pabrik rokok PT Karya Timur. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Snawball Sample. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, terjadinya perubahan di masyarakat pasca dibangunnya industri pabrik rokok. Perubahan yang terjadi di masyarakat yakni terkait gaya hidup yang semakin baik dari pada sebelumnya. Perubahan tersebut seperti, beralihnya pekerjaan masyarakat dari petani menjadi karyawan pabrik. Kedua, gaya hidup masyarakat terkait model pakaian yang semakin glamour dan memiliki sikap konsumtif. Serta alat transportasi yang dimiliki masyarakat lebih dari 1 yang sangat menunjang kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pabrik rokok Mahayana juga memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Kontribusi yang diberikan berupa lapangan pekerjaan baru bagi masayarakat sekitar. Kedua, adanya fasilitas umum seperti lampu penerangan sepanjang jalan, bantuan pembangunan jalan raya serta fasilitas umum seperti mushola dan masjid. Ketiga, adanya bantuan sembako, pembagian daging saat hari raya Idul Adha. Serta ada reward paket umroh bagi karyawan yang hasil produksinya banyak, dan disiplin dalam bekerja


Author(s):  
Latifatul Fauzi ◽  
Ketut Prasetyo ◽  
Mohammad Ali Haidar

The ability to solve problems is a process in which a person identifies a situation, formulates a hypothesis, verifies a hypothesis made by digging up data, and restarts the hypothesis made to become a generalization (Purwanto, 1999). The focus of this research is to analyze the influence of the use of the Kampung Warna Warni Jodipan as a source of learning for students' ability to solve problems in MTs Attaraqqie Malang on the theme of tackling environmental pollution. This study uses an experimental research design in the form of a Quasi-Experimental Design with the type of pretest posttest control group design. The sample in this study were students of class IX A and IX D with purposive sampling technique. Data collection techniques using test questions in the form of problem description. The data analysis technique in this study was to use the independent sample t-test. The results of this study indicate that there is a significant influence on the use of the Kampung Warna Warni Jodipan as a source of learning for students' problem solving abilities, this is evidenced by the results of the independent sample t-test which shows that there is a significant influence on the use of the Kampung Warna Warni Jodipan. , with tcount> ttable which is 5,450> 2,000. This shows that there are significant differences in the ability to solve problems in the experimental and control classes.  


Author(s):  
Agung Widiyanto Santoso ◽  
Sahrul Romadhon

The teacher's strategy in optimizing the affective aspects of students is a very important thing in education because the affective aspects will relate to the interests and attitudes of students in learning. This study aims to determine the strategies of social studies teachers in optimizing the affective aspects of students at SMPN 8 Pamekasan, to determine the impact of implementing the social studies teacher strategies in optimizing the affective aspects, and the supporting and inhibiting factors in the social studies teacher strategies in optimizing the affective aspects of students. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenological research. From this research, it is known that there are several strategies that social studies teachers use in optimizing the affective aspects of students, starting from pre-learning, during learning and post-learning, all of which is done in order to get optimal learning outcomes from students at school.  


Author(s):  
Misbah Ayu Nafarizka ◽  
Mitro Subroto

Dalam memberikan perlindungan dan menjamin hak-hak penyandang disabilitas, Pemerintah membuat peraturan Perundang-Undangan yaitu UU Nomor 8 Tahun 2016. Sebagai seorang manusia, tentunya penyandang disabilitas tidak luput dari kesalahan, mereka juga dapat dikenakan hukuman pidana penjara selayaknya warga Negara lain. Lapas sebagai wadah pembinaan bagi para narapidana yang telah divonis bersalah dalam melakukan tindak pidana tidak berhak merenggut hak yang seharusnya mereka miliki. Narapidana hanya kehilangan kemerdekaan bergerak dan tetap mendapatkan HAM Narapidana penyandang disabilitas memiliki kebutuhan khusus yang berbeda, dimana hak ini harus dipenuhi oleh Lapas sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Hak yang seharusnya mereka dapatkan bisa berupa kamar hunian khusus, toilet khusus disabilitas, jalur khusus disabilitas, dan kursi roda/tongkat untuk mempermudah mobilitas sebagai wujud memenuhi kesejahteraan sosial kelompok rentan. Dalam implementasinya didapatkan beberapa Lapas sudah memenuhi kebutuhan khusus para penyandang disabilitas, namun masih ditemukan beberapa kendala dalam pemenuhan hak narapidana penyandang disabilitas diberbagai Lapas seperti halnya kurangnya pemenuhan seperti tolet khusus disabilitas atau bahkan kamar hunian disabilitas, karena itu penelitian ini menggunakan metode Normatif yang ditujukan mengkaji dengan meneliti bahan pustaka dan bahan sekunder seperti peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian mengatakan bahwa pemenuhan hak narapidana penyandang disabilitas di Lapas masih kurang optimal maka perlunya evaluasi dan peningkatan mutu yang dilakukan oleh Lapas dan instasi terkait, selain itu juga diperlukan peraturan lebih lanjut yang berfokus dalam menjamin hak-hak bagi narapidana penyandang disabilitas.


Author(s):  
Rini Fajarini ◽  
Sukron Romadhon

Abstrac The student learning model during the COVID 19 pandemic must be done virtually, a model of distance learning between teachers and students.  Among them only utilize the network and also learning media such as E-learning and also WA Group. With the various obstacles experienced by teachers when going to do the teaching and learning system, it certainly spurs teachers to be creative in the teaching and learning process. On the other hand, the student's response to the material delivered by the teacher in online learning, becomes a challenge for teachers when there are obstacles in the teaching and learning process of students at MTsN 3 Pamekasan. This study uses qualitative approach with descriptive type. Sources of data obtained through interviews, observations, documentation and information obtained from teachers and students. While checking the validity of data is done through the extension of participation, perseverance of observation and triangulation. The results showed that the creativity of IPS teachers in running the Self-Learning Work Unit system, students are also directed to know more about COVID 19 by researching the environment and making a map of the distribution and prevention methods. Last asked to make a simple report in the form of mind mapp or learning model through youtube. The response of students in online learning will be in the same direction as the teacher's response, if the teacher's response is good it will increase the student's learning spirit. Furthermore, there are factors inhibiting teacher creativity in online learning, namely: networks, devices and knowledge of students. In addition, the supporting factor is the willingness of teachers to stay aware and learn about the learning media used as material for achieving effective and efficient learning. Keywords: teacher creativity, e-learning, learning media             Abstrak Model pembelajaran siswa dimasa pandemi COVID 19 harus harus dilakukan secara virtual, model pembelajaran jarak jauh antara guru dan siswa.  Diantara mereka hanya memanfaatkan jaringan dan juga media pembelajaran seperti E-learning dan juga WA Group. Dengan berbagai kendala yang dialami guru ketika akan melakukan sistem belajar mengajar, tentu memacu guru untuk kreatif dalam proses belajar mengajar. Disisi lain respon siswa terhadap materi yang disampaikan guru dalam pembelajaran daring, menjadi tantangan bagi guru ketika terdapat hambatan-hambatan dalam proses belajar mengajar siswa di MTsN 3 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan informasi yang diperoleh dari guru dan siswa. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru IPS dalam menjalankan sistem Unit Kerja Belajar Mandiri, peserta didik juga diarahkan untuk lebih mengetahui tentang COVID 19 dengan meneliti lingkungan dan membuat peta persebaran serta cara pencegahanya. Terakhir diminta membuat laporan sederhana berupa mind mapp atau model pembelajaran melalui youtube. Respon siswa dalam pembelajaran daring akan berbanding searah dengan respon guru, jika respon guru baik maka akan meningkatkan semangat belajar siswa. Selanjutnya ada faktor penghambat kreativitas guru dalam pembelajaran daring yaitu: jaringan, perangkat dan pengetahuan siswa. Selain itu, faktor pendukung yaitu adanya kemauan dari guru untuk tetap mengetahui dan belajar terhadap media pembelajaran yang digunakan sebagai bahan tercapainya pembelajaran yang efektif dan efisien. Kata Kunci: kreativitas guru, e-learning, media pembelajaran


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document