Prosiding Seminar Nasional Kesehatan
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

259
(FIVE YEARS 259)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

2808-7968

2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1875-1881
Author(s):  
Pradistia Gilang Ghozali ◽  
Yuni Sandra Pratiwi

AbstractThe risk of violent behavior is a symptom of schizophrenic patients that can be controlled through perceptual stimulation group activity therapy. It is an effort to train the patient to perceive the stimulus provided or the stimulus that has been experienced. This study aims to investigate the effect of the effect of perceptual stimulation group activity therapy on patients with violent behavior risks based on a literature review.It took three journals from Google scholar and lipi.go.id with group activity therapy, perceptual stimulation, and the risk of violent behavior as the keywords. These are full-text published in 2011-2020. The result of respondents’ characteristics analysis stated 66 people were taken as respondents, 83% are male with the age 21-40 years. Their average value in controlling anger before intervention was 46,873 and 43.5 after the process. It proved to control patients’ anger. Thus, nurses suggested to teach this therapy for overcoming the problem.Keywords: Perceptual stimulation group activity therapy; the risks of violent behavior AbstrakRisiko perilaku kekerasan ialah gejala dari pasien skizofrenia dapat dikontrol melalui terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi ialah upaya untuk melatih pasien mempersepsikan stimulus yang disediakan atau stimulus yang pernah dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi pada pasien resiko perilaku kekerasan berdasarkan literature review. Desain karya tulis ilmiah berupa literatur review dengan jumlah tiga artikel yang diambil dari laman jurnal google scholar dan lipi.go.id dengan kata kunci ‘’terapi aktivitas kelompok’’, ‘’stimulasi persepsi’’ dan ‘’resiko perilaku kekerasan’’ berupa artikel fullteks, terbit tahun 2011-2020. Hasil analisa karakteristik responden dari tiga artikel menunjukan jumlah responden 66, sebagian besar (83%) laki-laki dengan umur 21-40 tahun. Nilai rata-rata kemampuan mengontrol kemarahan sebelum intervensi 46,873, setelah intervensi 43,5. Simpulan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dapat mengontrol marah pasien resiko perilaku kekerasan. Saran bagi perawat hendaknya mengajarkan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi untuk mengontrol resiko perilaku kekerasanKata kunci: Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi; resiko perilaku kekerasan


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1915-1924
Author(s):  
Rendra Setiawan ◽  
I Irnawati

AbstractLong treatment for tuberculosis, which is 6 months, often makes patients feel bored and forgets to take medicine and causes non-compliance. The development of increasingly high use of smartphones, along with the use of information technology in health, especially for tuberculosis patients, makes many things accessible to patients. By using smartphones, the patients can access the MHealth application, DCC (Drugs Consumption Calendar), SMS gateway, voice calls, and video calls which provide health information and care for tuberculosis patients. It also can make patients obedient to taking medication to increase the TB cure rate. To describe the use of health information technology in pulmonary tuberculosis patients. The design of this study used a literature review of five articles from the PubMed database and Google Scholar. The instrument critical appraisal in this research used Strobe. There were 791 tuberculosis patients (76%) who used information technology in the form of mobile phones. The types of information used included Short Massage Service (SMS) (31% or 246 patients), using the telephone (17.4% or 221 tuberculosis patients), and using video calls (25, 1% or 199 patients). The health information. generally, were a schedule for taking medication and control, reminder to take medication, reporting if there were side effects that occur during treatment, prevention, transmission, food, and patient diet and counseling. The use of health information technology is very helpful in the treatment of TB patients starting from text messages, video calls, and voice calls to improve medication adherence in tuberculosis patients.Keywords: Mobile Health App, SMS, Tuberculosis, Information Technologv, Video Call AbstrakPengobatan tuberkulosis yang lama yaitu 6 bulan sering membuat pasien jenuh dan lupa untuk meminum obat serta menimbulkan ketidak patuhan. Perkembangan pengunaan smartphone yang semakin tinggi, diiringi dengan teknologi informasi dalam kesehatan khususnya pada pasien tuberculosis mulai banyak bermunculan yang dapat diakses menggunakan smartphone diantaranya adalah aplikasi M-Health, DCC (Drugs Consumption Calender), SMS gateway, pangilan suara, video call yang dapat memberikan informasi kesehatan serta perawatan bagi pasien tuberkulosis dan dapat membuat pasien TB patuh minum obat sehingga meningkatkan angka kesembuhan TB. Untuk mengetahui gambaran pengunaan teknologi informasi kesehatan pada pasien tuberculosis paru. Desain penelitian ini menggunakan literature review terhadap lima artikel dari data database PubMed dan Google Scholarinstrument critical appraisal penelitian ini menggunakan Strobe. Sebanyak 791 pasien tuberkulosis (76%) menggunakan teknologi informasi berupa handphone. Jenis informasi yang digunakan antara lain Short Massage Service (SMS) 246 pasien tuberkulosis (31%), penggunaan telefon 221 atau (17,4 %) pasien tuberkulosis, dan yang menggunkan video call sebanyak 199 pasien tuberculosis paru (25,1%). Informasi kesehatan yang diperoleh dari masing-masing artikel umumnya berisi jadwal pengambilan obat dan kontrol, menginggatkan minum obat, melaporkan jika ada efek samping yang timbul pada saat pengobatan, pencegahan, penularan, makanan dan diet pasien serta penyuluhan.Pengunaan teknologi informasi kesehatan sangat membantu dalam pengobatan pasien TB mulai dari pesanteks, pangilan video dan pangilan suara meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis.Kata kunci: Mobile Health App; SMS, Tuberkulosis; Teknologi Informasi; Video Call


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1892-1902
Author(s):  
Putu Kartika Setianing Arini

AbstractComprehensive midwifery care is care which is a function and activity that provides services for clients who have problems or needs in health including the period of pregnancy in Ny. R with High Risk Maternal Age 37 years and Pregnancy Distance 11 Years, ovarian cysts, and Reactive Covid-19, delivery of sectio caesarea covid-19, postpartum, and normal newborns. The purpose of writing is to be able to provide comprehensive midwifery care for Ny. R In Gegjlik Village, the Work Area of the Kajen I Health Center, Pekalongan Regency in 2021 in accordance with standards, competencies, authorities, and properly documented The data collection method used by the author during the pandemic is in accordance with the Covid-19 Prevention and Control Guidelines of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia : washing hands, wearing masks, maintaining distance, avoiding crowds, and reducing mobility.Keywords: Comprehensive midwifery care; Pregnancy; Ovarian cysts; Reactive Covid-19; Sectio Caesarea covid-19; Postpartum; Normal newborns. AbstrakAsuhan kebidanan Komperhensif adalah asuhan yang merupakan fungsi dan kegiatan yang memberikan pelayanan klien yang mempunyai masalah atau kebutuhan dalam kesehatan meliputi masa kehamilan pada Ny. R dengan Risiko Tinggi yaitu Usia Ibu 37 tahun dan Jarak Kehamilan 11 Tahun ,kista ovarium, dan Reaktif Covid-19, persalinan sectio caesarea covid-19, nifas , dan bayi baru lahir nonatus normal. Tujuan penulisan yaitu Dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Desa Gegjlik Wilayah Kerja Puskesmas Kajen I Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 sesuai dengan standar, kompetensi, kewenangan, dan di dokumentasikan dengan benar Metode pengumpulan data yang digunakan penulis pada masa pandemi sudah sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia : mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.Kata kunci: Asuhan kebidanan Komperhensif; Kehamilan; Kista ovarium; Reaktif Covid-19; Sectio caesarea covid-19; Nifas; Bayi baru lahir nonatus normal


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1984-1995
Author(s):  
Sapitri Wulandari ◽  
Emi Nurlaela

AbstractGlobal study “The Lancer Breastfeeding Series” 2016 explains that infant mortality due to infection reaches 88% in infants aged less than three months, while 82% of children get sick because they do not receive exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding can reduce infant mortality due to infection. Several factors that affect exclusive breastfeeding are the mother, the infant, and support factors. One of the sources of support that can affect exclusive breastfeeding is the husband’s support. This study aimed to determine the relationship between husband's support and exclusive breastfeeding through a literature review. This study uses a literature review method. The articles used are sourced from online databases with electronic searches on Google Scholar and Garuda Portal published in 2011-2021. The critical assessment instrument used is the STROBE instrument. Based on the 6 articles used in the litarture review, the results showed that in 3 articles namely research from Fitriani (2020), Rolita (2020), and Aries (2019), there was a correlation between the husband’s support and exclusive breastfeeding. Meanwhile, in the other three articles namely research fromIndriyani (2019), Novira (2017), and Rahayu (2018), there was no correlation between the husband’s support and exclusive breastfeeding. Husband's support is related to exclusive breastfeeding, so that the management of nursing care for breastfeeding mothers should involve the husband.Keywords: Exclusives breastfeeding; husband's support AbstrakKajian Global “The Lancer Breastefeeding Series” 2016 menjelaskan bahwa kematian bayi karena infeksi mencapai angka 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, sedangkan 82% anak sakit karena tidak menerima ASI Eksklusif. Pemberian ASI Eksklusif dapat menurunkan angka kematian pada bayi akibat infeksi. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif diantaranya faktor ibu, bayi, dan dukungan. Sumber dukungan yang dapat mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif salah satunya dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif melalui literature review. Penelitian ini menggunakan metodeliterature rev iew. Artikel yang digunakan bersumber dari data base online dengan penelusuran elektronik pada Google Scholar dan Portal Garuda yang terbit pada tahun 2011-2021. Instrumen telaah kritis yang digunakan yaitu instrumen STROBE. Berdasarkan 6 artikel yang digunakan dalam literature review didapatkan hasil penelitian menyebutkan bahwa 3 artikel yaitu penelitian dari Fitriani (2020), Rolita (2020), dan Aries (2019) terdapat hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif dan 3 artikel yaitu penelitian dari Indriyani (2019), Novira (2017), dan Rahayu (2018) tidak terdapat hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif. Dukungan suami berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif, sehingga dalam kelolaan asuhan keperawatan pada ibu menyusui seharusnya melibatkan suami. Kata Kunci : Exclusives breastfeeding; husband’s support; pemberian ASI Eksklusif; dukungan suami


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 2120-2128
Author(s):  
Yanu Triana Nadhifa ◽  
Benny Arief Sulistyanto

AbstractThe workload of emergency nurses during the COVID-19 pandemic includes mental and physical stress. They must always be ready to deal with patients who come with uncertain symptoms. The workload of emergency nurses is important to study to minimize the negative impact of excessive workload. The impact include fatigue, stress, and anxiety. This study aimed to determine the workload of emergency nurses during the COVID-19 pandemic based on the available literature. This study used the Narrative review method. The databases used to search articles were PubMed, and Clinicalkey for Nursing. Articles were selected based on their suitability with the keywords “Workload” OR “Workloads” AND “Emergency Nurse” OR “Emergency room” AND “COVID-19” OR “SARS-CoV-19” and the inclusion and exclusion criteria that had been determined. The search results obtained 6 articles. The results of this study showed that the workload Emergency nurses during the COVID-19 pandemic was in the moderate category with results of 68.36 ± 15.86 obtained from 2 articles, and obtained a range of 20-43 from 1 article. There are the same findings from the 3 articles; fear of being infected with a virus, high pressure, and new challenges during the pandemic. These could be the main factors that affect the work of nurses. The findings of the workload of emergency nurses during the COVID-19 pandemic are obtained from valid scientific evidence. Therefore, this study can be used ass a reference in research. Keywords: Workload, COVID-19 Pandemic, IGD/ER/ Emergency Nurse, AbstrakBeban kerja perawat gawat darurat dimasa pandemi COVID-19 meliputi tekanan mental maupun tekanan fisik, perawat gawat darurat harus selalu siap berhadapan dengan pasien yang datang dengan gejala tidak pasti. Beban kerja perawat gawat darurat penting diteliti untuk meminimalisir dampak negatif dari beban kerja yang berlebih. Dampak beban kerja perawat gawat darurat dimasa pandemi COVID-19 meliputi kelelahan, stress dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk beban kerja pada perawat gawat darurat (emergency) dimasa pandemi COVID-19 berdasarkan literatur yang tersedia. Penelitian menggunakan metode Narrative review. Database yang digunakan untuk pencarian artikel adalah PubMed, dan Clinicalkey for Nursing. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian dengan kata kunci “Workload” OR “Workloads” AND “Emergency Nurse” OR “Emergency room” AND “COVID-19” OR “SARS-CoV-19” serta kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 6 artikel. Hasil dari penelitian ini didapatkan beban kerja perawat gawat darurat dimasa pandemi COVID-19 ter masuk dalam kategori sedang dengan hasil 68,36 ± 15,86 yang didapatkan dari 2 artikel, dan didapatkan range 20-43 dari 1 artikel. Terdapat temuan yang sama dari ke-3 artikel ; takut terinfeksi virus, tekanan tinggi, dan tantangan baru dimasa pandemi yang dapat menjadi faktor pengaruh utama yang mempengaruhi kerja perawat. Temuan beban kerja perawat gawat darurat dimasa pandemi COVID-19 ini didapatkan dari bukti ilmiah yang valid sehingga dapat dijadikan referensi referensi dalam penelitian. Kata kunci : Beban kerja, Pandemi COVID-19, Perwat gawat darurat/IGD/UGD.


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1841-1848
Author(s):  
Nuzzullul Ammah ◽  
Dafid Arifiyanto

AbstractPostpartum depression is a mental health disorder that appears after childbirth. Postpartum depression occurs in about 10-15% of mothers who give birth. Postpartum depression has a negative impact on the health status of the mother. It will also have an impact on the family and children because the mothers will refuse to see her baby. The mother’s interest in the newborn baby will decrease so that it will bring harm to the mother and baby. The purpose of this literature review study was to determine the description of depression in postpartum mothers. This literature review study accessed the Garuda Portal and PubMed databases. For Indonesian-language articles, the search was carried out using the keywords “depresi postpartum” or “depresipascapersalinan”, while English articles use the keywords “postpartum depression”. The critical assessment instrument used was the Hawker instrument. The data showed that most of the respondents were less than 35 years old (80%). The most education level was tertiary education (48%). Most of them were unemployed (62), and parity with primiparas (56%). The depression, measured by using EPDS, showed that 41% of the respondents were not depressed. The level of depression, measured by using PHQ-9,showed that 76% of the respondents experienced mild depression. Any new mom can experience postpartum depression. Therefore, new moms need to prepare themselves before and after giving birth to prevent postpartum depression. The literature review research is expected to be a reference for hospitals, educational institutions, and psychology researchers of postpartum depression.Keywords: Postpartum depression. AbstrakPostpartum depression merupakan gangguan kesehatan mental yang muncul pasca persalinan. Postpartum depression ini terjadi sekitar 10-15% pada ibu yang melahirkan. Depresi postpartum berdampak negatif terhadap status kesehatan ibu, selain itu juga akan berdampak pada keluarga dan anak karena ibu akan menolak untuk melihat bayinya, minat ibu pada bayi yang baru lahir akan berkurang bayinya sehingga akan mendatangkan kerugian bagi ibu dan bayinya. Untuk mengetahui gambaran depresi pada ibu postpartum. Penelitian literature review ini mengakses database Portal Garuda dan PubMed. Untuk artikel berbahasa Indonesia pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “depresi postpartum ”atau“ depresi pasca persalinan ”, sedangkan artikel berbahasa Inggris menggunakan kata kunci “depression postpartum”. Instrumen telaah kritis yang digunakan yaitu dengan menggunakan instrument Hawker. Data karakteristik responden berdasarkan usia ibu postpartum sebagian besar berusia <35 tahun (80%), tingkat pendidikan paling banyak berpendidikan Perguruan Tinggi (48%), pekerjaan sebagian besar tidak bekerja (62%), dan paritas dengan primipara (56%). Berdasarkan tingkat depresi yang diukur menggunakan EPDS (41%) responden tidak depresi dan tingkat depresi yang diukur menggunakan PHQ-9 (76%) responden mengalami depresi ringan. Depresi pasca persalinan dapat terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan, maka ibu perlu mempersiapkan diri sebelum dan sesudah melahirkan untuk mencegah terjadinya depresi pada ibu postpartum. Penelitian literature review ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak rumah sakit, institusi pendidikan maupun peneliti mengenai aspek psikologis pada ibu yang mengalami depresi postpartum.Kata kunci :Depresi pasca persalinan.


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1855-1862
Author(s):  
O Oktavia ◽  
Nurul Aktifah

AbstractCarpal Tunnel Syndrome is caused by repeated movements for a long period of time causing pressure on the median nerve causing pain in the wrist. Intervention to reduce pain in Carpal Tunnel Syndrome using Kinesiotaping modality. This literature review study aims to determine the description of pain reduction in Carpal Tunnel Syndrome after being given Kinesiotaping intervention. The selection of articles in this study used the PICO mnemonic design. The writing of this article uses a literature search through Google Scoolar, PubMed with predetermined inclusion and exclusion criteria. The results of a literature review of five articles show that Kinesiotaping can reduce pain in Carpal Tunnel Syndrome patients. Kinesiotaping can reduce pain in Carpal Tunnel Syndrome. Actions in performing physiotherapy management on the problem of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pain, physiotherapy can handle using the Kinesiotaping modality.Keywords: Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Kinesiotaping, Visual Analog Scale (VAS), Pain AbstrakCarpal Tunnel Syndrome disebabkan gerakan yang berulang dalam jangka waktu yang lama menyebabkan penekanan pada saraf medianus menimbulkan rasa nyeri pada pergelangan tangan. Intervensi penurunan nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome menggunakan modalitas Kinesiotaping. Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penurunan nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome setelah diberikan intervensi Kinesiotaping. Pemilihan artikel pada penelitian ini menggunakan desain mnemonic PICO. Penulisan artikel ini menggunakan penulusuran literature melalui Google Scoolar, PubMed dengan kreteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil literature review lima artikel menunjukan bahwa Kinesiotaping dapat menurunkan nyeri pada pasien Carpal Tunnel Syndrome. Kinesiotaping dapat menurunkan nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome. Tindakan dalam melakukan management fisioterapi pada masalah nyeri Carpal Tunnel Syndrome (CTS), fisioterapi dapat melakukan penanganan dengan menggunakan modalitas Kinesiotaping. Kata kunci : Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Kinesiotaping, Visual Analog Scale (VAS), Nyeri


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1863-1874
Author(s):  
Pinaka Swasti Ratu Suryantari ◽  
I Irnawati

AbstractCompliance in treatment and taking Anti Tuberculosis Drugs (OAT) in pulmonary TB Patients is very necessary for consistency in increasing the success rate of treatment. Pulmonary TB Treatment must be done regularly. Otherwise, resistance to Anti Tuberculosis Drugs (OAT) will occur, the duration of taking the drug will be longer, and there will be an increase in the dose consumed. Especially, it is about an adherence to take OAT in patients with Multy-Drug Resistant (MDR) TB and TB with HIV. To find out the description of medication adherence in pulmonary TB patients and and characteristics in pulmonary TB patients. This study used a literature review design. The pill count compliance measurement method was conducted through a keyword search and used 5 articles from Google Scholar, ProQuest, and PubMed published in 2017 – 2021. From the 5 articles reviewed, the results showed that most of the respondents were male (68% or 314 respondents). The education level of most of the respondents was elementary school education (34% or 105 respondents). Most of the respondents were employed (62% or 164 respondents). Compliance with taking medication in pulmonary TB patients was 322 (70%) compliant, given intervention was 159 (92%) compliant, without intervention was 163 (56%) compliant, MDR TB non-adherent was 105 (95%), and TB with HIV 135 was (86%) complied. Compliance with taking Anti Tuberculosis Drugs (OAT) in pulmonary TB patients must be continuously improved and maintained to achieve the World Health Organization's target of increasing the success of pulmonary TB treatment consistently at results of 90%.Keywords: Compliance, Taking Medicines, TB Drugs, Pill Count, and Pulmonary TB AbstrakKepatuhan dalam pengobatan dan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien TB Paru sangat diperlukan konsistensinya dalam meningkatkan angka keberhasilan pengobatan. Pengobatan TB Paru harus dilakukan secara teratur, jika tidak akan terjadi resistensi pada Obat Anti Tuberkulosis (OAT), semakin lama durasi minum obat dan terjadi peningkatan dosis yang dikonsumsi. Terutama kepatuhan minum OAT pada pasien TB Multy Drug Resistant (MDR) dan TB dengan HIV. Mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru dan karakteristik pada pasien TB Paru. Desain Literature Review dengan metode pengukuran kepatuhan pill count melakukan pencarian melalui kata kunci dan menggunakan 5 artikel dari database hasil penulusuran elektronik pada Google Cendekia, ProQuest, Pubmed yang dipublish pada tahun 2017 – 2021. Dari 5 artikel yang di review di dapatkan hasil responden pada artikel sebagian besar berjenis kelamin laki – laki yaitu 314 (68%). Tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan SD yaitu 105 (34%), dan sebagian besar responden bekerja yaitu 164 (62%). Kepatuhan minum obat pada pasein TB dengan mengabaikan intervensi yang diberikan yaitu 322 (70%) patuh, diberikan intervensi 159 (92%) patuh, tanpa intervensi yang diberikan 163 (56%) patuh, TB MDR tidak patuh 105 (95%), dan TB dengan HIV 135 (86%) patuh. Kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien TB Paru harus terus ditingkatkan dan dipertahankan untuk mencapai target World Heatlh Organisation dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan TB Paru secara konsisten pada hasil ≥ 90%.Kata kunci: Kepatuhan; Minum Obat; Obat TB; Pill Count; dan TB Paru


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 2129-2133
Author(s):  
Yanuar Sultan Pramana ◽  
I Isytiaroh

AbstractOne way to increase milk production is by doing oxytocin massage. This scientific paper aims to find out the description of oxytocin massage therapy to increase breast milk in postpartum mothers. It is a literature review with 3 articles taken from google scholar. Oxytocin massage, postpartum, and breast milk are the keywords. All are full-text, the first article published in 2016, the second one was in 2019, and the latter was in 2020. The result shows before applying the therapy, the average value of milk breast production was 10.02 ml, and it was 17.2 after applying the therapy with difference of the production was 7.18 ml. It means there was an increasing in producing breast milk. Therefore, nurses are suggested to apply this therapy on postpartum mothers.Keywords: oxytocin massage, postpartum, breast milk producing AbstrakSalah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu pijat oksitosin. Tujuan karya tulis ilmiah ini yaitu mengetahui gambaran terapi pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Berdasarkan literature review Metode dalam karya tulis ilmiah ini adalah literature review dengan subyek literature review yang digunakan yaitu 3 artikel yang diambil dari laman jurnal google scholar dengan kata kunci “pijat oksitosin”, “post partum” dan “produksi ASI”. Berupa fulltext dan pada artikel pertama terbit pada tahun 2016, artikel kedua 2019 dan artikel ketiga tahun 2020. Hasil dari ketiga artikel menunjukan bahwa sebelum dilakukan pijat oksitosin terdapat nilai rata-rata produksi ASI 10,02 ml dan setelah dilakukan pijat oksitosin didapatkan bahwa terdapat nilai rata-rata produksi ASI 17,2 ml dengan perbedaan produksi ASI 7,18 ml sehingga terdapat adanya peningkatan produksi ASI. Simpulannya adalah terapi pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Saran untuk tenaga kesehatan diharapkan dapat menerapkan terapi pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.Kata kunci: pijat oksitosin, post partum, produksi ASI


2021 ◽  
Vol 1 ◽  
pp. 1849-1854
Author(s):  
Oktavia Khamidah ◽  
Herni Rejeki

AbstractWhen someone is getting older, usually she has some change, whether physical, biological, psychological, and mental ones. One of the physical changes is urinary incontinence disorder. It is uncontrolled release of urine that causes hygiene and social problems. This paper whitten to apply kegel exercises to reduce urinary incontinence disorder in elderly. It focused on two families with elderly who get this disorder. The result shows both cannot control their urination into the restroom. After applying the intervention, the first one still cannot control, yet. However, the second one has succeeded in controlling his urination, until he went to the restroom. Thus, it could be concluded this exercises is able to reduce urinary incontinence in elderly. Therefore, it is expected for them to practice it regularly. Keywords: urinary incontinence, elderly, kegel exercise AbstrakMenua biasanya mengalami perubahan-perubahan, baik perubahan fisik biologis maupun psikologis dan mental. Salah satu perubahan fisik pada lansia yaitu mengalami gangguan inkontinensia urine. Inkontinensia urine adalah keluarnya urin yang tidak terkontrol sehingga menyebabkan gangguan kebersihan dan sosial. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan senam kegel untuk menurunkan inkontinensia urine pada lansia. Fokus studi kasus pada karya tulis ilmiah ini adalah 2 keluarga dengan lansia yang mengalami inkontinensia urine. Hasil menunjukkan sebelum intervensi kedua pasien tidak dapat menahan BAK sampai ke kamar mandi. Setelah intervensi pada pasien 1 dapat menahan BAK belum dapat menahan sampai ke kamar mandi. Sedangkan pada pasien 2 dapat menahan BAK sampai ke kamar mandi. Kesimpulannya senam kegel dapat menurunkan inkontinensia urine pada lansia. Saran bagi pasien untuk melakukan senam kegel dengan rutin dan teratur. Kata kunci: Inkontinensia urine; lansia; senam kegel


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document