Jurnal Buah Hati
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

24
(FIVE YEARS 24)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By STKIP Bina Bangsa Getsempena

2502-6836, 2355-102x

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 62-77
Author(s):  
Iza Syahroni ◽  
Wasilatur Rofiqoh ◽  
Eva Latipah

Dyslexia is a type of learning difficulty in children in the form of reading disabilities, symptoms that are not caused by the ability of sight, hearing, intelligence, or skills in languagee, but rather to disturbances in the brain processes when processing the information it receives. The factors that couse dyslexia, are phenoological problems, educational factors, psychological factors, and biological factors. As for the characteristics of dyslexia, among others: symptoms of dyslexia in pre-school: 1), loves to mix up words and phrases, 2), difficulty learning the repetition of sounds (rhymes) and rhythms, 3) it’s hard to remember names, 4) late development in language, 5) happy to read a book, but not interested in words or letters, 6 it’s hard to dress. The characteristics of dyslexia at elementary school age: 1) difficulty reading and speeling, 2) often confused letters and numbers, 3) it’s hard to remember names, 4) difficult to understand the writing he read, 5. Slow at writing, 6 difficulty concentrating, 6) difficulty concentrating, 7) it’s hard to tell right and left, or the order of the week, 8) low self-esteem, and 9) still have difficulty in dressing. Abstrak Disleksia adalah jenis kesulitan belajar pada anak berupa ketidak mampuan membaca, gejala yang tidak disebabkan oleh kemampuan penglihatan, pendengaran, intelegensia, atau keterampilannya dalam berbahasa, melainkan lebih kepada gangguan dalam proses otak ketika mengolah informasi yang diterimanya. Faktor-faktor penyebab disleksia , adalah masalah fenoologi, faktor pendidikan, faktor psikologis, dan faktor biologis. Adapun ciri-ciri disleksia di antaranya: Ciri-ciri disleksia pada pra-sekolah: (1) Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa (2) Kesulitan mempelajari pengulangan bunyi (rima) dan irama (ritme), (3) Sulit mengingat nama, (4) Perkembangan dalam berbahasa yang terlambat, (5) Senang dibacakan buku, tetapi tidak tertarik dengan kata-kata atau huruf, (6) Sulit untuk berpakaian. Adapun ciri-ciri disleksia diusia sekolah dasar: (1) Sulit membaca dan mengeja, (2) Sering tertukar huruf dan angka, (3) Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel, (4) Sulit mengerti tulisan yang ia baca, (5) Lambat dalam menulis, (6) Sulit konsentrasi, (7) Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan dalam sepekan, (8)Percaya diri yang rendah, (9) Masih tetap kesulitan dalam berpakaian. Kata Kunci: Disleksia, Kesulitan Belajar, dan Pendidikan  


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 49-61
Author(s):  
Feby Atika Setiawati ◽  
Suyadi

Early childhood is an important and crucial time for every human being. Children's cognitive development rapidly through stimuli around them. The scope of cognative development in children aged 5-6 years consists of general knowledge and science and mathematics. In developing the ability to know and understand the concept of numbers in a fun way for children, one of them can be done by using the educational game tool snakes and ladders. This study aims to improve the ability of children aged 5-6 years in understanding the concept of numbers through the strategy of snake ladder challenge games. In this study using qualitative research and data collection techniques using interview, observation, and documentation methods. It can be concluded that the strategy of snakes and ladders game can help teachers convey their learning materials in improving cognitive in early childhood. Abstrak Masa usia dini adalah masa penting dan krusial bagi setiap manusia. Kognitif anak berkembang pesat melalui rangsangan di sekitar mereka. Lingkup perkembangan kogntif pada anak usia 5-6 tahun terdiri dari pengetahuan umum dan sains serta matematika. Dalam mengembangkan kemampuan mengenal dan memahami konsep angka dengan cara yang menyenangkan bagi anak, salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan alat permainan edukatif ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam pemahaman konsep bilangan melalui strategi permainan ular tangga tantangan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa strategi permainan ular tangga dapat membantu guru menyampaikan materi pembelajarannya dalam meningkatkan kognitif pada anak usia dini. Kata Kunci:  Strategi Permainan Ular Tangga Tantangan, kognitif, Anak Usia Dini


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 33-48
Author(s):  
Rezki Perwita Arum ◽  
Aat Mar’atun Sholehah ◽  
Fatmawati Fatmawati

This research wasswritten withhthe aimoof presenting about understanding modern educational games using a research methodiin theeform ofaa libraryystudy (LibraryrResearch). Theddata usediin ending the research is obtained frommthe library, in theform of books, encyclopedias,ddictionaries,jjournals, documents,mmagazines andsso on, which relates to the problem to be solved. The implementation of understanding modern educational games is an implementation or application in the form of real action to understand modern educational games with various kinds of activities. The importance of modern educational games in developing. Basedoon therresults ofddata analysissthrough literature study, ittwas founddthat he could understand educational modern games. Keywords: Types, Characteristics, Benefits, and Implementation of Modern Games. Abstrak Penelitiannini ditulis bertujuanmmennyajikan tentang memahami permainan modern yang edukatif menggunakan metode penelitian yang berupa Studi Kepustakaan (Library Research).Data yang dipergunakan di dalam mengakhiri penelitian  tersebut didapatkan mengenai buku, literature, catetan, juga beragam informasi yang bersangkutan dengan masalah  yang akan diselesaikan. Implementasi memahami permainan modern yang edukatif merupakan sebuah pelaksanaan atau penerapan dalam bentuk aksi nyata untuk memahami permainan modern yang edukatif dengan berbagai macam kegiatan. Pentingnya permainan modern yang edukatif dalam mengembangkan .Berdasarkan hasil analisis data melalui studi kepustakaan di peroleh bahwasannyadapat memahami permainan modern yang eduktaif. Kata Kunci: Jenis, Karakteristik, Manfaat, dan Pelaksanaan Permainan Modern.      


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 78-96
Author(s):  
Wasilatur Rofiqoh ◽  
Iza Syahroni ◽  
Eva Latipah

The problem that arises in this study is “How to analyze children’s thinking skills in solving a problem of introducing the function of the clock and the concept of time with Schoenfels’s theory”. In detail, the problem of how student’s critical thinking skills will be discussed in accordance with the five steps of problem solving according to Schoenfeld, namely Reading, Analysis, Exploration, Implementation, and Verification. Data collection through the method of tests, interviews, and documentation with the subject is three people selected with the criteria of one high- ability student, one medium- ability student, and one low- ability student. This research is qualitative, because the type of data in this study is qualitative in the form if description of words or sentences in the form of a picture. The result of the study concluded that of the three subjects who had high, medium, and low abilities there were differences in critical thinking abilities. In short, the subject with high ability is able to master 12 indicators of critical thinking well, while the subject with moderae ability is able to master 7 of the 12 existing indicators of critical thinking, and the subject with low ability is only able to master 5 of the 12 existing indicators of critical thinking. Abstrak Masalah yang muncul dalam penelitian ini yaitu “ Bagaimana analisa kemampuan berfikir anak dalam menyelesaikan suatu masalah pengenalan fungsi jam dan konsep waktu dengan teori Schoenfeld”. Secara rinci permasalahan bagaimana kemampuan berfikir kritis siswa yang akan dibahas sesuai dengan  lima langkah pemecahan masalah menurut Schoenfeld yaitu Reading, Analysis, Exploration, Implementation, dan Verification. Pengumpulan data melalui metode tes,  wawancara, dan dokumentasi dengan subjek adalah tiga orang yang dipilih dengan kriteria satu orang siswa berkemampuan tinggi, satu orang siswa berkemampuan sedang, dan satu orang siswa berkemampuan rendah. Penelitian Ini termasuk kualitatif , karena jenis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif berupa deskripsi kata- kata ataupun kalimat dalam bentuk gamber. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari tiga subjek yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah ada perbedaan dalam kemampuan berfikir kritis. Secara singkat yaitu subjek yang memiliki kemampuan tinggi mampu menguasai 12 indikator- indikator berfikir kritis dengan baik, sedangkan subjek berkemampuan sedang mampu mneguasai 7 dari 12 indikator berfikir kritis yang ada, dan subjek berkemampuan rendah hanya mampu mnguasai 5 dari 12 indikator berfikir kritis yang ada. Kata Kunci:  Kemampuan Berfikir Kritis, Teori Schoenfeld


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 20-32
Author(s):  
Nurhastuti Nurhastuti ◽  
Zulmiyetri Zulmiyetri ◽  
Setia Budi ◽  
Iga Setia Utami

The Covid-19 pandemic has caused social change. Social changes that occur include the category of unplanned social change. Because of its unplanned nature, surely the community is not ready to face it. New normal form new habits, but not everyone is easy to adapt to new lifestyles. The impact of the heavy Covid-19 pandemic will be more felt by parents who have children with special needs. The social changes caused by Covid-19 Pandemic require mental resilience to deal with it. This study aims to determine the extent of family resilience of children with special needs in dealing with new normal. The method used in this study is mixed methods which is a research step that combines two forms of research, namely quantitative research and qualitative research. Data analysis in this study uses descriptive statistical analysis. The results of this study are the Covid-19 pandemic has a tremendous impact on all lines of life and has a dramatic effect on the welfare of many families and communities. In the current condition each family member who has a child with special needs has a role in strengthening the family's mental endurance and also plays a role in maintaining the integrity and welfare of the family. The first thing to do is managing emotions, managing stress, increasing life motivation, and building connections with family members. Abstrak Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi saat ini termasuk kategori perubahan sosial yang tidak direncanakan. Karena sifatnya yang tidak direncanakan, pastilah masyarakat tidak siap menghadapinya. New normal membentuk kebiasaan baru, namun tidak semua orang mudah beradaptasi menghadapi gaya hidup baru. Dampak pandemi Covid-19 yang berat akan lebih dirasakan oleh orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Perubahan sosial yang diakibatkan Pandemi Covid-19 ini memerlukan ketahanan mental untuk menghadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketahanan keluarga anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi new normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods yakni suatu langkah penelitian yang menggabungkan dua bentuk penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian ini adalah pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa di segala lini kehidupan dan memiliki efek dramatis pada kesejahteraan banyak keluarga dan masyarakat. Dalam kondisi saat ini setiap anggota keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus mempunyai peran dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga dan juga berperan dalam mempertahankan keutuhan dan kesejahteraan keluarga. Hal pertama yang harus dilakukan mengelola emosi, mengelola stres, meningkatkan motivasi hidup, dan membina komunikasi dengan anggota keluarga. Kata Kunci: Ketahanan Keluarga,Anak Berkebutuhan Khusus, New Normal


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 1-19
Author(s):  
Hesti Hesti ◽  
Ahmad

The purpose of this research is to describe the process of the Katoba tradition as a character forming of children in the Muna ethnic community, and to find the meanings of the Katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community. This research was conducted in Lawa Subdistrict, West Muna Regency. The determination of informants in this study was carried out by determining key informants who served as pioneers for researchers to obtain data. The type of data in this study is qualitative data. Data collection techniques used in this study were: Observation, In-depth Interviews, and Documents. The results showed that the process of the katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community consisted of 3 stages, namely: 1. the pre-katoba stage, which started with determining the good day of our life, 2. The catoba procession stage which began with: a. opening, b. dofotoba, c. listen to katoba advice containing lansaringino expressions, expressions of naasi rights, and expressions of maintaining the balance of the relationship between nature and the environment. 3. Post katoba (recitation of the prayer congratulations). The meaning contained in the process of implementing Katoba is in the hope that children who are told can understand the boundaries of ethics, norms in social life and can apply them in everyday life. The stages of the process of implementing katoba as forming children's character have a meaning that is believed by the Muna ethnic community, where the meaning cannot be separated from the cultural and belief context. The meaning contained in the process of implementing katoba in the Muna ethnic community is in the hope that the child who is said to be able to understand the boundaries and ethics or norms in social life, and can apply it in everyday life. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna, dan untuk menemukan makna-makna tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Penentuan informan dalam penelitian ini di lakukan dengan menetapkan informan kunci yang berfungsi sebagai pembuka jalan bagi peneliti untuk memperoleh data. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Pengamatan , Wawancara Mendalam, dan  Dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1. tahap pra – katoba, yang dimulai dengan menentukan hari baik dan ali kita, 2. Tahap prosesi katoba yang dimulai dengan : a. pembukaan, b. dofotoba, c. mendengarkan petuah katoba yang berisi ungkapan lansaringino, ungkapan haku naasi, dan ungkapan menjaga keseimbangan hubungan alam dan lingkungan. 3. Pasca katoba (pembacaan doa selamat). Makna yang terdapat dalam proses pelaksanaan katoba adalah dengan harapan anak yang di toba dapat memahami batasan etika , norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan proses pelaksanaan katoba sebagai pembentuk karakter anakmemiliki makna yang dipercayai oleh masyarakat etnis Muna, dimana pemaknaan tersebut tidak lepas dari konteks budaya dan kepercayaan. Makna yang terdapat pada proses pelaksanaan katoba pada masyarakat etnis Muna adalah dengan harapan anak yang di katoba dapat memahami batasan dan etika atau norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat,serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci:  Tradisi, Katoba, Pembentuk Karakter Anak


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 108-124
Author(s):  
Nur Amini ◽  
Naimah Naimah

Heredity is defined as the totality of individual characteristics inherited from parents to children, or all potential, both physical and psychological, that an individual has since the conception (fertilization of the ovum by sperm) as inheritance from parents through genes. The genes a child receives from its parents at conception will affect all the characteristics and appearance of the child in the future. As for what parents pass down to their children is structural characteristics, not behavior obtained as a result of learning or experiences such as talents, hereditary traits, intelligence and also personality. This heredity factor has a greater influence on the development of a child's intelligence than the other two factors, namely environmental factors and general factors. Therefore, the researcher wants to examine more deeply the heredity factor (heredity) in influencing the development of early childhood intelligence. This research is a qualitative descriptive field research. Where the type of research used is the type of library research (library research), which is a study conducted in the library room to find and analyze data sourced from the library, whether in the form of books, magazines, newspapers, and so on. The data collection technique used by researchers is the documentation method, namely the method of collecting data or information by reading books, letters, announcements, meeting summaries, written statements, and other similar materials. Abstrak Hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orangtua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari orangtua melalui gen-gen. Gen yang diterima anak dari orang tuanya pada saat pembuahan akan mempengaruhi semua karakteristik dan penampilan anak kelak. Adapun yang diturunkan orangtua kepada anaknya adalah sifat strukturnya bukan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil belajar atau pengalaman seperti bakat, sifat-sifat keturunan, intelligensi dan juga kepribadiannya. Faktor hereditas ini memberikan pengaruh lebih besar terhadap perkembangan intelligensi seorang anak dibanding dua faktor lainnya yaitu faktor lingkungan dan faktor umum. Maka dari itu peneliti ingin mengkaji lebih dalam faktor hereditas (keturunan) tersebut dalam mempengaruhi perkembangan intelligensi anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Dimana jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan untuk mencari dan menganalisis data yang bersumber dari perpustakaan, baik berupa buku, majalah, koran, dan lain sebagainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode dokumentasi, yakni metode pengumpulan data atau informasi dengan cara membaca buku-buku, surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis, dan bahan-bahan sejenis lainnya. Kata Kunci : Faktor Hereditas, Perkembangan Intelligensi Anak Usia Dini


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 74-90
Author(s):  
Anita Damayanti ◽  
Sriyanti Rahmatunnisa ◽  
Lia Rahmawati

The purpose of this study is to describe the process and learning outcomes through STEAM based on loose parts that can improve the creativity of working children aged 5-6 years in group B Kindergarten Juara Bekasi City in 2019. The subjects of this study were 12 children. The research method used in this study is Classroom Action Research by Kemmis and Mc. Taggart which includes four stages, namely planning, action, observation, and reflection. This study consisted of 2 cycles, each cycle consisting of 4 meetings. The data analysis technique used in this study is qualitative and quantitative data analysis. Qualitative data analysis by analyzing data from observations, documentations, and interviews. Quantitative data analysis uses descriptive statistical analysis that compares results obtained from pre-intervention, first cycle and second cycle. The results of this study indicate an increase in early childhood creativity through STEAM learning based on loose parts, it can be proved  completeness of pre-intervention creativity by 31%. Then it increased in the first cycle by 56,50% and the second cycle by 83,70%. It was concluded that to improve the creativity of working children aged 5-6 years, teachers can use STEAM learning based on loose parts. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran Jarak Jauh berbasis STEAM dengan Media loose parts yang dapat meningkatkan kreativitas berkarya anak usia 5-6 tahun kelompok B TK Juara Bekasi Tahun 2020. Subjek penelitian ini berjumlah 12 anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan cara menganalisis data dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara selama penelitian. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari pra-siklus, siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas berkarya anak usia5-6 tahun melalui pembelajaran berbasis STEAM dengan media loose parts, dapat dibuktikan ketuntasan kreativitas pra-intervensi sebesar 31%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 56,50% dan siklus II sebesar 83,70%. Disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kreativitas berkarya anak usia 5-6 tahun, guru dapat menggunakan pembelajaran Jarak Jauh berbasis STEAM dengan media loose parts. Kata Kunci:  Kreativitas, STEAM, Loose Parts


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 224-236
Author(s):  
Riza Oktariana ◽  
Wiwik Yeni Herlina

The ability to listen is a big process of listening to, recognizing, and interpreting spoken symbols. Audio Visual Media is a type of media that in addition to containing sound elements also contains visible image elements, such as video recordings, various sizes of films, sound slides, and so on. The formulation of the problem in this study How is the listening ability of group B children in Bungong Seuleupok Kindergarten Syiah Kuala Banda Aceh assisted by audio-visual media. The reason the researcher uses audio visual is because audio visual can attract children's attention to listen because by displaying videos that are played by children and can see and hear directly. The aim is to determine the listening ability of group B children at Bungong Seuleupok Kindergarten Syiah Kuala Banda Aceh assisted by audio visual media. The instrument used was interviews with a sample size of 4 (four) childrens and the data were analyzed using qualitative methods with interviews. From the results of the research analysis on listening to children through audio-visual media at TK Bungong Seulupok Syiah Kuala Banda Aceh, it can be seen that the four children have no problem listening. With this, the researchers suggested that the children's listening ability was included in the visual character. And with the help of audio-visual media, children become interested in listening to the learning given according to the learning character they have and the comfortable atmosphere for the child. Abstrak Kemampuan menyimak adalah proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan. Media Audio Visual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimanakah kemampuan menyimak anak kelompok B TK Bungong Seuleupok Syiah Kuala Banda Aceh berbantukan media audio visual. Alasan peneliti mengunakan  audio visual yaitu: karena audio visual dapat menarik perhatian anak untuk menyimak karena dengan menampilkan vidio yang diputarkan anak  dan dapat melihat dan mendengar secara langsung. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan menyimak anak kelompok B TK Bungong Seuleupok Syiah Kuala Banda Aceh berbantukan media audio visual. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dengan jumlah subjek adalah 4 (empat) orang anak dan data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara. Dari hasil analis penelitian tentang menyimak anak melalui media audio visual di TK Bungong Seuleupok Syiah Kuala Banda Aceh terlihat bahwa ke empat anak tidak ada masalah dalam menyimak. Dengan hal tersebut maka peneliti mengemukakan bahwa kemampuan menyimak anak masuk pada karakter visual. Dan dengan berbantukan media audio visual anak menjadi tertarik dalam menyimak pembelajaran yang diberikan sesuai dengan karakter belajaran yang dimiliki dan suasana yang nyaman bagi anak. Kata Kunci:  Kemampuan Menyimak, Media Audio Visual


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 138-151
Author(s):  
Fitriah Hayati ◽  
Cut Malinda

Television as an information technology that has a positive and negative impact on children, one of which is bullying. Children who have copycat characteristics will easily imitate scenes on television without supervision. The shows that are often aired and in demand by children are the animated films Adit and Sopo Jarwo, Tom and Jerry, Sponge Bob and others. The purpose of this study was to determine the impact of television films on bully behavior in TK Al-Mawaddah Aneuk Galong Baro, Suka Makmur District, Aceh Besar. This research use desciptive qualitative approach. The population of this research was all students of TK Al-Mawaddah Gampong Aneuk Galong Baro totaling 96 children. The research sample was taken. The sampling was carried out using purposive sampling technique, with various considerations taken as many as 10 children who indicated bullying behavior. Data collection techniques were carried out through interviews and observations. The data analysis technique used in this research is qualitative data analysis, namely describing and interpreting the data obtained in the field from the informants, with steps of presenting data, drawing conclusions and verification. The results showed that the animated film Adit Spoe Jarwo on MCTV, Tom and Jerry on RCTI and Spangebob on Global TV had a negative impact on children's behavior, one of which was bullying. Children tend to imitate and practice the scenes in the animated film in real life. Among the behaviors that are often shown by children, namely hitting, lying, chasing after, laughing at and taunting friends. Abstrak Televisi sebagai salah satu teknologi informasi yang memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi anak salah atunya adalah perilaku bully. Anak yang memiliki sifat peniru akan dengan mudah meniru adegan dalam tayangan televisi jika tanpa adanya pengawasan. Tontonan yang sering tayang dan diminati anak yaitu film animasi Adit dan Sopo Jarwo, Tom and Jerry, Sponge Bob dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak tayangan televisi film terhadap prilaku bully di TK Al-Mawaddah Aneuk Galong Baro Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid TK Al-Mawaddah Gampong Aneuk Galong Baro berjumlah 96 anak. Sampel penelitian diambil Penarikan sampel dilakuan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan berbagai pertimbangan  sampel diambil sebanyak 10 anak yang terindikasi melakukan prilaku bully. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari para informan, dengan langkah penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Adit Spoe Jarwo di MCTV, Tom and Jerry  di RCTI dan Spangebob di Global TV memberikan dampak negatif terhadap perilaku anak salah satunya adalah prilaku bully. Anak cenderung meniru dan mempraktekkan adegan dalam film animasi tersebut dalam kehidupan nyata. Diantara perilaku yang sering ditunjukkan anak yaitu memukul, berbohong, kejar kejaran, menertawakan dan mengejek teman. Kata Kunci:  Film Animasi Anak, Perilaku Bullying


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document